
Hari itu setelah mereka kembali dari cafe Ilham dan John di ikuti beberapa orang yang mengharuskan keduanya menunda untuk kembali bertemu dengan adiknya. “Mereka masih ada,”kata John.
“Apa mereka anak buah Petra?,”kata Ilham.
“Tidak tahu,”ucap John yang melihat beberapa buku di rak.
“Kamu itu saat diajak bicara serius, kalau ada buku di depan selalu saja diabaikan omonganku,”kata Ilham yang berjalan di rak lain untuk mencari buku yang mungkin disukai oleh adiknya.
John melihat kearah kakaknya dan berkata,”Pasti ngambek.”
Ilham yang melihat satu rak mencari buku yang menarik untuk adiknya tapi tidak menemukan
apa-apa. Jika Ilham berpikir,”Bukannya adik sudah memiliki semuanya. Yang dia
belum punya apa ya?.”
John menghampiri kakaknya yang melihat kebinggunan mencari buku untuk adik. “Perluh
aku bantu kak,”ucap John dari belang.
“Tidak aku hanya merasa kalau buku tidak terlalu penting karena dia sudah memiliki semuanya. Apa yang dia belum punya untuk diberikan,”kata Ilham.
“Apa yang dikatakan kakak ada benarnya juga,”ucap John yang ikut memikirkan kembali apa
yang akan diberikan.
“Tunggu dulu, kamu sudah nemu buku untuk kamu sendiri,”kata Ilham.
“Belum ada jadi aku memesannya kepada pelayan toko,”kata John.
“Jika sudah selesai ayo kembali,”kata Ilham.
“Ok. Kebetulan mereka tidak ada lagi,”kata John.
“Apa kamu yakin, mungkin saja mereka bersembunyi,”ucap Ilham.
Cukup lama mereka mengawasi gerak-gerik Ilham dan John yang ada didalam toko. Tapi mereka
belum keluar juga yang membuat orang yang mengawasinya mengendorkan kewaspadaan
mereka. “Aku rasa mereka hanya orang biasa,”kata mata Mawar.
“Jangan mengambil kesimpulan yang tidak pasti,”kata ketua mata.
Hingga mereka dihadang oleh anak buah Ilham yang sudah siap pada posisi. “Sedang apa
kalian disini,”kata Reno dengan wajah dingin.
Dua mata-mata tersebut tidak menyadari kehadiran Reno dan Reza yang juga mengawasi
mereka dari jauh. “Siapa kalian?,”kata mata.
“Bukannya aku yang harusnya menayakan siapa kalian. Untuk apa mengawasi bos kami,”ucap Reza.
“Sudahlah bawa saja mereka ke kandang harimau untuk di selidiki identitas mereka berempat,”ucap Reno.
“Mau membawa kami jangan ber...,”kata Mata yang belum selesai karena mendapatkan pukulan
dileher belang.
“Kamu bicara apa barusan,”kata Reza yang tersenyum.
Semua mata-mata yang mengawasi Bos mereka sudah diatasi.Reno memberitahukan kepada
__ADS_1
Ilham kalau mata-mata sudah ditangani dengan bersih. Barulah mereka keluar toko dan kembali menuju ketempat adiknya berada.
Tanpa mereka duga saat mereka sampai didepan Toko Rinta Hitam ada mobil hitam yang selalu
dipakai oleh Petra. “Bukannya itu mobil Petra,”ucap Ilham.
“Itu memang mobilnya. Lihat ke dalam itu,”kata John sambil menuju ke arah jendela.
Ilham dan John masuk ke dalam tanpa diketahui oleh Petra yang sedang duduk melihat pesanan
barang. “Apa yang kamu lakukan disini,”kata Ilham dari belakang.
Petra menoleh dan tersenyum,”Seharusnya aku yang menayakan kenapa kalian ada disini. Apa yang kalian cari,”kata Petra.
Ilham dan John saling memandang. “Kami ingin bertemu dengan pemilik toko. Kenapa?,”kata
John.
“Apa kalian akan menjalankan bisnis peralatan?,”kata Petra.
“Belum tentu hanya ingin berdiskusi biasa saja. Tidak semua harus aku katakan bukan,”kata
John.
“Kenapa kalian begitu serius. Aku disini hanya mau memesan barang saja,”kata Petra yang
basa-basi.
Pemilik toko keluar dan menyapa Ilham dan John yang berada di tempat duduk. “Anda sudah
datang,”kata Riri pemilik toko.
“Iya bagaimana syarat yang sudah ajukan. Kalian terima atau tidak,”kata Ilham.
“Bagaimana jika kita membahas lain kali saja. Aku harus keluar hari ini, tidak tahu kenapa toko yang ada di negara J mengalami masalah. Apa tidak masalah jika kita tunda dulu untuk bisnisnya,”kata Riri.
“Kenapa kalian menyembunyikan Bunga dariku,”ucap Petra yang tidak basa-basi lagi.
“Menyembunyikan siapa,”kata John.
“Jangan kalian bisa membohongiku. Aku tahu kalau kalian kesini dengan Bunga,”ucap Petra.
Ilham dan John menoleh satu sama lain. “Mana buktinya jika kami menyembunyikan adik
kami,”kata Ilham.
“Kalian ingin bukti. Ini,”ucap Petra sambil melemparkan foto dan lembaran sisi kamer
yang ada di negara M.
“Apa kalian ingin menyangkal lagi,”kata Petra.
Mereka berdua hanya bisa menghela nafas,”Kita cari tempat duduk bagaimana?”
Ilham dan John berjalan menuju kedai makan yang ada didepan mereka. “Kamu ingin tahu apa?,”kata Ilham.
“Aku hanya ingin bertemu dengan Bunga. Dimana dia sekarang,”kata Petra.
“Jika dia tidak ingin bertemu dengan kamu.Apa yang ingin kamu lakukan?,”kata Ilham.
“Apa maksud kamu dia tidak ingin bertemu denganku,”kata Petra. “Kenapa?,”ucapnya lagi.
“Kamu bertanya kenapa. Bukannya itu adalah salah kamu sendiri,”kata Ilham.
__ADS_1
“Minumlah dulu,”ucap John.
“Apa ini karena pertunanganku dangan Mawar,”kata Petra dengan suara pelan.
“Jika kamu sudah tahu. Pikirkan lagi sebab akibat yang kamu buat, jangan pernah bisa bertemu dengan adikku untuk selamanya,”kata Ilham.
“Jika kamu belum bisa menyelesaikan urusan keluarga kamu,”kata John sambil menikmati
makanan dan minumannya.
“Aku sudah bilang kepada kalian kalau aku hanya drama dengan Mawar,”kata Petra.
Ilham dan John menggelengkan kepalanya karena tidak percaya dengan ucapan Petra yang
penuh dengan janji manis. “Kami tidak bisa mengatakannya,”kata Ilham dengan
santai.
“Kenapa tidak bisa,”kata Petra yang marah.
Ilham dan John membayar makanannya dan pergi meninggalkan Petra yang masih termenung.
Sampai dia lupa kalau Ilham dan John sudah meninggalkan dia sendirian.”Kemana
perginya kedua kakak Bunga,”kata Petra.
“Mereka sudah pergi tidak lama setelah anda terdiam,”kata Pelayan.
“Apa,”ucap Petra. “Mereka meninggalkanku lagi. Awas saja kalau ketemu,”ucap Petra.
“Tuan muda. Baru saja saya mendapatkan kabar kalau Ilham dan John setelah kembali dari cafe
Rose di ikuti beberapa mata suruhan Nona Mawar,”kata sekertaris Jim.
“Aku rasa orang itu tidak sabaran. Temukan mata-mata itu dan bunuh mereka,”ucap Petra.
“Itu tuan, mata-matanya sudah tewas saat kami mencarinya,”kata Sekertaris Jim.
“Siapa yang sudah membunuh mata-mata itu. Apa mungkin anak buah Ilham,”ucap Petra.
“Mungkin saja iya,”kata Sekertaris Jim.
Setelah pertemuan mereka dengan kakak Bunga. Petra selalu mencari keberadaannya tapi
selalu gagal. Ada bayangan yang selalu menggagalkan pertemuannya dengan Bunga.
“Apa bener dia tidak ingin bertemu denganku,”ucap Petra dengan suara kecil saat
perjalan bisnis.
Yang kebetulan saat itu Mawar ada disampingnya yang membuat dia tidak nyaman. “Untuk
apa aku harus pergi denganmu?,”ucap Petra dengan dingin tanpa ekspresi.
“Kenapa kamu begitu. Akukan tunangan kamu. Apa lagi kita juga akan bertemu dengan keluarga
besarku,”kata Mawar dengan manis.
“Jangan terlalu berharap tinggi. Jika sudah saatnya aku akan membatalkan pertunangan
kita,”kata Petra.
“Apa maksud kamu membatalkan pertunangan kita,”kata Mawar.
__ADS_1
Akankah pertunangan Mawar dengan Petra dibatalkan setelah dia bertemu dengan Bunga di
pelelangan yang akan diadakan besok.