Harga Sebuah KEHORMATAN

Harga Sebuah KEHORMATAN
WISUDA


__ADS_3

4 TAHUN KEMUDIAN


Rain berlari tergopoh gopoh menuju kampus Alan. Ya hari ini Alan wisuda dan dia sudah janji akan datang. Tapi karena bekal makan siang Sean ketinggalan, Rain terpaksa harus mengantarnya dulu ke kantor. Selain itu dia juga terjebak kemacetan yang parah karena ada kecelakaan.


"Ayah." Rain berlari sambil melambaikan tangannya ke arah Ayahnya dan Alan. Mereka sudah ada diluar gedung karena acara sudah selesai.


"Al, maaf banget ya mbak datangnya telat." Ucap Rain dengan nafas terengah engah karena habis berlari.


"Gak papa mbak, yang pentingkan mbak dateng. Apalagi sekarang sudah ada ayah yang menemani." Ucap Alan sambil menoleh ke arah ayahnya yang sudah bebas dari penjara sejak 2 bulan yang lalu.


"Mana Sean sama Delmar?" tanya sang ayah yang tak melihat menantu serta cucunya.


"Maaf yah, Sean ada meeting penting jadi gak bisa ditinggal. Sedangkan Del, udah 3 hari dia dirumah oma opanya." Sean sudah bekerja lagi di perusahaan papanya. Bagaimanapun juga, dia anak tunggal, tak ada lagi yang bisa meneruskan usaha papanya jika bukan dirinya.


"Padahal ayah kangen banget sama Delmar." Wajah Teguh terlihat kecewa, dia pikir hari ini bisa bertemu di kecil Delmar, tapi nyatanya bocah itu malah tidak ikut.


"Weekend nanti Rain ajak Del main ke rumah ayah ya. Jangan sedih dong." Bujuk Rain sambil memeluk lengan ayahnya.


"Kita foto foto Yuk. Hari ini kan hari spesial buat Alan. Jadi harus diabadikan." Ucap Alan sambil mengeluarkan ponselnya.


Mereka bertiga berfoto dengan begitu ceria. Wajah Teguh terlihat sangat bahagia karena akhirnya bisa melihat putranya diwisuda. Sejak dulu, impiannya adalah melihat anak anaknya diwisuda. Tapi kebahagiaan itu seketika lenyap saat bayangan istrinya muncul.


"Ayah kenapa?" Tanya Rain saat melihat mata ayahnya mulai berkaca kaca.


"Ayah teringat bundamu. Sejak dulu dia ingin seklai melihat anak anaknya wisuda. Dia Bahkan sudah menyiapkan kebaya untuk dipakai dihari wisudamu Rain. Tapi ayah, maupun bunda, semua tak datang dihari wisudamu." Teguh tak bisa menahan air matanya.


"Sudahlah yah, masa itu sudah berlalu. Rain yakin bunda udah bahagia disana. Kita hanya perlu terus mendoakannya saja. Kita jadi ziarah ke makan bundakan?" Tanya Rain.


"Tentu saja, bunda pasti bangga melihat Alan sudah lulus S1 dengan IPK yang bagus." Tutur Teguh sambil menepuk nepuk punggung Alan.


"Mbak juga bangga sama kamu Al. Padahal dulu pas SMA kamu gak begitu pintar, tapi pas kuliah, kamu kok bisa pinter gini? Kak Sean gak rugi dong ngebiayain kamu kuliah. Bahkan kata Kak Sean, dia mau ngebiayain S2 kamu loh."

__ADS_1


"Alan berterimakasih banget sama Kak Sean karena udah ngebiayain Al sampai lulus. Tapi kalau soal S2, Al udah ikut beberapa program beasiswa, semoga saja ada yang nyantol."


"Amin." Rain dan ayahnya kompak mengamini doa Alan.


"Ya, itu lebih baik, jangan terus merepotkan kakak ipar kamu." Teguh makin bangga dengan Alan.


Gue udah belajar keras demi lo Ra. Gue pengen jadi orang sukses biar layak buat lo. Semoga saja gue gak terlambat ya Ra. Semoga aja lo udah sembuh sekarang Dan semoga aja takdir mempertemukan kita kembali. Sampai detik ini, gue masih selalu kangen sama lo.


...******...


Saat Sean pulang kantor, dia melihat rumahnya sepi. Biasanya Rain selalu menyambutnya, tapi kali ini istrinya itu tak kelihatan batang hidungnya.


Sean menghela nafas saat melihat Rain ternyata sedang tidur, padahal ini sudah mau magrib. Sean merangkak naik ke atas tempat tidur dan langsung memeluk Rain dari belakang.


"Beb, jam segini kok tidur sih." Ucap Sean sambil membenamkan kepalanya diceruk leher Rain.


Merasakan geli diseputaran lehernya, Rain jadi terbangun. Rain menoleh dan melihat Sean berbaring dibelakangnya.


"Sayang, mana Del?" Tanya Rain dengan antusias dan langsung mengubah posisinya menjadi duduk. "Aku kangen banget sama Del."


"Del lagi tidur dikamarnya ya? ya udah aku kesana dulu." Rain buru buru beringsut dari ranjang karena ingin segera bertemu putra semata wayangnya.


"Del masih dirumah mama."


"Apa?"


"Mama gak ngijinin aku bawa pulang Del."


Rain langsung mengepalkan tangannya. Dia sangat geram pada mertuanya yang selalu ingin menguasai anaknya.


"Mama kamu itu gimana sih? Del udah 3 hari disana. Terus gak boleh dibawa pulang. Maunya apa sih mama kamu itu? Dulu kan perjanjiannya hanya setiap weekend Del disana, tapi kenapa akhir akhir ini mama kamu malah seenaknya sendiri. Aku ini ibunya, kanapa anakku malah tiap hari dirumah omanya?"

__ADS_1


Sean hanya pasrah menerima omelan Rain. Dia sadar kalau mamanya terkadang sedikit keterlaluan. Tapi kalau saja Rain tahu, tadi Sean udah diomeli mamanya saat mau mengambil Delmar. Sean jadi serba salah.


"Maafin mama ya, besok kita kesana, kita ambil Del."


"Sekarang, aku mau sekarang kita kesana. Aku mau ambil anak aku." Rengek Rain sambil menarik narik lengan Sean.


"Jangan sekarang beb, sumpah jangan sekarang. Tadi tuh mama udah ngamuk ngamuk sama aku. Kalau kita kesana sekarang, yang ada kita kena omel. Bukannya bisa bawa pulang Del, yang ada kita malah habis dimakan mama. Tahu sendirikan mulut Mamaku pedesnya kayak apa."


"Kayak mulut kamu."


"Ish kok malah aku sih, mulutku itu manis banget. Terutama pas nggombalin kamu." Goda Sean sambil melingkarkan tangannya diperut Rain.


"Mama udah janji, besok mau ngembaliin Del. Mending malam ini kita lembur buat adeknya Del. Entar kalau anak kita dua kan gak rebutan lagi sama mama." Bujuk Sean sambil merebahkan kepalanya di bahu Rain. "Oh iya, Kamu tumben jam segini tidur?"


"Ngantuk banget, entah kenapa sekarang tuh aku ngantukan banget. Badan aku kayak lemes gitu."


"Periksa ke dokter aja besok, mungkin anemia."


"Iya kali."


"Oh iya beb, Hari minggu ini, aku dapat undangan reuni. Kamu ikut aku ya? Udah lama banget kita gak ngadain reuni."


"Reuni SMA apa kuliah?"


"Kuliah."


"Aku gak usah ikut ya."


"Kanapa sih, kamu gak nyaman ada Delia? Aku justru gak nyaman kalau gak ngajak kamu. Takutnya kamu mikir aku yang aneh aneh disana. Ikut ya, please.... Lagian Delia juga belum tentu dateng kok. Kali aja dia udah kembali ke luar negeri."


Rain seketika teringa Gaza. Pria itu, apakah dia masih diluar negeri sekarang? Dan bukankah dia juga teman kuliah Sean? Apa dia akan datang?

__ADS_1


.


Jangan lupa like dan komennya, terimakasih


__ADS_2