
Ilham dan John yang merasa binggung dengan sikap yang diberikan kepada preman yang didepannya membuat mereka bertanya-tanya.
“Dik, kamu mengenal dua orang ini?,”kata Ilham.
“Iya mereka adalah kelinci dan harimau,”ucap Bunga.
“Apa maksud kamu kelinci dan harimau,”kata John yang tidak paham dengan adiknya.
“Karena mereka gay,kak. Kenapa aku memanggil mereka kelinci dan harimau. Mereka adalah salah satu penyelenggara pelelangan yang ada di bawah tempat ini,”kata Bunga.
“Jadi seperti itu. Kakak mengenal mereka,”kata Bunga sambil menuju ke arah mereka.
“Bisa tidak kamu jangan menyebut kami kelinci dan harimau,”kata Kelinci.
“Emang kenapa, nama yang bagus kok,”kata Bunga yang tersenyum.
“Sudah kita mencari tempat yang lain saja untuk berbincang,”kata Harimau.
Mereka berlima berjalan menuju cafe yang ada di depat mereka yang kebetulan tempat itu ada perkumpulan kelinci dan harimau. Bunga yang melihat,”Ada pertemuan apa?.”
“Pelelangan yang akan diadakan dua hari lagi,”kata Harimau.
“Tidak usah terlalu waspada, mereka semua ada dipihak kita kak,”kata Bunga.
“Apa itu benar,”ucap Ilham.
“Itu benar. Dia adalah atasan kami dan juga teman kami,”kata kelinci.
“Jadi bergitum aku tidak akan khawatir lagi. Tapi tadi kalian pelenagan?,”kata John.
“Itu benar ada apa?,”kata Harimau.
“Apa yang ingin kalian lelangkan sampai ada pertemuan seeprti ini tidak seperti biasanya,”kata Bunga yang masih santai memilih menu apa yang ingin di pesan.
“Apa kamu memilki barang itu?,”ucap kelinci.
“Ada. Tapi kamu harus pergi ke Toko Rinta Hitam,”kata Bunga dengan santainya.
“Ok aku mengerti. Tapi apa yang tadi kalian ingin katakan,”kata Harimau melihat Ilham dan John.
“Aku hanya ingin tahu pelelangan apa yang akan diadakan dua hari ini dan dimana,”kata Ilham.
“Apa kalian ingin perpartisipasi dalam pelelangan tersebut?,”kata Kelinci.
“Tidak, jika ada barang yang bagus mungkin kami akan melihatnya,”kata Ilham.
“Berikan katalok pelelangan dua hari lagi,”ucap Harimau.
Salah satu anak buahnya datang dan memberikan satu buku yang berisi barang yang akan dilelangkan kepada Ilham. “Apa kalian serius memperlihatkan buku ini kepadaku. Bukannya ini sangat rahasia?,”kata Ilham yang tidak percaya.
“Jika itu adalah kalian kami persilakan. Kami tidak akan rugi,”kata Kelinci.
Ilham mengambil katalok buku pelelangan dan melihat barang apa saja yang akan dijual. Satu persatu dia melihatnya, hingga Bunga menemukan barang yang sangat bagus. “Apa ini benar akan dilelang?,”kata Bunga sambil menuju satu gambar.
__ADS_1
“Barang itu, iya.,”ucap Kelinci.
“Apa kamu tertertarik dengan barang itu,”ucap Harimau.
“Siapa investornya?,”kata Bunga.
“Investornya hanya seorang pemuda biasa. Katanya dia mendapatkannya tidak sengaja saat dia dalam hutan,”kata Harimau.
“Berikan alamat dan no pemuda tersebut?,”ucap Bunga.
“Apa kamu akan merecrut orang lagi,”kata Kelinci.
Bunga hanya tersenyum dan kembali melihat katalok bukunya bersama kakaknya. “Apa ada yang kakak sukai,”ucap Bunga.
“Untuk sekarang belum ada,”kata Ilham.
“Bagaimana denganmu kakak John,”kata Bunga melihat kearahnya.
“Ada satu buku kuno ini. Tapi melihat buku ini seperti palsu,”ucap John.
“Mustahil buku itu palsu,”kata Harimau.
“Bunga,”kata kelinci.
“Ada apa?,”kata Bunga yang masih santai melihat.
“Ikut denganku sekarang?,”kata kelinci.
“kemana?,”kata Bunga melihat kearahnya.
“Baik-baik aku akan ikut denganmu. Kak kalian disini dulu ya aku mau kedalam dulu sebentar,”kata Bunga yang meninggalkan kedua kakaknya bersama Harimau.
“Kemana temanmu membawa adikku,”ucap Ilham dengan tatapan dingin.
“Santai saja hanya untuk mengecek buku kuno yang tadi John sebutkan,”kata Harimau.
“Bisa kamu lepaskan aku dulu,”kata Bunga.
“Maaf, coba kamu lihat palsu atau tidak,”kata kelinci.
“Aku lihat dulu,”kata Bunga melihat bukunya dengan cermat.
Bunga menghela nafas,”Memang palsu. Dari mana kamu mendapatkannya?.”
“Kurang ajar orang itu penipu lagi. Awas aja orang itu,”kata Kelinci.
Bunga yang mendengarkan tidak menghiraukannya malah berkeliling melihat barang yang ada. “Tidak aku sangka barang ini ada,”ucap Bunga yang didengar oleh kelinci.
“Kamu menginginkannya,”kata kelinci.
“Menurut kamu,”ucap Bunga yang masih melihat barang yang disukai.
“Jika kamu suka kamu harus mengeluarkan 100 juta untuk barang itu,”kata kelinci. “
__ADS_1
“100 Juta ya,”kata Bunga yang mengambil ponselnya dan menelepon satu agennya untuk membeli barang yang ada di pelenangan. “Seperti biasa kamu akan melakukannya,”kata kelinci.
“Bicara barang siapa investor buku palsu tersebut, sampai kamu marah besar,”kata Bunga mengalihkan pembicaraan.
“Kamu tidak harus tahu. Ini adalah urusan kami, Bagimana keadaan tubuh kamu?,”kata kelinci.
“Sudah membaik,”ucap Bunga yang berjalan menuju ke atas.
“Jika kamu ada masalah kamu bisa meminta tolong kepadaku,”kata Kelinci.
“Iya terima kasih, untuk bantuan yang akan datang,”kata Bunga.
“Kamu sudah kembali,”kata John.”Sudah,”ucap Bunga.
“Bagaimana hasilnya,”kata John.
“Seperti yang kamu katakan,”kata Kelinci.
“Tidak aku sangaka akan jadi seperti ini,”ucap Harimau.
“Apa kalian sudah dengar, jika sudah tangkap orang yang tidak berguna itu kehadapanku sekarang juga,”ucap Harimau lagi yang ditujukan kepada sebuah bawahan yang ada di dalam cafe.
“Bagaimana kak ada yang kakak ingin beli,”ucap Bunga. Ilham hanya tersenyum,”Rahasia.”
“Baiklah aku tidak akan bertanya lagi. Aku juga tahu apa yang akan kakak beli dari semua barang yang ada,”kata Bunga yang membuka mulutnya untuk menikmati hidangan yang sudah disediakan.
Hati Bunga merasa senang dan tenang sampai dia mendapatkan pesan dari layar pnselnya yang baru saja dia aktifkan karena perawatanku selama setahun ini. “Kenapa tidak kamu angkat,”ucap John.
“Kamu saja yang angkat, aku lagi tidak ingin bicara malam ini,”kata Bunga yang memberikan ponselnya kepada kakak John.
“Emang siapa yang menelepon sampai kamu tidak mau mengangkatnya,”kata John yang menerima ponsel Bunga dan melihat ke layar ponsel.
“Apa tempat ini aman tidak akan dilacakkan lokasinya,”ucap John.
Ilham mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelepon adiknya. “Tenang saja tidak akan ada yang bisa melacak no Bunga saat dia ada disini,”kata Harimau.
“Baguslah jika seperti itu,”kata Ilham yang mengangkat telponnya.
“Ada apa kamu menelepon adikku,”ucap Ilham.
“Kenapa kamu yang mengangkat. Dimana Bunga?,”kata Petra.
“Adikku. Apa maksud kamu?,”kata Ilham.
“Jadi belum ditemukan adik kamu,”ucap Petra yang kembali melemas dan menutup teleponnya.
Di tempat Petra yang terdiam diri menuggu kabar dari Bunga. “Kapan aku bisa menemukan kamu Bunga,”ucap hatinya Petra.
“Aku ingin melihat dirimu lagi, aku merindukanmu,”kata Petra yang meneteskan air mata karena tidak bisa melihat Bunga untuk satu tahun ini.
“Sampai kapan aku bisa menuggu, jika seperti ini tidak ada gunanya aku hidup. Jika tidak ada dirimu,”ucap Petra.
“Tuan muda, jangan berkata seperti itu. Pasti Nona Bunga akan baik-baik saja walaupun tidak ada kabar,”kata sekertaris Jim.
__ADS_1
“Apa yang kamu ketahui,”kata Petra yang melemparkan gelas dihadapan sekertaris Jim.
“Tuan harus bisa tenang, jangan berlarut-larut dalam kegundaan. Aku yakin Nona Bunga sekarang baik-baik saja untuk memulihkan kondisinya untuk bertemu dengan anda,”ucap Sekertaris Jim.