
Mereka semua menuju kesatu arah dimana Bunga muncul dengan membawa buku yang ia pegang. Petra yang melihat berjalan menuju kearah Bunga dan memeluknya dengan air mata dimatanya ia berkata,”Kemana saja kamu, jangan perlah kamu meninggalkanku sendirian.”
Bunga yang mendengarnya hanya terdiam dan membalas pelukan Petra untuk menenangkan hatinya yang sedih. “Maaf membuat kamu khawatir,”ucap Bunga.
Setelah mereka berpelukan Petra melepaskannya dan berjalan menuju ke Ilham dan John yang berdampingan dengan Bunga di sampingnya. “Apa kamu tidak terluka,”ucap Ilham. “Tidak aku baik-baik saja,”kata Bunga.
“Ohh ya kakak ini tolong disimpan ya. Tapi kamu harus pakai sarung tangan ya,”ucap Bunga sambil memberikan buku kunonya. “Dari mana kamu mendapatkan buku ini,”kata John.
“Aku mendapatkannya dari rak buku di toko usang ini,”ucap Bunga. John mengambil bukunya dengan mengenakan sarung tangan, dia melihat buku tersebut dengan hati-hati. “Jadi ini sebabnya toko ini berubah menjadi seperti ini. Tapi aneh kenapa buku ini bisa ada di rak buku toko biasa ini,”kata John.
“Apa kamu tahu siapa yang membawa buku ini kesini dek,”ucap John.
“Tahu atau tidak yangpenting buku sudah aman sekarang dan orang disini tidak terluka,”kata Bunga.
“Jadi kamu tahu siapa orang itu yang membawa buku itu,”kata Ilham. Bunga hanya tersenyum tanpa berkata dan melihat kearah Petra yang masih memandang dia. “Kenapa kamu melihat aku seperti itu,”ucap Bunga.
“Aku hanya memastikan apa itu benar kamu Bunga,”ucap Petra. “Iya ini aku. Apa kamu tidak percaya denganku,”kata Bunga yang menghampirinya.
“Aku percaya. Tapi kamu harus menjelaskan apa yang terjadi waktu tadi kita di rak,”kata Petra. “Sebelum kamu menjelaskan aku ingin bertanya satu hal dulu kepada kamu,”ucap Petra lagi.
“Apa yang ingin kamu ketahui,”ucap Bunga melihat kearah Petra. “Apa kamu tidak terluka, tidak ada yang sakitkan di tubuh kamu, kamu tidak cederakan, tidak berdarahkan?,”ucap Petra yang khawatir dengan kata yang bertubi-tubi.
Bunga hanya tersenyum melihat tingkah laku Petra. “Kenapa kamu tersenyum,dik,”kata Petra yang bingung.
“Tidak aku hanya senang melihat ekspresi kakak seperti itu. Jadi adik tahu kalau kakak sayang sama adik selama ini,”ucap Bunga.
“Sudah aku bilang aku tidak akan melepaskan kamu, kamu adalah wanitaku,”ucap Petra.
“Iya...iya aku tahu. Aku baik-baik saja dan tidak cedera apa terluka,”kata Bunga.
__ADS_1
“Apa itu benar, kamu tidak berbohongkan,”ucap Petra menatap tajam kearah Bunga. “Iya,”kata Bunga.
“Jika kamu tidak terluka apa yang terjadi saat kamu pergi meninggalkanku tadi,”kata Petra. “Karena bahaya,”ucap Bunga.
“Bahaya apa yang kamu maksud?,”kata Petra yang tidak paham dengan keadaannya sekarang. “Bahaya karena buku yang aku temukan akan membawa bencana jika tidak ditangani dengan benar,”kata Bunga.
“Buku kuno yang kamu maksud itu,”kata Petra sambil menuju kearah buku yang di pegang oleh John. Bunga hanya menganggukan kepalanya.
“Apa bahaya dari buku biasa itu,”ucap Petra yang tambah binggung. “Buku ini bukan buku biasa,”kata John.
“Bukan buku biasa apa maksud kamu,”kata Petra kearah John.
“Buku yang di pegang oleh Bunga tadi adalah buku kuo atau langka dengan jiwa penulisnya ada dalam buku tersebut kenapa bisa disebut dengan langka atau kuno,”ucap John. “Apa yang dikatakan oleh kak John itu benar. Banyak jenis buku yang tidak bisa kita jelaskan seperti buku yang satu itu,”kata Bunga.
“Jika apa yang kamu katakan itu banar kenapa Bunga tidak apa-apa,”kata Petra. “Karena dia bisa menguasai jiwa yang ada dalam buku tersebut. Oleh karena itu dia tidak apa-apa, mungkin saja seperti membaca buku biasa. Tapi untuk orang lain mungkin akan celaka, karena jiwa mereka lemah,”ucap John.
“Jadi seperti itu,”ucap Petra. “Apa ada lagi yang ingin kamu katakan kak,”kaya Bunga.
“Mungkin dia tahu karena kebetulan. Karena bentuknya sama dengan buku yang aku miliki,”ucap John.
“Dik kenapa kamu diam saja. Apa tidak mau menjelaskannya untuk mas,”kata Petra. “Aku akan jelaskan,”ucap Bunga.
“Baiklah apa yang dikatakan kak John itu benar karena kak John pernah memperlihatkan Buku kuno makanya aku tahu itu adalah Buku kuno karena bentuknya sama,”kata Bunga yang berbohong.
“Apa itu benar John,”ucap Petra. “Itu benar,”kata John.
“Sampai kapan kalian akan disini. Ayo keluar sebelum bangunan ini runtuh,”kata Ilham mengubah suasana pembicaraan.
“Iya sebaiknya kita keluar dulu baru nanti kita lanjutkan pembicaraannya,”ucap Bunga yang berjalan keluar dari bangunan.
__ADS_1
Dalam hati Bunga,”Selamat-selamat, tapi hanya untuk sementara. Aku harus buat cerita agar Petra tidak penasaran bagaimana aku bisa tahu kalau itu bukan buku biasa. Tapi bagaimana?,”
Bunga yang memikirkan bagaimana untuk merahasiakan kemampuannya terus berpikir sampai di depan pintu keluar dia mendapatkan ide untuk menutupi rahasianya dengan apa yang sudah dikatakan oleh kak John. Petra
yang memperhatikan Bunga merasa kalau dia menyembunyikan sesuatu darinya. Yang membuat dia harus mencari tahu apa yang dia sembunyikan darinya, tanpa sepengetahuan Bunga.
“Kamu menyembunyikan sesuatu aku akan cari tahu dik,”ucap hati Petra.
“Apa yang kalian sembunyikan,”ucap Ilham. Keduanya langsung menoleh kaarah Ilham. “Apa maksudnya kak sembunyikan apa,”kata Bunga yang binggung.
“Kejadian hari ini apa kamu tahu apa yang terjadi,”ucap Ilham.
“Kejadian hari ini tidak bisa kita duga, bukan,”kata Petra. “Apa yang kamu katakan itu benar. Tapi kamu tidak bisa menjaga adikkukan,”ucap Ilham. “Tunggu dulu kakak. Apa maksudnya ini,”ucap Bunga yang tambah binggung.
“Sebanarnya begi dik. Sebelum kamu janjian dengan Petra kak Ilham sudah berpesan kepadanya kalau terjadi apa-apa kepada kamu. Dia tidak boleh bertemu dengan kamu,”ucap John menjelaskan.
Bunga menoleh kaarah Petra,”Apa itu banar kak?.”
“Apa yang dikatakan John itu banar. Tapi kejadian hari ini tidak terduga bukan jadi aku bisa bertemu dengan Bunga. Kamu tidak boleh menyalahkan kejadian ini adalah kesalahanku,”kata Petra menjelaskan.
“Itu banar bukan semuanya adalah kesalahan kamu tapi kamu menghilangkan dan menolah sehingga membuat Bunga pergi dari pandangan kamu bukan,”kata Ilham dengan tajam.
“Aku tahu aku salah tidak bisa menjaga Bunga. Tapi berikan aku satu kesempatan lagi, aku tidak akan berpaling dari Bunga,”ucap Petra.
Ilham hanya menghela nafas dan melihat kearah Bunga. “Berikan dia satu kesempatan lagi kakak. Itu semua karena aku yang pergi tanpa Petra tadi, jadi kakak jangan marah ya,”ucap Bunga membujuk.
“Baiklah aku akan memberi dia satu kesempatan dan kamu dik sekarang harus balik dengan kakak sekarang. Apa kamu mengerti?,”kata Ilham.
“Baik kakak, aku akan balik dengan kakak,”ucap Bunga. “Sampai disini dulu ya kak Petra aku akan balik dengan kedua kakakku sekarang,”ucap Bunga yang berjalan mengikuti kedua kakaknya dari belakang.
__ADS_1
Petra hanya melihat Bunga meninggalkan dia sendirian bersama sekertaris Jim. “Aku tahu kalau aku masih lemah untuk menjaga dia. Lain kali aku yang akan mengantar kamu pulang,”ucap Petra dengan pelan.