
Hati Petra yang merasakan sesuatu yang tidak biasa dengan wanita dibelakang Ilham membuat dia terus menatap wanita itu hingga Mawar yang melihat merasa tidak senang. “Kamu kenal dengan wanita itu?,”kata Mawar.
“Tidak,”ucap Petra yang kembali melihat ke pelelangan.
Tanpa disadari Petra kalau Bunga melihat dia dari balik kain. Dengan tersenyum tatapan tajam,”Tidak aku sangka aku akan bertemu dengan dia disini,”ucap Bunga.
Kakaknya yang duduk di depan dia karena tidak ingin ketahuan identitasnya keahuan dia memposisikan dirinya duduk dibelakng kedua kakaknya. “Apa kamu tidak apa-apa, melihat mereka bersama?,”ucap Ilham.
“Tidak untuk apa mengkhawatirkan mereka, lebih baik aku mengkhawatirkan yang ada didepan sana,”ucap Bunga.
Bunga yang kembali fokus untuk pertarung di pelelangan. Hingga barang yang dia cari muncul dimana beberapa orang siap untuk mendapatkan barang yang ada. Titik dimana semua orang perlahan menyingkir yang membuat
Bunga dan beberapa pesaing muncul dengan menyebutkan harga yang paling tinggi termasuk Bunga. Saat Bunga menyebutkan harga Mawar ikut menyebutkan harga untuk bersaing dengan Bunga. Bunga yang melihat hanya bisa tersenyum,”Ingin bersaing denganku belum waktunya.”Hingga dia menyebutkan nominal yang diluar dugaan
membuat Mawar tidak bisa mengalahkannya. Melihat ekspresinya dia pasti kesal. “Sial kenapa dia bisa memiliki banyak uang,”kata Mawar dalam hati. Yang membuat dia harus menyerah karena nonimal yang terlalu tinggi.
Setelah Mawar menyerah tinggal Bunga san satu orang yang seperti biasa dia selalu bersaing dengan dia untuk mendapatkan barang langka. “Dia lagi,”ucap Bunga.
“Apa kamu mengenal orang itu,”kata John.
“Siapa yang tidak mengenal dia, pesangi untuk mendapatkan barang langka yang sejajaran denganku,”kata Bunga.
“Siapa,”ucap Ilham.
“Dia adalah Tomas, dari kegrup organisasi rahasia,”kata Bunga.
“Apa maksud kamu,”ucap John yang terkejut tidak percaya.
“Seperti yang aku katakan Tomas,”ucap Bunga sambil menaikkan harga tawaran.
“Bukannya itu terlalu tingga hanya untuk satu barang,”kata Ilham. “Karena hanya satu barang, itulah yang membuat itu langka,”ucap Bunga.
Bunga hanya tersenyum menikmati pertarungan pelelangan bersama Tomas. “Anak itu semakin menari saja,”ucap Tomas.
“Dia sampai kapan akan mempertahankan harga dirinya,”ucap Bunga. “Kita lihat siapa yang akan kalah kali ini,”ucap serentak mereka berddua.
Petra yang melihat merasa tidak yakin jika itu Bunga,”Tidak mungkin dia Bunga.”
“Mungkin saja itu orang lain yang berbeda dengan Bunga. Dimana kamu Bunga,”ucap Petra dalam hati.
__ADS_1
“Aku ingin melihat kamu,”kata Petra yang berdiri dan meninggalkan pelelangkan karena merasa tidak nyaman karena suasana yang menjengka karena tawaran kedua orang asing yang datang.
“Kamu mau kemana,”ucap Mawar.Tapi Petra tidak mengatakan apa-apa yang kemudian meninggalkannya.
John yang masih asik melihat adiknya yang bertarung dengan harga yang tidak bisa dibayangkan olehnya membuat dia tercengang dan tidak bisa berkata apa-apa. Sedangkan Ilham yang mleihat ke arah Petra keluar dari
ruangan. “Dia pergi,”ucap Ilham.
“Biarkan saja, Mungkin dia bosan karena tidak bisa menemukanku,”kata Bunga. Hingga diujung pertarungan Tomas yang sudah mengeluarkan uang yang dibawanya mengatakan menyerah.
“Aku menyerah kamu yang menang adik kecil,”kata Tomas.
“Terima kasih untuk hiburannya, kakak tampan,”kata Bunga. Sebelum Petra keluar dari pintu dia mendengar suara Bunga yang sudah dia hafalkan.
“Itu suara Bunga,”ucap Petra yang menoleh kearah penonton pelelangan dan mencari asal suara.
Suara yang dituju dan tatapan mata mereka menuju ke arah orang asing yang menawarkan barang yang yang ada. “Apa dia Bunga,”kata Petra yang berjalan melangkah menuju wanita tadi yang dia lihat.
Tapi Mawar kembali menghadang dia dengan menarik dia keluar ruangan. “Ayo kita pergi,”ucap Mawar.
Petra yang tidak bisa menahanya hanya bisa melepaskan pegangan tangan Mawar dan kembali melangkah menuju wanita yang mendapatkan barang. Dia duduk disebelah wanita tersebut. Bunga yang menyadarinya melihat kearah Petra. “Kenapa kembali duduk,”ucap Bunga dengan santai.
“Aku kira tidak akan bertemu dengan kamu,”ucap Bunga pura-pura tidak tahu.
“Jangan pura-pura lagi,”kata Petra. Bunga hanya tersenyum , hingga Ilham berkata,”Bukannya kamu datang bersama dengan tunangan kamu?.”
“Siapa?,”ucap Petra yang masih melihat Bunga. Bunga yang merasa tidak nyaman kembali menatap dia,”Kenapa kamu melihatku seperti itu?.”
“Tidak ada hanya aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu lagi. Sudah berapa tahun aku mencari kamu tapi aku tidak menemukan keberadaan kamu,”kata Petra.
“Sudahlah, bukannya kamu sudah bertunangan,”kata Bunga yang mengalihkan pembicaraan.
“Tunangan, siapa?,”ucap Petra yang mengabaikan ucapkan Bunga.
“Ayo kak kita kembali,”kata Bunga sambil berdiri. Tapi Petra memegang tangan Bunga yang tidak bisa dia melanjutkan langkahnya. “Lepas,”ucap Bunga yang kesal.
“Tidak akan aku lepaskan kamu,”kata Petra dengan tegas.
“Tidak mau lepaskan, berati kamu siap untuk dipukul,”kata Bunga.
__ADS_1
“Siapa yang berani memukulku,”ucap Petra dengan percaya diri. Tiba-tiba Tomas memukul Petra dengan kencang yang membuat tangannya terlepas dari gengamannya. “Kamu tidak apa-apa,”ucap Tomas. “Tidak terima kasih,”kata Bunga.
“Siapa kamu,”ucap Petra yang marah.
“Kamu tidak tahu aku siapa,”kata Petra kembali.
“Bukannya kamu Petra. Kamu kira aku takut denganmu,”ucap sinis Tomas.
“Ayo kita pergi adik kecilku,”ucap Tomas kepada Bunga.
Mereka berempat berjalan meninggalkan Petra sendirian. “Siapa kamu, beraninya kamu mengambil wanita miliku,”ucap Petra dengan tegas.
“Wanita milikmu,”tawa Tomas.
“Tuan muda bukannya kamu sudah memilki tunangan,”ucap Ilham yang membela Tomas.
Mawar yang melihat Petra terluka menghampirinya,”Kamu tidak apa-apa.”
“Lihta itu tunangan kamu datang dengan khawatir keadaan kamu,”ucap Tomas.
“Lepas,”kata Petra yang menghempaskan tangannya kepada Mawar. Dan mengejar Bunga untuk menjelaskan apa yang terjadi. Tapi dia tidak bisa melihat sosok Bunga kembali setelah dia pergi dengan orang asing itu. “Cari di semua tempat,”kata Petra.
Semua anak buah mencari keberadaan Bunga berada. Tapi mereka semua tidak menemukan keberadaan Bunga berada. “Dimana kamu Bunga,”ucap Petra dengan kesal karena mengabaikan dia soal tunangannya.
“Tuan sebaiknya kita kembali terlebih dahulu. Jika sudah tenang kenapa anda tidak menghubungi Ilham atau John menayakan keberadaan nona Bunga berada,”usul Sekertaris Jim.
Petra mengikuti saran Sekertarisnya untuk menenagkan pikirannya. Sedangkan Bunga dan Tomas yang sedang bersama. “Sudah aman bisa kamu lepaskan tanganku sekarang,”ucap Bunga.
“Ok,”kata Tomas yang mengangkat kedua tangannya. “Terima kasih sudah menolongku,”ucap Bunga.
“Tentu saja. Jika terjadi apa-apa kamu boleh meminta bantuanku. Tadi itu sangat menyenangkan, lain kali kita pertarung lagi ya,”ucap Tomas yang meninggalkan mereka bertiga.
“Kamu kenal dia,”ucap Ilham.
“Bukannya tadi dia sudah mengatakan kalau dia Tomas,”ucap John. “Memang kamu sudah tanya,”kata Ilham.
“Sudahlah saat pelelangan,”kata John. “Tapi kenapa kamu harus berpura-pura dengan Petra,”kata Ilham.
“Hanya untuk mengetes saja, dia serius apa hanya bermain saja. ditambah lagi aku kesal dengan dia saat aku bertanya tunangan, dia mengabaikanku. Itu membuat aku marah,”kata Bunga dengan wajah kesal.
__ADS_1