Hatimu Dan Hatiku

Hatimu Dan Hatiku
Bermain dan Derita


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu hari di rumah sakit sudah berlalu,


Bunga bisa kembali ke rumah karena kondisinya telah stabil. Hati Bunga sangat


sedang karena bisa kembali ke rumah. Tapi ia harus tetap kontrol kondisi


seminggu dua kali. Untuk melihat perkembangan kondisi tubuhnya, tapi itu


membuat Bunga senang  karena tidak


tinggal di rumah sakit.


“Apa kamu senang bisa kembali ke rumah,”ucap Dokter Erik.


“Tentu saja aku senang, akhirnya aku bisa kembali ke rumah.


Aku disini bosan dan tidak nyaman. Kalau di rumahkan bebes mau ngapain


bisa,”kata Bunga.


“Tapi kamu harus ingat jaga kondisi kamu tetap stabil jangan


melewati batasan. Dua kali harus kontrol, ingat itu,”kata Dokter Erik.


“Iya dok,”ucap Bunga.


Setelah semua sudah di persiapkan obat, pakaian sudah


dibawa. Tinggal Bunga kembali kerumah dengan hati yang bahagia.


“Ohh.. ya Ponsel ku dimana ya kak,”kata Bunga.


“Ponsel kamu, ada di rumah,”kata John.


“Ok,”kata Bunga.


“Kenapa kamu mencari ponsel kamu. Apa kamu belum kapok


dengan kejadian di teras,”kata dokter Erik.


“Apa sih dokter, Cuma mau baca komik dan novel di Hp aja


kok. Aku nanti kalo mau baca pesan akna minta teman kakakku. Biar tidak terjadi


apa-apa,”kata Bunga.


Dokter Erik hanya menghela nafas, dan melihat Bunga dan


keluarganya pergi meninggalkan ruangan.”Semoga saja tidak terjadi apa-apa,


cepat sembuhlah Bunga,”kata hati Dokter Erik.


Erik menelepon Petra mengabari kalau Bunga sudah pulang ke


rumag dengan kondisi sudah stabil. Petra yang mendengarkan kabar itu cukup


senang. Tapi ia berkata,”Apa Nunga bisa sembuh dari penyakitnya?.”


“Jika melihat kondisi dia kemotrapi, Insyaallah bisa sembuh


sepenuhnya. Asalkan dia tetap mengendalikan emoi dan perasaannya. Dan selalu


dalam lingkungan yang baik dan keluarga yang baik. karena keluarganya mendukungnya,


mungkin 70 % dia akan sembuh tanpa operasi,”kata Erik.


“Baguslah jika itu yang terjadi,”kata Petra.


“Kapan kamu akan menemui dia langsung,”ucap Erik.


“Sebentar lagi,”kata Petra dan menutup teleponnya.


“Seperti biasa dia menutup teleponya,”kata Erik.


Setelah hari tiu Bunga kembali tersenyum dan kembali


beraktifitas untuk menyelesaikan tugas akhirnya yang tertunda. Di setiap ia


keluar pasti ada kakaknya yang selalu menemuinya. Tidak tahu kenapa aku tidak


melihat kabar dari teman satu kelompokku. Aku juga tidak tahu mereka perduli


denganku atau tidak, melihat profil mereka selalu bermain sejak waktu itu.


Malam yang gelap di langit yang malam penuh dengan cahaya bintang dan awan


hitam dimalam hari yang sunyi.

__ADS_1


Pagi yang indah, angin berhembus aku berjalan ditaman bunga


dengan berbagagai jenis Bunga. Air yang mengalir suasana hutan bisa terasa.


Indah untuk di pandang,tapi tidak boleh disentuh itulah wanita yang dimuliakan


oleh Sang Pencipta.


“Kak kita naik itu yuk,”kata Bunga.


“Ayo,”ucap Kak Ilham.


Mereka bertiga bermain bersama adik dan kakak menikmati


pemandangan alam dan sungai yang mengalir. Indah untuk mengambil gambar dan


potret alam. Tapi keindahan itu berhenti saat ada temannya yang tahu kalau


Bunga dan kakaknya bermaian ditempat yang sama.


“Bunga,”kata Mei.


Bunga menoleh kearah suara tersebut, tapi kedua kakak bunga


sudah menghadang. “Kalian siapa,”kata ilham.


“Halo kak, saya Mei teman Bunga,”ucap Mei dengan wajah


palsunya.


“Apa benar itu teman kamu bunga”kata John.


Bunga tidak berkata dan menganggukan kepalanya. “Kalian


disini sedang apa dan sama siapa Mei,”kata Bunga.


Tanpa disadari oleh teman Bunga, mereka sudah masuk


perangkap Buaya yang dibuat oleh teman Ilham di tambah anak buah Petra yang


diam-diam membantunya.


“Hai gais  disini ada Bunga,”teriak Mei.


Mereka semua berjalan kerah tempat Mei berteriak dan melihat


pacar kamu,”kata Je.


“Bukan mereka berdua adalah kakakku Ilham dan John. Ada


apa?,”kata Bunga menjelaskan.


“Aku kira itu pacar kamu karena kamu bisa dapat dua


langsung. Apa mereka tidak tahu kalau kamu itu cantik,”ucap Re yang mencoba


menyinggung Bunga.


Tapi Bunga acuh tak acuh, hanya terdiam. Hingga kak


John,”Jika kita aku pacarnya kalian siapa... Apa sampah.”


“Apa maksud kamu?,”kata Re.


“Bukannya kalian dulu yang memulai, akukan hanya mengikut


ucapa kalian saja benar tidak kak Ilham,”kata John.


“Itu benar. Yang memulai berdebatkan kalian duluan. Tapi aku


nasehati kalian hati-hati saat dia air,”kata perinagtan oleh kak Ilham dan kode


untuk teman ilham yang sudah berbaur dengan teman Bunga.


“Ayo kita pergi Bunga. Bukanya kamu ingin melihat taman yang


dekat air terjun,”kata Ilham.


“Baik, kak,”ucap Bunga sambil meninggalkan teman mereka.


Tapi Bunga tiak lupa mmengatakan,”Aku pergi dulu ya, dan maaf atas kata kasar


kakakku.”


Setelah mereka pergi banyak daun yang berguguran atau juga


banyak kotoran dan omongan mereka yang keluar saat Bunga dan Kedua kakaknya

__ADS_1


pergi. Sedangkan teman Ilham yang masi disitu Cuma mendengarkan mereka mengoceh


tanpa karuan.


“Dari pada ngomong yang tidak enak kenapa kita tidak main


air saja,”kata Reza.


“Boleh juga itu kak, ayo kita pergi dari pada kita disini


naik darah,”kata Le.


“Apa maksud kamu naik darah Le. Kamu tidak suka ya dengan ucapanku


tadi,apa kamu juga mau ikutan,”kata Je.


“Terserah kalian aja aku mau masuk air sekarang,”kata wakil.


Mereka semua memutuskan main air bersama tapi mereka tidak


tahu kalau ada bahaya yang mengancam mereka. Karena arena yang sudah disiapkan


teman ilhan untuk bermain dengan mereka adalah Buaya dan ula yang sudah


dilepaskan di dalam air yang akan diguakan mereka semua bermain.


Agar mereka semua masuk kedalam air teman ilham juga


ikut  masuk dan ikut berakting dihadaoan


mereka. Saat semua sibuk dengan kegembiraan, teman ilham keluar dari sungai


tanpa diketahui oleh mereka. Saat air yang tenang mereka bercanda riang


menikmati suasana air yang sejuk, hingga mereka merasakan hawa yang tidak


nyaman di dalam kolam tersebut.


“Hai kalian liat Reza dan kawanya tidak,”kata Wakil.


“Tidak, kenapa?,”kata Le.


“Aku tidak tahu, apa mereka mencari minumkah,”ucap Re.


“Mungkin saja,”kata WaKIL.


Tiba-tiba Mei berteriak,”Buaaya.”


“Apa Buaya, kamu jangan bercanda,”ucap Le.


“Aduh... sakit. siapas sih yang gigit kaki aku,”kata Je.


“Ada apa Je,”kata Re.


“Aku gak tahu ada yang gigit kaki aku,”ucap Je.


“Biar aku masuk kedalam air untuk melihat,”kata Re.


Suasana mulai tidak nyaman mereka mulai khawatir dengan


kondisi sungai yang tidak bersahabat. Sampai Re naik ke atas permukaan,”Sebaiknya


kita keluar sekarang yuk.”


Re yang tidak langsung mengatakan menuntun temannya untuk


keluar dari air, hingga samoai ditepi air Re baru bicara.”Je, sebaiknya kita


pergi ke rumah sakit dulu,”ucap Re yang wajahnya mulai memucat.


Belum mereka melangkah keluar kawan Reza datang dan membawa


minuman. “Kalian mau kemana. Aku bawakan minuman,”kata Reno.


“Hai Je kenapa kamu pucat sekali apa kamu sakit,”kata Rio


sambil memengang kening Je.


“Begini kak disungai tadi banyak ular dan buaya. Dan Je digigit


ular sekarang kita semua mau bawa dia ke ruamh sakit,”kata Re.


Dan semua yang disitu terkejut dengan cerita yang dikatakan


oleh Re.”Apa benar Re, jangan bohong kamu. Masak ada ular dan Buaya ditempat


itu,”kata Wakil.

__ADS_1


__ADS_2