
Zayn mendengus kesal saat keyra tiba-tiba merubah tempat pertemuan mereka secara sepihak.
Bukan apa, sebab sekarang ia sudah sampai di butik tempat semula mereka akan bertemu, dan sekarang keyra malah mengajaknya untuk bertemu di salah satu cafe di kawasan Tanjung Uma, yakni tempat yang lumayan jauh dari butik adiknya ini.
"Haih! ni anak plin-plan banget," gerutu Zayn saat membaca isi pesan singkat di layar ponselnya.
Ia segera menghidupkan mesin mobilnya dan mulai memacu mobilnya perlahan meninggalkan butik menuju tempat yang di tentukan keyra .
Setelah sampai di tempat tujuan, Zayn segera turun dan masuk ke dalam cafe tersebut. Sudut matanya menelisik mencari-cari keberadaan sang adik.
Dan ternyata orang yang ia cari-cari sedang duduk santai di depan stage sembari menyesap minuman pesanannya.
Tangannya melambai saat melihat kehadiran sosok sang Abang yang sudah ia tunggu sejak tadi.
"Kok lama sih bang?" Tanya keyra sembari menopangkan dagu bertumpu ke telapak tangannya.
"Yah! mau gimana lagi key,
Abang kan harus muter balik dulu."
Keyra menyengir kuda mendapati muka kusut dari sang Abang. "Iya maaf, soalnya temen aku nggak bisa ke butik bang.
Jadi dia ngajakin kita ketemuan di sini,"
jelas keyra.
"Abang mau minum apa?" Tanyanya lagi.
"Coffe latte aja," jawab Zayn sembari merogoh saku celananya, mengambil ponselnya untuk melihat notif pesan yang baru saja ia terima.
Bibirnya sedikit tersungging ketika ia membaca isi dari pesan singkat tersebut.
Sesaat fokusnya mulai teralihkan saat tanpa sengaja ia mendengar petikan gitar dari seorang gadis yang tengah berdiri di atas stage.
Keyra bertepuk tangan saat alunan lagu yang di bawakan gadis itu mulai menggema menghibur setiap orang yang tengah hadir di cafe itu.
"you'll never love yourself half as much as i love you
And you'll never treat yourself rigt darlin' but i want you to
if i let you know i'm here for you
maybe you'll love yourself like i love you "
Sepenggal lirik lagu "Little things" yang sempat di populerkan oleh grub penyanyi one direction asal Inggris mengalun merdu saat di bawakan oleh seorang gadis yang piawai bermain gitar.
Banyak diantara para anak muda yang ikut terbawa suasana dan mulai bernyanyi bersama, menambah suasana riuh seisi cafe dan mengalahkan suara guyur hujan deras di luaran sana.
Zayn terkesima.
Untuk sesaat tatap matanya tak teralihkan pada apapun. Hanya terfokus pada seorang gadis yang tengah bernyanyi di hadapannya.
Hingga sorak Sorai dari pengunjung menyadarkan ia dari lamunannya.
Keyra mengacungkan dua jempolnya sesaat setelah gadis itu usai bernyanyi.
Terlihat senyum tipisnya terukir cantik di sudut bibirnya.
"Kenal?" Tanya Zayn yang kembali fokus pada keyra.
"Hu'um, sahabat aku." jawab keyra dengan senyum khasnya.
__ADS_1
"Oh!" ucap zayn sembari menyesap coffe latte pesanannya yang mulai dingin.
"Hanum!" Panggil keyra pada gadis tadi.
Sementara yang di panggil segera datang menghampiri.
Ia ikut bergabung dengan keyra dan Zayn.
Suasana jadi sedikit canggung karna si Abang dan sahabatnya itu belum saling mengenal. Hingga keyra berinisiatif untuk menjadi penengah di antara mereka.
"Ekm, kenalin bang!
Ini namanya Hanum, seperti yang gue bilang tadi dia sahabat gue dan patner Abang di fashion week besok.
Nah Num, ini Abang gue.
namanya Abang Zayn. Dia yang sering gue ceritain sama Lo kemarin."
"Zayn," ucapnya dingin seraya mengulurkan tangannya pada gadis yang bernama Hanum itu.
"Hanum kak," jawabnya lirih seraya menyambut uluran tangan dari Zayn.
keduanya berjabat tangan lalu kemudian diam untuk beberapa saat.
Ada gelenyar rasa aneh yang terasa di permukaan jemari keduamnya.
Hingga Zayn melepaskan tautan jemari mereka.
"Sorry," ucapnya lirih.
Hanum mengagguk tipis menanggapi ucapan dari Zayn.
Mereka kembali membahas beberapa persiapan untuk acara besok.
Hooaamm! Zayn menutup mulutnya yang sedang menguap. Rasa bosannya sudah tak tertahan lagi.
"Masih lama nggak sih dek?" Keluh Zayn memainkan ponselnya.
"Udah kok bang ini."
Jawab keyra merapikan berkas yang sempat ia bawa.
"Ya udah Num, gue balik dulu ya!" Pamit keyra mulai beranjak dari duduknya.
"Iya, hati-hati di jalan," ucapnya sembari mengantar keyra sampai ke pintu .
Dan segera kembali masuk saat mobil sahabatnya itu benar benar menghilang dari pelataran cafe.
"Lu nggak bayar dek?" Tanya Zayn yang sudah mengemudikan mobilnya menjauh dari tempat tadi.
"Gratis bang, kan ownernya si Hanum."
"Cafe tadi punya dia?" tanya Zayn lagi yang segera di angguki oleh keyra.
"Abang nggak minat gitu bikin usaha di sini?" tanya keyra tiba-tiba
"Nggak dek. Siapa yang bakal ngurus nanti?"
"Ya si Reynand kan ada bang, daripada keluyuran nggak jelas tiap malem," ucap keyra datar.
Zayn segera mengatupkan bibirnya yang hampir saja keceplosan mengungkap usaha yang tengah di jalani oleh adik bungsunya itu.
__ADS_1
"Ehm, ya nanti aja Abang pikirin.
Kalo nggak biar reynand kerja di perusahaannya Abang." Putus Zayn singkat menyudahi perbincangan di antara mereka.
••••••
House club'
Seperti biasa Zayn selalu menyempatkan diri untuk mampir ke tempat reynand.
Sekedar mengecek bagiamana perkembangan bisnis yang sedang mereka kelola bersama.
Reynand terlihat serius dengan laptopnya.
Hingga kehadiran si Abang di sampingnya juga tak sempat ia sadari.
"Ngapain?" Tanya Zayn yang sudah berdiri di belakangnya.
Ikut melihat apa yang sedang di kerjakan oleh adik bungsunya itu.
Suara Zayn membuat reynand sedikit berjingkat karena kaget.
"Paan sih lu bang!" Sarkasnya kesal melihat kemunculan Abangnya yang tiba-tiba.
"Kenapa? " Tanya Zayn mulai serius.
"Ada beberapa orang yang nglakuin transaksi ilegal besar besaran di club' kita bang," ucap reynand yang masih fokus pada laptopnya.
Matanya tak teralihkan, memeriksa setiap detail cctv yang menangkap kejadian yang sempat lolos dari pengawasannya itu.
Zayn mulai fokus pada pembahasan yang menyangkut keselamatan bisnisnya itu.
Bukan masalah besar baginya jika hanya mencakup transaksi kecil.
Tapi jika transaksi ilegal dalam jumlah besar, bisa di pastikan pihak berwajib juga tak dapat melindungi keselamatan usahanya saat ini.
Setelah mengamati situasi yang sempat terekam kamera cctv. Ada beberapa celah yang kiranya bisa ia manfaatkan untuk menyelamatkan diri dari jerat hukum yang mungkin di timbulkan dari masalah ini.
Zayn dengan cepat meraih ponselnya, ia menghubungi seseorang yang mungkin bisa membantunya untuk lepas dari bayang sisi gelapnya penjara yang sewaktu-waktu bisa menjeratnya dan juga reynand.
Hingga panggilan pun tersambung.
Terdengar jelas suara berat menyahut dari seorang yang ia hubungi.
Seorang teman lama yang belum sempat bertemu setelah perpisahan mereka di bangku sekolah dulu.
Zayn menyampaikan permohonannya untuk bertemu dengan teman lamanya itu.
Yang langsung di sanggupi tanpa adanya rasa ragu.
Senyumnya perlahan mengembang, sementara reynand masih di landa kepanikan dengan segala kemungkinan yang membuatnya stres.
"Rey, siapin jamua! Ada temen Abang yang mau dateng." Titah Zayn santai.
Reynand segera mengontak anak buahnya untuk segera menyiapkan ruang VVIP untuk tamu istimewa dari si Abang.
Terlihat jelas ada ketakutan yang nyata hadir di wajah reynand.
Zayn terkikik geli melihat ekspresi wajah yang serasa tertekan begitu lekat di wajah sang adik.
ia menepuk pelan pundak reynand lalu kemudian menatapnya dengan penuh ketenangan.
__ADS_1
"Tenang, Ada abang masalah beres!" ucapnya yang membuat binar senyum kembali hadir di wajah reynand.
"Thank bang," ucapnya sembari memeluk si Abang.