
Sekian lama mereka tidak bertemu Mawar dan Temi bertemu lagi dengan berbagai cerita yang menarik. Seperti pertemuannya dengan Pimpinan organisasai kegelapan yang sangat ditakutkan. Perjalan mereka yang akan berlibur di sebuah pulau akankah menjadi akhir atau awal bagai Mawar untuk bisa menjadi salah satu teman organisasi kegelapan. Apakah Mawar bisa mendaparkan apa yang dia inginkan tentang identitas Bunga, yang telah merebut tunangannya.
Setelah hari itu Mawar mencoba untuk bersantai bersama sahabat karibnya Temi di pulau dan tidak lupa kalau Temi akan mengajak temannya itu yang penuh rahasia.
Diperjalan menuju pulau mereka menaiki kapal pribadi untuk sampai ditempat. Diperjalanan di tengah laut mereka berdua saling bertukar cerita baik itu sedih maupun bahagia. Di Tengah perjalan mereka melihat satu kapal persia yang datang menghampiri kapal pribadi mereka naiki.
“Siapa mereka?,”kata Mawar. “Tenang saja mereka adalah temanku,”ucap Temi. “Apa dia yang kamu maksud pimpinan itu,”kata Mawar. Temi hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya.
“Sekarang sudah waktunya kamu memberitahu aku siapa dia sebenarnya?,”kat Mawar yang menuggu jawaban dari Temi. Sebelum Temi menjawab ada suara laki-laki yang mengatakan,”Aku Demon.”
Yang membuat Mawar bertanya-tanya Demon dan melihat kearah Temi yang menatap keatas kapal persia yang dinaiki Demon. Dari atas dia turun dengan melompat dan menyapa,”Hai Temi, bagaimana kabar kamu?,”ucap Demon.
Temi menghampiri Demon dan merangkul dia seperti teman yang tidak lama bertemu. “Dia adalah Demon orang yang aku ceritakan padamu,”ucap Temi melihat kearah Temi dan Demon.
Mawar terkejut kalau orang yang disebut dengan pimpinan Organisasi kegelapan ternyata dia tampan dan tidak terlihat menakutkan. “Apa benar dia,”ucap Mawar yang tidak percaya. “Iya dia adlaah orang yang aku ceritakan. Aku tahu apa yang kamu pikirkan tidak seperti bayangan bukan,”kata Temi dengan wajah sambil berpikir.
“Hai aku Demon. Apa kamu Mawar,”kata Demon yang menyapa dengan santai.
“Hai juga aku Mawar. Bagaimana kamu bisa tahu namaku? Apa itu dari Temi,”kata Mawar. “Itu buka dari ku dia mencari tahu latar belakangku dan siapa teman yang selalu bersamaku,”kata Temi yang terlihat cemburut.
“Maaf ... maaf sudah lancang mencari identitas kamu,”kata Demon.
“Tidak apa-apa. Karena Temi sudah menganggap kamu temannya jadi kamu juga temanku,”ucap Mawar.
“Karena sudah selesai apa yang ingin kalian lakukan di pulau nanti,”kata bawahan Demon yang bernama Rembon.
__ADS_1
“Siapa dia,”ucap Mawar sambil menujuk kearahnya Rembon. “Dia Rembon bawahan yang dipercaya oleh Demon,”kata Temi.
Mawar hanya tersenyum,”Kita di pulau hanya besantai saja menikmati liburan. Kalian bebes melakukan apa yang kalian sukai.”
“Aku rasa akan menjadi menarik nanti,”kata Demon.
Setelah mereka berbincang untuk mengisi waktu luang mereka sampailah mereka di pulau yang dituju. “Akhirnya sampai juga,”kata Temi yang berlari menuju kesalah satu pondok rumah.
“Tunggu aku Temi,”ucap Mawar yang menyusul Temi berlari. Mawar yang melupakan segalanya membuka lembaran rencana baru untuk Bunga yang telah mengambil tunangannya Petra. Sampai di pondok mereka langsung berbaring di kasur yang embuk dan jendela menuju kearah tepi pantai.
“Apa kamu baik-baik saja sekarang,”kata Temi. “Tentu saja aku baik saja untuk sekarang,”ucap Mawar.
Demon dan Rembon yang berada di depan pintu tidak sengaja mendengar percakapan Temi dan Mawar yang menyebutkan nama Bunga. Seketika mereka terkejut karena mereka berdua menyebut nama Bunga. “Apa kalian mengenal Bunga,”ucap rembon.
Temi dan Mawar yang masih berbaring terkejut dengan suara Rembon yang menayakan nama Bunga. “Bunga. Aku tidak mengenal dia tapi dia yang membuat pertuangan temanku dibatalkan,”ucap Temi.
“Jadi seperti itu,”ucap Demon. “Apa kalian mengenal Bunga dari ekspresi kalian yang terkejut saat mendengar nama itu tadi,”kata Mawar.
“Tentu saja kami terkejut. Karena dia memiliki banyak rahasia yang sulit untuk ditemukan. Ditambah lagi dia adalah seorang pimpinan yang tidak ada cela,”kata Rembon menjelaskan.
“Apa maksud kalian identitas wanita desa yang kami sebutkan tadi sangat dirahasiakan,”ucap Temi yang tidak paham. “Jadi kalian ingin tahu identitas wanita desa tersebut,”kata Demon.
“Jika kamu tidak keberatan iya aku ingin sekali wanita itu mati didepan mataku,”ucap Mawar yang marah.
“Aku rasa kamu tidak suka dengan wanita tersebut,”ucap Demon. “Tentu saja karena dia pertunanganku dibatalkan kerena wanita itu, yang bukan siapa-siapa dimataku dan hanya orang biasa,”kata Mawar.
__ADS_1
“Orang biasa kata kamu,”ucap Rembon. “Iya orang biasa,”kata Temi. “Dia bukan orang biasa dia memilki kedududukan yang paling tinggi. Apa kalian tidak tahu,”ucap Rembon. “Tunggu dulu, Aku tidak mengerti kenapa kalian menganggap wanita desa itu memikili kedudukan. Dari yang aku tahu kalua dia hanya wanita biasa,”ucap Mawar.
“Karena kalian belum menyelusuri semuanya secara mendalam,”kata Demon sambil memberikan dokumen kepada Mawar.
“Apa ini,”ucap Mawar sambil mengambil dokumen yang diberikan. “Kamu akan tahu setelah membacanya,”ucap Rembon.
Temi dan Mawar menbaca dokumen yang diberikan saat mereka melihat foto dan nama identitasnya sampai kebawa dan hingga dilembaran terakhir mereka terkejut dengan identitas yang tidak bisa dipercaya oleh mereka kalau Bunga memilki identitas yang sangat luar biasa.
“Apa kalian ingin tetap membunuh wanita tersebut,”kata Demon.
“Apa tidak ada cara untuk bisa membunuh wanita ini,”kata Mawar yang tidak bisa percaya dengan identitas yang dia baca.
“Aku tahu kalau kamu marah dengan dia. Tapi jika kamu salah langka kamu sendiri yang akan menderita,”kata Demon.
Suasana menjadi hening setelah membaca identitas Bunga yang sebenarnya. Tidak ahu dari mana dia mendapatkan Info kalau Demon mendapat satu panggilan yang membuat dia tercenga. “Rembon kamu kembali ke markas sekarang nanti aku akan menyusul,”ucap Demon dengan tajam. Yang suasana tadi hening menjadi tegang karena Demon terlihat tidak senang dengan apa yang dia lihat di layar ponsel.
Temi yang melihat merasa takut bersama Mawar. “Apa yang terjadi,”kata Temi dengan suara pelan. Saat mendengar suara Temi, Demon kembali mengubah suasananya dan tersenyum,”Tidak apa, hanya ada urusan yang harus aku lakukan sekarang. Jadi aku tidak bisa menemani kalian berjalan-jalan.”
Sebelum Demon pergi dia berpesan kepada Mawar untuk tidak mencari masalah dengan Bunga karena dia buka tandingannya. “Ohhh ya aku lupa satu hal. Jangan pernah mencari masalah dengan wanita itu, jika kalian ingin
selamat,”kata Demon yang berjalan meninggalkan mereka berdua.
“Apa maksud dari perkataan Demon,”ucap Mawar. “Aku juga tidak tahu. Tapi aku rasa akan menjadi bencana bagi kita jika kita berurusan dengan wanita ini,”kata Temi.
“Jadi maksud kamu aku harus berdiam diri melihat mereka bahagaia begitu maksud kamu,”ucap Mawar yang marah. “Kamu harus tenang. Pikirkan lagi dengan matang. Apa kamu ingin kamu menderita selamanya jika kamu
__ADS_1
berurusan dengan wanita ini. Seorang pimpinan seperti Demon saja tidak bisa berkutik, bagaimana dengan kamu yang tidak memiliki kekuasan seperti ini,”ucap Temi sambil mengangat lembaran dokumen yang berisi identitas Bunga sebenarnya.
“Terus aku harus bagaimana?,”ucap Mawar.