Hasrat Tuan Muda Kaya

Hasrat Tuan Muda Kaya
40.


__ADS_3

Paris, Perancis.


Saat musim semi masih melingkupi daratan bumi Perancis di bulan Mei. Suasana nan sejuk dan terkadang juga tak menentu itu mewarnai hari-hari wanita muda bernama Gita selama tiga tahun hidupnya di negara bagian Eropa ini.


Tiga tahun sudah ia berada di bumi Paris yang juga memiliki nama lain sebagai Kota Mode. Membuat Gita harus lebih giat mengembangkan bakat-bakat terpendamnya agar ia tetap bisa bertahan di negara besar ini. Awal mula ketibaannya di tempat ini.


Tempat yang begitu asing dengan bahasa Perancis yang di gunakan sebagai bahasa resmi di negara itu membuat ia sulit untuk berkomunikasi dengan warga negara di sana.


Apalagi ia hanya memahami bahasa Inggris dan sama sekali tak mengerti apapun mengenai Paris.


Gita harus bersusah payah menjelaskan setiap tutur katanya dengan menggunakan bahasa insyarat juga, agar orang-orang mengerti dengan maksud pembicaraannya.


Beruntung karena dewa Fortuna masih berpihak padanya. Ia mendapatkan rumah sewa dengan harga yang tak terlalu tinggi di setiap bulannya. Dan lagi, pemilik rumah itu ternyata mengerti sedikit tentang bahasa Inggris.


Amber. Itulah namanya. Seorang wanita yang kisaran berusia empat puluh-tahunan. Seorang janda tanpa anak yang mendiami rumah megahnya hanya seorang diri.


Ia menerima kehadiran Gita di sana, menyambutnya dengan baik dan memperlakukannya layaknya teman.


Dia jugalah yang mengajari Gita berbahasa Perancis hingga fasih sampai sekarang ini.


Tidaklah mudah baginya untuk bertahan di sebuah negara asing dengan jumlah penduduk yang mencapai 66,99 juta jiwa itu.


Dia pontang-panting mencari sebuah pekerjaan untuk menyokong biaya kehidupannya di sana. Kebutuhan yang mahal, belum lagi biaya sewa rumah membuat Gita seolah frustasi menyesuaikan pendapatan dan juga pengeluarannya yang seakan menukik tajam lebih condong ke pemborosan. Padahal selama ia berada di sana ia sebisa mungkin untuk menahan diri agar tidak berbelanja. Terkadang ia juga mengeluh lelah dengan jam kerja yang ia miliki.


Jam kerja yang terlalu banyak dan sangat menyita waktunya untuk sekedar beristirahat.


Berulang kali Amber selalu mengingat kan gita untuk tidak terlalu memforsir diri sendiri demi mendapatkan beberapa lembar Euro yang akan ia terima setelah selesai dengan segudang pekerjaan yang terus membelenggunya setiap hari.


Ia merasa kasihan setiap kali melihat Gita yang selalu pulang pagi dengan wajahnya yang begitu lelah dan juga letih.

__ADS_1


Dan ia harus segera bergegas berangkat kerja lagi selang empat jam setelah ia selesai dengan sesi malam kerjanya.


"Gita! Tu as besoin de repos. (Gita! kau butuh istirahat ). Amber selalu berujar kata yang sama ketika melihat semangat kerja Gita yang seolah tak pernah surut.


Gita hanya tersenyum dan mengatakan kalau ia baik-baik saja. Amber selalu risau, mengkhawatirkan keadaannya. Sesekali ia mendapati Amber tertidur di ruang tamu hanya karena menunggui kepulangannya.


Padahal jika di pikir kembali seharusnya seorang ibu kos tak harus bersikap seperti itu kepada penyewanya bukan?


Tapi itu adalah suatu berkah, mendapatkan teman tinggal yang sangat baik dan selalu mendukungnya. Beberapa pekerjaan yang ia tekuni saat ini sebagian adalah upaya dari a


Amber yang selalu merekomendasikan dirinya kepada teman-temannya yang memiliki beberapa bisnis di negara itu.


Meskipun bukan sesuatu yang besar tapi hasilnya lumayan untuk mengisi buku tabungannya.


Hampir dua tahun lamanya Gita selalu bergulat dengan waktu, sibuk membagi jam kerjanya yang sangat padat.


Menyedihkan bukan? Bagaimana rasanya menjadi seonggok tubuh lemah yang tak berdaya. Yang hanya menghabiskan waktunya di atas kasur dengan hanya berbaring.


Tapi mungkin Tuhan memang sengaja menghadirkan sakit untuknya, mungkin Tuhan juga lelah karena selalu melihatnya bermandi peluh di setiap waktunya, mungkin Tuhan ingin melihat Gita untuk beristirahat barang sejenak.


Hari ini ketika bumi Eropa kembali cerah dengan cahaya indahnya yang membentang di langit.


Gita mengayunkan langkahnya pelan menuju tempat kerjanya dengan ceria.


Ia selalu bersemangat hingga terkadang ia merasa langkahnya terlalu cepat sampai di tempat tujuannya.


Cafe de la pozte . Tempat Gita kini sedang berdiri menatap lekat pada pintu yang masih bertuliskan Close di ambang kaca pintu. Ia mendengus pelan karena ia selalu datang kepagian dan harus menunggu kedatangan bosnya untuk membuka pintu .Entah berapa lama lagi ia harus mematung di depan pintu dengan tampang bodohnya.


Gita hanya tersenyum tipis ketika beberapa orang memandangnya dengan tatapan aneh. Ya, layaknya melihat seorang gelandangan yang tengah meminta sebuah belas kasih.

__ADS_1


Gita berusaha acuh tak menghiraukan setiap orang yang memang kebanyakan selalu memandang remeh pada dirinya. Ia juga sadar diri kenapa beberapa orang sampai menganggapnya seperti itu. Mungkin penampilannya yang terbilang biasa saja membuat mereka berpikir seperti itu.


Namun, meskipun begitu ia tetap bersikap ceria seolah hidupnya tiada beban yang berarti.


Dalam diam batinnya merapal doa, berharap ada seseorang yang bisa membantunya untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Yang tak selalu menghabiskan seluruh tenaganya untuk tetap bekerja dan bekerja.


Jujur saja, ia lelah. Ia juga ingin mempunyai pekerjaan layaknya orang normal yang berangkat pagi dan pulang ketika sore.


Tapi apakah mungkin? batinnya lelah.


Gita hanya bisa meratapi jalannya nasip.


Berbekal sebuah tekat dan sertifikat pendidikan yang ia miliki, ia seolah tak pernah bosan untuk mengajukan sebuah lamaran pada beberapa perusahaan yqng ada di sana.


Namun hasilnya masih nihil.


Ia belum juga dipanggil untuk sesi wawancara yang selalu ia nantikan.


Semangatnya seolah tak pernah pudar.


Sebisa mungkin ia tetap berusaha meskipun ia harus memeras keringatnya sendiri dan meremukkan tulang-tulang lemahnya. Akan ia lakukan demi menyambung kelangsungan hidup nya.


YG MINTA KELUARIN GITA. SUDAH TAK TURUTI YA ...


Jangan lupa like, komennya selalu di tunggu.


Penggemarnya Hanum, kenapa pada diem yak 🤭 jgn benci sama author yangg imut ini ya 😝


Love u readers ku. . . 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2