Hatimu Dan Hatiku

Hatimu Dan Hatiku
Ahkir dari Semua Jawaban


__ADS_3

 Setelah malam itu aku tidak tahu kalau temanku Bunga sakit parah. Apa selama ini kenapa dia diam


saja. Kenapa kamu tidak memberi tahu kami kenapa kamu menyembunyikannya.


“Kamu tidak tahu, itu memang pantas,”kata teman Le.


“Karena anak itu tidak ingin orang lain tahu. Orang tahunya saja tahu setelah dia masuk ke rumah sakita dengan kondisi tubuh yang dingin pada malam hari,”katanya lagi.


“Tubuhnya dingin, malam hari,”ucap Le


“Apa itu di malam sabtu,”kata Le.


“Iya, bagaimana kamu tahu,”ucap Temannya.


“Aku hanya menebak saja,”kata Le.


“Aku akan kembali ke kamarku dulu, makasi ya infonya,”kata Le.


“Sama-sama, tapi jangan beritahu yang lain ya kalau aku memberitahu kamu. Kerena ini rahasia dari atasan untuk menyembuyikannya,”ucap temannya.


“Ok. Tapi kenapa kamu bilang kepadaku,”kata Le.


“Karena kamu temanku yang bisa aku percayai,”ucap temannya.


Le kembali ke ruangannya untuk istrahat, yang kebetulan keluarganya juga ada dalam ruangan.”Kamu dari mana, Le,”kata Kakak tertua.


“Lagi jalan-jalan tadi keliling rumah sakit karena bosan. Bagaimana kak, apa ada info dari penculik kami,”kata Le.


“Tidak ada info apapun. Preman itu melakukannya dengan bersih tanpa ada noda yang tertinggal,”kata Kakak tertua.


“Apa kamu yakin tidak memiliki musuh atau dendan,”ucap kakaknya.


“Tidak ada kak, hanya pertingkaian biasa saja,”kata Le.


Malam yang sunyi dan gelap Bunga yang harus tinggal di rumah sakit untuk beberapa hari karena muncul gejala dari kemoterapi yang ia jalani. Saat semua tertidur ia pergi jalan sendirian rumah sakit. Sampai di taman biasa ia


kunjungi ia melihat sosok pemuda yang menangis, Bunga mendekatinya. “Apa yang terjadi dengan mu,”kata Bunga.


Pemuda itu menoleh dan ternyata yang menagis adalah temannya Le. “Le itu kamu, aku kita pasien yang lain. Kenapa kamu ada disini duduk dan menangis. Apa terjadi sesuatu,”kata Bunga yang hawatir.


“Tidak ada, maaf melihat aku dalam keadaan tidak baik. Kamu sendiri lagi apa malam-malam keluyuran,”kata Le.

__ADS_1


“Aku sedang jalan-jalan , liat bintang. Apa akau boleh duduk disini,”kata Bunga.


“Silakan,”kata Le.


Tidak lama Bunga duduk kak John datang,”Bunga.”


Bunga melirik ke arah kak John sambil tersenyum,”Halo kak.”


“Kamu itu suka sekali buat orang khawatir ya,”kata John.


“Maaf kak, aku tidak bisa tidur jadi aku keluar. Mau banguni kakak gak enak, jadi aku menulis pesan di kertas,”kata Bunga.


“Sedang apa kamu disini dengan adikku,”kata John kepada Le.


“Kak, jangan marah dulu. Le sudah ada sebelum aku tadi, aku Cuma duduk disamping dia saja kok kerena aku lelah,”kata Bunga.


“Maaf ya Le soal kakakku. Dia memang begitu,”kata Bunga kepada Le.


“Tidak apa-apa. Aku juga salah kok. Pantas kalau kakak kamu marah,”kata Le.


“Gimana luka kamu sudah baikan,”kata Bunga.


“Sudah kok,”ucap Le.


“Iya tidak apa-apa. Aku juga udah memaafkan kalian semua kok. Walaupun aku masih belum bisa bertemu dengan kalian semua. Tapi apa maksud kamu aku terluka. Aku merasa kalau aku tidak terluka,”kata Bunga.


“Aku sudah tahu semua dari temanku yang kerjad di rumah sakit ini. kalau kamu menderita kanker Hati,”ucap Le sambil menundukan kepala.


“Bunga dan john terkejut kalau temannya ini mengetahui kalau Bunga sedang sakit. “Apa teman kamu yang lain sudah tahu akan penyakit adikku,”kata John kepada Le.


“Yang lain belum tahu,”kata Le.


“Baguslah jika yang lain belum tahu, rahasiakan dari teman kamu jika kamu ingin dimaafkan oleh adik aku mengerti,”kata John.


Le melihat ke arah Bunga dan Kakaknya. Le melihat Bunga yang sedih seperti ia tidak ingin kalau dirinya menderita, sedangkan kakaknya melihat Le dengan tatapan tajam seperti ingin membunuh untuk menjaga adiknya.


“Aku tidak akan bilang kepada yang lain termasuk teman kita. Tapi kenapa kamu sembunyikan,”kata Le.


“Karena aku tidak mau dikasiani oleh kalian yang tidak percaya dengan aku,”ucap Bunga sambil tersenyum.


Le terdiam, dia tahu maksud apa yang dikatakannya. Kalau kami tidak bisa dijadikan teman yang baik karena kami selalu membuat dia menderita dengan berbagai kata negatif yang membuat dia terluka.

__ADS_1


“Aku mengerti,”kata Le.


Di malam itulah Bunga dan Le bisa berbicara satu sama lain dan mebuka hati mereka. Sedangkan John yang melihat mereka berbicara dengan biasa dan penuh tawa canda tidak bisa mengganggunya dan memaafkan temannya yang satu itu Le. Di balik pembicaraan itu Ilham yang melihat dari kejauhan mengabari temannya sedang membuat rencana jahat kepada temannya untuk tidak mengganggu teman Bunga yang bernama Le. Kerena temannya satu itu sudah mau membuka hatinya untuk Bunga dan sudah berteman kembali.


Awalnya rumah sakit ini sepih dan membosankan untuk Bunga tapi kerena ada Le yang menemaninya karena dia juga dirawat di tempat yang sama membuat ia lupa akan waktu sudah berlalu dan menjalani harinya dengan tawa dan canda bersama temannya Le dan keluarga bunga dan Le.


Apa yang selama ini dicarai oleh Le kini sudah terjawab dengan melihat kondisi Bunga yang masih berjuang melawan penyakitnya. “Aku tidak tahu jika Bunga mengalami ini semua,”ucap Le dengan pelan.


“Sekarang kamu sudah tahukan kalau adik aku itu baik hatinya,”kata John.


“Jika kamu sudah sadar jangan membuat adikku sakit lagi oleh kamu,”kata Ilham.


“Aku tidak akan membuat menderita lagi. Apa aku boleh tetap berteman dengan Bunga,”ucap Le.


“Tentu saja, asalkan kamu tahu batasan kamu,”kata Ilham.


Mereka bertiga saling berbicang satu sama lain saat Bunga melakukan pemeriksaan. Tidak lama mereka berbincang Petra datang membawa Bunga mawar.” Bagaimana keadaan Bunga,”kata Petra.


Semua orang yang ada diluar menoleh. “Kapan kamu datang,”ucap Ilham.


“Baru saja, tolong berikan bunga mawar ini untuk adik kamu. Tapi jangan bilang dari saya ya,”kata Petra.


“Baiklah, apa kamu tidak ingin melihat Bunga sebelum kamu pergi,”kata Ilham.


“Aku sudah melihatnya tadi malam,”kata Petra.


“Aku akan pergi sekarang. Kabari aku jika terjadi sesuatu,”kata Petra.


Ayahnya hanya tersenyum dan menundukan kepalanya. Petra pun mengerti akan isyarat yang dimaksud.


Petra yang melihat Bunga dari jauh selalu mengawasi dan menjaga Bunganya tetap terlindungi. “Siapa dia,”kata Le.


“Dia pangeran bayangan Bunga,”kata John.


“Pangeran bayangan apa maksud kamu,”kata Le yang tidak mengerti.


“Jika sudah wajtunya kamu juga akan tahu nanti,”ucap Ilham yang pegi masuk untuk menaru Bunga mawar.


Bunga mawar yang cantik dan harum selalu membuat hati pemiliknya berbunga-bunga bagaikan angin yang berhembus menyejukkan hati sang gadis agar tetap semangat.


“Bunga dari siapa kak,”kata Bunga yang masih lemas tubuhnya.

__ADS_1


Ilham hanya tersenyum,”Dari hati sang pemilik jiwa.”


Bunga terdiam.


__ADS_2