Hatimu Dan Hatiku

Hatimu Dan Hatiku
Kamu Yang Merindukan


__ADS_3

Hati gelisa, ditempat sunyi in aku selalu memandang keluar


jendela. Ingin sekali aku bertemu dengan bungaku, aku merindukan dirimu. Kapan


aku bisa melihat cahaya yang terpancar dari tubhmu. Saat pertema aku bertemu


dengan dirimu, kamu membuat hati terpikat aka senyum manis yang pancarkan.


Kenapa semua orang tidak bisa melihat cahaya itu, tapi


kenapa aku bisa melihat keindahan yang kau pancarkan. Apa aku pasangan yang


ditakdirkan oleh Allah untuk kamu yang tergelam dalam laut kegelisaan.


Lika-liku perjalan kau lalu, di saat kamu bersedih hatiku


hancur. Saat kau bahagia aku juga ikut bahagia. Aku ingin bertemu denganmu, dan


mengatakan kalau aku mencintaimu dalam hatiku yang paling dalam. Aku ingin


menjaga dan memelukmu dan tidak ingin aku lepaskan gengaman tanganmu dariku.


Hariku disini sangat melelahkan dan membosankan jika tidak


bertemu dengan diriku. Bagaimana kabar dirimu yang di sana? Apa kamu merindukan


diriku?


Setelah rapat direksi selesai petra membuka ponsel dan


melihat satu pesan masuk dari John kakak Bunga. Ia membuka pesannya dan melihat


foto yang di kirim setelah melihat cukup lama ia membalas pesannya,”itu benar


teman Bunga.”


“Bagaimana mereka berdua ada di ruah sakit,”pesan masuk dari


layar ponseL John. Yang kebetulan sedang bejalan menuju ke ruang kamar Bunga.


Tapi tidak  langsung masuk John, dia


membaca pesannya dulu.


“Aku melihat kedua anak ini bertanya kepada suster,”pesan


yang masuk dilayar Petra.


“Apa mereka mencari tahu kondisi Bunga, yang kebetulan


mereka lihat,”pesan yang masuk dilayar John.


“Itu mungkin saja. aku akan mengirim beberapa foto dan


rekaman untuk kamu,”pesan yag masuk kedalam layar Petra.


Petra melihat foto yang di kirim dan mendengarkan percakapan


yang ada dalam rekaman. Petra terdiam untuk memahami isi percakapan dan


menyimpulkan kalau isi percakapan ini adalah teman bunga yang sedang berbicara.


“Bagaimana kamu mendapatkan rekaman ini,”pesan yang masuk ke


layar John.


“Aku mendengarnya dan merekamnya. Yang kebetualn sedang


membeli minuman tadi sore,”pesan yang masuk di laya Petra.


Dan mereka tidak lagi memberik pesan satu sama lain hingga


John masuk kedalam ruangan kamar Bunga. “Ini pesanan kalian,”kata John sambil


memberikan minumannya.


“Terima kasih kak,”ucap Bunga.


“Dengarkan ini, diluar,”kata John kepada kak Ilham.


Ilham mengambil ponselnya dan keluar ruangan meninggalkan

__ADS_1


Bunga   dan John di dalam. Ia di luar


mendengarkan rekaman yang diberikan John sambiiilll berkata,”Rekaman Ini.”


Setelah mendengarkan dengan seksama Ilham menyimpulkan kalau


suara dalam rekaman ini adalah teman bunga. Di dalam hati Ilham berkata,”Jadi


ini teman Bunga, yang tidak tahu sebab akibat dari mereka mengucapkan kata


kotor.”


Belum sempat ia menengkan pikirkan pesan masuk dari teman


lama kak Ilham. “Kebetulan sekali mereka menghubungiku, mungkin aku bisa


sedikir bermain dengan teman Bunga.”


Ilham yang merasakan tidak terima menyuruh temannya yang


sudah lama ia kenal untuk mengerjain teman Bunga. “Hai gais sudah lama, kalian


tidak menghubungiku,”pesan balasan yang diberikan Ilham kepada temannya.


“Sorry, ada urusan yang mendesak sehingga tidak bisa


mengabari kamu. Ada apa?,”pesan balasan dari temanya.


“Aku punya mainan baru, tapi harus diperlakukan dengan baik


dan jangan kasar ya,”pesan balasan Ilham.


“Mainan apa?,”pesan balasan teman Ilham.


Ilham mengirim foto teman Bunga,”Itu ada foto bermainlah


dnegan mereka tapi jangan kasar ya dan lakukan dengan bersih ya jangan sampai


ketahuan. Karena mereka masih mahasiswa,”pesan untuk teman Ilham.


Setelah menerima pesan itu teman Ilham segera pergi mencarai


luar ruangan berdiri dan berjalan membukan pintu kamar.


“Ilham bagaimana keadaan adik kamu,”suara ibu dari lurong


menuju kamar Bunga.


Ilham menoleh ke arah suara tersebut dan menyapa ibu dan


ayahnya,”Bunga baik-baik saja. Dia sekarang ada di dalam.”


Mereka bertiga masuk bersama ke dalam ruangan. Dan disambut


oleh John dan Bunga yang sedang berbaring.


“Ibu ayah,”ucap Bunga.


“Ini ponsel kamu,”kata Ilham kepada John.


John mengambil ponselnya dan melihat kak Ilham dengan


tatapan yang tidak bisa. John pun berpikir,”pasti kak Ilham akan melakukan


sesuatu.”


Tapi John tidak mengatakannya dan melihat ibunya yang


membawa makan,”apa itu bu?.”


“Ini makanan kesukaan kalian. Ayo kita makan bersama,”ucap Ibunya.


Mereka sekelauraga makan bersama dengan berbagai percakapan


yang menghangatkan untuk melepaskan rasa rindu dan penyemangat Bunga.


Sedangkan ditempat lain Petra meminta anak bawahannya untuk


menyelidiki teman bunga dan memberikan pelajaran yang ringan untuk mereka


karena telah mengatakan yang tidak-tidak terhadap Bunga.

__ADS_1


Bunga yang merasa sakit saat mendengar pembicaran yang


direkam oleh John membuat ia berwajah dingain saat rapat direksi yang kedua.


Semua orang yang melihat merasakan takut dan tertekan. Ada dari mereka yang


mengatakan,”Apa yang terjadi dengan Direktur hari ini, tidak seperti biasanya?.”


“Aku juga tidak tahu,mungkin saja ada masalah,”kata yang lain.


Mereka yang ada dalam ruangan terus berbisik dan


mendengarkan  hasil evaluasi mereka


dengan suasana tertekan. Selesai rapat direksi mereka keluar dengan rasa


bahagia karena bisa menghirup udara denga bebas seperti keluar dari ruang yang


penuhh api membara.


Sedangkan petra menyuruh sekertaris Jim, untuk mencari tahu apa


yang erjadi hari ini. hati Petra yang merasakan kalau semua ini harus bisa


selesai secepatnya untuk bisa bertemu dengan Bunga.


Rasa ini membuat aku sesak aku ingin kembali melihat


Bungaku. Kapan semua ini akan berakhir, agar aku bisa bertemu dengan bungaku.


Hati ini masih sakit jika tidak bertemu denganya.


“Tuan, ini laporan dari tentara bayaran kita,”ucap


sekertaris Jim.


“Aku mengerti,”kata Petra.


“Tuan, apa yang anda pikirkan tadi saat rapat. Saya melihat


anda tidak sedang saat setelah melihat ponsel anda tadi,”ucap Sekertaris Jim.


“Anak itu buat ulah lagi,”ucap Petra.


“Maksud anda, teman nona Bunga,”kata Sekertaris Jim.


Petra tidak berkata apa-apa tetap meliaht ke arah jendela.


Sedangkan sekertaris Jim tahu dari kata diam tuannya.”Apa isi pesannya tuan


jika anda tidak keberatan saya bantu,”kata sekertaris Jim.


“Seperti biasa. Ada teman bunga dua orang yang melihat bunga


dirumah sakit,”kata Petra.


“Bukannya itu bagus, jika mereka tahu keadaan nona bunga dan


mereka akan penyesal akan perbuatan mereka terhadap nona Bunga,”ucap sekertaris Jim.


“Iya bagus. Tapi kedua teman ini masih belum taju kondisi


Bunga. Hanya mengira-ira. Dan dari hasil rekaman John, mereka menuduh bunga


sebagai pelakor sudah hamil dan tidak acuh dengan kondisi yang dialami Bunga.


Tanpa tahu kondisi Bunga yang sebenarnya,”kata Petra.


“Apa itu benar. Jika seperti itu bukanya teman nona bunga


ini hanya memanfaatkan saja  dan


mempermainkan hati nona Bunga. Ini tidak baik,”ucap Skertaris Jim.


Petra melihat ke arah sekertaris Jim dan duduk dikursi


sambil melihat laporan yang masuk dan menyuruh sekertaris Jim untuk mencari dua


orang tentara bayaran untuk bermain dengan teman bunga tapi jangan sampai


mereka terluka buat saja mereka sadar akan perbuatan yang mereka buat saja.

__ADS_1


__ADS_2