Hatimu Dan Hatiku

Hatimu Dan Hatiku
Menyembunyikan Identitas


__ADS_3

Temi yang tidak tahu siapa orang yang didepannya membuat dia merasa ada tekanan yang mengerikan dari orang tersebut. Sampai Demon tidak bisa berkutib. Dalam hati ia berkata,”Siapa orang itu? Kenapa dia membakar dokumen yang berisi identitas Bunga.”


“Apa kamu puas sekarang, dia tidak tahu apa-apa. Biarkan dia pergi,”ucap Demon.


“Melepaskan dia tidak semudah itu,”ucap Surya yang menghampiri Demon dengan wajahnya.


“Apa yang kamu inginkan,”kata Demon dengan tajam. “Apa yang aku inginkan dia tutup mulut,”kata Surya.


Temi yang tidak tahu apa yang terjadi berkata,”Siapa kamu sebenarnya?.”


“Kamu ingin tahu, datang kedepanku sekarang,”ucap Surya.Temi yang hendak ingin melangka dihalangi  oleh Demon. “Kamu mau kemana?,”ucapnya.


“Kamu tahu tidak dia adalah Surya rekan dari orang yang ingin kamu celakai,”ucap Demon.


Temi terkejut dan menghentikan langkah untuk menghampiri Surya. “Kenapa kamu? Apa tidak ingin tahu siapa aku?,”kata Surya.


“Apa yang kamu inginkan datang kesini,”kata Temi yang mencoba untuk bertanya. Surya hanya tertawa melihat mereka ketajutan. “Kenapa dengan kalian. Seperti melihat hantu saja.,”ucap Surya.


Demon yang tidak bisa menahan amarahnya mencoba untuk menyerang terlebih dahulu tapi ia gagal. “Apa yang ingin kamu lakukan,”kata tajam Surya kepada Demon.


“Aku sudah cukup bersabar dengan kamu, tapi kamu memberikan aku pukulan,”kata Surya.


 “Apa kamu tidak tahu apa kesalahan kamu,”kata Surya lagi. “Bukannya kamu sudah mengambilnya dan


membakarnya. Urusan kita sudah selesai, tapi kamu membunuh anak buahku dan menghancurkan bisnisku. Apa itu adik bagiku,”kata Demon.


“Adil,”ucap Surya dengan tersenyum dengan licik. “Tidak ada kata adik dimataku. Siapa saja yang sudah membaca identitas adik kecilku, harus binasa,”kata Surya dengan tatapan tajam.


“Itukah hanya selembar kertas saja,”kata Temi. “Hanya selembar kertas bagi kalian. Tapi bagi kamu itu adalah nyawa,”kata Surya.


“Aku akan memberi tahu kalian satu hal. Siapa saja yang mencoba untuk melukai adik kecil kami, kalian akan mati,”ucap Surya.


“Untuk sekarang sampai disini saja, aku tidak ingin berlama-lama disini. Dan kalian akan mendapatkan hadiah yang sudah aku persiapkan untuk kalian. Jadi kalian tunggu saja disini bersama wanita yang ada dalam pondok tersebut,”kata Surya yang berjalan meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


“Apa Mawar,”kata Temi yang berlari menuju pondok rumah dimana Mawar berada. Sedangkan Demon mencoba untuk mengejar Surya untuk memberi dia pelajaran.


Setelah mengejar Surya akhirnya Demon bisa mengahadang dia dan memberikan pukulan diwajag yang tidak bisa dihindarkan. Surya mendapatkan pukulan telak yang membuat dia naik darah dan membalas pukulan kearah Demon.


Pertarungan mereka sangat sengit dan menegangakan dengan tingkat kekuatan yang tidak seimbang karena Surya lebih unggul dari pada Demon. Yang menyebabkan Demon kalah dengan mendapatkan luka patang tulang dibagian


rusuk,tangan dan beberapa memear diwajah.


“Aku sangat senang bisa beraduh fisik denganmu. Jika kamu ingin beraduh lagi aku persilakan datang menemuiku akan aku ladeni kamu,’kata Surya yang hendak berjalan.


“Tunggu,”kata Demon. Surya menoleh dengan tatapan tajam,”Apa maumu, apa belum puas?”


“Kenapa kamu mau dengan anak itu,”kata Demon. “Maksud kamu Bunga,”kata Surya.


Demon tidak menjawab dan hanya terdiam sampai Surya berkata. “Karena disana tempat yang paling aman untuk aku melakukan yang aku sukai. Dia itu baik..,”ucap Surya yang tidak ingin melanjutkan jawabannya dan meninggalkan Demon  di tanah.


Ditempat lain Temi yang berlari menuju Pondok dimana Mawar berada dikejutkan dengan Mawar yang hendak keluar dan mereka bertabrakan.


“Aduh siapa sih yang menabrakku,”kata Mawar yang membuka matanya dan melihat Temi.


“Apa kamu baik-baik saja,”ucap Temi setelah memastikan kondisi temannya. “Aku baik-baik saja, tapi kenapa kamu seperti dikejar anjing saja,”kata Mawar.


“Tidak ada apa-apa,”ucap Temi yang berdiri dibantu oleh Mawar yang sudah berdiri terlebih dahulu. “Tapi kamu mau kemana keluar pondok,”kata Temi. “Aku hanya ingin ke pantai untuk main air. Apa kamu mau ikut,”kata Mawar yang mengajak Temi.


Temi hanya mengiyakan saja dan mengikuti Mawar dari samping.”Kenapa kamu gelisa seperti itu,”ucap Mawar.


“Gelisa. Aku tidak merasakannya,”kata Temi yang berbohong dan mencoba tenang.


“Apa benar kamu tidak apa-apa,”kata Mawar yang khawatir dengan temannya. Temi hanya tersenyum dan merangkul Mawar untuk menyembunyikan suasana yang di pikirkan oleh Temi.


Setelah apa yang terjadi Temi berusaha menenangkan dirinya dan mencoba untuk bermain bersama Mawar. Di tengah asik bermain Mawar berkata,”Temi, menurut kamu apa Demon bisa membantu aku untuk mencelekai Bunga


tidak ya?”

__ADS_1


Temi terkejut setelah mendengar kata yang dilontarkan oleh Mawar. “Apa kamu masih ingin membunuh wanita itu,”kata Temi yang mengalihkan pembicaraan.


“Tentu saja,”kata Mawar dengan tersenyum. “Apa kamu tidak takut setelah membaca dokumen yang dibawa Demon tadi,”kata Temi.


“Apa yang perluh ditakutkan, mungkin saja kekuatannya tidak seperti yang ada di dokumen tersebtu,”ucap Mawar dengan percaya diri. “Apa kamu yakin dengan tindakan kamu,”ucap Temi yang masih meragukan Mawar.


“Apa kamu tidak percaya denganku dan membantuku,”kata Mawar yang melihat kearah Temi. Setelah melihat kearah Temi Mawar menyadari kalau wajah Temi tidak seperti tadi seperti ada yang dia sembunyikan. “Temi,”ucap


Mawar.


Temi hanya melihat kearah Mawar,”Ada apa?.”


“Dimana dokumen yang kamu ambil tadi?,”kata Mawar. “Dokukem apa?,”ucap Temi yang berpura-pura.


“Bukanya tadi saat kamu keluar kamu mengambil dokumen yang berisi identitas Bunga,”kata Mawar. “Ohh dokukem itu, aku tidak tahu,”kata Temi.


Mawar menghampiri Temi,”Apa yang kamu sembunyikan dariku Temi. Aku akan bertanya kamu sekali lagi dimana Dokumen itu berada?”


Temi tetap tidak menjawab dan mencoba mengalihkan pembicaraan tapi dia gagal yang membuat dia buka mulut. “Dokumen itu... Terbakar,”ucap Temi yang menudukan kepalanya.


“Terbakar. Apa maksud kamu?,”ucap Mawar yang tidak percaya.


“Iya terbakar, tapi bukan aku yang membakarnya,”kata Temi yang menggelengkan kepalanya.


“Jika bukan kamu siapa. Bukannya kamu yang tadi membawanya. Apa jangan-jangan kamu tidak ingin membantuku,”kata Mawar yang kepercayaannya terhadap Temi mulai menurun.


“Bukanya aku tidak mau bantu Mawar, tapi beneran bukan aku yang membakarnya,”kata Temi yang membela diri.


“Jika bukan kamu lalu siapa lagi,”ucap Mawar yang mencoba tenang.”Itu...,”kata Temi yang terhenti karena dia melihat dari jauh orang yang dia temui bersama Demon. Yang membuat Temi tutup mulut dan tidak berkata apa-apa dan meninggalkan Mawar sendirian karena dia takut.


“Temi tunggu kamu mau kemana,”ucap Mawar yang mengerjar Temi. Hingga di pondok Temi mengemasi barang bawaannya.


Mawar yang melihat Temi ketakutan mengurung niatnya untuk melanjutkan soal dokumen tersebut. “Kamu mau kemana?,”kata Mawar. Temi melihat kearah Mawar dan terdiam dan melanjutkan mengemasi barang bawaannya. Sebelum dia pergi meninggalkan Mawar dia berkata,”Maafkan aku Mawar tidak bisa membantu kamu. Aku akan memberi kamu saran untuk terakhir kalinya. Jangan mencari masalah dengan Bunga dia bukan wanita biasa.”

__ADS_1


Setelah berkata seperti itu Temi meninggalkan Mawar sendirian.


__ADS_2