Hasrat Tuan Muda Kaya

Hasrat Tuan Muda Kaya
51.


__ADS_3

Saingan.


Di depan gedung pencakar langit yg menjulang tinggi.


Dengan ragam kesibukan dan juga lalu lalang para manusia yg sibuk dengan urusan duniawi mereka.


Zayn menapakkan kakinya tepat di depan gedung serbaguna tempat Alex berada.


Dengan santai ia membawa langkah nya menuju lantai 10 , seperti yg Alex tuturkan padanya pagi ini via telepon.


Tepat di luar pintu ruangan besar , bertuliskan Alex mapeli studio photo . Zayn berdiri di depan ruangan itu dengan sedikit ragu.


Jemarinya seolah tertahan ketika hendak menghadirkan ketukan nya pada pintu yg menjadi penghalang satu- satunya untuk bertemu dengan mitra kerjanya.


Zayn menggerutu cemas , antara yakin dan tidak yakin.


Benarkan pria semalam itu adalah seorang fotografer kenamaan di negara ini ?


Zayn masih mematung di luar pintu , untuk waktu yg lama hingga pintu itu perlahan terbuka dengan senyum cerah yg hadir sebagai kata sambutan bagi kedatangan Zayn.


"Mr. Zayn ! Kau disini ? Alex menyambut kedatangan nya dengan antusias.


Zayn hanya bisa tersenyum menanggapi pertanyaan yg di ucapkan oleh Alex.


"Silahkan masuk ! maaf sedikit berantakan.


Aku baru menyelesaikan pemotretan dengan gadis pujaan ku Mr . Zayn.


Lagi-lagi Zayn hanya bisa tersenyum dan memamerkan rentetan gigi putih nya yg tersusun rapi.


"Ah ya , kau mau minum ? Soda atau anggur mungkin ? tawar Alex sembari mengemasi beberapa jepretan foto nya yg masih berserakan di atas mejanya.


Ia terlihat terburu-buru mengemasi semua foto-foto nya.


Hingga membuat beberapa lembar hasil jepretannya malah berjatuhan ke lantai.


"Ah , sial !! Maaf , aku sangat ceroboh.


"Tidak apa-apa. Zayn menundukkan kepalanya dan membantu Alex mengambil beberapa gambar yg berjatuhan di lantai.


Semula ia hanya biasa saja dan mengabaikan lembar demi lembar foto yg ada di genggamannya.


Hingga di foto terakhir , entah karena matanya yg tak sengaja melihat atau mungkin suatu kebetulan.

__ADS_1


Ia mendapati satu foto yg sangat mirip dengan orang yg selama ini ia cari.


Meskipun dengan penampilan nya yg berbeda , tapi raut wajah itu tetap lah sama dan tak akan berubah sampai kapanpun.


Zayn menggenggam erat foto terakhir yg ada di genggamannya.


Ia kembali melihat lembaran foto-foto yg sempat ia susun sebelumnya , dan benar saja semua yg ada di genggamannya adalah foto-foto Gita.


Dengan hasil jepretan yg berbeda-beda dan juga warna rambutnya yg sepenuhnya telah berubah.


Mendadak risau nya kembali hadir , nafasnya serasa terhambat ketika ketakutannya akan perpisahan kembali terlintas di benaknya.


Dengan tangan gemetar , dan suara yg sedikit bergetar , Zayn mengembalikan semua foto-foto itu kepada Alex.


Nampak pria itu tersenyum senang ketika menerima lembaran foto yg di serahkan Zayn kepadanya.


"Ekhm !! serunya sedikit keras.


Sontak Alex mendongak kan pandangan nya, "Apa tenggorokan mu terasa kering Mr.zayn ?


a-aku akan segera mengambilkan air untukmu , ,


"Ah , tidak , tidak perlu.


Alex menggerakkan bola matanya mengikuti arah dari jemari Zayn , hingga kemudian senyumnya kembali hadir di wajahnya , "Oh , ini adalah gadis pujaan ku Mr. Zayn.


Dia gadis berbakat yg bernaung di bawah lebel ku.


"Gadis pujaan ? tanya Zayn memastikan.


"Hu-um. Namanya Gita tapi dia lebih senang jika orang memanggilnya dengan sebutan indah.


Sesuai dengan hati dan paras nya yg memancarkan sinar keindahan . Gumamnya dengan begitu tenang.


Zayn masih menatap ekspresi wajah Alex yg nampak berbinar ketika membicarakan sosok Gita , gadis pujaannya yg sekarang di klaim menjadi gadis pujaan oleh orang lain yg tak lain adalah fotografer nya sendiri.


"Wait , wait , , apa kau dan dia menjalin sebuah hubungan ?


Alex tersenyum menanggapi pertanyaan dari Zayn , "Belum , tapi mungkin sebentar lagi aku dan dia akan segera menjalin hubungan.


"Ekm , kau tau mr.zayn , dia itu gadis bebal yg sangat keras kepala ! cicit Alex mendeskripsikan tentang Gita.


"Gadis bebal ? seperti apa ? tanya Zayn dengan seringai tipis nya.

__ADS_1


"Akh , cerita nya panjang sekali.


Tapi , aku akan mengisahkan sedikit tentang awal pertemuan kami hingga sekarang.


"Sepertinya menarik , aku sangat tidak sabar untuk mendengarnya langsung dari narasumber seperti mu Mr.alex.


Zayn menyilangkan kaki nya dengan santai , namun kesan elegan masih saja terpancar lewat posenya yg terlihat biasa-biasa saja ini.


Ia menopang kan dagunya , bersiap untuk mendengarkan setiap detail cerita yg akan di bawakan oleh Alex.


"Hmm , Awal pertemuan ku dengan nya di mulai dari dua tahun yg lalu.


Berawal dari kecelakaan yg tak terduga , hingga akhirnya hubungan pekerjaan yg aku tawarkan kepada nya.


Yap , hubungan kami berawal dari ketidak sengajaan. Aku merasa Gita mempunyai potensi lebih di bidang entertaiment , dan aku sedikit memaksakan kehendak ku untuk menariknya masuk ke dunia ini.


Seperti yg kau bilang tadi , dia gadis bebal.


Aku harus meyakinkan nya berulang kali sampai akhirnya dia bersedia untuk masuk ke dalam dunia ku.


Dan dari situlah hubungan kami semakin dekat.


Aku memasukkan nya kedalam pelatihan khusus seorang model , dan setiap tiga hari sekali aku selalu menyempatkan diri untuk datang dan melihat seberapa banyak tingkat kemajuan nya.


Apa kau tau Mr. Zayn ?


Setiap kali ketika aku datang berkunjung , dia selalu menyambutku dengan senyum penuh kerinduan.


Sama seperti hatiku yg selalu rindu ketika kami terpisah oleh sebuah jarak.


Singkatnya , aku dan dia berpisah selama enam bulan . Dan selama itu pula aku selalu merutinkan hal yg sama selama enam bulan kami berpisah.


Perkembangan nya dalam kancah model sangatlah cepat , banyak majalah yg sudah terisi oleh ragam busana dan juga aksesoris mahal yg menggunakan jasanya sebagai bintang iklan model untuk melejitkan produk mereka.


Dari situ , aku semakin meyakinkan nya bahwa memang disinilah dunia nya , dan juga


letak kehidupannya . Sekarang , , ,


"Maaf ,maaf Mr. Alex , aku harus memotong cerita menarik mu.


Kalau boleh aku tau , apa kalian tinggal bersama ? Zayn bertanya dengan sedikit gusar.


Alex bergumam lirih , sebelum akhirnya kepalanya pun ikut mengangguk "Iya , kami memang tinggal bersama , , ,

__ADS_1


__ADS_2