
Perpisahan yang tertunda .
Zayn masih terduduk di tepian ranjang.
Wajahnya bertumpu pada pergelangan tangannya yang masih tersemat rapi dalam genggaman jemari Gita.
Semalam, gadis itu pingsan tak sadarkan diri di dalam bathtub kamar mandinya.
Untunglah Zayn segera mengetahui kejadian itu.
Zayn masih termenung dalam diam.
Sejak semalam Gita terus mengigau-kan namanya.
Memanggilnya dengan nada kerinduan. membuat hatinya serasa tercubit perih ketika mendengar isakan yang ikut hadir dalam buai tidurnya.
"Segitu cintanya Lo sama gue git?" ucapnya sembari mengusap lembut kening yang masih terasa hangat itu.
Gita demam dan itu membuat Zayn di rundung kepanikan.
Tidak seharusnya ia meninggalkan gadis itu sendirian dalam bathtub.
Otaknya tak bisa berfikiran jernih dan itu membuatnya lalai. Membiarkan gadis mabuk itu terlelap dalam kubangan air dingin nyaris semalaman.
"Hey!" gumam Zayn mengusap lembut pipi pucat Gita.
Memang sengaja ia ingin membangunkan gadis itu guna mengajaknya untuk sarapan pagi bersama.
Namun sepertinya harapnya sia-sia.
Gita masih tak merespon, gadis itu masih terlelap dalam tidurnya.
Zayn mulai khawatir, ia mengobrak-abrik isi kamarnya. Mencari-cari kotak obat yang seingatnya masih tersimpan di dalam ruangan itu.
Nyaris sebagian benda di kamarnya itu tak lagi berada pada tempatnya.
Hingga sebuah kotak obat ia temukan di dalam laci mejanya setelah kamarnya resmi berubah menjadi sebuah kapal pecah.
"Ck, sialan!" umpatnya kesal dan bergegas kembali ke kamar Gita.
Dengan tidak sabar Zayn membuka kotak obat yang sudah ada di genggamannya .
Jemarinya bergerak cepat mengambil termometer digital dan menyelipkannya ke dalam mulut Gita.
Beberapa detik ia risau menunggu dan matanya semakin membulat saat mendapati angka 40° tercetak dalam alat itu.
Panik, Zayn segera membopong tubuh Gita keluar dari apartemennya.
Langkahnya semakin cepat menuju arah parkiran mobilnya.
"Git, Lo nggak apa-apa kan?"
Lo harus kuat git," racau Zayn yang masih setengah berlari dari arah lobby apartemennya.
Ia bergegas memasang kan safety belt di tubuh Gita yang masih terkulai lemah.
Dengan cepat ia menginjakkan pedal gas dan menuju area rumah sakit terdekat.
"Gimana dok?" tanya Zayn yang masih panik melihat keadaan Gita yang barusaja selesai di periksa oleh dokter.
__ADS_1
"Dia terkena demam tinggi. Sebaiknya pasien di rawat di rumah sakit supaya mendapatkan penanganan lebih lanjut. Takutnya demamnya malah semakin meninggi jika tidak ditangani dengan tepat."
Zayn mengusap kasar tengkuknya.
"baik dok , terimakasih. ucap nya sebelum dokter itu keluar dari ruangan itu.
Zayn kembali terduduk , raut wajahnya kian lesu karena sejak semalaman ia belum bisa beristirahat barang sejenak.
Ia meraih jemari Gita dengan perlahan , ia hadirkan kecup kecilnya di sana.
"git ! gue harap Lo bisa denger ini ya.
Zayn menarik nafasnya panjang , sebelum alunan lagu yg akan ia perdengarkan untuk gadis yg tengah tertidur di hadapannya ini.
"oh , hush , my dear it's been a difficult year
And terrors don't prey on
Innocent victims
Trust me darling , trust me darling
It's been a loveless year
I'm a man of three fears
Intergrity ,Faith , and crocodile tears
Trust me darling, trust me darling , , ,
"git , Lo pernah bilang pengen gue nyanyi sebuah lagu buat Lo kan !
"Soo look me in the eyes
Tell me what you see
Perfect paradise
Tearing at the seams
I wish i could escape
I don't wanna fake it
Wish i could erase it
Make your heart believe . .
"denger nggak git ? Lo ngerti kan , apa yg gue rasain sekarang ?
Zayn masih menggenggam jemari tangan Gita yg mulai menghangat.
Ia kembali menyenandungkan syair lagu yg khusus ia nyanyikan untuk Gita seorang , mewakili seluruh perasaannya lewat lagu yg sama seperti yg ia rasakan saat ini.
"But i'm bad liar , bad liar
Now you know
Now you know
__ADS_1
That I"m a bad liar , bad liar
Now you know ,you're free to go . .
Setitik bulir hangat mengalir dari kelopak mata yg masih tertutup rapat.
Gita mendengar nya , mendengar nya dengan sangat baik.
Namun , matanya seolah enggan untuk terbuka.
Ketakutan nya akan kehilangan , membuat nya mengurungkan niatnya untuk kembali tersadar.
"git , kalau aja masih ada kesempatan.
Gue pasti bakalan coba buat pertahanin Lo di samping gue.
"mungkin aneh , terdengar gila.
Tapi , kehadiran Lo di hidup gue bener-bener berhasil bikin gue hilang kendali.
"Mungkin gue udah , , jatuh cinta sama Lo tanpa gue sadari sebelum nya.
"gue emang jahat , gue brengsek . Dan itu kadang yg bikin gue mikir. Pantes nggak gue bersanding sama gadis polos kayak Lo.
"bangun git , liat ketulusan gue.
Gue berusaha jujur , dan liat isi hati gue sendiri.
Emang hati nggak pernah bisa bohong.
Cuma bibir yg seringkali berdusta.
"cukup sekali gue ngomong , dan gue harap Lo bisa dengerin ucapan gue dari alam bawah sadar Lo.
Zayn mengembuskan napasnya pelan.
"gue bersedia nikahin Lo.
Gue rela , dan gue siap tanggung jawab git.
"please ! Trust me. I will try buat jadi yg terbaik di hidup kamu.
Gue cowok git , dan gue rasa nggak sepatutnya gue nyerah di tengah jalan. ucapnya panjang lebar.
Zayn menundukkan kepalanya tepat di samping tubuh Gita yg masih terbaring lemah dengan selang infus yg menembus kulit halusnya.
"bangun git ! liat gue yg masih stay di samping Lo . Gue nggak akan ninggalin Lo , apapun yg terjadi . ucapnya lirih.
Berkali kecupan kecil ia hadirkan di jemari lentik milik Gita . Ia terlihat sabar menungguinya di tepian ranjang.
Sesekali matanya terpejam , tak sanggup lagi menahan lelah.
Ke dua nya menutup mata , masih dengan jemari nya yg saling bertautan.
* Inilah sebuah kehidupan.
Kadang manusia hanya bisa merencanakan , sementara ada tangan lain yg akan menentukan takdir yg akan kita lalui.
Singgah sesaat , berfikir untuk menolak . Namun apa daya , jika ternyata Tuhan sudah menghendakinya untuk bersanding di dalam kehidupan kita ? kita hanya bisa menerima , karna hakikat nya pemberian Tuhan tetaplah sebuah pilihan yg terbaik.
__ADS_1