Hasrat Tuan Muda Kaya

Hasrat Tuan Muda Kaya
21.


__ADS_3

Malam ini Grand opening cafe idol hanya di khususkan untuk para anak muda, tepatnya hanya untuk teman dekat Zayn dan juga reynand.


Beberapa di antara mereka sudah hadir di sana.


Sedangkan reynand dan Zayn masih stay cool di tempat semula. Tanpa harus beranjak dari tempat duduknya, satu persatu dari tamu yang hadir mulai menghampiri dan memberi ucapan selamat atas bisnis yang baru saja mereka rintis.


Siulan kecil dari para pemuda yang tengah duduk santai di depan pintu cafe, seolah menyambut kedatangan dua wanita muda yang teramat cantik dengan balutan mini dress yang membalut tubuh mereka .


warna dress gelap seakan kontras dengan putihnya kulit ke duanya. Bagian bahunya yang terbuka merupakan suatu berkah bagi beberapa pria lajang yang terus memandangi ke duanya.


Zayn beranjak berdiri kemudian melepaskan jas putih dari tubuhnya dan menghampiri sosok sang adik yang masih menjadi pusat perhatian di sana.


Dengan sigap ia pakaikan jas itu di tubuh keyra, menutupi bagian tubuhnya yang terbuka meski nyatanya yang di tutupi seolah tak senang dengan hal itu.


Keyra merengut kesal, bibirnya mengerucut tak senang dengan sikap sang Abang.


ia berdecak kesal memandangi sang Abang dengan tatapan acuhnya.


"Ck, Abang apaan sih?" eluh keyra berusaha menyingkirkan jas itu dari tubuhnya.


Zayn mengacak rambut keyra gemas.


"Kamu nggak risih di liatin sama mereka?" ucap Zayn menunjuk beberapa pria yang masih setia menatap ke arahnya.


"Aku udah gede bang, lagian ini kan nggak terlalu terbuka." protesnya lagi.


"Udah deh dek ,


nggak usah bawel kamu." putus Zayn menghentikan perdebatan kecil diantara mereka.


Zayn mencubit lembut pipi chubby keyra, membuat senyum penuh keterpaksaan hadir di sana.


"Nah, gini kan cantik," ucap Zayn dengan senyum di wajahnya.


Keyra menampik jemari Zayn dengan kasar, membuat si empunya berpura mengaduh kesakitan.


"Paan sih bang, lebay banget ih.


Orang pelan juga mukulnya," ucap keyra datar.


Ia menggandeng Hanum untuk menjauh dari sang Abang dan memilih untuk duduk di depan stage, tempat yang selalu menjadi favoritnya setiap ia berkunjung ke sebuah cafe.


Karena dari tempat ini ia bisa melihat dengan jelas siapa-siapa yang sedang perform di atas stage.


"Num, aku ke belakang sebentar ya," pamit keyra beranjak dari tempat duduknya dan melenggang pergi meninggalkan Hanum sendirian.


Zayn tersenyum tipis melihat adanya kesempatan yang hadir untuknya kembali dipertemukan dengan si cantik nan anggun yang tengah duduk sendiri.


Senyumnya semakin merekah saat ia tak lagi menangkap kehadiran keyra di sisi Hanum saat ini.

__ADS_1


Langkahnya terhenti tepat di hadapan gadis muda yang tampak menikmati acara musik yang sedang berlangsung.


"Ekhm, Hay!" sapa Zayn pada sosok Hanum yang masih enggan untuk menoleh kearahnya.


"Eh, h-hay kak," jawab hanum dengan senyum tipis di bibirnya.


"Aku boleh gabung nggak?" tanya Zayn basa-basi.


Hanum mengagguk kecil, "boleh kak, silahkan." Tuturnya lembut kemudian kembali memalingkan wajahnya ke arah panggung, menikmati suguhan musik yang di mainkan oleh beberapa pemuda ikut meramaikan acara.


"Kamu suka?" ucap Zayn tak mengalihkan pandangannya, netranya masih menatap lekat pada sosok gadis cantik yang berada di hadapannya


Hanum mengagguk tipis.


"Aku suka musik, begitupun dengan orang yang membawakannya." Tuturnya lembut dengan senyumnya yang tak pernah pudar di sudut bibirnya.


Zayn mengagguk kecil, entah kenapa nalurinya serasa tergugah untuk mendapatkan perhatian dari wanita muda di hadapannya ini. Ia ingin membuat gadis itu terkesan dan berharap tak pernah berhenti melihat senyum di wajah cantiknya.


Setelah seorang pria selesai dengan suguhan lagu yang di bawakan, kini giliran Zayn yang berjalan pelan menuju panggung.


Sesekali netranya mencuri-curi pandang pada wanita yang ingin ia buat terpukau dengan pesonanya.


"for a special girl, this song is for you," ucap Zayn mengedipkan sebelah matanya pada Hanum.


Sontak Hanum menunduk malu, pipinya bersemu saat netranya menangkap kedipan kecil yang tertuju padanya.


Zayn memejamkan matanya sejenak sebelum jemarinya perlahan bergerak pelan memainkan tuts keyboard.


"I need you baby


and if it's quite all right


I need you baby


to warm the lonely nights


I love you baby


trust in me when i say okay.


"oh , pretty baby


don't let me down I pray


oh pretty baby


now that I 've found you stay


and let me love you , oh baby

__ADS_1


let me love you ....


Senyumnya kembali terukir di wajahnya,


di sahuti oleh teriakan kecil para gadis muda yang ikut tersihir dan hanyut dalam alunan lagu yang di bawakan oleh zayn.


Semuanya bertepuk tangan ikut mengiringi alunan keyboard yang dimainkan secara apik oleh sentuhan jemari Zayn .


Beberapa di antara mereka ikut melambaikan tangannya ke udara menikmati setiap alunan nada yang membuai Indra pendengaran mereka.


"bareng bareng ..." seru Zayn melambaikan tangannya ke atas.


"i need you baby


and if it's quite all right


i need you baby


to warm the lonely nights


i love you baby


trust in me when i say okay.


semuanya ikut bersuara, bernyanyi bersama dengan Zayn. Tak ketinggalan pula dengan Gita yang baru saja tiba di tempat itu, ia ikut terkesima dengan penampilan Zayn yang berbeda dari biasanya.


Ia pun ikut larut dalam suasana terbuai dengan suara merdu yang dimiliki pria itu.


Hingga tepuk tangan riuh kembali terdengar seiring selesainya lagu yang ia bawakan.


"Thank you guys," ucap Zayn sembari melambaikan tangannya, kemudian beranjak turun dari panggung menghampiri Hanum yang sudah tak lagi duduk sendiri.


Keyra dan Hanum masih terbawa suasana.


Keduanya terlihat jaim di saat Zayn kembali bergabung dan duduk di hadapan keduanya.


Senyum tipisnya perlahan terurai saat ia melihat adanya binar bahagia yang hadir di wajah Hanum.


Nampak jelas bahwa Hanum memang sudah jatuh pada pesona pria multi talenta ini.


Jika sebelumnya ia sedikit terhanyut dalam ketampanan ya g Zayn miliki dan hari ini ia kembali lagi jatuh pada pesona dan kharisma yang begitu kental melekat pada diri seorang Zayn.


Bukan hanya parasnya tapi suara dan kepiawaiannya dalam bermain musik membuatnya benar-benar luluh sepenuhnya.


Jika sebelumnya ia masih menimbang nimbang sebuah rasa yang tertahan.


Maka hari ini sepenuhnya keyakinannya benar-benar sempurna.


Pria di hadapannya ini telah berhasil membuatnya tak lagi bisa berkata-kata.

__ADS_1


Walau sekuat tenaga ia mencoba untuk tak terjerat dalam buai kharisma, namun apalah daya jika hatinya sudah terikat pada pesona pria yang terkenal dengan sebutan boss killer ini.



__ADS_2