Hatimu Dan Hatiku

Hatimu Dan Hatiku
Perpisahan Temi dengan Mawar


__ADS_3

Setelah kejadian di pulau Temi dan Mawar tidak saling berhubungan lagi.”Sebanarnya ada apa ini. Kenapa Temi tidak mengabariku?,”kata Mawar.


“Apa aku melakukan kesalahan yang membuat dia tidak ingin bertemu denganku lagi. Aku harus bagaimana lagi?,”ucapnya lagi.


Mawar yang tidak tahu harus bagaimana dengan apa yang terjadi di pulau. Dia berpikir pasti ada sesuatu yang salah saat di pulau waktu itu. “Aku harus mencari tahu apa yang terjadi?,”kata Mawar.


Ditempat lain Temi setelah kejadian itu dia bertemu dengan Demon yang berbaring terlula yang mengharuskannya membawa dia ke rumah sakit. “Sampai saat ini kenapa kamu belum bangun,”ucap Temi di depan Demon yang masih belum siuman.


“Apa yang harus aku lakukan?,”kata Temi. Hingga dokter datang bersama suster untuk meriksa Demon. “Bagaimana dok?,”kata Temi.


“Untuk sekarang keadaannya sudah stabil, tapi untuk kapan dia akan bangun tidak bisa dipastikan karena luka yang didapatkan,”kata Dokter menjelaskan.


 Temi hanya menganggukan kepalanya dan kembali melihat kearah Demon yang masih menutup matanya. Dengan menghela nafas dia mencoba untuk menghubungi Rembon yang sampai sekarang tidak ada kabar. Yang membuat Temi tambah khawatir dan berpikir,”Sebenarnya apa yang terjadi kenapa semuanya jadi seperti ini?”


Hati Temi yang galau karena Demon terluka dan sahabatnya. “Aku harus bagaimana akankah aku menghubungi Mawar atau tidak karena kejadian tempo hari di pulau,”kata Temi.


Waktu berlalu hari demi hari berganti, musim berganti menjadi sejuk. Temi yang masih tidak mengabari Mawar dan masih menuggu bangunnya Demon. Waktu ia lalu dengan mencari tahu keberadaan Rembon dan anak buah Demon yang lain. Tapi dia tidak menemukan apa-apa. Tapi pikirannya merasakan kalau ini adalah perbuatan Surya.


Hari itu dia mencoba mencari tahu di salah satu tempat yaitu adalah markas di pulau tersembunyi. Setelah mengunjungi Demon dan memastikan keadaannya dia pergi ke pulau tersembunyi. Perjalan ini mungkin akan menjadi perjalan untuk menemukan kebenaran yang terjadi.


Tapi saat dia sampai disana dia terkejut karena pulau yang menjadi markas Demon kini menjadi puingan batu. “Apa yang terjadi di tempat ini sebenarnya,”kata Temi yang perlahan berjalan menuju puingan batu tersebut.


“Aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat,”kata Temi yang melihat kesegala arah dan mencari apa yang tersisa.


Satu jam dia mencari tapi dia tidak menemukan apa-apa hanyapuingan batu dan beberapa tulang. “Aku tidak percaya jika semua ini adalah mayat anak buah Demon. Apakah salah satu dari mereka Rembon juga ada ditempat

__ADS_1


ini?,”ucap Temi yang kembali menyusuru pulau.


Selama pencarian dia tidak lupa untuk menghubungi pihak rumah sakit untuk mengetahu kabar perkembangan Demon. Hingga di ujung jalan dia mencoba untuk menyerah, hingga dia menemukan satu jejak kehidupan di pulau.


Setelah menemukan satu jejak yang mungkin ada beberapa anak buah Demon yang selamat. Ia bergegas mencari tahu asal muala jejak yang dia dapatkan. Setelah menyusuri jejak yang dia lihat dia menemukan satu gua yang


membuat dia penasaran. Temi mencoba masuk ke dalam Gua hingga dia dikejutkan beberapa orang yang siap untuk menembak Temi.


“Tunggu dulu,”ucap Temi saat melihat ke arah Rembon yang berbaring terluka ditanah. Tanpa berpikir panjang di menerobos masuk dan menuju ke arah Rembon.


“Rembon... Apa yang terjadi denganmu. Bagaimana kamu bisa terluka seperti ini?,”kata Temi yang didengar oleh anak buah Demon.


“Apa kamu mengenal atasan kami,”ucap salah satu anak buah Demon. “Iya aku mengenal dia dan bos kalian. Kenapa kalian tidak membawa Rembon ke rumah sakit?,”kata Temi.


Mereka semua terdiam dan tidak bisa mengatakan apa-apa. Temi hanya menghela nafas,”Apa kalian bisa bergerak. Jika bisa, bawa Rembon dan bawa dia ke rumah sakit dan ikuti aku sekarang,”kata Temi dengan tegas.


Di tengah pemeriksaan Temi bertanya kepada anak buah Demon apa yang terjadi. Mereka semua berkata kalau markas diserang oleh organisasi peneliti. Setelah mendengar nama organisasi peneliti yang hanya tahu satu hal


yaitu Bunga yang merupakan bos dari organisasi tersebut. Tapi dia masih binggung kenapa organisasi tersebut menyerang markas Demon sebenarnya apa yang terjadi.


“Kenapa mereka menyerang kalian, apa ingin mengajak perang,”kata Temi untuk mencari tahu apa yang terjadi. “Tidak. Mereka datang karena kami melanggar perjanjian,”ucap salah satu bawahan.


“Perjanjian apa yang kalian maksud?,”kata Temi yang tidak tahu. “Perjanjian yang berisikan tidak boleh siapapun membocorkan identitas bos organisasi peneliti jika mereka membocorkan harus mendapatkan kartu hitam yang


berati mati,”kata bawahan.

__ADS_1


“Apa,”ucap Temi yang terkejut. “Apa semua ini adalah salahku,”ucap hati Temi sambil melihat kearah mereka berdua.


Hingga pintu UGD terbuka suster keluar dan memberi tahukan kalau pasien mendapatkan luka serius jika tidak dibawa ke rumah sakit. “Apa lukanya sangat serius suster,”kata Temi. Hingga dokter yang menanganinya keluar


dan menjawab pertanyaan wakil dari pasien.”Luka yang didapatkan memang serius jika tidak melakukan tindakan pertama. Tapi untung saja luka tersebut tidak menjadi fatal karena sudah membawa pasien tepat waktu ke rumah sakit. Jika tidak mungkin saja dia sudah tewas,”kata Dokter menjelaskan.


“Untuk sekarang pasien hanya bisa menuggu hingga dia siuman,”kata dokter lagi. “Kapan dia akan siuman dok?,”ucap Temi. Dokter hanya menggelengkan kepalanya saja tanpa berkata yang memberi tahukan kalau tidak


pasti dia akan terbangun.


“Terima kasih dok, jika boleh tolong pindahkan pasien di satu ruangan yang sama dengan pasien yang selalu aku jaga,”kata Temi. “Baik,”ucap suster.


Setelah Rembon dipindahkan di ruangan yang sama dengan Demon, dia bisa menjaga keduanya bersamaan. Hinga anak buahnya berkata,”Siapa yang ada didalam?”


“Dia adalah bos kalian,”kata Temi yang masuk. Tapi dihadang anak buah mereka. “Apa kalian ingin melihat bos kalian.Ikut denganku sekarang,”kata Temi yang membuka pintu ruangan.


Temi berjalan masuk dan dikuti beberapa orang dibelakang. Anak buah mereka melihat ke arah kasur dimana Demon berada. “Apa yang terjadi dengan bos kami,”kata bawahan Demon.


“Dia terluka karena Surya,”ucap Temi dengan singkat dan tetap berjalan kearah mereka berdua yang berbaring. “Surya kata kamu,”kata bawahan. “Iya. Apa kalian mengenal orang itu,”ucap Temi dan melihat kearah bawahan.


“Kami mengenalnya dia adalah rekan dari bos organisasi peneliti atau juga sebagai rekan kerja bos peneliti,”kata bawaan.


“Kapan mereka akan terbangun,”ucap bawaan dengan lemas. “Aku tidak tahu kapan mereka akan terbangun. Tapi kalian yang masih bisa bergerak jangan putus asa, kalian harus bangkit agar saat mereka berdua terbangun mereka melihat perjuangan kalian,”kata Temi yang membujuk mereka yang sudah putus asa.


“Kami tidak akan putus asa. Kami ada permintaan,”ucap bawaan. Temi melihat kearah bawaan,”Apa itu jika tidak berat aku lakukan selama aku bisa mengabulkannya.”

__ADS_1


“Tolong jaga kedua atasan kami. Kami akan mencari informasi yang bisa membangkitkan kembali organisasi tersembunyi agar mereka memiliki tempat kembali,”ucap bawaan. Temi hanya tersenyum melihat anak buah Demon yang masih mempercayainya saat mereka sedang tidak berdaya.


__ADS_2