Hatimu Dan Hatiku

Hatimu Dan Hatiku
Rencana Yang Gagal


__ADS_3

Mawar yang tidak tahu akan kabar keberadaan Temi memutuskan untuk menjalankan rencananya untuk membunuh Bunga. Dia menghiraukan nasehat yang diberikan oleh Temi untuk tidak berurusan dengan Bunga karena wanita ini sangat bisa membalas dengan apa yang dia lakukan.


Waktu yang direncanakan sudah siap apa yang akan dilakukan pada hari itu sudah setengah perjalan sudah disiapkan. Hingga dia mendapatkan pesan dari sahabatnya yang sudah beberapa tahun tidak mengabarinya.


“Hai Mawar. Bagaimana kabar kamu, aku berharap kamu tidak marah akan diriku yang sudah lari darimu waktu itu. Aku melakukannya karena aku takut karena anak buah atau rekan Bunga datang mengancamku. Aku tahu kalau kamu akan melakukannya, oleh karena itu aku memberikan kamu satu nasehat jangan pernah kamu berurusan dengan Bunga,”kata pesan.


Mawar yang membacanya merasa kalau Temi mencoba untuk menghalangi rencananya dan mengabaikan pesannya dan tetap melakukan rencana awalnya untuk menghabisi Bunga. Hari itu tidak tahu kenapa awan hitam datang dengan air yang turun dari atas. Hari yang awalnya cerah menjadi mendung dengan kedatangan satu orang yang tidak tahu asal usulnya.


“Maaf nona, ada yang mencari anda”ucap sekertarisnya. Mawar yang tidak ada janji waktu itu merasa aneh dengan kedatangan tamu. “Siapa yang mencariku,”kata Mawar.


“Dia berkata tahu rahasia wanita itu,”ucap Sekertarisnya. Mawar hanya terdiam dan berpikir,”Tahu rahasia wanita itu. Apa yang dimaksud adalah Bunga. Jika benar aku harus mengijinkan dia masuk. Tapi tidak tahu kenapa hatiku merasa ada yang aneh dengan pesan yang disampaikan. Apa hanya perasaanku saj.”


“Ijinkan dia masuk,”kata Mawar yang mengabaikan kata hatinya dan tetap mengijinkan orang asing itu masuk.


Suara pintu terdengar, dari celah pintu masuk datanglah seorang pemuda yang tidak dikenal. Dengan wajah tersenyum dan diikuti beberapa orang dibelang pemuda itu. “Hallo, apa kamu Mawar,”kata Pemuda asing.


“Iya. Silakan kalian duduk. Jika tidak keberatan siapa anda dan rahasia apa yang ada akan bagikan kepada


saya,”kata Mawar tanpa basa-basi.


“Tenang saja. Info yang akan kamu berikan akan berguna bagi masa depan ada yang akan jatuh,”ucap Pemuda. Mawar yang mendengar kata itu langsung berkata,”Apa maksud adanya?”


“Bos bukannya kamu harus mengenalkan nama anda dulu sebelum anda berkata yang tidak enak didengar,”kata Tero.


“Aku aku tahu. Maafkan atas kelanjanganku maksudnya adalah masa depan yang cerah. Nama saya adalah Izam dan mereka berdua adalah Tero dan Teri,”kata Izam.


“Rahasia yang ingin kami bagikan adalah ...,”ucap Izam yang berhenti. “Rahasia apa?,”kata Mawar yang menuggu


jawaban mereka.


“Bukannya tidak adik bagi kami jika kami memberitahukan rahasia yang menguntungkan anda. Tapi kami tidak


mendapatkan apa-apa,”ucap Teri.

__ADS_1


“Tentu saja tidak tapi sebelum aku mengabulkan keinginan kalian. Aku harus tahu terlebih dahulu rahasia ini


memang penting bagiku apa tidak,”kata Mawar.


“Tentu saja rahasia yang akan kami berikan sangat penting untuk anda,”ucap Tero.


“Baiklah aku percaya dengan anda. Apa yang anda inginkan?,”kata Mawar yang tidak tahu kalau dirinya dalam bahaya. Karena semua orang yang ada dalam perusahaan dia berada semuanya telah dibunuh habis baik itu berdosa atau tidak karena kesalahan Mawar yang salah mencari orang untuk ia bunuh.


Dengan senyum manis Izam berkata,”Nyawa anda.”


Mawar hanya terdiam dan tersenyum dia mengira kalau tawaran yang diucapkan Izam adalah candaan. “Jika itu yang kalian inginkan mungkin bisa aku kabulkan. Tapi ada syaratnya,”kata Mawar.


“Apa itu syaratnya?,”ucap Teri.


“Jika kalian bisa membunuh orang yang ada disini agar kalain tidak masuk penjara,”kata Mawar. “Tenang saja. Syarat yang ada berikan sudah kami laksanakan, dan tidak ada yang akan mengetahu kalau kami membunuh anda,”kata Izam dengan senyum tajamnya.


“Mana buktinya,”ucap Mawar. “Sebelum kalian memberikan buktinya rahasia yang akan kalian berikan apa,”kata Mawar lagi.


Izam berdiri dan berjalan menuju kearah Mawar. “Rahasia yang akan kami berikan adalah untuk membunuh anda.


Mawar yang kira itu candaan merasa tubuhnya ketakutan . “Pasti kalian bercanda,”kata Mawar yang melangkah


menjauh dari Izam.


“Bercanda dari mana,”kata Izam yang berjalan menuju pintu dan hendak membukanya. “Apa yang ingin kalian


lakukan,”kata Mawar yang merasa khawatir.


“Kenapa dengan anda,”ucap Teri yang masih santai duduk disofa. Sedangkan Izam membuka pintunya dengan lebar.


“Lihatlah keluar,”kata Tero. Mawar melihat karah pintu masuk dalan melihat darah yang membuat dia keluar menuju pintu masuk untuk memastikan sesuatu.


Sampai didepan pintu ia melihat semua karyawan dan sekertarisnya sudah berlumuran darah yang membuat Mawar mundur selangka. “Siapa kalian sebenarnya?,”kata Mawar yang mejauh dari ketiga orang asing.

__ADS_1


“Bukannya tadi kami sudah mengenalkan diri kamu. Apa perluh kami mengenalkan diri kami lagi,”ucap Tero.


“Untuk apa kedatangan kalian kesini. Akukan tidak melakukan kesalahan dengan kalian,”ucap Mawar yang mulai takut. Mereka bertiga hanya tersenyum, hingga mereka berkata yang membuat Mawar terkejut.


“Apa sahabat kamu tidak menasehati kamu sebelum dia pergi lari dari kamu,”ucap Tero.


“Apa maksud kalian, sahabatku,”kata Mawar. “Tentu saja aku mendengar dengan jelas kalau sahabat kamu sudah menasehati kamu untuk tidak mencari masalah dengan wanita yang ingin kamu bunuh bukan,”kata Teri.


“Apa maksdu kamu Temi,”ucap Mawar. “Apa kalian suruahan Bunga,”kata Mawar melihat kearah mereka bertiga.


“Kami bukan suruahan Bunga. Kami hanya menjaga adik kecil kami saja. Apa ada yang salah dengan ucapan kami,”kata Izam yang masuk dan menutup pintunya.


Mawar mulai ketakutan dan mencari cara untuk menyelamatkan nyawanya. Hingga salah satau dari mereka berkata,”Percuma saja ingin lari. Karena semua itu akan sia-sia saja. Apa kamu ingin tahu rahasia lain, kami akan beritahu kamu,”kata Tero.


“Rahasia ini pasti kamu akan suka. Kalau orang yang sudah kami persiapkan untuk membunuh adik kecil kami


sudah dikalahkan dan tewas. Yang selama ini kamu hubungi adalah anak buah kami,”kata Tero.


“Itu tidak mungkin. Aku akan bayar kalian asalkan kalian tidak membunuhku,”ucap Mawar yang mencoba


bernegoisasi.


“Membayar kami dengan apa,”kata Izam.


“Berapa yang kalian inginkan, aku akan membayar kalian,”kata Mawar yang tidak tahu kalau saham yang dia miliki


sudha jatuh ketangan Petra semua tanpa sepengetahuan Mawar.


“Kasih tahu saja kenapa dari wajahnya saja dia sudah putus asa,”kata Teri. Saat mereka mengobrol Mawar menghubungi Temi dan memberi tahukan kalau dia dalam bahaya dan keluarganya. Tapi usaha yang dia lakukan sia-sia. “Bukannya sudah aku beritahu percuma kamu meminta tolong mereka semua sudah tewas kecuali sahabat kamu yang sudah menyerah dengan sikap kamu yang keras kepala,”kata Izam dari belakang.


“Apa yang kalian lakukan dengan keluargaku,”ucap Mawar yang tidak tahu kalau dia tertusuk pisau dari belakang.


“Kamu...,”ucap Mawar yang tidak bertenaga karena sudah tertusuk. “Makanya jangan mencari masalah dengan adik kecil kami,”kata Tero.

__ADS_1


Setelah urusan mereka selesai mereka menyuruh anak buah mereka untuk membereskan semua yang ada. “Akhirnya selesai juga,”kata Teri.


__ADS_2