Hasrat Tuan Muda Kaya

Hasrat Tuan Muda Kaya
50.


__ADS_3

Welcome to Paris .


Zayn menapakkan kakinya di Bandara Charles De Gaulle .


Ia tiba di sana pada pukul sembilan malam waktu setempat.


16 jam 44 menit, lama waktu penerbangan yang harus ia lalui dari Indonesia menuju ke tempat ini.


Tempat yang selama ini ia cari-cari dan tempat dimana sang gadis pujaannya bersembunyi selama ini.


Saat ini ia bisa bernapas lega, pasalnya ada sang papa yang sangat mendukung setiap langkahnya kali ini.


Begitupun dengan kepergiannya ke tempat ini. Tempat yang bahkan tak pernah terpikirkan untuk ia kunjungi.


•••••••••••


Paris. Udara yang sejuk bertepatan dengan datangnya musim gugur di tahun ini.


Zayn menghirup aroma sejuk di pagi hari


dengan pemandangan indah guguran daun berwarna kuning yang memenuhi jalanan.


Ia melangkah santai menikmati setiap keindahan musim gugur ini seorang diri.


Sesekali ia tersenyum tipis ketika matanya bertemu dengan beberapa pasangan yang terlihat begitu bahagia menikmati cinta mereka.


Zayn hanya bisa menunduk, memalingkan wajahnya dari beberapa pasangan yang terlihat mesra memadukan kisah cinta mereka. Sementara kakinya sibuk mengoyak daun-daun kering yang berjatuhan di atas tanah. Melampiaskan sedikit rasa kesalnya di sana.


Yap, hanya pada dedaunan yang telah layu.


Zayn Menghirup napasnya panjang sebelum kemudian ia mengembuskannya secara perlahan.


Ia terduduk pelan di atas bangku kecil yang tersedia di sana. Kepalanya mendongak, menatap indahnya langit kota Paris yang berwarna biru. Langit yang cerah, namun tak secerah hatinya saat ini.


Masih banyak yang harus ia lakukan, masih butuh banyak perjuangan dan entah masih ada aral melintang apalagi yang akan menghalangi jalannya untuk bertemu dengan Gita kali ini.


Tapi, bukankah ini sudah termasuk dalam suatu kemajuan?


Ia sudah berhasil menemukan keberadaan gita. Ya, meskipun waktu datang dengan sangat lambat.


Tapi ia tetap akan berusaha dan berharap bahwa gadis itu masih memiliki rasa yang sama terhadap dirinya.


Sama seperti dirinya yang masih menempatkan nama gadis itu di dalam lubuk hati terdalamnya.


Ia hanya bisa berharap, semoga tuhan mempermudah jalannya untuk segera bertemu kembali dengan gadis pujaannya.


•••••••••••••


Malam yang dingin di tengah keramaian kota Paris.


Zayn menepikan mobilnya sejenak dan berhenti di sebuah cafe yang lumayan ramai dikunjungi oleh para pemburu hidangan lezat di kota ini.

__ADS_1


Ia singgah sejenak di sana untuk menikmati hidangan makan malamnya sekaligus untuk bertemu dengan seseorang yang akan segera terikat kontrak kerjasama dengannya.


Lima belas menit berlalu, Zayn masih setia menunggu kedatangan seseorang yang di gadang-gadang sebagai seorang fotografer profesional yang akan memasukkan namanya dalam ikatan kontrak kerja sebagai seorang model pria.


Waktu terus berjalan seiring hilangnya uap panas yang mengepul dari hidangannya yang sudah tersaji sejak tiga-puluh menit yang lalu.


Zayn berdecak kesal, ketika ia tak kunjung mendapati kehadiran seorang yang bernama Alex Mapeli . Yang tak lain adalah orang yang sempat mengajukan permohonan pertemuan kepadanya sejak satu minggu yang lalu.


Dan baru hari ini mereka sepakat untuk bertemu dan membahas soal pekerjaan.


Alih-alih puas akan hasil pembahasan, Zayn malah gondok dan kesal dengan orang yang bernama Alex ini.


Bukan hanya di buat menunggu lama sampai hidangannya menjadi hambar, bahkan pria bernama Alex ini tak jua menampakkan batang hidungnya setelah Zayn menghabiskan waktunya selama dua jam untuk tetap duduk diam di tempat itu dan menunggu kedatangannya.


"Sialan!" umpatnya kesal.


Zayn beranjak berdiri dan hendak meninggalkan tempat itu.


Namun langkahnya kembali terhenti ketika suara berat pria memanggilnya dari arah seberang. Napasnya terengah-engah seraya berlari kearahnya.


"Mr. Zayn, Mr. Zayn!" panggilnya berulang.


Zayn menolehkan kepalanya kebelakang dan mendapati seorang pria tengah berdiri di balakangnya dengan peluh yangg membasahi sebagian tubuhnya.


Zayn menautkan kedua alisnya , "Ya .."


" Hah, maaf sudah membuat anda menunggu,"


Zayn melirik jam tangannya dengan wajah masam, " Dua jam lebih tiga-puluh menit." Ucapnya dengan nada dingin seraya menunjukkan arlojinya.


"Maaf aku datang terlambat itu karena ..."


"Setau saya orang Perancis selalu datang tepat waktu. Tapi kenapa anda sudah membuat kesan buruk di hari pertama kita bertemu Mr. Alex?" ucap Zayn dengan keseriusan.


"Mohon maaf, Mr. zayn. Maafkan karena sempat ada sedikit masalah yang terjadi.


Tapi, bukankah sekarang aku sudah datang ?


Kita bisa membahas masalah kontrak kerjanya sekarang."


Zayn menggeleng, "Kurasa tidak Mr.alex!


Aku tidak bisa bekerja sama dengan orang yang tidak bisa menghargai waktunya."


Alex mengusap tengkuknya pelan, "Aku minta maaf! tapi percayalah, tadi aku ada urusan mendadak.


Dan aku segera bergegas kemari setelah urusan ku selesai. Aku serius dengan pembahasan kita kemarin Mr. Zayn!


Aku harap, kau bersedia bergabung dengan ku dan juga beberapa model ku yang lain."


Zayn Menghirup napasnya panjang, "Kita bahas sebentar."

__ADS_1


Zayn membawa langkahnya kembali ke dalam cafe, diikuti oleh Alex yang mengekor di belakangnya.


"Bonne nuit !" sapa pelayan ramah itu kembali.


" Bonnie nuit !" jawab Zayn ramah.


Tolong sajikan dua gelas anggur untuk kami.


Pelayan itu mengagguk patuh dan segera berbalik untuk mengambilkan anggur pesanan yang di minta oleh Zayn.


"S'il te plait monsieur !" ucap pelayan itu sembari meletakkan dua gelas anggur di atas meja.


"Merci !" jawab Zayn dengan senyum ramahnya.


"Kembali ke pembahasan kita Mr.alex!"


Zayn nampak serius menyimak dengan baik dan mencermati setiap poin pembahasan yang di tuturkan oleh Alex.


"Saya sudah melihat segala prestasi anda di kancah industri model Mr. Zayn.


Dan saya sangat kagum dengan prestasi yang sudah anda capai ketika anda berada di Negeri Paman Sam kala itu.


Saya berharap anda bersedia untuk bergabung menjadi salah satu model andalan di lebel saya nanti."


"Ekhm! Tentang penawaran kerja.


Kurasa tidak ada salahnya untuk bergabung di bawah pimpinan mu Mr.Alex.


Oh ya, mulai sekarang jangan gunakan bahasa formal ketika berbicara dengan ku, Alex !


Bisa aku memanggil mu seperti itu?"


"Hmm, tentu saja. Mereka juga sering memanggil ku seperti itu." ujarnya dengan tawa receh.


"Okay, aku sudah tanda tangan.


Dan ... semoga kedepannya kita bisa jadi rekan yang baik ya, tuan fotografer!"


Alex mengagguk senang, "Tentu! besok pastinya kita akan bertemu lagi.


Dan aku akan dengan senang hati mengenalkan mu kepada model ku yang lain.


Mereka pasti sangat antusias ketika melihatmu ada di sana."


Zayn menyunggingkan senyumnya," Tentu saja, aku sangat menantikannya."


Ke duanya berjabat tangan dengan senyum kepuasan yang terpancar di wajah masing-masing.


Super garing ya😅😅


Author lagi bingung nemuin alur yg pas nih.

__ADS_1


Maaf ya LM up nya🙏


__ADS_2