
Kamu seperti bayangan yang selalu menolongku disetiap kali aku kesulitan. Kenapa kamu selalu ada untukku yang tidak berati ini?
Apa yang ingin kamu lakukan untukku yang seperti bunya layu dan tidak cantik untuk dipandang. Aku tahu batasan diriku, tapi tolong jangan memberikan kasih sayangan yang palsu untuk diriku yang sudah terluka ini. Aku
percaya jika kamu tidak akan melukaiku, tapi mungkin ada saatnya kamu akan melukaiku.Itu yang aku pikirkan saat ini tentang dirimu bayangan yang tidak pernah akau lihat selama ini.
Pangeran bayangan yang selalu mengawasimu disetiap langkah kamu pergi aku selalu mengikutimu. Kemana kamu pergi aku selalu ada untuk kamu, tanpa kamu tahu aku selalu memperhatikan dirimu. Aku selalu berharap kalau kamu selalu ada didekatku walaupun kamu tidak tahu kalau aku disini menjaga dirimu yang terluka.
Aku akan selalu menjaga hatimu dan melindungi dirimu disaat semua orang menyakitimu. Aku selalu ada untuk kamu cari, tapi kamu tidak mencariku. Kamu hanya menuggu aku datang disaat waktunya tiba.
Aku akan datang jika sudah waktunya, tunggulah pangeran bayangan ini datang menjemput hatimu yang terluka. Hingga saat itu tiba tolong tetap tersenyum untuk diriku. Senyummu itu selalu membuat hatiku ingin memeluk dirimu, tapi aku menahan rasa nafsuku sebelum ku halalkan dirimu.
Tunggulah sampai waktu tiu tiba, aku akan datang menjemput dirimu. Jadi jangan pernah kamu meninggalkan aku sendirian dilaut kehidupan yang sunyi ini. Kamu harus sembuh dari penyakit yang kamu derita aku akan selalu mendampingi dirimu.
Hati bunga yang sudah melepas karena rasa sakit yang ia derita mulai merasakan ketenangan. Seperti cahaya putih datang menghampirinya memberinya kekuatan untuk bertahan hidup. “Siapakah dirimu?,” Ucap Bunga yang
berbaring di ruang pasien.
Tapi dia tidak menjawab apa-apa hanya mencium kening bunga yang berbaring lemas di tempat tidur tidak berdaya. Malam yang panjang dan dingin kini ada kehangatan dari seorang yang ia tidak ketahui. Panjang dan melelahkan ia lalui di tempat tidur, ia harus merasakan kegelapan hati dan terdiam menutup mata untuk tiga hari tanpa melihat apa-apa. Karena dia sedang dalam keadaan koma, karena derita yang ia peroleh.
Rasa sakit yang ia dapatkan karena ucapan dari teman yang sudah ia percayai, tapi berbalik menyakitinya. Di malam setelah kepergian bunga temannya hanya terdiam, Hingga ada salah satu temannya berkata,”apa kita
terlalu berlebihan mengatakan itu kepada bunga.”
Dan teman yang lain berkata,”Apa yang salah dari kata kita memang benarkan kita terlalu malam mengerjakan tugas ini hingga larut malam.”
“Tapi bukankah ini juga salah kita juga karena kita mengubah pertemuannya. Jika kita tidak mengubah pertemuannya mungkin kita akan cepat selesai,”kata Wakil.
“Kenapa kamu membela bunga, bukannya kamu juga setuju kalau kita pindah teman,”ucap Mei.
“Sudahlah, jangan ribut lagi bagaimana kalau kita minta maaf pada bunga,”ucap Le.
__ADS_1
“Itu benar,”ucap Re.
Dan semuanya sepakat untuk minta maaf pada bunga. Setelah wakil memberi tahukan kalau ada pertemuan kedua lagi untuk evaluasi. Tapi disaat yang sama bunga tidak membuka ponselnya karena dia dalam keadaan koma berbaring di rumah sakit.
Tanpa sepengetahuan bunga pangeran bayangan menonaktifkan ponsel bunga agar bunga bisa istirahat dan memulai pemulihan keadaan tubuhnya.Sementara temannya yang sudah pulang ke tempat masing-masing selalu
melihat chat grup apa ada balasan dari bunga atau tidak. Hingga akhirnya Mei berkata dalam chat grup,” Bagaimana ini jadi ketemuan tidak. Sementara bunga tidak melihat pesannya.”
Semuanya hanya terdiam tanpa berkata hanya melihat chat dari Mei. Sore menjelang,”Bagaimana kalau kita menuggu sampai bunga membaca pesanya baru kita musyawarah lagi,”ucap Le.
Dan semuanya setuju dengan usulan Le untuk menuggu.Tiga hari telah berlalu bunga tidak membaca chatnya. Ada beberapa teman yang berpikir aneh kalau bunga marah dengan kita dan tidak ingin membaca chatnya. Karena perkataan itu mereka semua merasa kalau kita diabaikan setelah satu bulan bersama. Dalam pikiran
merekapun muncul pikiran negatif untuk mengucilkan bunga dan juga mengabaikan kecuali Le dan Re mereka tetap berpikir positif.
Sementara ditempat bunga berada, ia baru saja sadar dari komanya. Saat ia terbangun di melihat bayangan yang muncul dan keluar dari ruang ia berada. Tidak selang lama dokter dan suster yang merawatnya datang dan
melihat kondisi bunga.
Bunga hanya tersenyum tipis,”Aku baik-baik saja.”
“Kamu beruntung, jika kamu terlambat sedikit saja mungkin kamu akan pergi dari tempat ini,”kata dokter.
“Memang apa yang terjadi dokter dengan tubuhku,”kata Bunga.
“Kamu sudah saya peringatkan waktu itu, untuk tidak keluar rumah malam-malam. Jika kamu sudah batuk berdarah itu kamu harus ke rumah sakit. Tapi kamu kemana..,”kata dokter yang marah kepada bunga.
Bunga hanya tersenyum tanpa penyesalan,” Minta maaf dokter, waktu itu keadaan terdesak harus mengerjakan laporan akhir. Jadi aku paksakan tubuhku untuk bekerja. Sekali lagi maaf ya dokter.”
“Lain kali jangan diulangi lagi. Apa kamu mengerti?,”kata dokter.
“Siap dokter aku mengerti. Tidak akan aku ulangi lagi,”ucap bunga.
__ADS_1
“Maaf dokter ingin bertanya,”kata bunga.
“Apa yang ingin kamu tanyakan,”ucap Dokter.
“Tadi sebelum dokter dan suster datang. Apa ada orang lain yang datang kesini,”kata Bunga.
Suster dan dokter saling menatap tidak ingin bunga tahu kalau ada yang datang menjaga dia. Karena pemuda tadi berpesan kepada suster dan dokter untuk menyembunyikan keberadaannya.
“Tidak ada yang datang,”kata suster.
“Tidak ada ya,”ucap bunga.
Setelah percakapan itu selesai bunga mulai diperiksa keadaan tubuhnya. Tidak menuggu lama, hasil dari pemeriksaan kalau keadaan bunga sudah mulai stabil. Tapi harus di rawat untuk beberapa hari di rumah sakit untuk ditindak lanjutkan lagi yaitu kemoterapi.
Bunga hanya mengangguk kepala saja untuk keadaan yang diterima tubuh bunga. Dengan tetap tabah bunga menjalani hari-harinya penuh rasa sakit dan derita tapi ia tetap teguh pendiriannya untuk tetap sehat gara
orang tuanya tidak sedih. Walaupun kedua orang tua bunga tidak tahu kalau ia berada di rumah sakit, saat ini.
Disela memulihkan kondisi tubuhnya bunga kepikiran tentang bayangan dan sosok laki-laki yang datang melihatnya. Ia selalu berpikir siapa orang itu? Apa aku mengenal orang itu?. Yang penting itu bukan salah satu dari
teman satu unitku.
“Aku belum memeriksa ponselku,”ucap bunga yang mencari ponselnya tapi tidak menemukannya.
“Dimana suster dan dokter menyimpan ponselku ya,”ucap bunga dengan pelan.
“Apa aku perlu bertanya kepada suster ya nanti,”kata Bunga.
Karena bosen bunga membaca buku yang ada diatas meja, untuk mengurangi rasa bosennya. Sampai ia mendengar suara pintu terbuka dan ia melihat ke arah pintu dan ternyata yang ia lihat adalah
sosok berbaju putih dan membawa gerobak luncur
__ADS_1