
Setelah mereka berbaikkan mereka berjalan bersama. “Kenapa kamu lari tadi,”ucap Petra. Bunga melihat kearah Petra. “Pantas saja kedudukan yang tinggi tidak tahu rasa malu dan takut dari tatapan orang,”ucap Bunga.
“Apa maksud kamu tidak takut dan malu,”kata Petra yang menghentikan langkanya. “Apa kamu masih marah dengan ku?,”ucap Petra lagi.
“Tidak,”kata Bunga. “Jika tidak marah kenapa kamu berkata seperti itu tadi,”kata Petra.
“Sudahlah kalian berantemnnya. Ayo masuk kedalam Mobl,”ucap Ilham.
Mereka berdua masuk kedalam Mobil dan melaju kejalanan. Hingga Bunga mendapatkan pesan dari Reona yang memberi tahukan kalau orang itu mencari Bunga. Melihat pesan tersebut dia menoleh kebelakang dan melihat mobil orang itu. “Kak masuk ke tempat yang ramai,”ucap Bunga.
Setelah mendengar ucapan adknya dia melihat ke arah kaca belakang terdapat beberapa mobil yang mengikuti mereka. Setelah mengetahu itu laju mobil di tingkatkan dan menuju ke tempat yang ramai.
“Apa yang terjadi, siapa mereka?,”kata Petra. “Kami tidak tahu siapa mereka,”ucap Ilham. Mobil masih melaju ke tempat ramai, mobil yang mengerjar mereka tidak mengikuti mereka lagi. Mobil melaju dengan kecepatan normal. Hingga pesan masuk ke tempat Bunga yang mengatakan kamu baik-baik saja. Bunga membalas pesannya dengan mengatakan kalau dirinya baik-baik saja.
“Apa kalian yakin tidak mengenala mobil yang mengerjar tadi,”ucap Petra yang tidak percaya kalau ada yang mengikuti mereka pulang.
“Jika kami tahu tidak mungkin kami akan mencari tempat ramai,”kata John.
“Itu benar juga,”ucap Petra. Patra yang masih penasaran menyuruh sekertaris Jim untuk mencari tahu mobil yang mengikuti mereka. Perjalanan pulang mereka selalu was-was jika ada yang mengerjar sampai Bunga berkata,”Ayo kita cari makan dulu.”
Mereka bertiga menoleh kearah Bunga. “Apa kamu lapar,”ucap Ilham. “Jelaslah lpar dari tadi kita berangkat belum makan kak,”ucap Bunga.
“itu benar kita belum makan,”ucap John memikirkan kembali sebelum berangkat.
“Jika kalian belum makan, kita cari makan saja dulu,”ucap Petra. “Aku setuju ayo cari makan aku sudah lapar,”kata Bunga.
Setelah disetuju oleh mereka semua untuk mencari makan di tempat mereka sedang melaju mobil. Tidak jauh dari mobil mereka menemukan tempat makan. “Akhirnya aku bisa mengisi perutku,”ucap Bunga dengan suara kecil. Petra yang disamping mendengarkan kata Bunga hanya bisa tersenyum melihat ekspresi wajah wanita miliknya.
__ADS_1
Bunga yang mengetahunya melihat ke arah Petra tapi dia memalingkan wajahnya. Sampai di tempat duduk Bunga minta ijin kepada kak Ilham untuk ke toilet dan kak Ilham mengijinkan Bunga ke toilet. Saat ingin pergi ke toilet Bunga menyadari kalau dia diikuti oleh beberapa orang tapi dia bukan kakaknya ataupun Petra. Dengan senyum dia hanya bisa berjalan menuju ke tempat tujuan utamanya berpura-pura tidak tahu. Hingga sampai di toilet Bunga kabur lewat jendela yang ada. Tapi tidak disangka mereka sudah ada didepan mata Bunga. “Kenapa kalian mengikutiku,”ucap Bunga dengan santai.
“Kamu tahu kalau kami ada disini kan,”ucap orang asing. Sedangkan Bunga hanya tersenyum melihat mereka. "Bawa aku ke orang itu sekarang sebelum mereka sadar kalau aku tidak ada,”ucap Bunga.
“Aku tidak mau membuat mereka khawatir,”kata Bunga lagi.
Orang asing tersebut menuruti permintaan Bunga dan membawa ia ke pemimpin Organisasi tersembunyi. Sampai di depan orang itu Bunga hanya menghela nafas,”Kamu lagi tidak pernahkah sedikit saja membuat orang gelisa.”
Orang asing yang ada didepan mata Bunga hanya tersenyum,”Kamu tahukan seperti apa sifatku.”
Bunga duduk di depan orang asing,”Apa yang kamu cari, jika sudah selesai kembali ke tempat kamu berada. Jangan membuat orang lain waspada akan kehadiran kamu. Jika tidak ada keperluan yang lain.”
“Kamu seperti biasa langsung masuk keintinya, tanpa berbasa-basi,”ucap Orang asing.
“Kamu lihat ini dulu,”kata Orang asing. Bunga hanya bisa melihat buku yang dia bawa dengan seksama dan melihat kearah Alex.
“Jadi, apa yang kamu inginkan dengan ini,”kata Bunga dengan mengangkat bukunya. “Aku ingin peta yang ada dalam buku tersebut,”ucap Alex.
Bunga hanya terdiam dan membuka lembaran buku yang ada didepan matanya dengan hati-hati. Setelah selesai membaca dan mencermati satu lemabar buku dia meminta selembar kertas putih dan polpen untuk membuat peta
yang di inginkan Alex.
Sementara kakaknya yang menuggu Bunga tidak muncul memberikan pesan yang menayakan kenapa kamu lama ditoilet. Bunga yang membawa HP-nya melihat ke layar ponsel dan membalas kalau dia sedang sakit perut makanya lama.
“Dimana Bunga,”kata Petra yang melihat kearah Ilham.
“Dia sedang sakit perut, jadi lama,”ucap Ilham.
__ADS_1
Setelah selesai dengan urusan dengan Alex, Bunga kembali ke toilet agar tidak ketahuan. Sebelum dia kembali dia berkata kepada Alex,”Apa hanya itu saja tujuan kamu kesini?.”
Alex yang tahu sifat Bunga mengatakan yang sebenarnya,”Aku disini hanya untuk menyelidiki kamu.”
“Apa maksud kamu ada orang yang meminta kamu untuk menyelidiki diriku. Siapa dia?,”kata Bunga dengan tajam.
“Kamu santai saja, aku tidak akan memberitahu identitas asli kamu kepada orang itu. Orang itu adalah tunangan kekasih kamu,”ucap Alex yang berdiri dan meninggalkan Bunga. Karena Bunga sudah tahu kelanjutannya dia kembali ketempat kakaknya berada. “Makanan sudah datang, bagaimana dengan perut kamu apa baik-baik saja,”ucap Petra.
“Maaf menuggu lama ya,”kata Bunga seperti tidak terjadi apa-apa. Tapi berbeda dengan kak John yang melihat semua yang terjadi tapi dia menutup mutul agar suasana tidak tegang. Selesai makan mereka kembali menuju mobil dan melanutkan perjalan pulang.
Sementara Petra yang mendapatkan pesan dari sekertaris Jim yang memberitahukan kalau mobil yang mengikutinya adalah organisasi tersembunyi. Petra yang membaca pesan terkejut organisasi tersembunyi dengan hati yang berbicara,”Kenapa organisasi itu mengejar mobil yang mereka tumpangi. Seperti ada yang tidak beres.”Hingga dia mendapatkan pesan lagi yang memberikan foto organisasi dengan Mawar yang ada dalam foto tersebut. Petra yang sadar kalau Mawar mencoba untuk mencari tahu siapa Bunga dan mencoba membunuh dia,
setelah membaca pesannya.
Bunga yang melihat Petra tidak seperti biasanya dia berkata,”Apa tejadi sesuatu?.”
Petra yang mendengarkan kata Bunga dia menoleh dan tersenyum,”Tidak ada. Kenapa?”
“Aku hanya ingin tahu kenapa wajah kamu ditekuk tadi saat melihat pesan,”ucap Bunga. “Tidak ada hanya urusan kantor seperti biasa,”kata Petra.
“Sebentar lagi kita sampai,”ucap John mengalihkan suasana mereka berdua yang duduk dibelakang. “Apa kamu sudah merindukan mereka dik,”kata Ilham. “Tentu saja sudah satu tahun lebih tidak bertemu mereka,”kata Bunga.
“Sebenarnya kamu dirawat dimana Bunga. Kenapa aku mencari kamu tidak menemukan kamu?,”kata Petra yang ingin tahu dimana Bunga selama ini berada.
“Aku dirawat oleh Reona,”ucap Bunga.”Tapi dimana lokasi itu,”Kata Petra. “Aku tidak tahu pasti dimana. Kenapa emangnya?,”ucap Bunga sambil melihat kearah Petra.
Petra hanya terdiam yang tahu kalau Bunga tidak ingin memberitahukan kemana dia dia dirawat. “Apa besok kamu ada acara?.”ucap Petra mengalihkan pembicaraan. Bunga yang menyadari kalau Petra mengalihkan pertanyaan,
__ADS_1
hanya mengikuti alur pertanyaan yang dibuat oleh Petra. “Besok..,”kata Bunga yang berhenti sejenak.