
Di sini Zayn dan reynand tengah memantau para pekerja yang mereka tugaskan untuk merombak habis tempat usaha mereka.
Pasca kejadian minggu lalu setelah sang ibunda dan orang rumah tau semuanya.
Reynand menyesal karena sempat ikut terbawa gejolak naluri mudanya yang mendorongnya terjun menuju gemerlapnya dunia malam.
Ia merintih, bersujud menyembah di bawah kaki sang ibunda memohon ampun atas segala dosa dan kebohongan-kebohongan yang pernah ia lakukan.
Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menutup tempat usahanya yang lama dan kini tinggal menunggu proses finishing untuk pembukaan usaha mereka yang baru.
Fokusnya teralihkan saat ponselnya mendadak berdering. Keyra,
Itulah nama yang tertera dalam layar ponselnya.
"Halo dek," jawab Zayn yang langsung menerima panggilan suara dari keyra.
"Bang, bang Lo dimana?" ucapnya terdengar panik.
"Abang lagi di tempat renovasi, ada apa?" tanya Zayn yang mencoba tenang.
"Lo pulang bang, ada perempuan masuk rumah bang dan sekarang mereka lagi berantem sama bunda," tutur keyra kian panik.
"Aku udah coba lerai bang tapi mereka berdua malah ... " ucapnya sempat terputus .
"Kasian bunda bang," rintih keyra lagi.
Zayn mengepalkan jemarinya dengan kuat ia melemparkan benda pipih itu ke dalam mobilnya dan segera melajukan kendaraannya dengan cepat menuju kediaman sang bunda.
Reynand yang penasaran melihat abangnya yang terburu-buru itupun juga ikut bergegas mengikuti sang Abang dari belakang.
Mobil melaju kencang di atas jalan raya yang tak terlalu ramai.
suara klakson yqng saling bersahutan begitu riuh terdengar di jalanan karena beberapa dari mereka nyaris saja beradu moncong besi jika tidak ada yang mau mengalah.
Zayn masih melesatkan Ferrarinya dengan segala kecamuk amarah yang membuncah dalam kepalanya.
Sementara reynand ia masih mencoba mengimbangi kecepatan mobil sang Abang yang kian berjarak di antara mereka.
Tangan reynand meng utak-atik ponsel miliknya, mencoba lagi dan lagi untuk menghubungi ponsel si Abang yang tak jua kunjung di angkat.
__ADS_1
"Sialan!" umpatnta seraya melempar benda pipih itu ke sembarang arah.
•••••
Sesampainya di rumah Zayn memarkirkan kendaraannya secara acak. Ia berlari masuk ke dalam rumah yang kian terdengar berisik oleh suara lengkingan wanita.
Matanya membulat sempurna saat ia mendapati bundanya tengah mendapat perlakuan kasar yang tak selayaknya di lakukan oleh manusia-manusia hina yang paling ia benci.
Sementara keyra sedang bergulat dengan seorang gadis yang tak lain itu adalah Gita.
Zayn kian meremat jemarinya kasar ia membawa langkah lebarnya menghampiri sosok wanita yang tengah menganiaya sang ibunda.
Tangan kekarnya menarik paksa pergelangan tangan wanita yang paling ia benci itu menjauh dari tubuh sang ibunda yang terlihat kepayahan.
Dengan kasar di hempasannya tangan itu ke udara.
"Apa yang kau lakukan, hm?" Tanyanya seraya meremat wajah Michiko dengan kasar, rematan yang cukup kuat hingga membuat kuku jarinyapun ikut memutih.
"Heh!" Michiko menyeringai tipis sedikit meringis menahan sakit di pipinya.
"Aku hanya memberikan salam sambutan kepada calon besan," ucapnya terdengar sinis.
"Simpan kata-kata yang keluar dari mulut busuk mu itu! jangan harap akan ada pernikahan yang terjadi antara aku dan juga anakmu, selama kau masih bernapas bebas di dunia ini tak akan ada pernikahan di antara kami," ucap Zayn dingin.
Ia melepas rematan tangannya dengan kasar kemudian segera berpaling menghampiri sang ibunda yang masih terduduk di lantai dengan wajahnya yang nampak memucat.
Segera ia membawa ibundanya itu masuk ke dalam kamar.
Membaringkannya dengan pelan kemudian menutupi tubuhnya dengan selimut.
Di kecupnya lembut puncak kepala yang masih terbalut rapi oleh juntaian hijab itu.
"Maaf kan kakak, bund! untuk kali ini tiada lagi kata maaf untuk perempuan brengsek itu." bisiknya lirih.
Ayu menitikkan air matanya sesaat setelah putranya itu keluar dari dalam kamarnya.
Ada ketakutan yang terselip dalam nalurinya sebagai seorang ibu.
Sementara itu, amarah zayn kian membuncah saat mendapati masih ada keangkuhan yang tertanam abadi di wajah wanita iblis itu. Dan mereka masih duduk santai di ruang tamu pribadi rumah sang Ibundanya.
Zayn membawa langkahnya mendekati sang adik yang masih mematung di sudut ruangan.
__ADS_1
Keadaannya sama buruknya dengan sang ibunda.
Rambut yang acak-acakan, wajah lebam dan juga matanya yang memerah karena tangis yang tertahan.
Mengingat keyra bukanlah seorang wanita yang pandai berkelahi dan ini merupakan kali pertama ada yang berani memukulinya sampai separah ini.
Deru mobil lain terdengar hadir di pelataran rumah. Reynand berlarian masuk kedalam dan terkejut melihat keadaan rumah yang tak seperti biasanya.
Matanya mendapati sosok perempuan yang tak asing baginya, dari Sikapnya yang seolah tenang dan acuh membuat ia bertambah yakin bahwa merekalah penyebab kekacauan di rumah ini.
"Sakit bang ..." eluh keyra menyentuh sudut bibirnya yang berdarah.
Zayn mengusap lembut kepala adiknya itu,
"Jangan menangis, istirahat lah! biar Abang yang urus." Titahnya
Keyra menganggukan kepalanya patuh, ia mengusap air mata yang sempat hadir di wajahnya akibat rasa sakit yang timbul akibat perkelahiannya tadi.
"Rey!" panggil Zayn yang segera di jawab oleh sang adik.
"Bawa kakakmu ke kamar, biar di istirahat." Titahnya lagi yang segera di laksanakan oleh reynand.
Ia memapah sang kakak dengan pelan, membawanya ke lantai atas dan merawat luka-luka yang ada di wajahnya.
Zayn menatap tajam pada dua manusia hina yang ada di hadapannya, jika saja ia bisa maka saat ini kedua-duanya pasti sudah ia lenyapkan dengan tangannya sendiri.
Namun ia tak bisa, walaupun ia mampu untuk melakukannya.
Zayn mengambil ponselnya yang masih tertinggal di dalam mobil, jemarinya bergerak cepat mencari kontak seorang bernama Nathan .
Berniat meminta bantuannya untuk menjerat wanita iblis itu dan mengurungnya di penjara selama-lamanya.
"Hallo!" ucap Nathan sesaat setelah panggilan terhubung.
"Nath! gue butuh bantuan Lo lagi.
Gue minta Lo ke rumah nyokap gue dan bawa anak buah Lo."
" Tunggu bentar, ada apa nih?" tanyanya dari seberang sana.
"Urgent! please," ucap Zayn langsung mengakhiri panggilannya.
__ADS_1