Hatimu Dan Hatiku

Hatimu Dan Hatiku
Kembali dari Perjalaan Jauh


__ADS_3

 Hari yag panjang dan melelahkan, bernagai kejadia, musiba dan deriat mereka lalu hanya untuk menikmati wisata dunia. Pemandangan yang indah dan menajubkan dari tiga negara yang indah alan alam. Berbagai Bunga dan jenis tanaman yang menuejukkan hati saat mereka ada dipertemuan dengan tubuh yang lelah.


Indah dan sejuk dengar berbagai kuliner makanan yang enak untuk mengisi perut mereka. Tapi hari itu akan berakhir karena sudah waktunya merek akembali ke negara mereka. Walaupun perjalannya selalu diselimuti berbagai ancaman, tapi ada juga pemandangan yang indah yang membuat mereka lepas dari beban penderitaan.


Di perjalan menuju bandara kak Ilham bertanya kepada Bunga yang masih asik melihat foto yang dia ambil saat diperjalan wisata dunia. “Bunga,”kata kak ilham.


“Ada apa kak,”ucap Bunga yang masih melihat Foto.


“Apa kamu ingat saat kamu diculik. Siapa yang telah menolong kamu,”ucap kak Ilham.


Bunga melihat ke arah kak ilham ,”Aku tidak tahu kak. Saat itu Bunga pinsan dan saat bangun aku melihat diriku sudah terikat dan ada orang yang berdiri. Tapi orang itu tidak bergerak hanya mematung. Karena suasana


waktu itu aneh, aku mencoba melepaskan diri dan lari kabur. Tapi Bunga tidak dikejar oleh mereka,”kata Bunga.


 “Tapi itu aneh juga Bunga tidak di kejar apalagi didepan mata mereka kalau kamu kabur,”kata Le.


“Iya juga. Aku juga tidak tahu, mungkin saja Allah masih sayang dengan Bunga,”kata Bunga.


“Kita sudah sampai di depan bandara, Ayo keluar,”kata Kak John yang membuka pintu mobil.


Perjalanan yang begitu indah, tragedi, musibah, derita mereka lalu bersama hanya untuk tiga pemandangan yang belum pernah mereka lihat.


“Akhirnya kita bisa pulang,”kata Le yang menghela nafas.


“Kenapa kamu berkata begitu Le. Apa kamu takut ya,”kata Bunga yang bercanda.


“Siapa yang takut.... Kalau kamu sendiri gimana Bunga,”kata Le.


“Aku... Kenapa?,”kata Bunga.


“Apa tidak takut saat orang itu membawa kamu pergi dan penembakannya,”ucap Le.


Bunga tidak langsung menjawab setelah duduk di atas pesawat barulah ia bicara. Tapi sebelum ia berkata Bunga melihat disekelilingnya siapa saja yang akan pergi ke negaranya dengan banyak orang yang ia lihat. Tapi dari


semua yang ia lihat, ia melihat satu atau dua orang yang baginya harus waspadai. Setelah kejadian yang ia alami baru ini, untuk tetap tenang dan berhati-hati.


“Bunga,”kata Le yang menatapnya.


“Iya, aku duduk dulu. Sampai mana tadi,”ucap Bunga.


“sampai kamu takut tidak,”kata kak John.


Bunga melihat ke arah kak John dan kak Ilham,”Ternyata dari tadi kakak juga mendengarkan... sama-sama penasaran dong kak.”

__ADS_1


“Takut juga iya. Tapi mau bagaimana lagi sudah terjadi, dalam keadaan seperti itu aku harus bisa menjaga emosiku bukan. Jika tidak aku yang akan pergi dulu sebelum mereka,”kata Bunga.


Mereka bertiga yang mendengarkan terdiam, hingga pesawat lepas landas.”Kak bisa mengendarai pesawat,”ucap Bunga yang membaca Buku.


“Untuk apa kamu menayakan itu,”kata kak Ilham yang melihat sekitarnya dan melihat ada yang aneh.


“Aku bisa, ada apa Bunga,”kata kak John.


“Tidak ada, hanya untuk berjaga-jaga saja. Jika terjadi sesuatu nanti di udara,”ucap Bunga.


Le yang mendengarkan memiliki firasat yang buruk,”Bunga kamu jangan menakutiku.”


Bunga melihat ke arah Le yang penuh rasa khawatir,”Akukan Cuma bertanya, apa yang terjadi dengan kamu?.”


Awal penerbangan berjalan lancar tanpa ada yang terjadi, awan waktu itu juga sangat indah untuk dilihat dengan burung yang berbangan. Cerah dan indah saat meliaht keluar jendela pesawat. Tapi tiba-tiba ada gonjangan yang tidak biasa, membuat penumpak lain terkejut termasuk kami semua.


“Apa yang terjadi,”kata Bunga.


“Aku juga tidak tahu,”kata Le.


Kak John dan kak Ilham berdiri. “kak mau kemana,”kata Bunga.


“Buang air kecil,”ucap kak Ilham.


Tapi anehnya Bunga tidak merasa takut akan kejadian yang akan terjadi. Karena pesawat ini sudah dikendalikan oleh kedua kakaknya yang sudah menyadari kalau para penumpang dalam bahaya. Untuk keselamatan semuanya


mereka berdua masuk ke dalam pusat pengemudi.


Semua orang yang melihatnya tidak mengatakan apa-apa hany tetap untuk merahasiakan apa yang terjadi kepada para penumpang untuk keselamatan. Pramugari di tempat hanya mengiyakan saja karena tidak ingin semua


pesawat khawatir dan menjadi kacau.


Perjalan yang menegangkan dan mulus semua penumpang mendarat dengan selamat. “kakak kamu dimana Bunga, kenapa belum balik,”kata Le yang melihat sekeliling.


“Mungkin sakit perut, kalau tidak sedang marayu pramugari mungkin,”kata Bunga yang pura-pura tidak tahu.


Setelah semua penumpang turun, barulah kak John dan kak Ilham keluar dari pusat pengemudi.”Apa sudah selesai kak,”kata Bunga yang menuggu.


“Dimana Le,”kata kak Ilham.


“Sudah aku suruh balik dulu. Karena terlalu lama menuggu kakak,”ucap Bunga.


“Dari mana kamu tahu keadaan pesawat tidak stabil,”ucap kak John yang mengambil tas di atas.

__ADS_1


“sudah dari pertengahan jalan udara,”ucap Bunga.


“Apa Le tahu,”ucap kak Ilham.


Bunga hanya menggelengkan kepala dan turun dari pesawat yang sudah ada polisi berjaga. Mereka bertiga keluar dan berjalan menuju keluar bandara. Karena kejadian ini di rahasiakan dari publik kedua kakakku tidak diintograsi malainkan sudah berjasa menyelamatkan para penumpang.


“Kak, sebenarnya apa yang kalian sembunyikan dari Bunga,”kata Bunga.


“Bukannya kamu juga menyembunyikan sesuatu dari kakak,”kata kak Ilham,


“Sebagiankan sudah aku ceritakan. Tapi rahasia kakak belum,”ucap Bunga.


“Apa yang ingin kamu ketahu,”kata kak Ilham.


“Siapa preman yang telah menolog kita, siapa orang yang mau membunuh Bunga, siapa orang yang sudah menyabotase pesawat, siapa orang yang kakak sembunyikan,”pertanyaan yang bertubi-tubi oleh Bunga.


Kedua kakakku hanya terdiam mendengarkan,”Banyak sekali pertanyaannmu.”


“Banyak apa,”kata Bunga.


“Itu tidak banyak ya,”ucap Bunga lagi.


“Baiklah kak akan mejawab dua saja, tidak lebih,”kata kak Ilham.


“Kenapa dua,”ucap Bunga.


“ya jelas dua. Jika mau jawabannya semua kamu harus jawab dengan jujur apa yang kamu sembunyikan dari kami berdua kakak kamu ini saat menghindar dari tembakan dan penculikan,”kata kak John.


“Kakak aja menyembunyikan sesuatu, mana berani aku berkata,”ucap Bunga.


“Sudah kakak jelaskan saat di rumah sakit preman itu adalah teman  kakak. Untuk orang yang mencoba


membunuh kamu itu kakak tidak tahu. Itu yang kakak tahu, selainnya kakak tidak tahu,”kata kak Ilham.


“Jika kakak tidak tahu yang barusan di pesawat bagaimana kakak tahu,”kata Bunga.


“Terus bagaimana kamu tahu kalau pesawatnya di sabotase?,”ucap kak John.


“Kalau yang itu, buga tahu dari suasana pesawat saja untuk selebihnya bunga hanya menebak saja,”ucap Bunga.


“Ya sudah sama kak juga mengandalkan firasat kakak saja. Kakak juga tidak tahu siapa pelakunya,”kata kak Ilham.


Pembicaraan selesai sampai di rumah dan mereka masuk kedalam kamar masing-masaing karena kelelahan.

__ADS_1


__ADS_2