
Hati gelisa, ditempat sunyi in aku selalu memandang keluar
jendela. Ingin sekali aku bertemu dengan bungaku, aku merindukan dirimu. Kapan
aku bisa melihat cahaya yang terpancar dari tubhmu. Saat pertema aku bertemu
dengan dirimu, kamu membuat hati terpikat aka senyum manis yang pancarkan.
Kenapa semua orang tidak bisa melihat cahaya itu, tapi
kenapa aku bisa melihat keindahan yang kau pancarkan. Apa aku pasangan yang
ditakdirkan oleh Allah untuk kamu yang tergelam dalam laut kegelisaan.
Lika-liku perjalan kau lalu, di saat kamu bersedih hatiku
hancur. Saat kau bahagia aku juga ikut bahagia. Aku ingin bertemu denganmu, dan
mengatakan kalau aku mencintaimu dalam hatiku yang paling dalam. Aku ingin
menjaga dan memelukmu dan tidak ingin aku lepaskan gengaman tanganmu dariku.
Hariku disini sangat melelahkan dan membosankan jika tidak
bertemu dengan diriku. Bagaimana kabar dirimu yang di sana? Apa kamu merindukan
diriku?
Setelah rapat direksi selesai petra membuka ponsel dan
melihat satu pesan masuk dari John kakak Bunga. Ia membuka pesannya dan melihat
foto yang di kirim setelah melihat cukup lama ia membalas pesannya,”itu benar
teman Bunga.”
“Bagaimana mereka berdua ada di ruah sakit,”pesan masuk dari
layar ponseL John. Yang kebetulan sedang bejalan menuju ke ruang kamar Bunga.
Tapi tidak langsung masuk John, dia
membaca pesannya dulu.
“Aku melihat kedua anak ini bertanya kepada suster,”pesan
yang masuk dilayar Petra.
“Apa mereka mencari tahu kondisi Bunga, yang kebetulan
mereka lihat,”pesan yang masuk dilayar John.
“Itu mungkin saja. aku akan mengirim beberapa foto dan
rekaman untuk kamu,”pesan yag masuk kedalam layar Petra.
Petra melihat foto yang di kirim dan mendengarkan percakapan
yang ada dalam rekaman. Petra terdiam untuk memahami isi percakapan dan
menyimpulkan kalau isi percakapan ini adalah teman bunga yang sedang berbicara.
“Bagaimana kamu mendapatkan rekaman ini,”pesan yang masuk ke
layar John.
“Aku mendengarnya dan merekamnya. Yang kebetualn sedang
membeli minuman tadi sore,”pesan yang masuk di laya Petra.
Dan mereka tidak lagi memberik pesan satu sama lain hingga
John masuk kedalam ruangan kamar Bunga. “Ini pesanan kalian,”kata John sambil
memberikan minumannya.
“Terima kasih kak,”ucap Bunga.
“Dengarkan ini, diluar,”kata John kepada kak Ilham.
Ilham mengambil ponselnya dan keluar ruangan meninggalkan
__ADS_1
Bunga dan John di dalam. Ia di luar
mendengarkan rekaman yang diberikan John sambiiilll berkata,”Rekaman Ini.”
Setelah mendengarkan dengan seksama Ilham menyimpulkan kalau
suara dalam rekaman ini adalah teman bunga. Di dalam hati Ilham berkata,”Jadi
ini teman Bunga, yang tidak tahu sebab akibat dari mereka mengucapkan kata
kotor.”
Belum sempat ia menengkan pikirkan pesan masuk dari teman
lama kak Ilham. “Kebetulan sekali mereka menghubungiku, mungkin aku bisa
sedikir bermain dengan teman Bunga.”
Ilham yang merasakan tidak terima menyuruh temannya yang
sudah lama ia kenal untuk mengerjain teman Bunga. “Hai gais sudah lama, kalian
tidak menghubungiku,”pesan balasan yang diberikan Ilham kepada temannya.
“Sorry, ada urusan yang mendesak sehingga tidak bisa
mengabari kamu. Ada apa?,”pesan balasan dari temanya.
“Aku punya mainan baru, tapi harus diperlakukan dengan baik
dan jangan kasar ya,”pesan balasan Ilham.
“Mainan apa?,”pesan balasan teman Ilham.
Ilham mengirim foto teman Bunga,”Itu ada foto bermainlah
dnegan mereka tapi jangan kasar ya dan lakukan dengan bersih ya jangan sampai
ketahuan. Karena mereka masih mahasiswa,”pesan untuk teman Ilham.
Setelah menerima pesan itu teman Ilham segera pergi mencarai
luar ruangan berdiri dan berjalan membukan pintu kamar.
“Ilham bagaimana keadaan adik kamu,”suara ibu dari lurong
menuju kamar Bunga.
Ilham menoleh ke arah suara tersebut dan menyapa ibu dan
ayahnya,”Bunga baik-baik saja. Dia sekarang ada di dalam.”
Mereka bertiga masuk bersama ke dalam ruangan. Dan disambut
oleh John dan Bunga yang sedang berbaring.
“Ibu ayah,”ucap Bunga.
“Ini ponsel kamu,”kata Ilham kepada John.
John mengambil ponselnya dan melihat kak Ilham dengan
tatapan yang tidak bisa. John pun berpikir,”pasti kak Ilham akan melakukan
sesuatu.”
Tapi John tidak mengatakannya dan melihat ibunya yang
membawa makan,”apa itu bu?.”
“Ini makanan kesukaan kalian. Ayo kita makan bersama,”ucap Ibunya.
Mereka sekelauraga makan bersama dengan berbagai percakapan
yang menghangatkan untuk melepaskan rasa rindu dan penyemangat Bunga.
Sedangkan ditempat lain Petra meminta anak bawahannya untuk
menyelidiki teman bunga dan memberikan pelajaran yang ringan untuk mereka
karena telah mengatakan yang tidak-tidak terhadap Bunga.
__ADS_1
Bunga yang merasa sakit saat mendengar pembicaran yang
direkam oleh John membuat ia berwajah dingain saat rapat direksi yang kedua.
Semua orang yang melihat merasakan takut dan tertekan. Ada dari mereka yang
mengatakan,”Apa yang terjadi dengan Direktur hari ini, tidak seperti biasanya?.”
“Aku juga tidak tahu,mungkin saja ada masalah,”kata yang lain.
Mereka yang ada dalam ruangan terus berbisik dan
mendengarkan hasil evaluasi mereka
dengan suasana tertekan. Selesai rapat direksi mereka keluar dengan rasa
bahagia karena bisa menghirup udara denga bebas seperti keluar dari ruang yang
penuhh api membara.
Sedangkan petra menyuruh sekertaris Jim, untuk mencari tahu apa
yang erjadi hari ini. hati Petra yang merasakan kalau semua ini harus bisa
selesai secepatnya untuk bisa bertemu dengan Bunga.
Rasa ini membuat aku sesak aku ingin kembali melihat
Bungaku. Kapan semua ini akan berakhir, agar aku bisa bertemu dengan bungaku.
Hati ini masih sakit jika tidak bertemu denganya.
“Tuan, ini laporan dari tentara bayaran kita,”ucap
sekertaris Jim.
“Aku mengerti,”kata Petra.
“Tuan, apa yang anda pikirkan tadi saat rapat. Saya melihat
anda tidak sedang saat setelah melihat ponsel anda tadi,”ucap Sekertaris Jim.
“Anak itu buat ulah lagi,”ucap Petra.
“Maksud anda, teman nona Bunga,”kata Sekertaris Jim.
Petra tidak berkata apa-apa tetap meliaht ke arah jendela.
Sedangkan sekertaris Jim tahu dari kata diam tuannya.”Apa isi pesannya tuan
jika anda tidak keberatan saya bantu,”kata sekertaris Jim.
“Seperti biasa. Ada teman bunga dua orang yang melihat bunga
dirumah sakit,”kata Petra.
“Bukannya itu bagus, jika mereka tahu keadaan nona bunga dan
mereka akan penyesal akan perbuatan mereka terhadap nona Bunga,”ucap sekertaris Jim.
“Iya bagus. Tapi kedua teman ini masih belum taju kondisi
Bunga. Hanya mengira-ira. Dan dari hasil rekaman John, mereka menuduh bunga
sebagai pelakor sudah hamil dan tidak acuh dengan kondisi yang dialami Bunga.
Tanpa tahu kondisi Bunga yang sebenarnya,”kata Petra.
“Apa itu benar. Jika seperti itu bukanya teman nona bunga
ini hanya memanfaatkan saja dan
mempermainkan hati nona Bunga. Ini tidak baik,”ucap Skertaris Jim.
Petra melihat ke arah sekertaris Jim dan duduk dikursi
sambil melihat laporan yang masuk dan menyuruh sekertaris Jim untuk mencari dua
orang tentara bayaran untuk bermain dengan teman bunga tapi jangan sampai
mereka terluka buat saja mereka sadar akan perbuatan yang mereka buat saja.
__ADS_1