Hatimu Dan Hatiku

Hatimu Dan Hatiku
Pengakuan kedua


__ADS_3

Hari itu Petra tidak bisa mengatakan yang sebenarnya kepada Bunga. Tapi apakah saat ini dia bisa mengatakannya kepada pujaan hatinya, kalau dia yang menyebabkan Bunga menderita,


“Aku takut untuk mengatakan kepada Bunga. Aku harus bagaimana, untuk berbicara denga dia?,”kata hati Petra yang berkata.


Cerah dan hangat saat itu, Petra yang masih berlum siap untuk mengatakan kepada Bunga masih mencari cara untuk berkata. Hingga kondisi Bunga sudah melewati masa kemoterapi, Petra masih belum mengaku kepada Bunga.


“Tuan, apa yang anda binggungkan?,”ucap sekertaris Jim.


“Bukan apa-apa,”kata Petra.


“Jika tidak terjadi apa-apa kenapa anda masih diluar ruangan dan tidak masuk, seperti orang sakit kepala,”kata sekertaris Jim.


“Aku akan masuk,”kata Petra yang kesal.


Sekertaris Jim yang melihat tuannya ntidak berdaya karena cinta, tidak bisa berkata apa-apa.”Sedang apa kamu diluar sekertaris Jim,”kata John dari belakng.


“Tuan John. Tidak saya hanya akan menuggu tuan muda keluar saja,”ucap Sekertaris Jim.


“Baiklah, jika begitu. Aku masuk dulu,”kata John yang membuka pintunya.


Di dalam ruangan yang sudah ada keluarga Bunga, temannya dan Petra yang asik sedang bercanda gurau untuk menguah suasana yang dingin. Hari itu semua senang dengan berbagai percakapan yang membuat Bunga tidak bosan di rumah sakit.


Waktu itu Bunga yang tidak sadar kalau penyakitnya sudah sampai batasan ia menuggu. Rasa sakit yang ia terima akankah bisa berakhir saat dia mendapatkan pesan dari teman lamanya yang kembali ke negaranya.


“Ada apa Bunga. Kamu kelihatan senang sekali,”kata Le.


“Apa iyakah. Aku merasa biasa-biasa saja kok,”kata Bunga.


“Iyakah tapi aku merasa kamu berbeda saja hari ini, tidak seperti biasa. Apa kamu merasakan tidak nyaman,”kata Le.


Bunga hanya menggelengkan kepala sampai dokter Erik datang untuk meriksa kondisi Bunga. “Maaf apa semua bisa keluar sebentar, saya ingin meriksa kondisi pasien,”ucap Dokter Erik.


Semua orang keluar dari ruangan dan menuggu di depan kamar. “Bagaimana kondisi kamu,”kata dokrer Erik yang menujukan espresi tidak biasa.


“Kenapa dok, apa terjadi sesuatu,”kata Bunga yang sudah tahu kondisinya tidak baik.


“Jangan khawatir dok, temanku baru saja datang dan akan menuju kesini mengantarkan barang,”kata Bunga yang masih tetap tenang.


“Dari kata kamu, kamu tahu kondisi kamu tidak baik,”ucap Dokter Erik.


“Iya aku sudah tahu sejak awal aku mendapatkan kangker hati,”kata Bunga yang tersenyum.

__ADS_1


“Apa kamu juga tahu kalau didalam tubuh kamu terdapat racun yang sangat langkah,”kata Dokter Erik yang baru tahu hasil dianoksa keduanya keluar.


Bunga menganggukan kepalanya. “Kenapa kamu tidak bilang,”kata dokter Erik yang khawatir.


“Racun apa yang ada dalam tubuh kamu, kenapa tidak bisa menemukan penawarnya,”ucap Dokter Erik.


“Dokter akan tahu jika teman lamaku datang. Dia yang akan menjelaskannya kepada anda,”ucap Bunga.


“Tapi untuk sekarang jangan bilang dulu kepada siapa-siapa,”kata Bunga.


Dokter Erik keluar, memegang bahu petra. “Kapan kamu akan bilang kepada Bunga,”kata Erik yang kesal.


Petra yang mendengarkan,”kenapa kamu.”


Dokter Erik pergi meninggalkan tempat dan pergi ke ruang pasien yang lain sednagkan diluar hanya ada petra dan Ilham yang berjaga sedangkan yang lain pergi keluar.


“Kamu ingin masuk,”kata Ilham.


Petra masuk kedalam dengan perasaan gelisa. “Apa yang harus aku katakan nanti di hadapan Bunga,”ucap kata hati Petra.


Petra perlahan masuk ke dalam,”Bagimana kamu?.”


Bunga hanya tersenyum. Petra duduk disampingnya dan terdiam. Bunga yang melihat ekspresi itu hanya bisa menebak, kalau dia ingin mengatakan suatu pengakuan tentang identitasnya. Tapi Bunga tidak mengatakan apa-apa hanya menatap dia saja. Sampai dia berkata,”Bunga..”


“Sebelumnya aki minta maaf jika aku pernah menyakiti kamu,”kata Petra.


“Minta maaf kenapa, aku rasa kamu tidak punya salah apa-apa. Kenapa harus minta maaf,”kata Bunga yang pura-pura  tidak tahu.


“Apa kamu sudah siap dengan apa yang akan aku katakan setelah ini,”kata Petra yang menyiapkan kata-kata untuk menjelaskan kepada Bunga.


Bunga hanya menganggukan kepala tanpa berkata dan mendengarkan pengakuan dari Petra.


“Aku.. adalah putra dari Grup ML. Orang yang mencoba membunuh kamu saat kamu di lar negeri dan tempo hari itu adalah musuhku yang mencari titik kelemahanku. Aku yang membuat kamu menderita selama ini. Maaf baru sekarang aku mengatakannya,”kata Petra yang menundukan kepalanya.


“Jadi itu yang kamu takutkan. Aku tidak marah, tapi aku binggung kenapa aku jadi sasarannya,”kata Bunga yang melihat ke arah Petra.


“Itu karena... Aku menyukaimu,”ucap Petra yang penuh rasa hangat.


Yang membuat Bunga merasa nyaman dengan suasana itu seperti waktu pertama kali aku merasaan hati ini seperti ada getaran yang tidak biasa. Sama saat pertama kali aku pinsan ada pemuda yang menolongku dan memperhatikan aku. Kemudian Bunga terpikir tentang pangeran bayangan yang ia lihat saat di rumah sakit,”Apa dia orangnya?.”


“Apa yang kamu sukai dariku, akukan penyakitan gadis biasa dan tidak mengenal apa-apa,”kata Bunga untuk mencari tahu hati Petra.

__ADS_1


“Kamu tidak marah karena aku membuat kamu menderita,”ucap Petra.


“Aku tidak marah. Terima kasih kamu sudah menjagaku dan telah menyukaiku. Tapi kita belum saling mengenal satu sama lain, sebaiknya kita sahabatan saja dulu bagaimana untuk mengenal satu sama lain agar lebih baik. Untuk musuh kamu bagaimana?,”kata Bunga.


“Aku akan menjega mereka untuk tidak menyentuh sedikitpun tubuh kamu. Jadi kamu jangan khawatir fokuslah pada penyembuhan kamu,”kata Petra.


“Baiklah. Apa kamu sudah merasa lega sekarang karena sudah mengatakan semuanya. Atau masih ada yang tersisa,”kata Bunga.


Petra hanya terdiam dan keluar ruangan karena ia merasa tidak bisa mengatakan lagi. Tubuh dan suasana yang ia rasakan panas dan ingin memeluk dan mencium Bunga. Tapi ia tahan tanpa berkata apa-apa saat ia keluar ruangan.


Bunga yang melihat hanya menatap dia dengan binggung.”Kenapa dia keluar,”kata Bunga.


Tapi saat Petra keluar kak ilham masuk,”kenapa dia?.”


“Aku juga tidak tahu kak,”kata Bunga.


“Apa yang kalian bicarakan tadi,”kata kak Ilham.


“Hanya pengakuan tentang kesalahan. Pasti kak Ilham juga sudah tahu, iyakan,”kata Bunga.


“Dari awal kamu juga sudah tahukan tentang identitas Petra dan siapa orang yang mau membunuh kamu,”kata kak Ilham.


Bunga menghela nafas,”sejak kapan kakak mengawasi gerak gerikku.”


“kamu itu adiku, kakak tahu semuanya. Jangan pernah menyembunyikan dari kakak lagi kamu mengerti,”kata kak ilham yang menatap tajam.


Bunga hanya tersenyum dan terdiam saja. Hingga ayah ibu dan kak John datang masuk ke dalam ruangan. “Apa yang kalian bawa,”kata Bunga.


“Kamu ingin tahu,”kata KakJohn yang menggoda Bunga.


“Apa sih kak, berikan itu pada Bunga. Biar aku bisa makan,”kata Bunga.


“Ambil sendiri,”kata kak John.


Bunga menghampiri kak John yang membawa makan, tapi bunga tidak bisa mengambilnya karena dia tidak tinggi untuk mengambil makananny di atas kepala kak John. Sehingga kak ilham mengmabil makannya,”jangan main-main. Ayo makan.”


“Emang yang terbaik kak ilham,”kata Bunga sambil merangkul tangan kak ilham menuju kasur dan meledek kak John.


Mereka semua makan bersama dengan nikmat hingga ayahnya berkata,”Tadi ayah lihat Petra keluar kamar kamu dengan terburu-buru. Apa yang terjadi?.”


“Kak Petra Cuma bicara biasa. Tapi di tengah pembicaraan dia keluar ruangan, aku tidak tahu kenapa,”kata Bunga.

__ADS_1


Sementara Petra yang keluar ruangan merasa dirinya seprti mendapatkan serangan perasaan,”Bagaimana ini. Kenapa aku keluar akukan belum selesai mengatakan penjelasan kepada dia. Bagaimana jika dia marah?,”kata hati


Petra yang menjerit.


__ADS_2