
Di tempat lain, Petra yang mendapatkan telepon untuk pertemuan keluarga yang mengharsukanya untuk menghadarinya. Tanpa diketahui oleh Petra kalau pertemuan yang diadakan oleh kakeknya adalah pertemuan antara kedua keluarga yang berpengaruh untuk mengikat suatu perjanjian pernikahan. Petra yang tidak tahu itu mengatakan,”Kenapa tiba-tiba mengadakan petemuan keluarga membahas apa?.”
“Kamu duduklah dulu Petra,”kata Ibunya.
“Ibu tahukan kalau aku sedang sibuk. Aku males menghadari pertemuan ini, jika tidak mendesak,”ucap Petra yang tidak melihat sekelilingnya.
Dalam hati Petra tahu apa keingin dari kakeknya mengadakan pertemuan ini. Tapi dia menyembunyikan itu dan berpura-pura tidak tahu.
“Nak. Duduk sini bersama kakek,”ucap Kakeknya yang disebelahnya sudah ada Mawar.
Mawar yang ada disamping kakek malu-malu kepada Petra saat dia duduk disamping kakeknya. “Kita mulai sekarang saja, pertemuan keluarga ini. Bagaimana?,”ucap Kakeknya tanpa mengulur waktu.
“Saya disini akan menyampaikan pertunangan cucu saya bersama dengan cucu teman saya yaitu keluaraga Hartama. Yang bernama Mawar dengan cucu saya Petra,”kata kakeknya.
Petra yang sudah tahu hanya terdiam tanpa mengatakan apa-apa.
Sedangkan ditempat lain Bunga yang melihat siaran itu merasakan tertekan dan meneteskan air mata. Kakaknya yang tahu dengan siaran itu langsung mematikan layar Tvnya. “adik kamu tidak apa-apa?,”ucap John.
“Bagaimana jika kita pergi jalan-jalan aku lapar ini,”ucap Ilham mengalihkan perhatian.
Bunga yang melihat kedua kakaknya yang khwatari dengan dirinya mencoba tersenyum. “Ayo kita jalan aku juga lapar ini kak,”kata Bunga.
“Kalau begitu ayo kita pergi sekarang,”kata John.
Mereka bertiga keluar toko yang tiba-tiba dihadang oleh Mira. “Mau kemana kalian,”ucap Mira.
“Mau udara sekar diluar,”kata Bunga.
Mira hanya menghela nafasa dan memberikan beberapa majalah kepada John. John yang melihat hanya tersenyum,”Terima kasih.”
Mereka pergi bertiga menikmati malam yang indah dengan sinar cahaya rembulan malam. Banyak orang berlalu lalang untuk menikmati malam tersebut bersama keluarga pacar dan sahabat.
Perjalanan malam yang indah mereka saling berbincang-bincang bersama untuk melupakan yang baru saja terjadi. Apa yang dirasakan Bunga melihat siaran Pertuanangan orang yang disayangi membuat Bunga hanya bisa terdiam. “Ternyata kamu sama saja dengan laki-laki itu,”kata hati Bunga.
Saat Bunga menikmati malam dijalanan, tapi hatinya telah pergi ke tampat yang lain. “Kamu tidak apa-apa, dik,”kata Ilham.
“Tidak kak, Aku baik saja. Jangan khawatir,”kata Bunga.
“Tapi kita mau makan apa sekarang,”Ucap Bunga lagi.
“Makan apa ya,”kata John.
__ADS_1
“Kenapa kak balik tanya,”kata Bunga.
John tersenyum dan kemudian mereka berdua menatap kak Ilham dengan tatapan berbinar. “Kalian maunya apa. Disini banyak makanan, tinggal dipilih saja,”ucap Ilham.
“Makan yang berminyak atau yang kering atau yang dingin atau hangat,”ucap Bunga yang binggung.
“Bagaimana kalau kita makan itu,”ucap John sambil menujuk kedai kecil dipinggiran jalan.
Berjalan menuju kedai kecil, tapi tiba-tiba saat dipersimpangan Bunga merasakan kalau dia berpapasan dengan Petra. Karena bau wangi yang selalu dia pakai. Karena merasa penasaran Bunga menoleh kebelakang
tapi tidak melihat sosok Petra hanya orang yang berjalan. Kemudian dia melihat sekelilingnya karena perasaan yang ada di hatinya tidak bisa di bohongi. Tapi Bunga tidak menemukan apa-apa,hanya seorang yang berjalan melewatinya tidak melihat sosok yang dia kagumi.
John dan Ilham yang melihat keanehan adiknya merasa binggung dengan sikapnya. “Apa yang kamu cari,”kata John.
“Tidak,”kata Bunga kembali melihat kedua kakaknya.
“Apa benar tidak apa-apa,”kata John.
“Iya,”ucap Bunga.
“Sudah buruan kamu beli makannya aku sudah lapar ini,”kata Ilham mengubha suasana malam itu.
“Iya aku beli dulu. Kak Ilham di sini dulu temani adik,”kata John.
“Jangan lupa untukku juga,”ucap kembali Ilham.
“Iya,”kata John yang berjalan menuju kedai makanan.
“Kita cari tempat duduk dulu sambil menuggu John,”kata Ilham.
“Baik kak,”kata Bunga.
Sementara di persimpangan lain, Petra yang berjalan bersama Mawar juga merasakan kalau dia berpapasan dengan Bunga. Dia menoleh kebelang dan mencari sosok gadis yang dia tunggu tapi dia tidak menemukannya juga sama dengan Bunga. Hingga Mawar memanggilnya,”Apa yang kamu cari?.”
Petra hanya terdiam dan mengabaikan Mawar, berjalan mendahului Mawar. “Kenapa kamu meninggalkanku,”kata Mawar yang mencoba mengejar Petra yang sudah berjalan menduluinya.
Petra tetep tidak menjawab dan tetap berjalan menuju mobil yang terpakir tidak jauh dari mereka berada. Petra masuk kedalam mobil. “Sebaiknya, kamu cari taksi saja. Aku ada urusan,”kata Petra yang dingin.
“Ayo kita pergi,”ucap Petra kepada Sekertaris Jim.
“Tunggu dulu Petra,”ucap Mawar yang mencoba menghalanginya pergi.
__ADS_1
Petra hanya memberikan tatapan dingin kepada Mawar yang kemudian dia berkata,”Kamu lepaskan atau...”
Mawar yang merasa takut melepaskan pegangan pintu mobilnya. Kemudian pintu mobil tertutup dan melaju meninggalkan Mawar sendirian dipinggiran jalan. Hati Mawar berkata,”Tunggu saja aku akan mendapatkan hatimu
Petra.”
Mawar mengambil ponsel di tasnya dan menghubungi sopirnya untuk menjemputnya yang tidak jauh dari dia berdiri. Mawar masuk kedalam mobil. Tapi tidak tahu Bunga yang ada di tempat duduk melihat Mawar. “Bukannya itu tunangan Petra. Kenapa dia ada disini sendirian,”ucap hati Bunga yang dikejutkan oleh John dengan membawa makan dan minuman.
“Makanan dan minuman datang,”ucap John yang menghampiri mereka berdua.
“Apa itu?Berikan padaku,”kata Bunga yang kembali bersemangat karena ada makan lezat didepan matanya untuk mengubah suasana hatinya.
Apa yang dia lihat kembali buram karena mengalihkan pikiranya dengan ada yang didepan matanya.”Ini punya kamu,”kata John.
Bunga tersenyum sambil mengambil makanan dan minuman yang diberikan kepada kak John. “Terima kasih kak,”kata Bunga.
Ilham dan John yang melihat adiknya tersenyum merasakan lega. Tiba-tiba ponsel kak Ilham berbunyi karena ada panggilan masuk. “Aku angkat telepon dulu, kalian makan dulu,”ucap Ilham.
“Baik kak, jangan lama-lama nanti aku habiskan,”ucap Bunga.
Ilham berjalan meninggalkan mereka berdua telah jauh dari mereka barulah Ilham mengangkat teleponnya. “Apa?,”kata Ilham.
“Tempat yang kalian lewati ada Petra dan tunangannya,”ucap Reza.
“Ok,”kata Ilham yang mematikan ponselnya dan berjalan menuju ke John serta adiknya.
“Mana bagianku,”kata Ilham.
“Ini, kak,”kata Bunga. Malam itu mereka menikmati malam bersama dan melupakan apa yang terjadi. Menikmati kuliner malam dan saling berbincang-bincang satu sama lain. Sampai mereka dihadang oleh berberapa Preman.”Berhenti kalian,”ucap Preman tersebut.
Tapi mereka bertiga tidak mengubris para preman yang ada di depan mereka. Sampai mereka terkejut karena preman yang menghadang merera mendapat serangan dari belang dengan leparan batu. “Kalian ingin mati
apa?,”ucap orang itu dari belang.
Bunga yang melihat ke arah depan merasa tidak asing dengan orang tersebut. Yang kemudian dia berkata,”Kelinci dan Harimau.”
Ilham dan John yang mendengar merasa terkejut dan melihat ke arah depan mereka. “Maaf Bos. Kami tidak akan mengulangi lagi,”ucap preman.
“Jika kalian sudah mengerti, pergi dari sini,”kata Kelinci.
“Lama tidak bertemu,”kata Bunga yang tersenyum kepada dua orang yang ada didepannya.
__ADS_1
Ilham dan John merasa binggung dengan sikap yang diberikan adiknya kepada kedua preman didepan mata mereka. Di dalam hatai mereka bertanya,”Apa adikku kenal dengan kedua orang ini?.”