Hatimu Dan Hatiku

Hatimu Dan Hatiku
Hari Itu


__ADS_3

Setelah semua rencana disesuaikan dengan rencana baru karena Petra mengetahu identitas Bunga kalau dia adalah anggota peneliti. Yang rencananya adalah membasni saat mereka menyerang berubah dengan rencana penyerangan sembunyi.


Hari yang ditunggu datang dengan persiapan yang sudah matang yang membuat Mawar tidak bisa menyerang atau membunuh Bunga. Karena rencana yang ia siapkan sudah gagal sebelum dia menyerang.


Waktu kejadian yang begitu membuat Mawar tidak bisa mengerakkan semua anak buahnya dan semua itu adalah kesalahan yang dia buat karena berurusan dengan Bunga. Sedangkan Temi yang sudah dianjam oleh Surya yang tidak boleh terlibat dengan apa yang dilakukan oleh sahabatnya.


“Aku tahu kamu khawatir dengan sahabat kamu. Tapi kamu tahu sendirikan kalau dia tidak menghiraukan apa nasehat kamu sedikitpun,”kata Surya disebelah Demon dan Rembon yang sedang berbaring tidak berdaya.


“Apa yang ingin kamu lakukan,”kata Temi yang mengkhawatirkan kedua temannya.


Surya memegang Demon dan dihadang oleh Temi yang membuat Temi bergerak. “Apa yang kamu inginkan. Mereka berdua sudah tidak berdaya lagi. Apa kamu tidak malu melukai orang yang sudah tidak berdaya,”ucap Temi yang mencoba tegar.


Surya hanya tersenyum dan memberikan lembaran kertas kepada Temi. “Ambil ini,”kata Surya sambil menyerahkan lembaran kertas.


Temi yang melihat mencoba untuk waspada kepada Surya karena dia sudah menghancurkan organisasi tersembunyi. Dalam hati dia berkata,”Siapa orang ini. Kenapa dia datang, aku harus berhati-hati agar mereka tidak terluka lagi.”


“Tenang saja aku tidak akan melukai mereka. Tapi aku mau bernegoisasi dengan kamu?,”kat Surya dengan tenang. “Negoisasi apa?,”ucap Temi yang tidak percaya.


“Kenapa kamu begitu waspada. Aku tidak akan melukai mereka berdua,”kata Surya yang masih memegang lembaran kertas. Temi mengambil lembaran kertas tersebut,”Awas saja jika kamu melukai mereka berdua lagi.”


Surya tersenyum sambil mengangkat kedua tangannya yang menandakan kalau dia tidak akan berbuat apa-apa. Temi yang membaca lembaran yang berisi kalau dia tidak boleh ikut campur urusan Mawar jika tidak Temi dan kedua orang yang sedang berbaring akan dibunuh. Temi yang membaca langsung terdiam untuk memikirkan apa yang harus dia lakukan.


“Aku akan beritahu kamu satu hal. Jika kamu salah dalam memilik kamu tahu akibatnya. Kamu sudah tahukan kalau wanita yang kamu coba untuk bunuh tidak bisa kamu kalahkan,”kata Surya.


Temi hanya terdiam dan melihat kearah Demon dan Rembon. “Baik aku menyetujui syarat yang kamu berikan. Tapi ada syaratnya?,”kata Temi yang mencoba membalikan keadaan untuk menembus dosa kepada Demon.


“Ohhh ya ada satu hal lagi yang ingin aku beritahukan kepada kamu sebelum aku menyetujui syarat kamu. Yaitu kalian bisa bekerja sama dibawah pengawasanku, untuk memulihkan perekonomian organisasi tersembunyi ini. Jika kamu mau?,”kata Surya.

__ADS_1


Temi terdiam dengan hati berkata bagaimana dia bisa membaca pikiranku. “Aku setuju dengan tawaran kamu. Tapi kamu dilarang melukai anggota yang masih hidup dari organisasi Tersembunyi. Apa kamu setuju?,”kata Temi.


“Tentu saja setuju, tapi kamu harus tahu dilarang menjual dan menyebarkan identitas wanita yang kami miliki. Apa kamu sanggup dan semua anggota organisasi tersembunyi. Jika kalian melanggar kalian akan mengalami hal yang sama terulang kembali. Bagaimana?,”kata Surya.


Dengan hati berat dia berkata,”BAIK.” Surya tersenyum dan berjalan menuju arah Temi memberikan dokumen yang bisa membangkitkan kembali kejayaan organisasi tersembunyi. “Ini bisa membantu kamu untuk bangkit,”ucap Surya sambil berbisik dan meninggalkan ruangan.


Tanpa disadari Temi kalau Demon dan Rembon juga mendengarkan percakapan mereka berdua. Setelah Surya keluar Demon dan Rembon membuka mata mereka. “Apa kamu yakin melepaskan sahabat kamu?,”kat Demon yang sudah siuman.


Temi yang mendengarnya terkejut dan melihat kearah mereka berdua. Air mata menets diwajah Temi karena bahagia bisa melihat mereka siuman karena sangat bahagia Temi datang menuju kasur Demon dan memeluknya. “Akhirnya kamu bangun,”kata Temi karena bahagia dengan air mata kebahagiaan.


Demon membalas pelukan Temi. “Sekarang aku sudah siuman. Bagaimana kabar kamu?,”kata Demon. Temi melepaskan pelukanya dan tersenyum dihadapan Demon. “Jangan abaikan aku,”kata Rembon yang melihat Temi dan Demon melepaskan rindu.


Mereka berdua hanya tersenyum kearah mereka. “Apa kamu yakin dengan tawaran Surya tadi Temi. Kamu melepaskan sahabat kamu sendiri?,”kata Rembon. Temi melamun saat mendengar pertanyaan Rembon dengan hati berkata,”Sejak kapan mereka sadar dan bagaimana mereka tahu tentang obrolanku dengan Surya.”


“Kamu jangan takut kami tidak akan marah dengan kamu,”kata Demon. “Itu benar. Kami sudah sadar saat Demon datang dan kembali berpura-pura tertidur saat kamu datang,”kata Rembon.


“Jadi kalian sudah bernegoisasi terlebih dahulu dengan Surya sebelum aku,”kat Temi yang merasa kesal tapi bahagia.


“Bagaimana?,”kata Rembon. “Aku yakin dengan apa yang kamu percayai aku tahu aku tidak bisa berbuat apa-apa tentang Mawar karena dia sudah tidak bisa terselamatkan,”kata Temi.


“Kamu tahu kalau Surya dan wanita yang kalian incar bukan orang yang biasa untuk dilawat. Kami saja bisa kalah dari mereka,”kata Rembon. “Sebenarnya sampai mana kekuatan mereka,”ucap Temi yang tidak tahu dimana kekuatan mereka berasal.


“Kamu akan tahu setelah membaca dokumen yang diberikan Surya kepada kamu,”kata Demon.


“Maksud kamu dokumen ini ada jawabanya,”uacap Temi yang berlahan membuka dokumen tersebut.


Temi membaca isi dokumen dengan cermant sampai dia mendapatkan kalau kekuasan dan kejayaan yang dimiliki adalah setengah dunia ini yang membuat Temi tercengang. “Aku tidak percaya ini,”ucap Temi setelah membaca dokumennya.

__ADS_1


“Apa ini semua benar setengah dunia adalah kekuasaan wanita ini,”kata Temi yang melihat kearah Demon yang disampingnya.


“Itu banar karena itu kami tidak bisa melawan wanita ini dan rekan  wanita tersebut,”kat Demon. “Aku merasa kalau aku beruntung tidak melanjutkan membunuh wanita biasa dengan berbagai kekuasan yang tersembunyi,”kata Temi.


“Jadi apa yag ditawarkan Surya kepada kamu,”kata Rembon.


“Di sini tertulis perusahan properti dan fasion yang akan kita miliki dengan pengawasan Surya,”kata Temi.


“Apa kamu tidak salah baca. Mana biar aku lihat,”ucap Rembon yang tidak percaya.


Temi memberikan lembaran dokumennya kepada Rembon. “Apa dia tidak merasa rugi dengan memberikan 35% saham dari kekayaan yang mereka miliki untuk organisasi tersembunyi,”ucap Demon.


“35 % apa itu banyak,”kata Temi yang tidak paham dengan dunia politik.


“Kamu tidak tahu 35 % itu sama halnya sepertiga dari saham yang mereka miliki,”ucap Rembon.


“Tunggu jika sebanyak itu bukannya kita sudah dipercaya oleh mereka bukan,”kata Temi dengan berpikir positif.


“Itu benar tapi kamu tidka tahu banyak orang yang ingin mendapatkan kepercayaan itu oleh organisasi peneliti tapi tidak semua bisa mendapatkannya,”kata Demon.


“Jadi apa masalahnya,”kata Temi yang tambah binggung.


Rembon menghela nafas,”Kamu tidak usah tahu banyak kami tambah pusing menjelaskannya. Yang penting bagaimana kita bisa mepertahankan saham tersebut tidak jatuh ke orang lain.”


Dalam pikiran Temi apa aku melewatkan sesuatu ya. Kenapa kamu merasa kalau akan ada berbagai masalah yang ada datang setelah kepercayaan ini.


“Kenapa kamu,”kata Rembon. “Hanya bimbang,”ucap Temi. “Apa yang kamu bimbangkan,”kata Demon dengan rasa khawatir.

__ADS_1


“Tidak ada sebaiknya kalian istirahat aku akan memanggil dokter untuk melihat kondisi kalian,”kata Temi yang keluar kamar.


Akankah mereka bisa menjalani hidup dengan kekayaan yang mereka dapatkan atau mendapatkan berbagai musibah didepan mata mereka setelah keduanya keluar rumah sakit.


__ADS_2