Hasrat Tuan Muda Kaya

Hasrat Tuan Muda Kaya
58.


__ADS_3

Hal tak terduga . .


Di lorong apartemen yang terlihat sepi.


Zayn merengkuh kan lengan kokohnya pada pinggang Gita. Gadis itu terlihat merona ketika Zayn memperlakukannya layaknya seorang wanita dewasa yang memang pantas untuk bersanding dengannya.


Ia bukan lagi menjadi pria yang masih suka bermain tarik ulur seperti dulu. Sekarang Zayn dengan segala kedewasaannya, dengan bangganya memamerkan kebersamaan mereka di setiap momen yang sempat mereka lalui.


Paparazi menjadi sarana terbaik untuk mem publish berita kedekatan mereka, membuat berita itu kian mencuat dan semakin bergerak ke ranah kehidupan pribadi yang beritanya sangat di gandrungi oleh para fans garis keras ke duanya.


Di sisi lain, di ruang gelap nan sunyi, seorang pria sedang menatap tajam pada layar televisi yang masih menyala.


Sorot matanya penuh kebencian ketika berita asmara antara Zayn dan Gita lagi-lagi menjadi trending topik yang mewarnai acara hari ini.


Ia seolah geram dan tak terima jika gadis itu kembali dimiliki oleh Zayn. Seseorang yang beberapa tahun kemarin sempat tersisih dan tergantikan oleh keberadaannya selama Gita berada di sini.


Dia Alex. Pria ini tak pernah menyerah akan usahanya untuk mendapatkan perhatian Gita.


Bahkan usahanya selama ini terhitung selalu gagal dan tak pernah membuahkan hasil. Gadis itu tetap kokoh menyuarakan penolakan halusnya untuk menghalau Alex agar tak lagi menyatakan perasaan cinta terhadapnya.


Hal itu membuat Alex sedikit tak terima, ia menjadi kian gigih, bahkan kian terobsesi untuk mendapatkan gadis itu dalam pelukannya.


•••••••••••


Di tengah indahnya langit kota Paris.


Tepat di tepian balkon dengan pemandangan indah sudut keramaian kota.


Ke dua pasangan di mabuk asmara itu sedang duduk di bangku yang sama dengan Gita yang sepenuhnya menumpukan tubuhnya di atas paha Zayn.

__ADS_1


Gadis itu memejamkan matanya ketika kepalanya di paksa untuk merebah di atas dada bidang Zayn yang hanya berbalut kemeja hitam tipis.


Kecup lembut penuh kehangatan menghujani kening Gita, dan membuat gadis itu kian enggan membuka matanya. Sesekali cubitan kecil Zayn di hidung mancungnya itu membuat ia terusik dan menampik pelan jemari nakal yang beralih mendekap tubuhnya.


Hembus napasnya yang hangat seperti membuai Gita untuk kian terlelap nyaman dalam buai kehangatan yang Zayn berikan.


"Hey, babe !" Zayn menghadirkan usapan lembut di surai lebat sang kekasih. Di usapnya perlahan dan berulang hingga membuat gadis itu kembali membuka kelopak matanya yang telah terpejam.


"Hmm! apa?" tanyanya parau.


"Ekhm, aku ada satu permintaan sama kamu babe," ucap Zayn dengan tutur kata lembut.


"Permintaan? tumben kamu ih!" ledek Gita seolah becanda.


"Aku serius, dan ... ini ada hubungannya dengan Alex.


Gita menautkan kedua alisnya kilas, ia bingung atas sikap curiga Zayn yang seolah selalu berlebihan jika hal itu menyangkut tentang sahabatnya. Alex.


Gita masih dengan pandangan kosongnya , ia tak mengerti tentang kecurigaan Zayn yang seolah tak mendasar mengarah pada Alex, jelas-jelas menurutnya alex adalah sesosok pria baik. "Kamu nggak lagi cemburu kan, babe?" ucapnya lirih dengan penuh selidik.


Zayn menghela napasnya perlahan, gadis ini terlalu polos untuk menilai sikap seorang pria. Hatinya bagai sebuah lembaran kertas putih tanpa corak tinta yang mengotori di bagian atasnya. Begitupun dengan prasangkanya yang tak pernah menilai orang dari sisi gelap yang mereka miliki. Ada sebagian orang di dunia ini yang rela bertopeng sebuah keikhlasan demi mendapatkan apa yang mereka inginkan.


Layaknya saat ini, ketika kecurigaannya tentang Alex kian menguat seiring bukti-bukti yang ia dapatkan dari seseorang yang ia percayai.


Pria berparas tampan itu bagaikan sebuah belati yang memiliki dua sisi tajam tersendiri. Yang sewaktu-waktu bisa kian meruncing ketika di hadapkan dengan keadaan mendesak yang membelenggunya.


Seperti halnya satu bulan yang lalu, ketika Gita nyaris saja berada di bawah kungkungan tubuhnya. Dari sorot matanya yang tak menyiratkan sebuah penyesalan ketika Zayn memergokinya hendak melakukan hal biadab itu untuk menodai gita ysng sedang tak sadarkan diri.


Dan di saat itu pula Zayn telah menaruh curiga akan kepribadian yang dimiliki oleh pria berkebangsaan Eropa itu.

__ADS_1


Waktu demi waktu terus berlalu, hingga penyelidikannya membuahkan hasil sesuai dengan yang ada dalam isi kepalanya.


Pria itu memang memiliki orientasi yang berbeda. Hasratnya selalu menggebu ketika sesuatu yang ia inginkan tak kunjung ia dapatkan.


Alex, pria berwajah tampan dengan seribu muslihat yang tertutup dalam bingkai wajah penuh ke anggunan. Perlahan memperdaya Gita dan mencoba memiliki gadis itu secara paksa. Dan bodohnya, Gita seolah buta oleh tipu daya pria itu. Ia bahkan menganggap bahwa Alex adalah salah satu dari orang terdekatnya di sini selain amber.


Zayn hanya bisa mendengus lirih ketika bibir Gita terus saja menyuarakan sebuah pembelaan tak berujung ketika pembahasan mereka kian memanas mengenai Alex.


"Nggak semua yang kamu lihat baik itu murni tulus dengan kebaikan yang mereka kasih ke kamu babe! sesekali kamu juga harus berpikir rasional, melihat sisi gelap mereka yang mungkin bisa melukai mu kapan saja." Zayn berucap penuh penekanan. Pria itu seolah lelah ketika lidahnya di haruskan mengulang kata yang sama demi membuka pikiran Gita yang seolah telah tertutup oleh bingkai kepalsuan yang telah di tancapkan Alex dalam pemikirannya.


"Aku tau Zayn! Alex memang pernah mencintai ku, namun tak berarti pria berhati lembut itu bisa sampai tega menaruh racun dalam minumanku kan! apakah dia sudah gila? jika memang dia mau melakukan hal itu, seharusnya sudah sejak dulu sebelum kau kembali hadir dalam hidupku!" ucap Gita sembari beranjak dari pangkuan Zayn.


Gadis itu beringsut menjauh dengan pandangan kacau yan jelas tersirat di wajahnya.


"Aku tau, kau pasti sangat terpukul ketika mendapati fakta yang berbeda dari teman mu itu. Tapi satu hal yang pasti, aku punya segala bukti atas tuduhan ku babe . Bukan hanya asal bicara tanpa bukti akurat yang mendasar.


Kau tau, pria itu tak lebih baik dari ku.


Bahkan mungkin saja ia lebih berbahaya dan lebih beringas daripada aku di masa lalu.


Ayolah! buka matamu dan lihat kebenaran nya."


Gita masih saja terdiam, sudut matanya yang semula putih bersih kini sudah berubah menjadi sedikit memerah dengan genangan air di dalamnya. Ia menolak percaya atas semua penuturan yang di ucapkan oleh kekasihnya itu. Walaupun ia tahu benar , Zayn bukanlah orang yang suka bermain dengan kebohongan. Apa yang di tutur kan pria itu selalu jelas dan gamblang. Bahkan di hadapannya saat ini telah tersedia beberapa lembar foto dan juga satu flashdish berisi rekaman cctv dimana Alex memasukkan serbuk khusus dalam minumannya. Rekaman itu di putar Zayn dalam tv berukuran besar yang ada dalam ruang bercahaya temaram. Membuat Gita seketika lemas ketika netranya melihat seberapa bej*tnya kelakuan Alex ketika memperlakukannya dengan tak senonoh.


"Masih banyak bukti lain kalau kamu masih ragu sama ucapan aku tadi, babe. Kamu harus tau, karena dia terobsesi sama kamu." ucap Zayn sembari merengkuh tubuh Gita dan membawanya kembali dalam peluknya.


Gita menumpahkan tangis kekecewaannya, gadis itu memukul perlahan dada bidang Zayn berulang kali, melampiaskan segala sesak dan kecewanya pada kekasihnya itu.


Pria itu terus mendekapnya penuh kasih. Jemarinya kian memeluk erat, memberikan rasa aman yang terus ia salurkan pada gadis pujaannya itu. "Jangan takut, dan percayalah. Masih ada aku di sini yang selalu memperlakukan mu dengan tulus , tanpa sebuah topeng kepalsuan yang membungkus nalarku. Berjanjilah untuk tetap bersamaku, babe," tutur Zayn penuh permohonan.

__ADS_1


"Aku janji."


__ADS_2