
John yang terkejut dengan perpustakaan yang dimilki adiknya. “Dik apa maksudnya ini,”kata John melihat kearah adiknya.
“Buku yang kakak cari ada disalah satu rak ini,”ucap Bunga.
“Aku tahu tapi apa semua ini adalah buku kuno,”kata John yang tidak percaya.
“Itu belum semuanya,”kata Tero
“Belum semuanya,”kata Ilham.
“Iya belum semuanya. Perpustakaan ini dibagi menjadi beberapa lantai. Untuk lantai yang pertema ini buku yang tidak terlalu penting...,”kata Tero yang belum selesai.
“Tidak penting, ini semua,”kata John yang terkejut sambil menujuk semua rak yang ada.
“Iya tidak penting. Untuk lantai kedua buku kuno yang sedikit info, lantai tiga buku kuno yang bermanfaat sedangkan untuk lantai atas adalah buku yang penting dan berharga yang tidak semua orang disini bisa dikunjungi,”kata Tero menjelaskan.
“Dik, apa itu semua benar,”kata John yang masih terkejut.
Bunga hanya menganggukan kepalanya dan berjalan masuk menuju rak yang dicarai oleh kakaknya. “Disini tempat buku yang kakak cari,”kata Bunga.
John melihat kearah rak dan melihat satu persatu buku yang ada dirak tanpa terlewatkan sementara yang lain juga mencari buku yang memang menarik.
“Apa kamu sudah mempersiapkan barangku,”kata Bunga kepada Reona.
“Tenang saja sudah aku siapkan, jadi kapan pulangnya,”kata Reona.
“Mungkin besok malam jika tidak pagi menjelang siang,”ucap Bunga.
“Apa kamu jadi mengubah penampilannya?,”kata kak Ilham dari samping.
Bunga menoleh kearah suara,”Ternyata kakak, sudah selesai mencari buku yang kakak cari.”
Ilham hanya tersenyum dan duduk disamping adiknya. “jadi menguah penampilan kamu yang lama?,”kata Kak Ilham.
“Jadilah kakak, kalau tidak semua orang akan terkejut nanti,”kata Bunga.
“Soal penyakit kamu kangkerh hati bagaimana?,”ucap John dari jauh.
“Sudah sembuh,”kata Bunga.
John mendekati adiknya dan kak Ilham. “Ada apa kak?,”kata Bunga yang merasa bingung dengan sikap kakaknya.
“Itu...,”kata Kak John yang binggung mengatakannya.
“Katakan saja,”ucap Bunga yang sudah sadar apa yang diinginkan kakaknya.
“Jika kakak tidak bilang aku tidak tahu harus mau bagaimana,”ucap Bunga
“Baiklah aku akan mengatakannya. Tapi kamu jangan marah ya,”kata John.
Bunga menganggukan kepalanya dan terdiam menuggu kakaknya mengatakan apa yang dia inginkan. “Apa... aku boleh mengambil... beberapa buku kuno ini,”ucap John yang terputus-putus.
__ADS_1
Bunga hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya,”Ambilah yang kakak sukai jika untuk lantai satu ini boleh,”kata Bunga.
“Apa kamu serius boleh aku ambil beberapa buku kuno ini,”ucap John yang senang dan tidak percaya kalau dia akan bisa mendapatkan buku yang dia cari.
“Iya ambilah. Tapi hanya untuk lantai dasar ini saja ya.,”kata Bunga.
“Terima kasih adik kecilku,”ucap John yang berlari menuju rak buku untuk mengambil buku yang dia cari.
Karena John senang dan lupa akan waktu karena bahagia bisa mendepatkan buku yang begitu langkah. Sedangkan Ilham yang masih bersama adiknyadan temannya masih bertanya-tanya dari mana adiknya memiliki buku kuno ini yang sulit untuk ditemukan. Karena penasaran dia bertanya kepada adiknya bagaimana ia mendapatkan semua buku ini.
“Dik,”kata Ilham.
“Ada apa kak?,”kata Bunga.
“Kakak ingin bertanya, dari mana kamu mendapatkan semua buku kuno ini?,”kata Ilham.
“Buku ini didapatkan saat menjelajah beberapa pulau yang tidak berpenghuni dan sebagian dipelelangan,”ucap Bunga.
“Apa itu kamu yang mencarinya,”kata Ilham.
Bunga menggelengkan kepalanya,”Tidak. Yang mencarinya buku dan pergi ke tempat yang berbahaya ada orang lain atau tim lain.”
“Maksud kamu bagaimana dik,”kata Ilham yang tidak mengerti.
“Aku akan menjelaskannya,”kata Izam.
“Buku kuno ini dicari oleh tim khusus penjelajah yang memilki ketrampilan dan kemampuan yang bisa dipercaya untuk pergi ke tempat yang berbahaya. Karena tempat yang di tujuh tidak pasti. Bukan adik anda yang pergi. Termaksud di pelelangan tim khusus juga, tapi kadang kala adik anda juga ikut tapi jika itu tertentu bukunya,”kata Izam menjelaskan.
“Apa semua ini adalah buku kuno dan langkah?,”kata Ilham.
“Itu benar. Sesuai dengan tingkatanya,”kata Reona.
“Sesuai tingkatan, bagaimana?,”ucap Ilham.
“Di perpustakaan ini dibagai menjadi beberapa tingkatan lantai, kak,”kata Bunga.
“Berati ada buku kuno yang sangat spesial dong,”ucap Ilham.
“Itu benar, tapi untuk lantai itu tidak semua orang bisa masuk kelantai tersebut,”kata Reona.
“Kenapa tidak semuanya?,”kata Ilham.
“Karena berbahaya bagai yang tidak bisa menjaga emosi saat mereka membacanya,”kata Izam.
“Apa separah itukah buku kuno spesial?,”ucap Ilham.
“Untuk buku spesial langka memenag berbeda dengan buku kuno yang lain karena sama halnya kamu membaca jiwa si penulis,”kata John dari belakang.
“Apa kamu sudah mendapatkan buku yang kamu cari,”kata Tero.
“tentu saja sudah. Dik, tadi aku dengar kamu memiliki buku spesial kuno langak. Apa itu benar?,”kata John yang duduk disampin kak Ilham.
__ADS_1
“Iya kenapa kak?,”kata Bunga.
“Apa aku boleh lihat,”ucap John.
“Tidak boleh. Bukannya kakak sudah tahu kalau buku itu sangat berbahaya kenapa ingin melihat,”kata Bunga.
“Karena aku penasaran saja,”kata John yang memengang kepalanya.
“Maaf ya kak, aku tidak mengijinkannya karena terlalu bahaya,”kata Bunga yang mencoba melindungi kakaknya.
“Aku mengerti,”kata John.
“Tapi bagaimana kalian bisa mendapatkan buku tersebut,”kata John yang penasaran.
“Seperti yang sudah kamu dengar ada tim khsus untuk buku tersebut, salah satunya adalah adik kamu yang bisa membaca buku yang ada dilantai atas,”kata Izam.
“Apa adikku,”kata Ilham dan John secara serentak karena tidak percaya.
“Iya adik kamu yang bisa membaca buku itu tanpa mendapatkan dampak jiwa yang ditimbulkan oleh buku legenda yang ada,”kata Reona.
“Bagaimana bisa,”kata John yang melihat ke arah adiknya.
“Ya bisa,”kata Bunga dengan singkat.
“Apa kamu tidak terluka saat membaca buku spesial itu, dik,”kata Ilham yang khawatir.
“Tidak. Aku membaca sama halnya dengan buku biasa hanya saja buku yang dilantai atas sangat menarik untuk dibaca dari pada buku yanga ada dilantai bawah ini,”kata Bunga yang senang dengan buku dilantai atas.
“Dik, kamu punya bakat yang langka ya,”kata John yang masih tidak pecaya.
Bunga hanya tersenyum melihat kedua kakaknya. “Sudah ayo kita cari makan sudah waktunya ini,”kata Tero.
“Apa sudah waktunya,”kata Reona yang tidak melihat jam makan sudah tiba.
“Ayo kita makan dulu nanti kita cari lag bukunya kak,”kata Bunga.
“Baiklah ayo kita pergi,”ucap Ilham.
Semuanya pergi meninggalkan perpustakaan dan menuju ke tempat makan yang berada dekat perpustakaan. Sambil meningkat makanan dan minuman, mereka saling mengakrabkan satu sama yang lain sampai ponsel kak Ilham berbunyi.
Kak Ilham yang melihat ke layar ponsel dan hanya terdiam. Karena penasaran Bunga bertanya,”Ada apa kak. Kenapa tidak diangkat?,”ucap Bunga.
“Ini dari Petra,”kata Ilham yang merasa ragu untuk menjawab.
Bunga hanya terdiam untuk beberapa menit,”Kenapa dia menelepon kakak?.”
“Karena dia mengkhawatirkan kamu dik. Selama ini dia selalu diam-diam mencari keberadaan kamu tapi tidak menemukan kamu,”kata Ilham menjelaskan.
“Aku tahu kalau dia akan mencariku. Tapi untuk apa?,”kat Bunga yang tidak mengerti.
Dan semua yang ada diruangan hanya terdiam dengan susana yang dingin karena Bunga yang merasakan kalau akan terjadi sesuatu lagi saat dia kembali. Didalam hatinya yang sudah memberi tahunya.
__ADS_1