Harga Sebuah KEHORMATAN

Harga Sebuah KEHORMATAN
NYARI NYARI KESEMPATAN


__ADS_3

Sekarang tinggal Rain dan Sean berdua dimeja makan. Ada perasaan bersalah dihati Rain karena udah mengejek Sean dan mengatakan mertuanya pengemis.


"Sean, maafin aku ya."


"Ngapain minta maaf, aku yang salah. Mamaku udah keterlaluan sama kamu. Aku juga sama saja. Maaf karena gak ngangkat telepon kamu. Tapi aku berani bersumpah, aku gak habis enak enak sama perempuan lain kok. Aku cuma diajak minum doang sama Brian. Dia baru beli apartemen baru."


"Sama Dino juga?"


Sean mengangguk


"Kamu gak suka ya aku masih temenan sama Dino? Sebenarnya dia baik kok. Dia waktu itu hanya sedang dibawah pengaruh alkohol. Terus juga yang ngajak mabok aku. Jadi secara gak langsung aku yang salah. Dia hari ini mohon mohon ke aku supaya bisa tinggal diapartemen ku lagi."


Beberapa hari lagi, ibunya Dino yang dikampung ingin datang. Dia memohon agar dibolehin tinggal diapartemen lagi. Selama diusir, dia numpang di tempat Leo.


"Terus kamu ijinin?"


"Aku bilang mau nanyak kamu dulu."


"Kok nanyak aku, itukan punya kamu."


"Takutnya kamu belum bisa maafin dia."


"Udah aku maafin kok. Biarin aja dia disana, aku gak keberatan. Kasihan juga kalau ibunya datang gak ada tempat tinggal. Aku tahu susahnya jadi orang miskin."


"Masih pusing gak kepalanya? mau aku pijitin?" Tanya Rain sambil membereskan bekas makan mereka.


Hah, gue gak lagi mimpi kan? Rain kok tiba tiba baik gini. Dia gak lagi kesambet kan? Hem....gue tau nih, dia tiba tiba baik Karena habis gue kasih duit. Dasar perempuan, kalau lihat duit matanya ijo, gumam Sean dalam hati.


"Kok diem aja, udah gak pusing ya?"


"Masih kok."


Setelah membereskan meja makan dan mencuci piring. Rain menyusul Sean ke kamar. Dia mau memijit suaminya sebagai rasa terimakasih karena udah dikasih uang 2M.


"Aku boleh tiduran dipangkuan kamu gak, biar mijitnya enak?" Halah, itumah modus.


"Ya udah sini."


Setelah Sean menempatkan kepalanya dipaha Rain. Rain mulai memijit perlahan kepala Sean agar berkurang pusingnya. Sean memejamkan matanya karena keenakan dipijit. Tanpa sadar Rain menatap lama wajah suaminya yang ada dibawahnya.


"Terpesona ya?"

__ADS_1


"Apaan sih."


Rain langsung salting mendengar perkataan Sean. Ternyata walau matanya tertutup, Sean mengintip sedikit, dia bisa tau kalau Rain sejak tadi mengamati wajah tampannya.


"Iya juga gak papa kok, kan udah halal. Mau dipelototin ampek bola matanya keluar juga sah sah aja," goda Sean sambil menyeringai kecil.


"Gak usah Ge Er deh, aku ngeliatin kamu karena lagi mijit aja. Kalau gak dilihat takutnya mata kamu yang aku pijit. Emangnya mau?"


"Aku mau mau aja sih. Asal kamu yang pijet, bagian manapun Ok ok aja. Mau pijit kepala bawah juga boleh kok."


"Aww... " Pekik Sean saat Rain mencubit pinggangnya karena kesal.


"Udah gak usah mikir yang aneh aneh. Punya otak kok pikirannya mengarah kesitu terus." Rain memutar bola matanya jengah.


"Namanya juga pria dewasa dan normal Rain. Kalau anak anak pikirannya ya cuma jajan sama main."


Tuh kan Sean, selalu saja bisa mencari jawaban.


"Kamu bisa gak sih Sean jangan mabuk mabukan lagi. Gak baik buat kesehatan kamu. Katanya masih belum pengen ketemu malaikat Izrail?" Rain sengaja mengalihkan topik pembicaraan.


"Susah Rain, aku udah kecanduan. Aku susah mau lepas dari rokok dan alkohol."


"Bisa kok kalau kamu mau usaha."


"Huft." Rain hanya bisa pasrah. Percuma nasehatin orang, kalau yang dinasihati gak ada niatan sama sekali buat berubah.


...*****...


Hari ini Sean mengajak Rain ke apartemen yang ditempati Dino. Ibu Seruni, Ibunya Dino baru datang kemarin. Sudah menjadi kebiasaan Sean dan genk, selalu kumpul saat Bu Seruni datang.


Sean sengaja mengajak Rain karena ingin mengenalkannya pada Bu Seruni yang sudah dia anggap seperti ibunya sendiri. Selain itu, Leo juga mengajak pacarnya.


Bu Seruni sengaja masak banyak untuk teman teman anaknya. Dia juga membawa banyak oleh oleh khas kota Lamongan, jawa timur.


"Jadi kamu istrinya Sean ya? Masyaallah cantik sekali." Ucap Ibu Seruni saat pertama kali berkenalan dengan Rain.


"Ya iyalah cantik Buk, masa Sean yang gantengnya melewati batas ini dapat istri jelek. Apa kata dunia?"


"Iya iya Ibu tahu. Kamu memang anak ibu yang paling ganteng. Paling ganteng se Jakarta dan se Lamongan."


Dino menyebikkan bibir mendengarnya. Kalau ada Sean dia selalu dianak tirikan. Ibunya selalu mengutamakan Sean. Mungkin karena sajennya banyak kali. Sean selalu memberi Ibu seruni banyak uang kalau wanita itu datang. Pantaslah Bu Seruni sangat menyayanginya.

__ADS_1


"Udah isi belum?" Bu seruni meraba perut Rain.


"Bentar lagi Bu, doain aja." Jawab Sean sambil melingkarkan tangannya dipinggang Rain. Dia sangat menikmati kesempatan emas ini. Rain tak akan bisa menolak perlakuan apapun kalau didepan orang seperti ini.


"Ibu doain pernikahan kalian sakinah mawadah warohmah. Semoga cepat dikaruniai omongan."


"Amin... " Ucap Sean dan Rain kompak. Sean agak terkejut mendengar Rain mengamini doa Bu Seruni.


Cup


Tanpa malu Sean mencuri ciuman dipipi Rain.


"Sean, apaan sih, malu ada Bu Seruni."


"Gak papa nak, namanya juga pengantin baru. Ibu dulu sama bapaknya Dino juga gitu. Awal awal nikah maunya nempel terus, kemana mana maunya berdua. Gak inget waktu gak inget tempat. Ibuk digempur terus sama bapaknya. Sampai sampai baru nikah sebulan ibu udah mbelengdung."


Pantesan anaknya nurun, gak tahu tempat, asal ada perempuan main gempur aja, batin Sean.


"Jadi rahasianya itu ya Bu biar cepet dapat momongan?" Tanya Sean sambil memeluk Rain dari belakan dan meletakkan dagunya dipundak Rain.


Sean gini amat sih, pinter banget dia nyari kesempatan, batin Rain.


"Iya lah, semakin sering usaha kan semakin besar kesempatan. Dulu aja pernah bapak sampai lupa daratan. Ibuk digempur saat lagi masak didapur." Ucap Bu Seruni setengah berbisik kerena banyak bujang disana.


Pantesan saja anaknya hitam dan gak berbentuk. Proses buatnya aja didapur.


"Sampai segitunya Bu? Emangnya bapak kuat berapa ronde sehari Bu?" Tanya Sean antusias. Dia memang sangat antusias kalau menjurus ke arah situ.


"Banyak, ibu sampai kewalahan." Bu Seruni sapai merinding mengingat awal pernikahannya dulu.


"Hahaha.... " Sean dan Bu seruni kompak ketawa bareng. Tapi Rain, dia malah cengar cengir karena gerah Sean nempel terus.


"Aku gak boleh kalah nih sama bapak, iya kan sayang?"


Rain hanya menggut menggut. Hal itu justru membuat Sean semakin gemas, dia kambali mencium pipi Rain bahkan juga mencuri ciuman di leher Rain yang posisinya sangat dekat dengan wajahnya.


Sean benar benar ingin terlihat seperti pasangan pengantin baru yang lagi panas panasnya.


Apa apaan sih Sean, makin nyari kesempatan aja dia,.batin Rain.


"Digempur terus aja biar cepet jadi." Bu Seruni malah menyemangati.

__ADS_1


"Siap Bu, ntar pulang dari sini langsung gas pol. Biar nanti kalau ibu kesini lagi. Udah ada isinya." Sean mengelus perut Rain yang membuat wanita itu sedikit merinding.


"Ibu udah masakin soto Lamongan kesukaan kamu Sean. Ajak istrimu makan sana."


__ADS_2