Govergly

Govergly
enam belas


__ADS_3

"Kau akan menemui wanita itu?"


tanya Hary dingin begitu melihat Rey hendak masuk ke dalam lift,


Rey menoleh sekilas.


"Iya ". jawab Rey datar dengan sikap setenang mungkin.


"Aku bisa mengurus nya kalau kau meminta."


jadi benar dia lebih tau dari pada aku?.


"Ikut aku!."


ucap Rey sambil lalu.


"Aku ingin tidur,biarkan gadis itu menunggu"


ucap Rey begitu memasuki mobil,


ahh yaa kau raja nya


lakukan sesuka mu tuan!.


Belum lama Hary memarkir kan mobilnya,


Dilihat nya wanita yang slama 2tahun terakhir membuat bos nya itu menggila.


tapi itu cukup menguntungkan mengingat Rey menjadi gila kerja hingga bisa membuka cabang baru di beberapa kota besar .


Tapi ke gilaan nya berubah saat informannya melaporkan kabar pernikahannya beberapa minggu yang lalu.


dia jadi benar benar gila dengan merusak smua benda.


Tiga puluh menit sudah berlalu,


bosnya yang menyebalkan itu masih saja tertidur dengan tenang di kursi belakang.


Aku takan membangunkan mu!


kita lihat sejauh mana wanita itu bisa menunggu,


ahhh padahal aku sangat lapar,


kenapa aku tidak memesan makanan dulu tadi.


Stella terlihat mulai kesal,berualang kali pandangannya menatap ke arah pintu masuk.


dia memilih duduk di sisi jendela bagian depan.


sehingga dari arah pintu masuk pun sosoknya sudah terlihat.


"*Ahh leher ku sakit",rengek Rey sambil memiringkan kepala ke kanan ke kiri .


sudah berapa lama dia menunggu


tanya Rey parau sambil berusaha membuka mata nya.


"Hampir empat puluh lima menit," jawab Hary sambil melihat ke arah jam tangan yang di kenakan nya.


"Ah kau keterlaluan,badan ku sakit semua karna terlalu lama tidur begini."


umpat Rey kesal sambil menendang kursi kemudi yang ada di depannya*.


"Sbaiknya kita temui wanita itu,


dia terlihat sudah mulai bosan."


"Aku bahkan menunggu nya selama hampir dua tahun!" kau tau!


"Ya aku sangat tau kau bodoh!"


Hary keluar dari mobil lalu membuka kan pintu untuk Rey,


tanpa banyak bicara mereka langsung menghampiri Stella.


"Ada perlu apa?"


ucap Rey datar,namun terkesan dingin.


Stella yang melihat seseorang yang sudah lama di nantinya itu pun tersenyum cerah.


"Bukankah kau yang meminta ku menemui mu?"ucap Stella selembut mungkin dengan tatapan yang sangat menggoda.


Rey menarik Nafas panjang,lalu membuang nya perlahan.


"Aku tau kau mencari informasi tentang ku,


Apa kau akan memberiku undangan pernikahanmu secara langsung?"


ucap Rey tenang,


Degg.....


Darimana dia tau?


apa yang akan aku katakan sekarang?


ah ....


"Apa yang kau kata kan?,Aku mencari mu untuk meminta maaf pada mu Rey,


aku salah,aku menyesal,bisakah kita memulai smua nya dari awal?


ucap Stella lembut sambil menggenggam tangan Rey yang ada di atas meja mencoba mengalihkan perhatian.


Rey tersenyum sinis


Stella terkejut melihat sikap Rey yang begitu dingin pada nya,


Apa karna dia tau kabar pernikahan nya?


gumam Stella dalam hati.


"Aku sudah melepaskan mu.


apa pun alasanmu,aku terima.


tapi aku tak ada waktu lagi untuk berhubungan dengan mu."


"Rey,


dengar penjelasan ku dulu


ku mohon?


Rey hanya diam sambil melirik sekilas.

__ADS_1


Stella menganggap ke diaman Rey sebagai suatu kesempatan.


Aku ter paksa menerima uang itu Rey,


aku butuh uang untuk oprasi ayah ku


kau tau kan.ucap Stella dengan air mata berderai.


cihh wanita licik,


sebaiknya aku memesan makanan.


umpat hary dalam hati.


"Dan kau menganggap aku tidak bisa memberi mu uang begitu?"


Kau meremehkan ku!."


diam sejenak,


yang terdengar hanya isak tangis


Bukan begitu Rey,


aku sangat kalut waktu itu hingga tidak bisa berfikir jernih.


"Kita sudah selesai,


jangan mencari ku lagi,


smoga kau bahagia dengan pernikahan mu.


slamat tinggal."


Ucap Rey sambil lalu,


tanpa memperdulilan puluhan pasang mata yang melibat ke arah mereka.


Rey berjalan ke arah mobilnya,tanpa menoleh lagi ke belakang.


uh sial ,terkunci.


Hary terkikik geli berjalan ke arah Rey dengan tangan penuh kantung plastik.


kau mencari ini tuan?


sambil menunjukan kunci mobil yang ada ditangan nya


cih,menyebalkan.


kau merusak aksi keren ku bodoh!


sambil melirik tajam.


baiklah baiklah


maaf.


ayo masuk,


kau yang menyetir aku lapar.


Braninya kau menyuruh ku,


kau ingin aku pecat! ucap nya sok garang


Hary hanya tersenyum dan memilih membongkar bingkisan yang ia bawa


dan langsung melahapnya


ia benar benar lapar sekarang.


"Turun,"


uncap Rey memerintah tanpa menatap Hary


pandangannya masih fokus ke depan.


Hary menatap sekeliling.


di parkiran kantor pikir nya


mesin mobil masih menyala,sang supir sekaligus bos nya terlihat tak berniat turun.


"Kau akan pergi kemana?"


"Bertemu calon mertua,sudah sana cepat turun."


"cih seperti Gly mau saja dengan mu !


Rey menatap tajam,yang bisa di artikan dengan" cepatlah keluar!,"


sementara orang yang mendapat tatapan itu pun tersenyum tanpa merasa bersalah.


dan memilih pergi.


Rey memutuskan pulang ke apartemen nya


dia harus menyiapkan smua nya sendiri untuk keberangkatannya kali ini.


biasanya Hary yang mengurus smua nya


aaaah aku lupa masih ada ibu,


tapi mau bagaimana lagi,


huftt.....


Dilihatnya Devan dan juga Viona yang sedang berdiri di depan pintu lift yang di tuju


mmmmh aku harus marah atau berterimakasih ya?


aku kesal karna Gly terluka.


tapi kalau mereka tak begitu mana mungkin aku bisa dekat dengan srigala ku iya kan?


ah kenapa aku mendadak bodoh.


Rey asik dalam fikirannya sendiri sampai tak sadar sudah sampai di sisi mereka.


Viona yang menyadari ada seseorang yang menghampiri nya pun reflek menoleh


" Rey!"


"kau tinggal disini?"


sapa Vio tanpa bisa menyembunyikan rasa kaget nya.sementara Dev hanya mengangguk sambil melambaikan tangan.

__ADS_1


Rey tersenyum simpul,membalas salam Dev.


"iya aku tinggal di lantai 15 "jawab Rey mencoba ramah.


"wahh benarkah?,kebetulan sekali kami tinggal di lantai 10,mampirlah ke tempat kami teman Gly teman kami juga iya kan Dev?"sambil


menoleh ke arah Dev .


"Iya tentu,aku fikir kau ikut Gly ke london ."


ungkap Dev curiga.


" Aku ada sedikit pekerjaan kemarin,tapi akan menyusul nya malam ini."


ungkap Rey dengan tatapan penuh arti


ting......


terdengar pintu lift terbuka ,


setelah lift kosong mereka pun masuk ke dalam.


Oh ya Rey,


"kapan kau mulai berhubungan dengan Gly?"


tanya Vio penuh selidik.


slama 3th Gly tinggal di london,


Vio pikir Gly dan Rey bertemu di sana.


"Aku baru mengenal Gly beberapa hari yang lalu.aku bertubrukan dengan nya di lobi waktu itu,kami sama sama menunduk jadi yah


kejadian itu tak bs di hindari."


Vio dan Dev saling menatap satu sama lain


Rey yang menyadari perubahan sikap ke duanya pun mulai tertarik untuk bicara lebih jauh.


aku fikir kalian sudah kenal lama,


gumam Dev lirih


tapi cukup di dengar jelas oleh Rey.


Rey tersenyum beralih menatap Vio yang terus diam tanpa menanggapi pernyataannya barusan.


"Aku tertarik dengan calon sodara tiri mu itu Vio,bisakah kau membantu ku?


aku seperti sedang terkena virus jatuh cinta pada pandangan pertama.kau tau kan susah sekali untuk mendekati nya dia slalu mengacuhkanku sepertinya kalian cukup dekat.bukankah kalian bersahabat?


Vio tertegun,


kata kata Rey seolah mengandung arti yang berbeda.


dengan gugup Vio mengangguk tanpa ingin bicara lebih jauh.


menarik sekali,apa yang kalian berdua pikirkan sebenarnya.


ting....


lift terbuka


"kami duluan Rey,ucap vio gugup"


Rey mengangguk pelan ",mungkin lain kali aku akan mampir",sambil tersenyum penuh arti.vio mengangguk canggung


kenapa mereka terlihat takut begitu,


menggelikan.


Rey masuk ke unit apartemen nya,


terlihat sepi


mungkin ibu nya sedang berbelanja.


ach itu bagus


aku jadi tak perlu repot repot berdebat.


memikirkannya saja sudah membuat ku pusing.


Rey berjalan ke ruang kerjanya,


karna smua dokumen dokumennya tersimpan rapi di sana.


setelah smua siap Rey memilih memeriksa beberapa berkas berkas pekerjaan nya yang belum selesai.


hufttt


ada proyek dengan Mr king,


ke untungannya lumayan tp bila harus menghadapi putrinya yang lebih mirip lintah Rey menyerah.


tapi demi kemajuan perusahaan apa boleh buat.


huft....


aku terlalu banyak berfikir yang tak menghasilkan apa pun.


pukul 17.05


Rey berlari ke kamar nya.


dia hanya membawa 2 setelan casual serta baju santai satu.


aku bisa membeli nya di sana begitu pikir Rey


tak lupa laptop nya ia masukan ke dalam ransel.


dengan clana jins biru tua dan hoodie hitam


Rey memilih untuk segera berangkat sebelum ibu nya datang.


Belum ada laporan dari Hary kalau ibu nya akan kembali ke surabaya.


jadi besar kemungkinan ibu nya akan datang lagi kesini mengajak nya bicara.


Rey memilih menaiki taxi untuk sampai ke bandara,


sebetulnya masih terlalu lama tapi itu jauh lbh baik,


aku akan menyelesaikan pekerjaan ku slama aku menunggu,


agar Hary tak mencari ku seperti induk ayam.

__ADS_1


__ADS_2