Hatimu Dan Hatiku

Hatimu Dan Hatiku
Pelelangan kedua


__ADS_3

John membuat panggilan untuk ayah dan ibunya, tidak lama menuggu ayahnya mengangkat teleponnya. “Halo ayah,”kata John.


“Halo ada ada apa?,”kat ayahnya.


“Ada kabar baik dari adik sekarang,”ucap John.


“Kabar apa apa adik kamu baik-baik saja,”kata ayahnya. Ibunya yang ada disampaing terkejut saat menyebut putrinya dan berkata kepada ayahnya,”Ada apa dengan putri kita sayang?.”


“Ayah akan speek teleponnya,”ucap Ayah.


“Adik baik-baik saja sekarang dia ada disini. Disamping kami berdua,”kata John.


“Asalamu’alaikum ayah Ibu ini Bunga,”kata Bunga.


“Putriku,”kata Ibu.


“Bagaimana kabar kamu apa baik-baik saja?,”kata Ayah.


“Bunga baik-baik saja sekarang aku ada kabat baik untuk ibu dan ayah soal penyakitku,”kata Bunga.


“Kabar baik apa,”ucap Ibu yang tidak sabar.


“Sekarang putri kamu sudah tidak memiliki beban penyakit. Sudah sembut total, aku tidak mengidam penyakit kanker hti lagi. Aku sudah sembut tottal ayah ibu,”ucap Bunga yang berlinang air mata karena bahagia.


“Apa itu benar Bunga,”ucap ayahnya yang tidak percaya.


“Iya yah, aku sudah sembut seperti biasa lagi,”kata Bunga.


“Apa yang dikatakan adik itu benar ayah ibu. Bunga sekarang sudah sembut total,”kata Ilham.


“Syukurlah,”ucap Ibunya yang bahagia bersama ayah.


“Sekarang kalian ada dimana. Kenapa tidak kembali jika kalian sudah menemukan adik kalian,”kata Ayah.


“Itu ayah adik ingin jalan-jalan dulu sebelum pulang,”kata Ilham.


“Kami sekarang ada di negara M,”kata John.


“Ya sudah, jaga adik kalian dengan baik. Apa kalian berdua mengerti, bawa adik kalian pulang bertemu kami dengan selamat itu tugas kalian,”ucap ayah.


“Kami mengerti,”ucap Ilham.

__ADS_1


Tidak setelah memberitahu kedua orang tuanya. Bunga kembali menikmati jalan setapak yang penuh dengan tanaman yang cantik dan indah. Kakaknya yang selalu menemaninya disampingnya selalu berjaga dan mewaspadai setaip gerakkan. Tapi tidak lupa menikmati keindahan tamanan yang ada.


Di tempat lain Petra yang menuju taman Bunga dengan melajunya mobil yang dikendarai oleh sekertaris Jim. Samapi pada tujuan dengan selamat, Petra keluar dari mobil dan berjalan menuju pintu masuk taman Bunga.


Tapi tidak disangka dia bertemu dengan Karin yang kebetulan sedang berkunjung di taman itu. Karin melihat kak Petra dan memanggilnya,”kak Petra sedang apa kamu disini.”


“Itu bukan urusan kamu,”ucap Petra yang berjalan melewatinya dan masuk kedalam taman Bunga mencari sosok gadis yang dicari.


Petra berjalan menyusuri setiap taman dan mencari sosok gadis yang selama ini dia tunggu dan dinantikan untuk mengisi hatinya yang sudah lama tertutup. Gadis yang selalu membuat harinya bahagia dengan senyumnya yang manis.


Karin yang merasa aneh dengan sikap kak Petra mengikutinya dari belakang. Hingga kak Petra berhenti disatu jalan dan menatap ke arah taman yang lain. Karin yang penasaran apa yang dilihat kak Petra melihat ke arah yang


dituju oleh Petra. Dia terkejut melihat sosok gadis yang merasa orang itu tidak asing baginya, seperti pernah melihatnya. Karin berpikir kembali mengingat beberapa kejadian saat bersama kak Petra dan terlintas nama Bunga gadis penyakit yang disukai kak Petra. “Apa benar itu Bunga,”ucap Karin.


“Aku harus menghubungi Mawar kabar buruk ini,”kata Karin.


“Siapa yang ingin kamu kabari gadis kecil,”kata Jeri yang kebetulan memiliki tugas jaga hari itu.


“Siapa kamu,”ucap Karin yang terkejut karena datangnya pemuda yang tidak dikenal.


“Itu bukan urusan kamu. Aku hanya bertanya siapa yang ingin kamu hubungi,”kata Jeri dengan tajam.


“Apa yang kamu inginkan,”kata Karin yang mulai takut dan memanggil kak Petra. Tapi kak Petra tidak menghiraukan panggilan Karin.


Karena ketakutan Karin mencoba untuk melarikan diri tapi dia dihadang oleh Jeri. Jeri yang tidak bisa diam menarik Karin dan membawanya keluar taman untuk di intograsi oleh Jeri.


Sedangkan Petra yang melihat Bunga dari jauh merasa bahagia bisa melihat senyum yang selama ini dia tunggu.”Akhirnya aku bisa melihat kamu lagi Bunga. Aku merindukan dirimu,”ucap Petra dalam hati kecilnya.


“Tuan kenapa tidak menghampiri mereka saja. Biar hati tuan bisa tenang saat bertemu dengan Nona Bunga,”ucak sekertris Jim.


“Tidak saat ini, nanti malam aku bisa bertemu dengan dia lagi,”ucap Petra yang melihat Bunga dengan penuh senyuman bahagia.


Sementara Ilham yang melihat Petra dari jauh memberitahukan kepada adiknya,”Dik lihat itu ada Petra. Apa kamu mau menyapanya,”ucap Ilham.


“Tidak kakak. Biarkan dia dulu yang menyapa,”kata Bunga.


“Itu pilihan yang bagus,’kata John.


“Tapi tidak hanya ada Petra saja tadi aku juga melihat Karin dibelakangnya. Tapi sekarang tidak ada,”ucap Ilham.


“Siapa itu Karin,”kata Bunga yang tidak tahu.

__ADS_1


“Karin adalah gadis yang sudah menolok Petra saat kecelakaan. Dia juga orang yang pernah datang ke rumah sakit saat kamu sakit dulu,”kata John.


“Apa waktu itu saat aku dibawa oleh Reona ke pulau,”kata Bunga.


“Iya,”ucap Ilham.


Bunga yang pura tidak melihat Petra tetap menikmati tanaman yang ada disekelilingnya. Hingga Petra pergi tanpa menyapa Bunga. “Dia tidak menyapa kamu, setelah melihat kamu,”kata John. Bunga hanya tersenyum dan


melihat kak Ilham yang masih memikirkan sesuatu. “Apa yang kakak pikirkan,”kata Bunga.


“Aku hanya memikirkan kemana Karin pergi,”ucap Ilham.


“Mungkin saja dibawa Jeri,”ucap Bunga.


“Jeri. Apa maksud kamu dik,”kata Ilham.


“Itu kak, hari ini ada tugas jaga Jeri. Setiap tahun  setiap hari ada tugas jaga dari tentara bayaran untuk melindungiku. Yang kebetulan hari ini adalah tugas piket Jeri,”kata Bunga.


“Maksud kamu Karin dibawa oleh Jeri untuk di intograsi begitu maksud kamu,”kata Ilham.


“Iya mungkin,”ucap Bunga.


“Tapi bagaimana bisa,”kata Ilham.”Ya bisa saja karena dia memiliki tingkat kewaspadaan tinggi dengan melihat gerak-gerik orang,”kata Bunga.


“Jadi seprti itu, jika itu dia aku tidak akan memperdulikannya. Karena dia menjaga kamu,”kata Ilham.


“Tunggu dulu. Kata kamu ada tugas tentara bayaran untuk mengawasi kamu 24 jam setiap harinya bergitu,”kata John.


Bunga menganggukan kepalanya. “Kenapa kak,”kata Bunga.


“Jika kamu dijaga kenapa mereka tidak melindungi kamu saat serangan datang dari musuh Petra,”kata John.


“Itu karena ada batasan mereka akan menjaga diriku. Selama aku tidak melihat mereka bertindak aku tidak akan melarangnya. Tapi sebaliknya jika mereka bertindak di depanku mereka akan dihukum,”kata Bunga.


“Kenapa?kata John.


“Karena aku tidak ingin orang lain tahu akan kedudukan dan kekuasaan yang aku miliki kak,”kata Bunga.”Jadi seperti itu,”ucap John.


Setelah beberapa lama mereka berjalan di taman yang indah. “Apa kamu mau istirahat disana sambil memilih beberapa bibit tamanan yang mungkin bisa di taman di rumah nanti,”ucap Ilham.


“Boleh itu kak. Tapi kita cari makan dulu sebelum melihat bibit tanaman,”kata Bunga. “Ayo kita cari makan sebelum mencari bibit,”ucap John.

__ADS_1


“Bagaimana jika kita kesana ada tempat duduk untuk istirahat sambil memesan makan,”kata John.


Mereka berjalan menuju tempat duduk yang ditunjuk oleh Kak John. Tidak lama mereka menuggu makan akan datang mereka saling mengorbon satu sama lain. Sampai makan datang dan mereka menikmati makan yang sudah disediakan, setelah selesai makan Bunga dan kedua kakaknya melohat bibit tanaman untuk dibawa pulang.


__ADS_2