Hatimu Dan Hatiku

Hatimu Dan Hatiku
Hari Terlahir Kembali


__ADS_3

Hari itu setelah mereka kembali dari cafe Ilham dan John di ikuti beberapa orang yang mengharuskan keduanya menunda untuk kembali bertemu dengan adiknya. “Mereka masih ada,”kata John.


“Apa mereka anak buah Petra?,”kata Ilham.


“Tidak tahu,”ucap John yang melihat beberapa buku di rak.


“Kamu itu saat diajak bicara serius, kalau ada buku di depan selalu saja diabaikan omonganku,”kata Ilham yang berjalan di rak lain untuk mencari buku yang mungkin disukai oleh adiknya.


John melihat kearah kakaknya dan berkata,”Pasti ngambek.”


Ilham yang melihat satu rak mencari buku yang menarik untuk adiknya tapi tidak menemukan


apa-apa. Jika Ilham berpikir,”Bukannya adik sudah memiliki semuanya. Yang dia


belum punya apa ya?.”


John menghampiri kakaknya yang melihat kebinggunan mencari buku untuk adik. “Perluh


aku bantu kak,”ucap John dari belang.


“Tidak aku hanya merasa kalau buku tidak terlalu penting karena dia sudah memiliki semuanya. Apa yang dia belum punya untuk diberikan,”kata Ilham.


“Apa yang dikatakan kakak ada benarnya juga,”ucap John yang ikut memikirkan kembali apa


yang akan diberikan.


“Tunggu dulu, kamu sudah nemu buku untuk kamu sendiri,”kata Ilham.


“Belum ada jadi aku memesannya kepada pelayan toko,”kata John.


“Jika sudah selesai ayo kembali,”kata Ilham.


“Ok. Kebetulan mereka tidak ada lagi,”kata John.


“Apa kamu yakin, mungkin saja mereka bersembunyi,”ucap Ilham.


Cukup lama mereka mengawasi gerak-gerik Ilham dan John yang ada didalam toko. Tapi mereka


belum keluar juga yang membuat orang yang mengawasinya mengendorkan kewaspadaan


mereka. “Aku rasa mereka hanya orang biasa,”kata mata Mawar.


“Jangan mengambil kesimpulan yang tidak pasti,”kata ketua mata.


Hingga mereka dihadang oleh anak buah Ilham yang sudah siap pada posisi. “Sedang apa


kalian disini,”kata Reno dengan wajah dingin.


Dua mata-mata tersebut tidak menyadari kehadiran Reno dan Reza yang juga mengawasi


mereka dari jauh. “Siapa kalian?,”kata mata.


“Bukannya aku yang harusnya menayakan siapa kalian. Untuk apa mengawasi bos kami,”ucap Reza.


“Sudahlah bawa saja mereka ke kandang harimau untuk di selidiki identitas mereka berempat,”ucap Reno.


“Mau membawa kami jangan ber...,”kata Mata yang belum selesai karena mendapatkan pukulan


dileher belang.


“Kamu bicara apa barusan,”kata Reza yang tersenyum.


Semua mata-mata yang mengawasi Bos mereka sudah diatasi.Reno memberitahukan kepada

__ADS_1


Ilham kalau mata-mata sudah ditangani dengan bersih. Barulah mereka keluar toko dan kembali menuju ketempat adiknya berada.


Tanpa mereka duga saat mereka sampai didepan Toko Rinta Hitam ada mobil hitam yang selalu


dipakai oleh Petra. “Bukannya itu mobil Petra,”ucap Ilham.


“Itu memang mobilnya. Lihat ke dalam itu,”kata John sambil menuju ke arah jendela.


Ilham dan John masuk ke dalam tanpa diketahui oleh Petra yang sedang duduk melihat pesanan


barang. “Apa yang kamu lakukan disini,”kata Ilham dari belakang.


Petra menoleh dan tersenyum,”Seharusnya aku yang menayakan kenapa kalian ada disini.  Apa yang kalian cari,”kata Petra.


Ilham dan John saling memandang. “Kami ingin bertemu dengan pemilik toko. Kenapa?,”kata


John.


“Apa kalian akan menjalankan bisnis peralatan?,”kata Petra.


“Belum tentu hanya ingin berdiskusi biasa saja. Tidak semua harus aku katakan bukan,”kata


John.


“Kenapa kalian begitu serius. Aku disini hanya mau memesan barang saja,”kata Petra yang


basa-basi.


Pemilik toko keluar dan menyapa Ilham dan John yang berada di tempat duduk. “Anda sudah


datang,”kata Riri pemilik toko.


“Iya bagaimana syarat yang sudah ajukan. Kalian terima atau tidak,”kata Ilham.


“Bagaimana jika kita membahas lain kali saja. Aku harus keluar hari ini, tidak tahu kenapa toko yang ada di negara J mengalami masalah. Apa tidak masalah jika kita tunda dulu untuk bisnisnya,”kata Riri.


“Kenapa kalian menyembunyikan Bunga dariku,”ucap Petra yang tidak basa-basi lagi.


“Menyembunyikan siapa,”kata John.


“Jangan kalian bisa membohongiku. Aku tahu kalau kalian kesini dengan Bunga,”ucap Petra.


Ilham dan John menoleh satu sama lain. “Mana buktinya jika kami menyembunyikan adik


kami,”kata Ilham.


“Kalian ingin bukti. Ini,”ucap Petra sambil melemparkan foto dan lembaran sisi kamer


yang ada di negara M.


“Apa kalian ingin menyangkal lagi,”kata Petra.


Mereka berdua hanya bisa menghela nafas,”Kita cari tempat duduk bagaimana?”


Ilham dan John berjalan menuju kedai makan yang ada didepan mereka. “Kamu ingin tahu apa?,”kata Ilham.


“Aku hanya ingin bertemu dengan Bunga. Dimana dia sekarang,”kata Petra.


“Jika dia tidak ingin bertemu dengan kamu.Apa yang ingin kamu lakukan?,”kata Ilham.


“Apa maksud kamu dia tidak ingin bertemu denganku,”kata Petra. “Kenapa?,”ucapnya lagi.


“Kamu bertanya kenapa. Bukannya itu adalah salah kamu sendiri,”kata Ilham.

__ADS_1


“Minumlah dulu,”ucap John.


“Apa ini karena pertunanganku dangan Mawar,”kata Petra dengan suara pelan.


“Jika kamu sudah tahu. Pikirkan lagi sebab akibat yang kamu buat, jangan pernah bisa bertemu dengan adikku untuk selamanya,”kata Ilham.


“Jika kamu belum bisa menyelesaikan urusan keluarga kamu,”kata John sambil menikmati


makanan dan minumannya.


“Aku sudah bilang kepada kalian kalau aku hanya drama dengan Mawar,”kata Petra.


Ilham dan John menggelengkan kepalanya karena tidak percaya dengan ucapan Petra yang


penuh dengan janji manis. “Kami tidak bisa mengatakannya,”kata Ilham dengan


santai.


“Kenapa tidak bisa,”kata Petra yang marah.


Ilham dan John membayar makanannya dan pergi meninggalkan Petra yang masih termenung.


Sampai dia lupa kalau Ilham dan John sudah meninggalkan dia sendirian.”Kemana


perginya kedua kakak Bunga,”kata Petra.


“Mereka sudah pergi tidak lama setelah anda terdiam,”kata Pelayan.


“Apa,”ucap Petra. “Mereka meninggalkanku lagi. Awas saja kalau ketemu,”ucap Petra.


“Tuan muda. Baru saja saya mendapatkan kabar kalau Ilham dan John setelah kembali dari cafe


Rose di ikuti beberapa mata suruhan Nona Mawar,”kata sekertaris Jim.


“Aku rasa orang itu tidak sabaran. Temukan mata-mata itu dan bunuh mereka,”ucap Petra.


“Itu tuan, mata-matanya sudah tewas saat kami mencarinya,”kata Sekertaris Jim.


“Siapa yang sudah membunuh mata-mata itu. Apa mungkin anak buah Ilham,”ucap Petra.


“Mungkin saja iya,”kata Sekertaris Jim.


Setelah pertemuan mereka dengan kakak Bunga. Petra selalu mencari keberadaannya tapi


selalu gagal. Ada bayangan yang selalu menggagalkan pertemuannya dengan Bunga.


“Apa bener dia tidak ingin bertemu denganku,”ucap Petra dengan suara kecil saat


perjalan bisnis.


Yang kebetulan saat itu Mawar ada disampingnya yang membuat dia tidak nyaman. “Untuk


apa aku harus pergi denganmu?,”ucap Petra dengan dingin tanpa ekspresi.


“Kenapa kamu begitu. Akukan tunangan kamu. Apa lagi kita juga akan bertemu dengan keluarga


besarku,”kata Mawar dengan manis.


“Jangan terlalu berharap tinggi. Jika sudah saatnya aku akan membatalkan pertunangan


kita,”kata Petra.


“Apa maksud kamu membatalkan pertunangan kita,”kata Mawar.

__ADS_1


Akankah pertunangan Mawar dengan Petra dibatalkan setelah dia bertemu dengan Bunga di


pelelangan yang akan diadakan besok.


__ADS_2