
Gelombang laut yang tenang. Menghanyutkan jiwa yang tenang
karena dirimu yang selalu ada di hatimu.
Gelombang laut yang surut selalu tenang tapi saat pasang laut membuat
gelombang laut menjadi pisau.
Tapi kamu selalu tenang , tapi semua itu akan membuat dirimu
tidak ada beban. Jalan ini selalu indah, tapi keindahan itu tidak setenang gelombang di laut.
Kamu harus tahu, jalan mana yang ingin kamu lewati.
Bahwasannya jalan itu membuat kamu tidak bisa mengatakannya. Hati ini akan tenang
dengan seiringnya waktu. Karena kita melewati jalan masing-masing. Hati ini
bisa tenang sejernih air. Jika kamu bisa
tenang, maka buatlah dirimu tenang. Saat
kamu tidak ada yang mengetahuinya. Karena pada bahwasannya hati ini bisa tenang
jika kamu bisa membuat hatinya tersentuh. Karena hari ini hatiku bisa tenang
bagaikan air yang tidak berujung. Semua beban tidak akan bisa lepas dari
akarnya jika kamu tidak membuat hatimu tenang.
Apa yang kamu inginkan?
Kenapa aku yang harus merasakan beban ini.
Apa kalian tidak sadar. Kalau kalian semua tidak konsisten
dengan apa yang kalian ucapkan. Aku tidak mengerti kenapa kamu seperti itu. Aku merasakan apa yang aku
lakukan semuanya salah. Karena aku takut ada kesalahpahaman diantara kita
semua.
Aku tahu kalau pendapat kita berbeda-beda. Tapi bisa tidak
__ADS_1
jangan sampai kalian menjerumuskan orang lain. Aku tahu sampai mana batasan
dirimu. Semua beban kalian limpahkan kepadaku, tapi kalian tahu tidak beban apa
yang aku terima dari tatapan kalian. Kalian tidak sadar kan rasa yang kamu
buat. Jiwa dan hati ini bisa saja pergi jika kalian terus memaksa dirimu. Aku
lelah sampai kapan kalian akan terus melakukan itu kepada diriku, aku yang
seorang wanita yang tidak bisa melakukan apa-apa tanpa batuan laki-laki. Tapi
kalian hanya menatap diriku, menekan diriku yang membuat aku tidak bisa
bertahan lagi ditempat yang menyakitkan ini.
Kenapa kalian seperti itu? Apa salahku sampai kalian
menghindar dariku. Apa karena aku tidak bisa berbuat apa-apa tidak membantu
kalian. Kalian hanya memandang dan tertawa tanpa tahu rasa yang aku rasakan.
Sakit dalam diriku membuat hati ini semakin tersayat akan dirimu. Kamu tidak
tahukan apa yang terjadi jika akau pergi, mungkin ada yang khawatir akan diriku
bahagia aku pergi atau aku tetap disini. Kalian yang tahu? Aku tidak bisa
memutuskan mana yang baik dan benar dari kalian. Itu semua membuat aku
merasakan sakit yang tidak bisa aku sembuhkan.
Ego yang berbeda?
Setiap orang memiliki ego yang berbeda sama halnya diriku.
Tapi kalian tau tidak mana yang aku sukai dari semuanya ego yang bisa membuat
orang lain merasa tersakiti oleh sikap kalian. Aku yang bisa menahan semua rasa
itu aku pendam karena kalian. Aku juga merasa ada yang salah kepada kalian,
tapi aku merasakan ada yang salah dengan sikap kalian. Kenapa kalian
__ADS_1
menyembunyikan kebenaran dari semua yang ada. Apa yang kalian tidak suka satu
dengan yang lain. Pergi jauh di lubung hati, tanpa mengatakan satu kata yang tidak
berarti.
Kalian tahu saja apa yang aku rasakan ini menyakitkan diriku.
Jiwa yang pudar karena rasa ego kalian. Rasa yang kalian inginkan hanya bermain
untuk menyenangkan diri kalian tanpa mengetahui akibat dan sebab yang akan
terjadi.
Pikir dulu baru melakukan sesuatu jangan melakukan sesuatu
tanpa kalian memikirkan sebab dan akibat yang kalian lakukan. Itulah kalian
tanpa mengatakan apa-apa, aku hanya terdiam menuggu kedatangan kalian saja.
Jalan yang panjang dan berliku selalu kalian hadapkan dengan rasa kasian tapi
kalian membuat orang itu sakit hati. Itu yang terjadi jika kamu tidak tau apa
yang akan terjadi pada kalian sendiri. Kalian harus tahu dimana kalian akan
berlabuh, untuk apa kalian mengertikan orang itu tapi kalian sendiri masih
membuat orang itu sakit hati. Iya tidak, itulah manusia yang selalu
berubah-ubah jiwanya.
Sama halnya dengan diriku yang belum tahu dunia luar, masih saja menerima rasa sakit akan gelombang yang datang menghadang. Aku harus apa, dan bagaimana aku harus melangkah disaat seperti ini. Dalam kesendirian aku mencari jawaban dari rasa sakit yang aku dapatkan karena gelombang patai yang datang di hatiku. Aku yang merasakan apa kamu juga merasakannya juga. Mungkin dia tidak merasakannya, hanya aku yang bisa merasakan derita dalam gelombang itu saja.
Kamu yang kesepian dan butuh teman untuk bersama. Tapi kamu belum mendapatkan teman itu saja, kamu juga sedang menuggu sendirian di laut yang luas menanti akan kehadiran sosok itu.
Kita sama menuggu dalam penantian yang panjang dan penuh derita yang kita rasakan. Rasa sakit yang kita dapatkan sama karena mereka yang tidak tahu akan sakit hati kita. laut yang indah dan bergelombang tinggi, sellau menjadi pemandangan yang menakutkan dan indah untuk dijelajahi. Tapi tidak semua yang memandang akan menetap di laut yang indah dan bergelombang tinggi karena tempa itu bukan untuk dihuni. Sama halnya dengan hatiku yang kosong masih saja menuggu dia yang tidak mengharapkan diriku yang seperti ini.
Apa yang harus aku lakukan?
Rasa sakit penderitaan, kekacauan hati ini selalu datang dalam pikiranku yang rapuh akan bayangan dirimu yang pergi menjauh dariku. Saat kamu dalam kesendirian dan kesunyian aku selalu memandang langit kemana aku akan berjalan setelah ini. Setelah semua rasa yang aku dapatkan akan dirimu. Aku bukan menyalahkan hatiku yang berlabuh di hatimu. Karena aku tidak tahu aku harus bagaimana karena aku tidak tahu apa cinta sebenarnya. Oleh karena itu, tolong beri tahu aku apa itu cinta yang abadi dan aku harus bagaimana dengan hatiku yang sudah berlabuh di hatimu tapi tidak berbalas dengan kasih sayang. Kemana lagi aku harus melangkah, dimana ada orang yang akan menolong hatiku ini. Dalam ingatan kesedihan yang tidak berujung pada penyesalan semata karena dirimu aku jatuh dalam tebing yang aku pandang setiap harinya. Biarkan hati ini tenang dan meninggalkan rasa sakit yang kamu berikan untukku.
Hati yang bergelombang bagaikan di laut lepas, bebas mencari siapa saja yang di pilih untuk masuk ke ruang hatimu yang paling dalam. Tapi tidak semua akan bisa masuk jika kamu telah melukai, maka kamu tidak akan bisa masuk lagi ke hatinya.
__ADS_1
Karena hati yang terluka tidak ingin terluka kedua kalinya di hati yang sama, itu akan menyakitkan untu bunga yang malang itu.
Jauh di hati tapi tidak dekat untu pemilik hati yang sudah rapuh bagaikan bunga yang layu.