
Bunga yang mendengar suara tidak asing mendatangi ke arah suara tersebut sebelum dia hadang oleh Petra. Saat itu Petra merasa binggung dengan Bunga hingga dia bertanya,”Kemana kamu akan pergi Bunga?.”
Tapi Bunga tidak menjawab ucapan Petra tetap berjalan ke arah suara tersebut. karena khawatir Petra memegang tangan Bunga hingga dia tersadar kalau Petra memanggil namanya. “Bunga kamu mau kemana?,”kata Petra.
Bunga langsung menoleh dan melihat kearah Petra. “Maaf kenapa Petra?,”ucap Bunga yang binggung. "Aku bertanya kemana kamu mau pergi? Kenapa kamu tidak menjawabku,”ucap Petra yang masih memegang tangan
Bunga. “Aku ingin kesana,”ucap Bunga sambil menuju kearah rak buku yang ada didepannya.
“Ayo kita pergi bersama,”kata Petra yang menggandeng tangan Bunga sambil berjalan disampingnya. Bunga hanya mengikutinya saja, hingga dia berkata. “Apa tadi aku terlihat aneh ya,”ucap Bunga sambil menudukan kepala.
“Iya kamu seperti orang lain yang tidak menjawab ucapanku,”ucap Petra.
“Apa yang terjadi denganmu,”kata Petra yang khawatir. “Aku tidak tahu. Aku seperti mendengar suara yang tidak asing di rak buku sebelah sana,”kata Bunga.
“Suara! Apa?,”kata Petra yang tidang mendengar suara aneh hanya suara orang disekelilingnya saja tidaka ada yang aneh.
“Aku tidak tahu suara apa itu. karena itu aku ingin memastikannya,”ucap Bunga yang melihat satu demi satu buku yang ada di rak yang ia lihat tadi asal suara tersebut.
“Apa kamu menemukan sesuatu?,”ucap Petra. Bunga hany menggelengkan kepalanya, karena belum menemukan sesuatau.
Satu jam Bunga melihat rak buku dia melihat satu buku yang membuat dia tertarik. Karena penasaran dia mengambil buku tersebut dan membukanya perlahan. Saat dia membuka buku satu persatu dia terkejut kalau buku
itu tidak seharusnya ada di toko ini. Setelah berpikir lama dia melihat kearah sekeliling dia. Petra yang disamping Bunga merasa wajah Bunga pucat. Karena khawatir dia bertanya,”Kamu tidak apa-apa?”
Bunga dengan tersenyu hanya mengatakan,”Tidak apa-apa.”
__ADS_1
“Apa kamu berbohong,”ucap Petra yang tahu kalau Bunga berbohong kalau dirinya baik-baik saja.
Bunga menghela nafas baru dia berkata,”Tempa ini berbahaya.”
Petra yang mendengar ucapan Bunga merasa binggu. “Berbahaya, apanya?,”kata Petra untuk memperjelas suasana toko buku.
“Aku tidak bisa menjelaskan sekarang. Aku meminta tolong kepada kamu untuk mengevakuasi semua orang yang ada di dalam toko ini,”kata Bunga yang pergi mencari sumber masalah.
“Tunggu dulu Bunga. Kamu mau kemana?,”kata Petra yang masih memengan tangan Bunga.
“Aku akan menjelaskan nanti. Sekarang aku harus mencari sumber masalah itu agar tidak ada korban,”kata Bunga yang terdesak.
Petra yang ditinggal Bunga menghilang dari pandangannya. Setelah apa yang didengar dia menghubungi sekertarisnya untuk mengevakuasi toko yang dia kunjungi. Setelah semua pengunjung keluar Petra mencari Bunga tapi dia tidak menemukan dia. Hingga dia dihampiri Sekertaris Jim. “Tuan semua orang sudah di evakuasi,”kata sekertaris Jim. Sekertaris Jim yang datang melihat tuannya berwajah pucat dan tidak melihat nona Bunga. “Dimana nona Bunga berada tuan, bukanya ada sekarang bersama dia,”kata Sekertaris Jim.
“Aku tidak tahu dimana dia. Aku tidak menemukannya dia,”ucap Petra yang khawatir. Hingga kedua kakak Bunga datang. “Dimana adikku,”ucap Ilham.
“Cari mereka. Apa maksud kamu?,”kata Petra yang tidak paham dengan suasana yang ada.
“Kamu akan tahu nanti,”ucap Ilham.
Sementara sebelum semua di evakaluasi Bunga masih mencari sumber masalah kenapa buku kuno itu ada di toko tersebut. Hingga dia meliaht satu bayangan yang tidak harusnya dia ada di tempat ini. Bunga menghampiri bayangan itu. “Apa itu ulah kamu Jeck,”ucap Bunga di belakangnya. Jeck menoleh kearah suara dan tersenyum melihat Bunga ada di belakangnya. “Bagaimana kamu ada disini Bunga,”kata Jeck.
“Itu bukan urusan kamu bagaimana aku bisa ada disini. Yang aku tanyakan apa ini ulah kamu,”kata Bunga sambil memperlihatkan buku yang dia pegang. Jeck hanya tersenyum,”Buku itu. Apa maksud kamu?”
“Jadi kamu tidak ingin mengatakannya,”kata Bunga sambil tersenyum. Jeck hanya terdiam hingga dia berkata,”Lihat itu.”
__ADS_1
Bunga hanya melihat kearah jari Jeck menuju dan melihat Alex bersama Tomas. Bunga hanya berkata,”Apa maksud kamu, pacar kamu berselingku denga dia. Oleh karena itu kamu menaruh buku ini di rak toko ini agar musuh selingkuhan pacar kamu tercebak.”
Jeck hanya melihat Bunga setelah dia berkata seperti itu dan tertawa terbahak-bahak.
“Seperti biasa kamu tahu apa yang aku pikirkan,”kata Jeck.
Bunga hanya menghela nafas dan menampar Jeck karena kesal. “Kenapa kamu menamparku,”kata Jeck. “Karena kamu salah. Sekarang berbaiki semua yang telah kamu lakukan sekarang. Jika tidak kamu tahu akibatnya bukan,”kata Bunga dengan senyum licik.
“Mustahil bisa kembali,”kata Jeck. “Kenapa mustahil, bukannya itu kamu yang melakukannya. Korbankan nyawa kamu untuk memperbaikinya sekarang,”kata Bunga dengan wajah tajam.
“Kamu ingin aku mengorbankan nyawaku hanya untuk orang yang tidak aku kenal. Jangan berharap,”ucap Jeck.
“Jika kamu tidak mau aku tidak akan memaksa,”kata Bunga yang memalikan wajanya kalau anak buahnya sudha ada di tempat. “Kalian yang urus disini aku akan menyegel buku ini sekarang,”kata Bunga.
“Kamu harus berhati-hati jangan memaksa dirimu,”ucap Tero. Bunga hanya tersenyum dan berjalan menuju ke lantai bahwah dimana buku di simpan. Setelah sampai di tempat Bunga membaca buku satu demi satu dengan
menyatukan jiwa dirinya dan jiwa si penulis untuk membuat suasana kembali seperti semula. Satu jam telah berlalu Bunga sudah menyelesaikan tugasnya dan suasana libgkungan toko berubah menjadi toko yang rusak dengan berbagai tanaman merambat. Ilham, John, Petra dan semua orang yang ada di tempat terkejut dengan suasana toko yang berubah dratis. “Apa yang terjadi ditempat ini,”kata Petra yang tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
“Mungkin itu karena buku kuno tempat ini seperti ini,”ucap John yang masih mecari Bunga. Tapi dia tidak menemukan apa-apa. “Apa maksud kamu?,”kata Petra. “Karena buku kuno yang tidak seharusnya ada di tempat ini. Ada sejarah yang mengatakan kalau ada buku kuno yang berjiwa hitam yang akan membuat suasana tempat menjadi miliki buku tersebut. Itu yang aku ketahui,”kata John menjelaskan.
“Apa kamu sudah menemukan keberadaan Bunga,”kata Ilham. John hanya menggelengkan kepalanya. “Ayo kita berpencar mencari Bunga sekarang,”kata Petra yang tambah khawatir dengan keadaannya.
Sebelum mereka berpencar mencari Bunga. Dia muncul dengan membawa buku kunonya. John yang bisa merasakan jiwa buku melihat adiknya membawa buku tersebut. “Itu adik kak,”kata John sambil menuju kearah Bunga berjalan. Saat John mengatakan itu Petra langsung berlari menuju kearah Bunga dan memeluknya. “Apa kamu terluka?,”kata Petra.
Bunga menggelengkan kepalanya yang memberitahukan kalau dia baik-baik saja. Bunga yang melihat kakaknya ada di tempat langsung bertanya,”Kenapa kakak ada disini?”
__ADS_1
“Kamu bertanya kenapa kami disini,”ucap Ilham. “Karena kamu membuat kami khawatir tahu tidak,”ucap John mengambil buku yang dipegang adiknya.
“Apa buku ini yang menyebabkan semua ini?,”kata John melihat sambil berhati-hati.Bunga menganggukan kepalanya. “Apa kamu tidak terluka,”ucap Ilham. “Tidak aku baik-baik saja.,”kata Bunga.