
Petra yang sudah gelisa ingin bertemu dengan Bunga kini ditambah masalah di tengah jalan dengan musuh menghalangi. Membuat Petra naik darah karena kesal, ia keluar dari mobil dengan melepaskan jas yang ia kenakan. Sementara sekrtaris Jim yang sudah di luar merasakan hawa dingin di sekitarnya.
Tapi waktu itu belum terlalu malam, tidak kenapa menjadi dingin yang membuat bulu kudung merinding. Setelah melihat ke belang barulah ia tahu yang membuat suasana malam itu dingin karena tuan muda dengan ekspresi
wajah kesal, marah dengan tatapan tajam seperti pembunuh yang siap untuk berburu hewan liar.
“Tuan muda kenapa anda keluar. Biar saya saja menghadapi tikus ini,”kata sekertaris Jim.
“Jika aku menuggu kamu akan kelamaan,”ucap Petra yang sudah marah.
Petra maju dengan gagah yang siap maju di medan perang. “Siapa kalian mengganggu jalanku,”kata Petra.
Tuan muda kenapa begitu kesal. Aku disini datang ingin memberikan hadiah untuk anda,”ucap orang asing.
“Keluarkan orang itu,”kata orang asing.
Dari belakang keluarlah seorang gadis yang merupakan teman kecil Petra yang dari luar negeri. Gadis itu pernah menolong Petra dengan mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan Petra.
Petra yang melihat ke arah belang orang asing berterika,”Karin.”
“Ternyata bener hadiah ini sangat indah bukan untuk anda,”ucap orang asing.
“Apa yang kamu inginkan,”kata Petra.
“Mudah saja aku ingin proyek kamu dibatalkan,”kata orang asing.
“Kamu ingin proyekku dibatalkan,”ucap Petra yang sombong dengan tatapan tajam.
“Jika kamu tidak ingin gadis ini matai didepan kamu,”ucap Orang asing.
“Jangan hiraukan aku Petra. Kamu pergi saja dari sini mereka memiliki niat...,”kata Karin yang belum selesai karena terpotong oleh orang asing.
“Diam kamu jika kamu ingin hidup,”ucap orang asing yang mengancam Karin dengan Pisau.
Suasana menjadi tegang karena Karin yang teman masa kecilnya di tangkap. Ditambah lagi dia ingin bertemu dengan Bunga. Dalam keadaan bimbang Petra sudah menghubungi orangnya untuk datang ke lokasi tanpa sepengetahuan musuh.
Waktu berlalu hingga sampai peluruh di tembakkan ke musuh yang membawa Karin. Hingga ada celah untuk menyelamatkan Karin dari sergapan. Setelah menyelamatkan Karin dari orang asing.
“Bawa karin pergi,”ucap Petra kepada sekertaris Jim.
“Baik tuan,”kata sekertaris Jim.
Petra yang sudah meledang emosing mulai memukul dan menghantam orang asing yang menghalangi meluapkan semua emosi yang ada. Hantaman demi hantaman sudah dilontarkan oleh petra sampai musuh babak belur. Setelah semua orang dikalahkan dengan bantuan bawahannya.
“Petra kamu tidak apa,”kata Karin sambil berlari memeluk Petra.
“Maafkan aku, membuat kamu seperti ini,”ucap Karin.
“Tidak, ini salahku yang telah melibatkan kamu. Kamu tidak terluka,”kata Petra.
__ADS_1
Karin hanya menggelengkan kepalanya. “Dere, antar Karin ke rumah sakit. jaga dia dengan baik,”kata Petra.
“Tunggu Kak Petra,”kata Karin yang memegang tangan Petra.
“Ada apa. Aku sedang buru-buru,”kata Petra yang melepaskan gengaman tangan Karin.
“Kakak tidak mengantarku, aku masih takut jika ada orang asing yang menculik Karin,”ucap Karin yang memelas untuk diantarkan.
“Kamu akan diantar oleh Dere.,”uacap Petra yang pergi bersama sekertaris Jim.
“Ayo kita pergi,”kata Petra.
Mobil melaju dengan kenjang sampai Karin tidak bisa melihat mobil yang dinaiki Petra. “Nona aku kita pergi sekarang,”kata Dere.
Karin masuk ke mobil dengan wajah kesal karena Petra tidak mau mengantar dia. “Kemana Petra pergi,”ucap Karin yang bertanya.
“Tuan muda ingin pergi ke rumah sakit,”kata Dere.
“Jika ingin ke rumah sakit kenapa aku tidak sekalian ajak, bukannya satu jalur,”ucap Karin.
“Maaf saya tidak tahu,”kata Dere yang menyembunyikan dimana tuannya.
“Kamu menyembunyikan sesuatu ya,”kata Karin.
“Tidak Nona,”ucap Dere.
“Aku tidak ingin di rumah sakit ini. Aku ingin di rumah sakit yang sama dengan Petra. Antar aku ke tempatnya sekarang,”kata Karin.
“Maaf nona saya tidak bisa, tuan muda sudah meminta nona untuk di periksa di rumah sakit ini,”ucap Dere.
“Aku tidak mau, bawa ke tempat Petra sekarang,”ucap Karin yang semakin kesal.
“Jika tidak mau aku akan pergi mencarinya sendiri. Biarkan aku ditanggap olehorang asing lagi,”kata Karin yang mengancam.
“Jangan nona. Baik saya akan mengantar anda,”kata Dere yang tidak bisa berbuat apa-apa.
Mobil melaju ke tempat Petra berada. Sedangkan Petra yang sudah sampai di tempat langsung menuju ke ruangan Bunga. Tapi dihadang oleh John dan Ilham.
“Kamu mau kemana,”ucap Ilham.
“Aku ingin melihat Bunga,”kata Petra yang kesal.
“Kamu tidak lihat tanda ini,”ucap Ilham yang menujukan tanda di pintu.
“Apa yang terjadi denganmu Petra, penuh dengan luka memar,”kata John yang melihat keadaan Petra.
Ilham merangkul Petra untuk duduk. “Apa yang terjadi denganmu, ayo cerita,”kata Ilham.
“Bagaimana keadaan Bunga, kenapa aku tidak boleh masuk,”kata Petra yang masih melihat kearah pintu.
__ADS_1
Suara pintu terbuka, Petra langsung berdiri dan menghampiri pintu yang terbuka. “Bagaimana Bunga,”ucap Petra.
“Sebaiknya kamu duduk dulu,”kata Dokter Erik yang melihat Petra penuh dengan luka memar.
“Aku akan membawa ke ruangan lain untuk mengobatimu dulu baru aku akan jelaskan,”ucap Dokter Erik.
“Aku ingin sekarang. Apa yang terjadi dengan Bunga,”kata Petra yang menarik krah Erik.
“Sabarlah dulu. Kami akan jelaskan padamu. Lepaskan dia,”kata Ilham yang membujuk.
“Sebenarnya adikku dalam penyembuhan atau pemulihan kondisi tubuh oleh karena itu tidak ada yang boleh masuk kedalam ruangan kecuali dokter Erik dan Dokter Reona,”kata John.
“Kenapat tidak bilang dari awal,”ucap Petra.
“Aku ingin jelaskan, tapi kamu menutup telponnya bodoh,’kata Ilham.
“Sekarang kamu sudah tahukan. Aku akan memeriksa luka kamu dulua,”kata Dokter Erik.
Tidak lama kemudian datanglah Karin dengan Dere. “Kak Petra,”kata Karin yang berjalan ke arah Petra.
“Kanapa kamu bisa ada disini,”kata Petra yang terkejut.
“Maaf tuan. Nona ingin dirawat ditempat yang sama dengan tuan,”kata Dere menjelaskan.
“Iya kak. Kenapa kamu meninggalkan aku sendirian dengan orang ini. Kenapa kamu tidak sekalian membawa aku juga jika kamu ingin ke rumah sakit,”kata karin yang merangkul tangan Petra.
“Lepaskan,”ucap Petra dengan dingin.
“Kenapa kamu tega berkata seperti itu,”kata Karin yang mulai menangis.
Reona keluar dari ruangan, yang keberulan mendengarkan pembicaraan Petra dengan Karin dan orang yang diluar.
“Sebenarnya kamu suka dengan siapa,”kata Reona yang keluar dari ruangan.
“Jangan sampai kamu melukai temanku. Jika itu terjadi, kamu akan tahu akibatnya,”ucap Reona yang dingin.
“Kamu siapa, beraninya mengancam Petra,”ucap Karin yang kesal.
“Itu bukan urusan kamu, yang tidak tahu apa-apa,”kata Reona.
“Dan kamu sebagai kakak harusnya bisa menjaga adik kamu biar tidka terluka lagi,”kata Reona yang hendak ingin masuk ke ruangan.
“Tunggu kamu, emangnya kamu siapa,”ucap Karin sambil menarik rambutnya Reona.
Orang yang melihat mencoba untuk menyelesaikan masalahnya dengan baik tapi hasilnya Reona memukul Karin tanpa belah kasian. “Gadis lemah sepertimu tidak seharusnya datang ketempat ini,”kata Reona.
“Lepaskan,”ucap Petra yang membela Karin.
“Kamu berani membela dia. Jauhi Bunga sekarang,”kata Reona dengan tajam.
__ADS_1