
Satu bulan telah berlalu hari di rumah sakit sudah berlalu,
Bunga bisa kembali ke rumah karena kondisinya telah stabil. Hati Bunga sangat
sedang karena bisa kembali ke rumah. Tapi ia harus tetap kontrol kondisi
seminggu dua kali. Untuk melihat perkembangan kondisi tubuhnya, tapi itu
membuat Bunga senang karena tidak
tinggal di rumah sakit.
“Apa kamu senang bisa kembali ke rumah,”ucap Dokter Erik.
“Tentu saja aku senang, akhirnya aku bisa kembali ke rumah.
Aku disini bosan dan tidak nyaman. Kalau di rumahkan bebes mau ngapain
bisa,”kata Bunga.
“Tapi kamu harus ingat jaga kondisi kamu tetap stabil jangan
melewati batasan. Dua kali harus kontrol, ingat itu,”kata Dokter Erik.
“Iya dok,”ucap Bunga.
Setelah semua sudah di persiapkan obat, pakaian sudah
dibawa. Tinggal Bunga kembali kerumah dengan hati yang bahagia.
“Ohh.. ya Ponsel ku dimana ya kak,”kata Bunga.
“Ponsel kamu, ada di rumah,”kata John.
“Ok,”kata Bunga.
“Kenapa kamu mencari ponsel kamu. Apa kamu belum kapok
dengan kejadian di teras,”kata dokter Erik.
“Apa sih dokter, Cuma mau baca komik dan novel di Hp aja
kok. Aku nanti kalo mau baca pesan akna minta teman kakakku. Biar tidak terjadi
apa-apa,”kata Bunga.
Dokter Erik hanya menghela nafas, dan melihat Bunga dan
keluarganya pergi meninggalkan ruangan.”Semoga saja tidak terjadi apa-apa,
cepat sembuhlah Bunga,”kata hati Dokter Erik.
Erik menelepon Petra mengabari kalau Bunga sudah pulang ke
rumag dengan kondisi sudah stabil. Petra yang mendengarkan kabar itu cukup
senang. Tapi ia berkata,”Apa Nunga bisa sembuh dari penyakitnya?.”
“Jika melihat kondisi dia kemotrapi, Insyaallah bisa sembuh
sepenuhnya. Asalkan dia tetap mengendalikan emoi dan perasaannya. Dan selalu
dalam lingkungan yang baik dan keluarga yang baik. karena keluarganya mendukungnya,
mungkin 70 % dia akan sembuh tanpa operasi,”kata Erik.
“Baguslah jika itu yang terjadi,”kata Petra.
“Kapan kamu akan menemui dia langsung,”ucap Erik.
“Sebentar lagi,”kata Petra dan menutup teleponnya.
“Seperti biasa dia menutup teleponya,”kata Erik.
Setelah hari tiu Bunga kembali tersenyum dan kembali
beraktifitas untuk menyelesaikan tugas akhirnya yang tertunda. Di setiap ia
keluar pasti ada kakaknya yang selalu menemuinya. Tidak tahu kenapa aku tidak
melihat kabar dari teman satu kelompokku. Aku juga tidak tahu mereka perduli
denganku atau tidak, melihat profil mereka selalu bermain sejak waktu itu.
Malam yang gelap di langit yang malam penuh dengan cahaya bintang dan awan
hitam dimalam hari yang sunyi.
__ADS_1
Pagi yang indah, angin berhembus aku berjalan ditaman bunga
dengan berbagagai jenis Bunga. Air yang mengalir suasana hutan bisa terasa.
Indah untuk di pandang,tapi tidak boleh disentuh itulah wanita yang dimuliakan
oleh Sang Pencipta.
“Kak kita naik itu yuk,”kata Bunga.
“Ayo,”ucap Kak Ilham.
Mereka bertiga bermain bersama adik dan kakak menikmati
pemandangan alam dan sungai yang mengalir. Indah untuk mengambil gambar dan
potret alam. Tapi keindahan itu berhenti saat ada temannya yang tahu kalau
Bunga dan kakaknya bermaian ditempat yang sama.
“Bunga,”kata Mei.
Bunga menoleh kearah suara tersebut, tapi kedua kakak bunga
sudah menghadang. “Kalian siapa,”kata ilham.
“Halo kak, saya Mei teman Bunga,”ucap Mei dengan wajah
palsunya.
“Apa benar itu teman kamu bunga”kata John.
Bunga tidak berkata dan menganggukan kepalanya. “Kalian
disini sedang apa dan sama siapa Mei,”kata Bunga.
Tanpa disadari oleh teman Bunga, mereka sudah masuk
perangkap Buaya yang dibuat oleh teman Ilham di tambah anak buah Petra yang
diam-diam membantunya.
“Hai gais disini ada Bunga,”teriak Mei.
Mereka semua berjalan kerah tempat Mei berteriak dan melihat
pacar kamu,”kata Je.
“Bukan mereka berdua adalah kakakku Ilham dan John. Ada
apa?,”kata Bunga menjelaskan.
“Aku kira itu pacar kamu karena kamu bisa dapat dua
langsung. Apa mereka tidak tahu kalau kamu itu cantik,”ucap Re yang mencoba
menyinggung Bunga.
Tapi Bunga acuh tak acuh, hanya terdiam. Hingga kak
John,”Jika kita aku pacarnya kalian siapa... Apa sampah.”
“Apa maksud kamu?,”kata Re.
“Bukannya kalian dulu yang memulai, akukan hanya mengikut
ucapa kalian saja benar tidak kak Ilham,”kata John.
“Itu benar. Yang memulai berdebatkan kalian duluan. Tapi aku
nasehati kalian hati-hati saat dia air,”kata perinagtan oleh kak Ilham dan kode
untuk teman ilham yang sudah berbaur dengan teman Bunga.
“Ayo kita pergi Bunga. Bukanya kamu ingin melihat taman yang
dekat air terjun,”kata Ilham.
“Baik, kak,”ucap Bunga sambil meninggalkan teman mereka.
Tapi Bunga tiak lupa mmengatakan,”Aku pergi dulu ya, dan maaf atas kata kasar
kakakku.”
Setelah mereka pergi banyak daun yang berguguran atau juga
banyak kotoran dan omongan mereka yang keluar saat Bunga dan Kedua kakaknya
__ADS_1
pergi. Sedangkan teman Ilham yang masi disitu Cuma mendengarkan mereka mengoceh
tanpa karuan.
“Dari pada ngomong yang tidak enak kenapa kita tidak main
air saja,”kata Reza.
“Boleh juga itu kak, ayo kita pergi dari pada kita disini
naik darah,”kata Le.
“Apa maksud kamu naik darah Le. Kamu tidak suka ya dengan ucapanku
tadi,apa kamu juga mau ikutan,”kata Je.
“Terserah kalian aja aku mau masuk air sekarang,”kata wakil.
Mereka semua memutuskan main air bersama tapi mereka tidak
tahu kalau ada bahaya yang mengancam mereka. Karena arena yang sudah disiapkan
teman ilhan untuk bermain dengan mereka adalah Buaya dan ula yang sudah
dilepaskan di dalam air yang akan diguakan mereka semua bermain.
Agar mereka semua masuk kedalam air teman ilham juga
ikut masuk dan ikut berakting dihadaoan
mereka. Saat semua sibuk dengan kegembiraan, teman ilham keluar dari sungai
tanpa diketahui oleh mereka. Saat air yang tenang mereka bercanda riang
menikmati suasana air yang sejuk, hingga mereka merasakan hawa yang tidak
nyaman di dalam kolam tersebut.
“Hai kalian liat Reza dan kawanya tidak,”kata Wakil.
“Tidak, kenapa?,”kata Le.
“Aku tidak tahu, apa mereka mencari minumkah,”ucap Re.
“Mungkin saja,”kata WaKIL.
Tiba-tiba Mei berteriak,”Buaaya.”
“Apa Buaya, kamu jangan bercanda,”ucap Le.
“Aduh... sakit. siapas sih yang gigit kaki aku,”kata Je.
“Ada apa Je,”kata Re.
“Aku gak tahu ada yang gigit kaki aku,”ucap Je.
“Biar aku masuk kedalam air untuk melihat,”kata Re.
Suasana mulai tidak nyaman mereka mulai khawatir dengan
kondisi sungai yang tidak bersahabat. Sampai Re naik ke atas permukaan,”Sebaiknya
kita keluar sekarang yuk.”
Re yang tidak langsung mengatakan menuntun temannya untuk
keluar dari air, hingga samoai ditepi air Re baru bicara.”Je, sebaiknya kita
pergi ke rumah sakit dulu,”ucap Re yang wajahnya mulai memucat.
Belum mereka melangkah keluar kawan Reza datang dan membawa
minuman. “Kalian mau kemana. Aku bawakan minuman,”kata Reno.
“Hai Je kenapa kamu pucat sekali apa kamu sakit,”kata Rio
sambil memengang kening Je.
“Begini kak disungai tadi banyak ular dan buaya. Dan Je digigit
ular sekarang kita semua mau bawa dia ke ruamh sakit,”kata Re.
Dan semua yang disitu terkejut dengan cerita yang dikatakan
oleh Re.”Apa benar Re, jangan bohong kamu. Masak ada ular dan Buaya ditempat
itu,”kata Wakil.
__ADS_1