
Angin berhembus suara burung berkicau Bunga terbangun dari tidurnya melihat keluar jendela. Dengan hati yang nyaman dia melihat keluar jendela suasana yang sejuk dan nyaman membuat dia merasa kalau hari ini akan menjadi hari yang tidak terduga baginya.
“Aku tidak sabar untuk melewati hari ini,”kata Bunga dengan hati yang tenang. Hingga suara ketukan pintu yang membuat dia membuka pintunya.”Sudah bangun,”kata Ibunya. Bunga tersenyum dan melihat kearah ibunya,”Ada apa bu?.”
“Jika sudah bangun segera mandi sana. Kita makan bersama hari ini,”ucap Ibunya. “Baik. Aku akan mandi sekarang,”kata Bunga dengan santai.
Selesai membersihkan diri dengan air mengalir tubuh Bunga merasa segar kembali dengan suasana yang baru karena hari ini adalah hari kelahirannya. Bunga yang henda keluar kamar mendapatkan satu pesan dari Petra yang mengajaknya untuk makan malam bersama nanti. Karena hatinya sedang baik dia membalas pesannya sebelum dia turun bertemu dengan keluarganya yang lain. Yang memberitahukan kalau dia mau bertemu nanti malam.
Bunga yang tidak tahu kalau ada kado spesial dari Petra yang akan datang menghampirinya tapi akankah dia tahu apa yang akan terjadi setelah malam pertemuannya.
Bunga turun menuju ruang makan yang sudah dihadiri oleh kedua orang tuanya dan kedua kakaknya. “Kanapa kamu lama sekali,”kata John.
“Maaf menuggu lama tadi aku harus membalas pesan dulu dari Petra”ucap Bunga. “Pesan dari Petra,”kata ayah Bunga. “Iya. Dia mengajak aku makan malam nanti,”kata Bunga.
“Apa kamu menyetujuinya,”kata Ilham. Bunga menganggukan kepalanya yang memberitahukan kalau dia mau bertemu dengan Petra.
“Sudah ayo kita makan dulu. Tapi sebelum kita makan, John kamu kedapur dulu sana ada yang kelupaaan ibu tadi bawa makannannya”ucap Ibunya kepada John.
“Baik bu,”kata John yang berdiri menuju dapur. Dari belakang Bunga mendengar suara lagu ulang tahun karena penasaran siapa yang bernyanyi dia menoleh. Dia terkejut kalau keluarganya sudah menyiapkan kue ulang tahun untuk Bunga. “Selamat Ulang Tahun ya sayangku putriku tercinta,”kata Ibunya. Dan dilanjutkan ucapan dari ayah dan Kedua kakaknya. “Terima kasih semuanya. Aku senang bisa berada dikeluarga ini,”kata Bunga sambil meneteskan air mata. “Aku akan selalu menjadi putri ibu dan ayah dan adik kecil kakak,”ucap Bunga.
“Tentu saja kamu akan menjadi adik kecil yang nakal,”kata Ilham sambil memberikan kado untuk Bunga. “Apa ini kak,”kata Bunga.
__ADS_1
“Buka saja jika kamu ingin tahu”ucap Ilham. “Dan ini dariku,”kata John memberikan kadonya setelah Ilham.
“Terima kasih kak,”kata Bunga sambil memeluk kedua kakaknya. “Iya semoga kamu suka”kata Ilham. Bunga yang senang tidak bisa berkata apa-apa. Hingga suara ketukan pintu yang membuyarkan suasana. Ilham berjalan untuk membuka pintu depan, tidak begitu lama kak Ilham membawa sekuntum Bunga Mawar Merah dan Putih. “Kamu mendapatkan paket Bungang adari Petra,”ucap Ilham. “Apa ini dari Petra,”kata Bunga.
“Disini tertulis selamat Ulang Tahun wanitaku,”kata Ilham sambil memberikan kepada Bunga.
Sementara di tempat laian Petra yang menyiapkan kado pembukaan yang berupa buket bunga mawar merah dan putih. “Apa dia senang tidak ya dengan kado yang aku berikan,”ucap Petra.
“Dia akan senang tuan,”kata Sekertaris Jim. “Apa kamu sudah menyiapkan semuanya untuk nanti malam,”kata Petra. “Semuanya sudah beres tuan. Tingga tuan saja apa sudah siap untuk nanti malam,”kata Sekertrais Jim.
Waktu berjalan cepat hingga malam datang. Petra bersiap untuk menjemput Bunga untuk makan malam. Malam yang indah dengan susana yang baru akan tiba di hati Petra dan Bunga. Mobil melaju menuju rumah Bunga. Hingga dia sampai didepan rumah dia keluar untuk menjemput wanitanya. Dengan penampilan yang sudah ia siapkan dengan buket mawar yang sama dia bawa untuk mengajak dia makan malam.
Sampai didepan pintu belum dia mengetuk pintu Ilham sudah menyambutnya. “Tampannya yang mau makan malam,”kata John dari belakang Ilham.
Bunga keluar dengan penampilan yang menawan yang membuat Petra terpanah dengan kecantikan Bunga. “Apa kamu menuggu lama,”kata Bunga. “Tidak,”ucap Petra yang kembali tersadar karena keangguan Bunga seperti malam yang penuh dengan bintang di malam yang spesial.
“Apa kamu sudah siap,”ucap Petra yang menghampiri Bunga. “Sudah,”kata Bunga. “Tante Om, saya bawa Bunga ya,”ucap Petra.
“Jaga putri kami dengan baik ya nak Petra,”kata Ibu Bunga. “Ini untuk kamu,”kata Petra sambil memberikan buket mawarnya.
“Untukku. Bukannya kamu sudah memberikannya tadi,”kata Bunga.”Itu untuk tadi dan ini untuk sekarang,”kata Petra yang mengulurkan tangannya untukmendampinginya berjalan menuju mobil.
__ADS_1
Malam yang berbintang Petra melihat Bunga terlihat berbeda dari biasanya yang membuat hatinya tidak bisa berpaling dari Bunga. Bunga yang menyadarinya merasa malu dengan tatapan Petra. “Kenapa kamu melihatku terus,”ucap Bunga.
“Maaf, habis kamu cantik bagaikan air permata yang jernih dengan kilauan sinar matahari seperti bintang malam hari,”ucap Petra.
“Kamu bisa saja”ucap Bunga yang memalingkan mukanya melihat kejedela luar.
Hingga mobil berhenti di satu taman dimana lokasi dimana mereka akan makan malam bersama. “Apa disini kita akan makan malam,”ucap Bunga. “Iya,”ucap Petra yang keluar mobil dan membukakan pintu untuk Bunga.
Petra mengulurkan tangannya kepada Bunga yang disambut oleh Bunga dengan anggun. “Kita akan menuju ke lokasi tempatnya,”kata Petra.
Bunga hanya mengikutinya hingga dia melihat dari jauh pemandangan yang indah dan cantik membuat dia tidak bisa berkata apa-apa. Petra mendapingi Bunga untuk duduk dengan kelembuatanya yang tidak terduga dia menjongkok didepan Bunga.
“Apa yang kamu lakukan,”kata Bunga yang melihat Petra berjongkok didepannya sedangkan Bunga duduk di kursi.
“Aku ingin memberikan kamu sesuatu untuk hadiah Ulang Tahun kamu,”ucap Petra yang mengambil sebungkus kotak kecil berwarna putih. Pelahan Petra membuka kotak kecil dan mengulurkan kepada Bunga yang ada didepannya. “Mau tidak kamu menjadi wanitaku untuk selamanya,”ucap Petra sambil mengulurkan kotak yang berisi Cincin permata.
Bunga yang melihat terharu dengan dan menganggukan kepalanya pelahan dia mengulurkan tangannya didepan Petra. Petra yang melihat uluran tangan Bunga memasang cincin permatanya dan mencium tangan Bunga. Petra berdiri dan dilanjutkan Bunga juga ikut berdiri mereka berdua berpelukan.
Hati Petra yang menuggu lama merasa sudah terbalas dengan uluran Bunga yang menerima dia untuk bersama hidup dan mati untuk selamanya. Saat mereka berdua berpelukan dari belakang terdengar suara teriakan yang mengatakan kata selamat kepada mereka berdua. Merasa penasaran dengan suara itu Bunga menoleh kebelang dan melihat banyak orang yang termasuk keluarganya dan keluarga Petra yang ada di tempat. Bunga yang melihat merasa terkejut dan melihat kearah Petra yang tersenyum bahagia sambil memeluk dia didepan banyak orang. Bunga yang tidak tahu apa yang terjadi merasa senang dengan semua kejutan yang dibuat oleh Petra.
“Apa kamu senang,”kata Petra. Bunga hanya memberikan satu kecupan manis dipipi Petra yang memberikan kalau hatinya hanya untuknya. Petra yang mendapatkan kecupan itu membalas dengan kecupan manis.
__ADS_1
TAMAT.