
Setelah panggilan terakhir yang diterima oleh Bunga. Petra yang merasa frustasi karena ketidak hadiran Bunga saat ini membuat dia berpikir untuk untuk mengakhiri hidupnya tapi semua itu digagalkan oleh nasehat sekertaris Jim yang selalu bersama dengan Petra.
Sampai dia mendapatkan kabar bawa anak buahnya pernah melihat Nona Bunga disebuah cafe bersama kedua kakaknya dan beberapa orang yang tidak dikenal. Seketika hati Petra yang gunda kembali bahagia dan menyuruh anak buahnya untuk mencari kebenaran akan keberadaan Bunga berada.
“Aku merasa ada yang ganjil. Kapan kalian melihatnya,”ucap Petra.
“Pada malam dimana anda menyiarkan pertunangan anda,”kata bawahannya.
“Bukanya itu dimana anda mencoba menelepon Nona Bunga waktu itu. Tapi diangkat oleh Ilham,”kata sekertaris Jim.
“Itu bener. Apa mereka menyembunyikan sesuatu dariku,”ucap Petra.
“Cari tahu sekarang keberadaan Bunga dimanapun mereka berada,”kata Petra.
“Baik tuan,”kata bawahan.
Dalam hati Petra berkata,”Kenapa mereka menyembunyikana darikua. Kenapa?.”
“Mungkin saja itu karena pertunangan anda tuan muda,”ucap sekertaris Jim.
Petra tersenyum dengan terbahak-bahak,”Mungki iya.”
“Bunga aku akan menemukanmu dan melihat senyummu lagi. Aku tidak akan melepaskan dirimu lagi. Siapapun yang menyakitimu aku akan membunuhnya,”kata Petra.
“Ayo kita pergi dimana cafe itu berada?,”kata Petra. “Baik tuan,”ucap sekertaris Jim.
Petra dan sekertaris Jim yang siap untuk melaju mobil dihadang oleh Mawar. “Kamu mau kemana Petra?”kata Mawar.
“Itu bukan urusanmu. Pergi dari hadapanku sekarang, aku muak melihat wajahmu,”ucap Petra.
“Ayo kita pergi sekarang,”kata Petra.
“Baik tuan,”ucap sekertaris Jim.
Mereka berdua pergi menuju cafe itu berada. “Tuan bukanya, cafe yang di tuju itu adalah lokasi pelelangan yang akan diadakan besok. Mungkin saja tuan muda bisa bertemu dengan Nona besok,”ucap Sekertaris Jim.
“Mungkin aku bisa bertemu dengan dia besok. Aku tidak sabar untuk melihat dia lagi,”kata Petra.
Setelah perjalan menuju cafe mereka berdua sampai ditempat tujuan. Petra keluar dari mobil tapi dihadang oleh sekertris Jim. “Tuan jangan keluar dulu,”kata sekertaris Jim.
“Kenapa?,”ucap Petra.
__ADS_1
“Lihat kesana tuan, bukan itu adalah kedua kakak Bunga,”kata sekertaris Jim yang memberitahukan posisi Ilham dan John.
“Itu benar. Kenapa mereka bisa ada disini, seperti mereka akrab dengan pemilik pelelangan,”ucap Petra. Sampai ponselnya berbunyi, ia melihat kelayar ponsel. Dia terkejut karena mendapatkan email dari bawahanya kalau Bunga pernah ada di cafe Rose dimana dia sekarang. Dikabarkan lagi dia juga mendapatkan info kalau Bunga berada di Toko Rinta Hitam.
Petra tersenyum dengan memandang wajah yang ada didalam foto yang dikirim oleh anak buahnnya. “Aku bisa melihatmu lagi,”ucap Petra.
“Bagaimana tuan sekarang?,”kata Sekertaris Jim.
Petra keluar mobil dan menuju cafe Rose untuk bertemu kedua kakak Bunga. Tapi tanpa dia sadari Mawar yang mengikutinya dari belakang merasa curika. Dengan sikap yang diberikan oleh Petra kepadanya. Hingga hatinya berkata,”Apa yang kamu cari selama ini Petra,tunangan kamu ada didepan mata kamu. Tapi kamu tidak melihat
diriku dan mengabaikanku. Kamu menganggap aku ini siapa?.”
“Cari tahu setiap gerak-gerik Petra secara detail. Siapa yang dia temui?Dimana dia berada dan dengan dengan siapa secara detail. Apa kalian mengerti?,”kata Mawar ditelepon.
Saat Mawar mengikuti Petra dia melihat seorang yang ia ajak bicara. Tapi Mawar tidak tahu siapa orang itu. “Siapa orang itu,”kata Mawar.
“Dia adalah Ilham dan John dari Organisasi yang baru saja masuk kedalam 10 besar dunia kegelapan,”kata sekertaris Mawar.
“Untuk apa mereka bertemu. Cari tahu semua tentang mereka berdua? Apa kamu paham?,”kata Mawar.
“Saya mengerti,”ucap sekertarisNYA.
Mobil melaju meninggalkan Petra berada. Sekertaris yang melihat keluar jendela melihat sekilas mobil Nona Mawar. “Tuan muda, baru saja saya melihat mobil Nona Mawar melintas. Apa mereka mengikuti kita?,”kata sekertaris Jim.
“Tenang saja kalian tidak usah khawatir tempat ini aman, tidak akan bisa disadap oleh orang luar,”kata Harimau.
“Kenapa kalian berdua datang lagi ada barang yang tertinggal,”ucap Harimau.
“Tidak aku hanya ingin membeli tiket pelelangan,”kata Ilham.
“Maaf sekali tiket sudah habis terjual,”kata Harimau.
“Sayang sekali sudah terjual,”ucap Ilham.
“Barang apa yang ingin kalian beli. Aku akan membelinya untuk kalian,”kata Petra membujuk.
“Tidak usah pasti kamu ada maksud yang lainkan,”ucap John.
“Tidak ada. Kenapa kalian begitu, akukan akan menjadi adik kalian nanti,”kata Petra.
“Adik apa. Sebelum kamu menjadi adik kami kamu harus urus saja tunangan kamu biar tidak mengganggu adik kami jika dia kembali,”kata Ilham.
__ADS_1
“Apa sebentar lagi dia akan kembali,”ucap Petra yang berpura-pura.
Ilham dan John yang melihat ekspresi Petra seperti biasa. Membuat dia curiga kalau Bunga sudah ketahuan kembali.
” Kenapa kalian terdiam. Aku tahu salah kerena membuat siaran pertunanganku dengan Mawar. Tapi semua itu ada maksud tertentu dariku, kalian harus percaya denganku. Aku hanya menyukai adik kalian tidak ada yang lain,”kata Petra menjelaskan.
Ilham dan John hanya terdiam berdiri meninggalkan Petra sendirian, Sampai mereka dihadang oleh sekertaris Jim. “Kalian mau kemana?,”kata sekertaris Jim.
“Mau pergilah, untuk apa berlama-lama disini jika kita tidak mendapatkan tiket,”ucap John.
“Jika tidak keberatan aku bisa membelikannya untukmu. Asalkan beritahu Bunga kalau semua yang dia lihat dan dengar itu hanya drama,”kata Petra.
Ilham menoleh kearah Petra dengan tatapan tajam dingin,”Jika kamu ingin menjelaskan lakukan sendiri.”
Seteleh berkata seperti itu mereka berdua keluar dari cafe. “Sekarang bagaimana?,”kata John.
“Kita kembali dulu,”ucap Ilham.”Sebelum balik,kita pergi mencari makan dulu. Kamu pasti sudah ingatkan,”kata John.
Berjalan menuju toko Ranti Hitam mereka berhenti di kedal kecil yang sudah buka untuk membeli makanan ringan. Setelah merela membeli makanan John mendapatkan pesan yang berisi”Kalian diikuti.”
“Kak kita pergi ke toko buku dulu yang ada diseberang bagaimana,”kata John mengalihkan pandangan. Ilham yang menyadari sikap John berkata,”Ayo, tapi buku apa yang ingin kamu beli. Karena banyak sekali toko diseberang jalan sana.”
John berhenti sejenak dan berpikir, tidak lama kemudian dia mendapatkan satu buku yang terlintas. “Ayo ikut aku kak,”kata John.
“Kamu mau beli buku untuk kamu apa adik kamu nanti jika sudah kembali,”kata Ilham.
“Bukannya sudah dekat umur adik,”ucap John. Ilham berhenti berjalan dan memikirkan maksud dari perkataan adiknya. “Sebentar lagi ya. Apa yang harus aku berikan ya?,”ucap Ilham dengan suara kecil.
“Kak buruan jalan mikirnya nanti saja. Ayo temani aku,”kata John sambil berteriak.
Ilham melihat kearah John,”Anak itu tidak sabaran.”
Ilham kembali berjalan menuju ke John yang sudah agak menjauh. “Mungkin nanti aku akan menemukan beberapa buku yang menarik untuk adikku disana,”ucap Ilham suara kecil.
“Apa yang kakak pikirkan sampai ketinggalan dibelakang,”kata John.
“Itu bukan urusan kamu,”ucap Ilham yang masuk dulu ke dalam toko buku.
John yang melihat kakaknya masuk duluan merasa kalau dia juga akan mencari buku untuk hadia adik. “Kak apa kamu juga mencari buku untuk adik,”kata John.
“Belum tahu. Bagaimana yang dibelakang?,’kata Ilham.
__ADS_1