Hatimu Dan Hatiku

Hatimu Dan Hatiku
Perjalanan Pulang


__ADS_3

“Apa kamu tidak apa-apa dik,”kata Ilhan yang masih khawatir.


“Kenapa kak?,”ucap Bunga yang polos.


“Tidak ada,”kata Ilham yang tidak melanjutkan ucapannya.


Setelah pembicaraan selesai mereka kembali ke tempat masing-masing untuk istirahat. Sedangkan untuk kak John yang masih ingin mencari buku tetap tinggal  di perpustakaan untuk mencari buku.


Malam berlalu hari berganti pagi dimana semua menyiapkan barang untuk pergi dari pulau. Bunga yang sibuk dengan dirinya sedang mempersiapkan barang apa saja yang akan dia bawa. Karena barang yang dia bawa tidak banyak tidak membutuhkan waktu yang lama. Hingga Izam datang,”Apa kamu sudah membawa barang  akan dibawa?.”


Bunga tersenyum,”Sudah, tidak banyak yang akan aku bawa.”


“Apa setelah ini kamu akan menjalani hidup seperti biasa. Apa kamu sedikit akan menjalani hidup kerena kondisi kamu sudah membaik?,”kata Izam.


“Aku tidak tahu, lihat saja nanti,”ucap Bunga yang belum menentukan apa yang akan dia lakukan.


“Bagaimana dengan Petra,”kata Reona dari belakng Izam.


“Petra, ya,”kata Bunga yang masih binggung dengan perasaannya.


“Aku tidak tahu, jalani saja seperti biasa. Biarkan waktu yang menentukan,”kata Bunga yang pasrah dengan keadaannya.


“Baiklah jika itu yang kamu mau. Kami disini akan mendukung pilihan yang kamu buat,”kata Izam.


Setelah semua selesai Bunga keluar ditemani oleh Reona dan Izam yang ada disampingnya menuju tepi pulau. Dimana kapal mereka berada. Dari jauh Bunga sudah melihat kak Ilham dan kak John yang sudah ada didalam kapal termasuk teman kakak yang siap untuk melapuh laut yang luas.


“Kamu sudah datang,”kata kak Ilham.


Bunga hanya tersenyum dan berjalan menuju kapal.”Apa hanya itu saja barang yang kamu bawa,”kata kak John.


“Iya kak,”kata Bunga.


“Apa persiapan kapal sudah lengkap semua,”kata Tero.


“Sudah semua,”ucap Reza.


“Kita bisa berangkat sekarang jika tidak ada lagi,”kata Reno.


“Baiklah. Aku akan kembali jaga kalian ya,”kata Bunga kepada semua orang yang ada di dalam pulau.


“Hati-hati dijalan,”kata Reona.


Mereka yang ada di pulau melambaikan tangan untuk Bunga. Kapal sudah berlayar menuju laut lepas. “Apa kamu tidak apa dik,”kata Kak Ilham.


“Tidak kak. Kenapa?,”kata Bunga.

__ADS_1


Kak Ilham hanya tersenyum tanpa berkata dan memeluk adiknya. “Pati ayah dan Ibu sedang jika kamu sudah sembuh sekarang,”kata kak Ilham.


“Iya,”kata Bunga yang tersenyum.


Kak Ilham melepaskan pelukannya dan masuk ke dalam,”Ayo masuk.”


“Nanti kak aku masih ingin diluar,”kata Bunga yang menikmati keindahan laut lepas.


“Tapi jangan lama-lama nati sakit,”ucap Kak Ilham yang berjalan masuk.


“Iya kak,”kata Bunga.


“Indahnya laut dan nyaman tenang,”kata Bunga.


Menikmati laut yang indah dengan angin yang berhembus Bunga membuat satu kata-kata yang terlintas dibenaknya. Untuk mengisi waktu luangnya di kapal.


“Laut biru dan sejuk, indah saat kau melihat keindahan alam yang tidak bisa kamu ukur keindahan itu. Aku yang di tengah laut melihat dari penjuru arah hanya ada air yang meluap luas. Sampai aku tidak tahu dimana ujung air ini akan berakhir. Sama halnya angin yang berhembus sejuk membuat aku nyaman di tengah laut yang luas ini. Indah dan nyaman serta tenang untuk melepaskan lelah dari semua beban pikiran.”


“Sejak aku berjalan di tengah laut aku selalu berfikir. Dimana aku harus melangkah sementara mereka sudah pergi meninggalkannya. Seperti ikan yang selalu bergerombongan bersama-sama.”


“Apa yang kamu buat dik,”kata Kak John dari belakang.


Bunga menoleh ke arah suara,”Ohh kakak. Aku kira siapa.”


“Kamu kira siapa kalau bukan kakak kamu yang datang,”kata Kak John.


“Kamu kira kakak yang ganteng ini hantu,”ucap Kak John.


“Maaf kak, Cuma bercanda saja. Jangan diambil hati. Aku lagi buat kata-kata. Kenapa kakak keluar, ada apa?,”kata Bunga.


“Kakak hanya bosan didalam mencari suasana yang lain. Sambil melanjutkan bacaan kakak,”kata Kak John.


“Dimana kak Ilham,”kata Bunga.


“Kak Ilham sedang didalam. Kenapa?,”kata Kak John.


“Tidak aku hanya ingin tahu,”kata Bunga.


“Belum selesai bacanya kak,”ucap Bunga sambil melihat kakaknya membaca.


“Belum, karena buku ini sangat menarik ada sedikit arah mata angin yang harus kakak jelajahi perlahan-lahan,”kata Kak John.


“Baiklah. Aku tidak akan mengganggu,”kata Bunga yang melanjutkan membuat kata-kata.


“Angin laut yang bersama angin yang berhembus membuat pikiran tenang dan nyaman. Tidak ada yang bisa membuat orang merasakan rasa nyaman dari indahnya laut hembusan angin bersama laut”

__ADS_1


Dedik demi detik Bunga lalu dengan membuat satu demi satu kata. Tanpa ia sadari malam sudah tiba, hingga kakaknya mengajak dia masuk kedalam kapal tapi ia menolak karena dia meliaht ke tas langit yang penuh


dengan sinar cahaya bintang yang banyak. Membuat dia takjub akan keindahan malam di tengah lau yang sunyi.


“Kenapa kalian masih di luar ayo masuk,”kata kak Ilham.


“Bunga ayo masuk,”ajak kak John yang menarik tangan adiknya.


“Tunggu dulu kakak, aku masih ingin diluar,”kata Bunga.


“Nanti lagi jika kamu sudah mengisi perut kamu,”kata Kak Ilham.


“Baiklah, aku masuk ayo kak,”kata Bunga yang berjalan beriringan dengan kak John.


Semua orang sudah di tempat mereka untuk makan malam. Bunga yang melihat merasa takjub dengan hidangan malamnya sangat mewah. “Siapa yang buat kakak,”kata Bunga sambil duduk.


“itu kakak yang buat dengan teman kakak,”ucap kak Ilham.


“Kakak bisa masak,”kata Bunga yang tidak percaya.


“Kamu kira kakak tidak bisa masak,”kata Kak Ilham yang melihat ke arah adiknya.


Bunga hanya tersenyum dan memakan makanan yang sudah dihidangkan. Sentuhan dan rasa yang ia rasakan membuat ia nyaman tanpa ia sadari dia menikmati makan malamnya. Kakaknya dan temannya yang melihat Bunga


makan dengan lahap berasa senang. “Syukurlah jika kamu suka Bunga,”kata Reno.


“Iya, kak habis masakan kakak semua enak dan lezat,”kata Bunga.


“Jika setaiap saat seperti ini aku tidak akan bosan,”ucap Bunga.


Malam yang hangat di tengah laut dengan kesunyian yang tidak bisa mereka katakan. Tapi kesunyian itu berakhir dengan kehangatan dari semua orang yang ada. Hingga malam yang sunyi berlalu bergitu saja tanpa rasa dingin.


Bunga yang merasakan bosan di atas kapal memina ijin untuk berenang tapi kakak Bunga tidak mengijinkan karena tempat kapal mereka berada lautannya sangat dalam dan dangkal. “Kak aku ingin berenang boleh,”kata Bunga.


“Tidak boleh,”ucap kak Ilham.


“Kenapa tidak boleh,”ucap Bunga yang kecewa.


“Karena tempat ini tidak aman,”kata kak John.


“Terus dimana tempat yang aman untuk aku bisa berenang, Aku bosan kak,”kata Bunga.


“Jika sudah melewati zona laut ini, ada tempat yang bagus untuk jelejah laut,”kata kak Ilham.


“Baiklah, aku akan menuggu,”ucap Bunga yang kembali duduk.

__ADS_1


Sambil menuggu Bunga melihat ke dasar laut yang bergelombang. Hati bunga yang tahu kalau tempat ini tidak aman merasakan sesuatu yang tidak biasa dari arah dasar laut.


__ADS_2