Hatimu Dan Hatiku

Hatimu Dan Hatiku
Pagi Yang Indah


__ADS_3

Angin berhembus langit pagi yang indah dengan sejuknya pagi hari. Aku melihat kelayar ponsel dan membalas satu pesan, kalau nanti ada perkumpulan untuk mengerjakan tugas. Di sore hari sat awan masih agak redup tapi belum mau hujan turun, sampai ditempat tujuan aku menuggu anggota yang lain. Karena begitu lama aku memesan makan terlebih dahulu karena aku sangat lapar. Tidak lama menuggu satu persatu anggota datang dan menyapa satu sama lain. Disitulah kita mulai membahas satu persatu laporan yang akan dikerjakan.


Di tengah pembicaran laporan ada salah satu teman yang bercanda yang mengatakan perasaan kepada salah satu anggota. Tapi jawaban teman itu menolak itupun dijawab oleh temannya saat malam mengantar barang bawaan. Kalau dia tidak mau bersama dengan dia karena merasa tidak suka. Tapi dia berkata jika suatu saat nanti kita bertemu dan berjodoh bagaimana. Temanku hanya terdiam tanpa berkata apa-apa. Mungkin dia merasa risih dengan kata yang dilontarkan oleh dia yang suka. Tapi sebaliknya bunga hanya ikut tersenyum dibalik cadarnya, pura-pura mengikuti suasana sore itu. Tapi tidak ada yang tahu kalau dia sdang mendapatkan musibah yang melanda keadaan fisik tubuhnya dan hatinya. Tapi dia tidak mengatakan apa-apa kepada orang itu, dia hanya terdiam mendengarkan gurauan mereka. Mengikuti alur kehidupan yang ada, tidak lama bercanda. Kita semua melanjutkan laporan yang dibahas, sampai malam kita membahas, saat itu bunga tidak menyelesaikan perkumpulannya sampai akhir. Karena dia harus kembali, karena waktu itu malam sudah gelap. Bunga kembali pulang terlebih dahulu dengan berpamitan dengan anggota yang lain kecuali pemuda yang satu itu karena dia pergi mengerjakan kewajibannya sebagai muslim.


Jadi dia tidak tahu kalau bunga sudah pulang, ibarat dia menjauh dari laba-laba yang mengikatnya. Diam-diam seperti kelinci yang lari seperti angin untuk menghindar dari tatapan orang lain yang melihat.


Di perjalan pulang bunga berhenti di suatu tempat yang tenang untuk menyendiri. Tapi tidak tahu dia mendapatkan panggilan dari rumah sakit. kalau hasil rongsen yang baru saja dilakukan oleh bunga keluar. Kalau dia menderita kangker hati, yang membuat dia syok mendengarnya. Setelah menutup telepon, bunga menanis dalam suasana malam yang dingin tanpa ada yang tahu. Apa yang terjadi pada bunga saat itu. Hatiku yang sakit karena penyakit dan perasan dan jiwaku yang terluka.


Dimalam yang dingin dan gelao air mata melinang diwajahku, Tiba-tiba bunga merasakan kalau keadaan tubuhnya seperti berputar, yang membuat bunga tidak bisa menahan rasa sakit yang ada pada dirinya. Dia terjatuh lemas ketanah, tapi dia merasa ada yang memapah dia sehingga dia tidak terjatuh ketanah. Sempat dia juga mendengar suara yang tidak jelas dan sama-sama,”mba...mbak.” Itu yang ia dengar, sampai bunga bangun dikasur dirumah sakit. Dihadapkan kedua orang tua bunga yang melihat dia akan khawatir. Bunga hanya tersenyum, dan berkata,”Aku tidak apa-apa. Jangan khawatir.”


Orang tuanya hanya membalas,”Lain kali kalau pulang jangan malam-malam, mengerti.”


Bunga hanya tersenyum,”Iya. Aku hanya kecapean saja.” setalah semua keluar dokter menghampirinya,”Mbak tidak bilang kepada orang tuanya kalau anda menderita kangker hati.”


Bunga hanya menggelengkan kepalanya saja,” Aku tidak ingin kedua orang tuaku khawatir. Apalagi mereka berdua sudah tua.”


Dokter yang merawatnya hanya mengikuti kata pasain. Hingga waktu dia diijinkan pulang bunga masih menyembunyikannya. Kalau dirinya sedang menderita karena derita yang ia dapatkan. Tapi dia tidak ingin kalau orang tuanya tahu, kalau dia sakit.

__ADS_1


Waktu demi waktu ia lalui dengan rasa sakit yang ia dapatkan tapi dalam rasa salkitnya ia tetap tersenyum di wajah palsunya. Dalam hati ia berkata,"Aku memang sakit, tapi aku tidak ingin dikasihani oleh dia yang tidak tahu akan diriku. Bairkan dia pergi dengan kebahagiaannya bersama angin. Aku akan tetap disini menuggu kuda putih menjemputku."


Hari demi hari ia lalu dengan tersenyum, hingga pada suatu hari digrup mengadakan suatu pertemuan. Bunga memaksa dirinya untuk keluar dimalam yang dingin untuk bertemu dengan yang lain. Tapi dia mendapatkan bahwa lokasi yang sudah dijanjikan berubah tempat. Bunga yang merasa kesal akan itu, membuat hatinya yang tidak baik batuk berdarah dan mengharuskan ia istirahat ditempat yang tidak jadi tempat kumpul.


Sedangkan teman yang lain sudah kumpul disana. Banyak chat dari temannya yang menayaka dimana keberadaan bunga, tapi bunga tidak membalas chat itu.


Tapi tanpa dikrtahui oleh temannya saat bunga keadaanya sudah mulai pulih, ia menuju tempat yang sudah disepakati yang kedua. Di sana ia mendengar, obrolan temannya yang menyinggung hati Bunga. Dari setiap kata yang mereka lontarkan ada kata yang menyayat hatinya tapi ia harus menahan rasa sakit itu.


Bunga tidak langsung menemui mereka tapi ia pergi ke toilet dulu untuk menenangkan hatinya, agar hatinya bisa tenang dan tidak batuk berdarah lagi. Setelah hatinya sudah pulih ia, menemui temannya.


"Hai semuanya, maaf ya aku terlambat,"kata Bunga.


"Ayo duduk disini,"kata Mei.


Bunga duduk di dekat Mei, sambil mengobrol biasa. Bunga bertanya kepada yang lain,"Tadi bahas apa saja saat aku belum datang."


Mereka hanya melihat satu sama lain lalu Le,"Belum ada yang dibahas Bunga. Kita nuggu kamu datang dulu."

__ADS_1


Semua berkata,"Iya."


"Jika belum ada bahasan, bagaimana kalau kita mulai aja apa yang mau dibahas. Keburu malam nanti,"kata Bunga.


"Boleh juga,"kata Wakil.


Percakapan mereka panjang dan berliku hingga malam menjelang urusan semua laporan selesai pada malam penuh bintang dan dingin.


Tapi dalam hati Bunga yang sudah merasakan tidak enak, kembali sakit hingga salah satu temannya mengatakan,"Bunga lain kali kalau datang kamu lebih awal dong biar kami tidak menuggu kamu. ini sudah malam jadinya."


Semua orang menatap ke bunga yang sudah tahu kalau ini adalah jebakan yang sudah di rencanakan oleh mereka agar aku yang membayar uang makan mereka. Bunga tidak mengatakan apa-apa, dia berdiri menuju kasir dan membayar uang makan mereka.


"Apa itu mau kalian, sudah puas sekarang,"ucap Bunga yang sudah tahu rencana mereka sampai tempat yang dijanjikan diganti lokasinya.


Setelah berkata seperti itu bunga pergi meninggalkan mereka berdua menuju parkiran. Tapi ditengah jalan menuju parkiran Bunga batuk berdarah lagi. Tapi batuk ini membuat hati Bunga sakit dan tubuh bunga meresakan lemas. Karena dia tidak ingin temannya tahu. Bunga berbicara kepada tukang parkir menitipkan montorya, dan dia memanggil gocar.  Setelah sampai dia masuk kedalam mobil, dan pergi menuju rumah sakit.


Tanpa sepengetahuan Bunga ada bayangan pangeran yang selalu mengawasi keadaan Bunga."Maaf pak montor milik gadis yang baru saja masuk mobil tadi dimana ya, saya temannya yang ingin mengambil montornya dia tadi sudah berpesan sama saya,"kata pangeran bayangan.

__ADS_1


"Itu montornya, dan ini kuncinya,"ucap tukar sopir.


Pangeran bayangan pergi dengan montor Bunga sedangkan montor ia dibawa temannya. Mengikuti mobil yang dinaiki Bunga.


__ADS_2