
Panas dan lelah dirasakan semua tentara karena hukuman yang diberikan oleh Riku. Waktu yang berjalan mereka mengadakan tanding satu lawan satu untuk mengetes tingkatan mereka. Karena waktu itu Ilham dan John serta
yang lain berkunjung mereka juga ikut bergaung.
“Apa kalian sudah siap untuk ronde ke-2?,”kata Riku kepada semua bawahannya.
“Siap apa,”ucap Bunga yang berjalan dengan Reona yang memegang tangannya.
“Tanding satu lawan satu,”kata Riku.
“Satu lawan satu, boleh itu,”ucap Bunga yang melihat ke arah Reona.
“Kenapa ingin ikut,”kata Reona.
Bunga menganggukan kepala. “Tapi ijin dulu kepada kedua kakak kamu,”kata Reona.
Bunga menghampiri kak Ilham dan kak John,”Kak apa aku boleh ikut itu tadi?.”
Kak Ilham dan kak John saling menatap, tidak lama kemudian kak Ilham berkata,”Apa kamu tidak apa-apa, bagaimana kondisi tubuh kamu jika nanti kamu terluka?.”
“Hanya untuk beberapa kali saja kok, tubuhku juga sudah membaik,”kata Bunga.
“Tidak,”kata Kak Ilham.
“Kak, sekali aja hanya untuk 2 kali saja tandingan, tidak lebih. Boleh ya.. kak,”kata Bunga membujuk kakaknya.
“Tetap tidak boleh,”kata kak Ilham.
“Kakak pelit,”kata Bunga yang mengambek.
“Jika tidak boleh ya sudah aku pergi saja masuk hutan, main disana bersama si putih,”kata Bunga yang berjalan.
“Putih...A,”kata Bunga yang belum selesai karena dihadang oleh kak John.
“Kamu mau kemana,”kata kak John yang menghalangi Bunga pergi.
“Mau jalan-jalan ke hutan sama si putih,”kata Bunga dengan santai.
“Kak, ijinkan aja Cuma 2 kali tanding, pasti tidak akan terjadi apa-apa,”kata John.
Ilham menghela nafas,”Baiklah aku ijinkan tapi hanya 2 kali tidak lebih. Apa kamu mengerti,”kata Kak Ilham.
“Aku mengerti kak, maksai ya kak. Kakak yang terbaik,”ucap Bunga.
__ADS_1
Bunga menawarkan kepada yang lain,”Siapa yang mau tanding denganku?.”
Semuanya terdiam untuk bebapa menit, tidak lama kemudian ada salah satu tentara yang menawarkan diri untuk berduel dengan Bunga yang sudah mencapai tingkat 8. “Aku,”kata tentara tingakat 8.
“Ayo maju, aku akan lihat sampai mana kemampuan kamu,
Tesa,”kata Bunga.
“Ternyata anda mengenal saya, adik kecil,”ucap Tesa.
“Tentu saja aku mengenal kamu. Semua yang ada disini aku mengenalnya kalian karena kita semua adalah teman dan keluarga yang sama,”kata Bunga.
Pertandingan dimulai dengan Tesa mulai menyerang sednagkan Bunga menghindar dari serangannya untuk menguji sampai mana Tesa bisa bertahan. Tidak lama kemudian Tesa mulai bertahan karena Bunga mulai melakukan serangan balik yang tidak bisa diduga oleh Tesa hariitu. Pukulan mengenai bagian perut Tesa yang tidak dijaga olehnya. Yang membuat Tesa mundur tiga langkah ke belakang karena pukulan Bunga. Belum selesai dengan pukulan di perut Bunga memberikan serangan lagi dibagian samping atau pinggang Tesa dengan tendangan Bunga. Pertarungan dengan berbagai variasi gerakan yang berbeda membuat Tesa kuwalahan dan tidak bisa menangkis semua serangan yang dimiliki oleh Bunga. “Apa sudah lelah,”kata Bunga.
“Atau mau lanjut lagi,”ucapnya.
“Sekali lagi,”kata Tesa. Dia mencoba untuk mencari titik lemah Bunga tapi hasilnya nihil. “Jika kamu mencari titik lemahku percuma saja tidak akan ketemu,”kata Bunga.
“Apa maksud kamu?,”kata Tesa.
“Jika kamu ingin mengalahkanku perbaiki dulu stamina, postu tubuh dan asah otak kamu untuk koloborasi dengan semua yang kamu inginkan. Itu saja, ganti yang lain. Ada yang mau coba bertarung denganku tidak,”kata Bunga.
Tesa kembali kebarisan karena sudah melewati batasan yang ia miliki. Dengan araha yang diberikan Bunga Tesa mencoba untuk kembali ke dasar kembali untuk mencari dimana kesalahan yang ia buat, untuk dikemudian hari Tesa bisa bertanding dengan adik kecil.
Tidak lama Bunga menawarkan diri kakaknya Ilham mencoba untuk bertanding dengan adiknya yang membuat Bunga terkejut. “Kak serius mau bertanding denganku?,”ucap Bunga.
“Jika itu yang kakak mau, boleh saja. Tapi dengan satu syarat?,”kata Bunga.
“Apa itu?,”kata Kak Ilham.
“Kakak tidak boleh pertanding Cuma hanya setengah-setengah.
Bagaimana?,”kata Bunga.
“Tidak masalah. Kita mulai sekarang,”ucap Kak Ilham.
Tanpa berpikir panjang kak Ilham mulai menyerang dulu, Bunga yang sudah siap tentu saja sudah tahu pergerakan kak Ilham. Bunga hanya tersenyum dan dibalas dengan senyuman kak Ilham yang tahu kalau adiknya akan menghindar dari serangan dadakan yang ia berikan kepadanya.
Tidak lama setelah serangan dadakan yang dilontarkan oleh Ilham, Bunga juga memberi serangan balasan yang juga bisa dihindari oleh kakaknya. Mereka bertanding dengan tingkat kesetaraan yang sama, tapi melihat dari kondisi Bunga hanya mengeluarkan beberapa serangan ringan saja. Sedangkan untuk Ilham seperi kewalahan menghadabi adiknya. Dia tidak menyangka kalau adiknya bisa sejauh ini tingkat bela diri yang dia miliki. Hingga akhirnya Ilham mulai serius dan menikmati pertarungan dengan adiknya tanpa memperdulikan sekitarnya.
Tapi untuk Bunga yang tahu kalau kakaknya serius dia meningkatkan tekanan yang ada yang dari 30% menjadi 50% untuk melihat ketahanan yang dimiliki kakaknya. Sampai ditengah-tengan Bunga dipanggil oleh kak Izam untuk minum obat yang tidak bisa dilanjutkan lagi pertarunganya.
“Tidak aku sangka kamu bisa menghadang semua seranganku,dik,”kata KaK Ilham.
__ADS_1
“Tidak juga kak, karena kakak tidak sabaran yang membuat ada cela dalam pertahanannya,”kata Bunga.
“Pantas saja kamu waktu itu bisa menghindar dari peluru tersebut,”ucap Kak John.
Bunga hanya tersenyum.”Katanya kamu belajar bela diri secara pribadi. Apa itu benar?,”kata Kak Ilham.
Bunga menganggukan kepalanya,”Kenapa emangnya kak.”
“Tidak kakak hanya ingin tahu bagaiman kamu bisa berkembang seperti tadi,”ucap kak Ilham.
Bunga hanya terdiam tanpa berkata apa-apa sampai Reona berkata,”Kapan kalian akan kembali?.”
“Kita akan kembali jika Bunga sudah siap untuk kembali.
Bagaimana dik, mau pulang besok?,”kata Kak John.
Bunga menganggukan kepala,”Tapi aku akan mengubah penambilanku seperti biasa. Kalau aku pulang dengan penampilan seperti ini, pasti ayah dan Ibu akan terkejut.”
“Jika itu yang terbaik kami akan ikut saja,”kata kak John.
Bunga tersenyum diperjalan kak John berkata,”Dik, apa
memiliki buku kuno?.”
“Buku kono ada, yang kakak cari buku kuno yang seperti apa?,”kata Bunga melihat kearah kak John.
“Buku yang menjelaskan suatu pulau lama yang tidak berpenghuni dengan berbagai sejarahnya,”ucap kak John.
“Ada,”kata Bunga.
“Apa kakak boleh pergi melihat buku itu hanya membaca saja,”kata KaK John yang sudah semangat.
“Jika itu yang kakak mau, kita bisa pergi ke perpustakaan sekarang untuk mencari buku yang kakak inginkan bagaimana,”kata Bunga yang mengajak kakaknya untuk berjalan ke perpustakkan dunia.
“Ayo,”ucap kak John yang semangat.
Beberapa jam mereka mengendari kendaraan untuk sampai di
perpustakaan dunia. “Kita sudah sampai di perpustakaan dunia,”kata Bunga.
“Nama yang aneh,”ucap kak John.
“Nanti kakak akan tahu kenapa disebut dengan perpustakaa dunia,”ucap Bunga yang masuk kedalam.
__ADS_1
Mereka yang dibelang mengikuti Bunga masuk dan sampai di dalam kak Ilham, kak John serta kawannya terkejut dengan rak-rak buku yang dipajang rapi.
“Apa ini dik,”kata Kak John.