Hatimu Dan Hatiku

Hatimu Dan Hatiku
Kamu Pergi


__ADS_3

Kamu Pergi


Saat aku ingin menyendiri dan menjauh dari kamu dari setiap


perkumpulan. Di mana hatiku sedang memulihkan hati, jiwa dan perasaanku yang sedang


mendung karena dia yang pergi. Waktu aku ingin kembali dan menyapa dirimu, kamu


mencoba menghindar dariku seperti kamu tidak ingin melihatku karena egoku yang


membuat kamu merasakan tidak nyaman. Apa dirimu salah jika aku ingin menyapa


dirimu dari awal? Apa salah jika menjauh darimu untuk beberapa hari? Apa


salahku? Kenapa kamu seperti ini, apa diriku tidak pantas untuk kamu atau kamu


sudah mendapatkan hati yang lain. Yang membuat kamu bahagia, jika itu yang


terjadi. Maka aku akan melepaskan dirimu dan mencari kebahagiaan yang lain. Mungkin


inilah yang terbaik untuk kita, jika hati kita tidak di takdirkan bersama.


Mungkin ada orang lain yang memperhatikan perasaanku yang rapuh ini. Tapi aku


tidak tahu siapa dia. Apa dia akan datang menghampiriku atau sama seperti kamu


yang menghindar dan mencari yang lain.


Apa aku mengenal dia?


Siapa dia dan apa kedatangan dirimu kesini. Aku tidak ingin


jika kamu datang menyakiti hatiku yang rapuh ini dengan kata manis dan


canda  perhatian yang kau lontarkan. Aku


butuh kepastian yang nyata untukku bukan bermain dengan kertas.  Jadi apa yang ingin kamu lakukan sekarang? Jika


kamu sudah datang jauh-jauh dari sana menuju hatiku tapi hanya untuk memainkan


hatiku saja.


Hati ini akan sakit oleh kamu yang tidak kenal aku, karena


aku baru saja sembuh dari rasa sakit yang menusuk hatiku. Jadi bagaimana?


Maafkan aku jika telah melukai hatimu yang rapuh karena

__ADS_1


ketidakpekaan diriku. Tapi aku juga menilai dari berbagai aspek orang yang akan


menjadi bidadariku. Tidak hanya melihat dari sikap kamu dan perilakumu.


Jadi itu adalah pilihan dirimu? Iya itu adalah pilihan


diriku. Maaf jika aku melukaimu yang rapuh ini, karena aku juga memikirkan


berbagai macam masalah yang belum terselesaikan. Aku mengerti akan dirimu, jika


itu jawabanmu maka aku tidak akan memaksa dirimu. Semoga kamu bahagia dengan


apa yang kamu pilih. Aku mendoakan dirimu dengan dia bahagia dan maafkan aku


juga membuat kamu menderita.


Jika hari ini cerah mungkin aku akan tenang, tapi hari ini


malam ini awan hitam datang dan membasahi wajahku dengan air mata yang mengalir


diperjalan pulang ke rumah. Tapi aku menahan rasa sakit itu, karena aku bersama


dia pulang ke rumah yang satu tujuan ke tempat teman. Walaupun hati ini


terluka saat kau pergi, aku hanya bisa menyembunyikan rasa itu dari kamu. Aku


berdaya dihadapan kamu.


Hujan malam itu sangat deras sampai dia tidak tahu kalau aku


menangis kesakitan karena dia. Hatiku yang sudah rapuh, sakit bersama rintihan


hujan malam itu. sampai ditempat tujuan aku mengatakan kalau aku baik-baik saja


jika aku sendirian. Di malam yang dingin dan hujan aku sendirian menuggu


jemputan dari orang tuaku. Dalam kesunyian aku hanya menatap langit malam agar


malam ini menjadi malam terakhir aku bersama dia. Tapi tidak bisa karena saat


aku bersama orang tuaku menuggu barang bawaan, aku melihat dia datang lagi. Dan


dia mencari diriku apa aku baik-baik saja, tapi itu hanya rasa khawatir karena


aku wanita yang dihormatinya bukan wanita yang dia cintai. Saat barang bawaan


datang aku hanya tersenyum seperti tidak terjadi apa-apa, saat aku mengambil

__ADS_1


barang bawaan dia hanya membantu temanku yang dia sukai.


Dia datang bukan untuk aku tapi dia datang karena gadis yang


ia sukai meminta bantuannya, hatiku disaat itu sakit setelah mendengar kata


kehadiran dia dengan maksud membantu gadis yang dia cintai.


Di dalam mobil aku hanya terdiam, dan menutup mata. Apa lagi


saat itu hatiku sakit dan aku juga terluka. Tapi dia tidak tahu jika aku


terluka karena terjatuh, yang aku pikirkan waktu itu hanya ingin pulang dan


segera membersihkan tubuhku dan berbaring ditempat tidur. Dengan rasa sakit


yang ada ditangan dan pikiranku.


Apa yang kamu pikirkan tentang diriku?


Aku akan menebak orang yang egois, tidak malu, jelek, bodoh, tidak punya pendirian, merepotkan, pengganggu. Apa itu yang kamu pikirkan? Karena dari awal kau mengabaikan pesan aku sudah tahu akan jawabanmu itu.


Aku tidak ingin mengatakan kata yang sama untuk orang yang berbeda. Oleh karena itu, aku bertanya kenapa kamu baik padaku. Apa hanya kasian atau kamu perduli denganku yang bodoh ini?


Itulah yang aku tanyakan kepada kamu bayangan. Yang selalu menemaniku dan menenangkan diriku dalam keadaan sedih.


Tapi jawaban darimu adalah sebatas teman yang perduli kepada teman satu kelompok. Di balik wajahmu itu kamu juga memedam rasa marah yang tidak bisa kamu perlihatkan oleh orang itu dan orang lain. Aku tahu kalau aku egois itulah sifatku, tapi aku membantu walaupun itu bantuan kecil untuknya.


Kenapa?


Apanya yang kenapa?


Kamu pergi bersama orang lain?


Karena itu adalah pilihan diriku, yang tidak bisa kamu ketahui. Jadi maafkan diriku yang telah membuat kamu sakit hati karen diriku. Lebih baik kita jalani hidup kita masing-masing sampai takdir menemukan pasangan kita masing-masing.


Kita sudah dewasa untuk bisa melepaskan satu sama lain.


Kita sudah dewasa? Kata itu cocok untuk dirimu, bukan untuk diriku. Umurku memang lebih tua darimu, tapi aku belum dewasa untuk menjalani hidup ini. Banyak hal yang tidak aku ketahui dengan dunia yang penuh derita dan rasa sakit ini.


Dunia yang kita pijak sama tapi pandangan kita tentang dunia berbeda. Maafkan aku yang belum dewasa. Karena itu adalah pilihan yang harus kita jalani maka aku menerima, kau pergi dengan dia yang kamu sukai.


Hidup kadang ada suka dan duka bersama karena kita berbeda pikiran dan pendapat. Tapi apa itu akan membuat kita tidak bisa melangkah karena perbedaan itu. Tidak, kita harus membuat kita lebih dari saat ini. Jalan masih panjang untuk kita lalui, tapi usia yang sudah bertambah sedikit demi sedikit. Membuat pandangan kita akan lebih jauh ke masa dimana kita takut akan dunia.


Langakah kakiku yang terus melangkah tanpa menoleh ke belakang. Mencari jalan dan mencari tempat berteduh untuk aku bisa lanjutkan masa depan yang tidak ada ujungnya ini.


Kemana aku harus melangkah lagi, kemana aku harus bersandar di dalam kegelapan ini. Adakah cahaya yang bisa menerangi malam ini, walaupun itu hanya secarik cahaya kecil aku akan tersenyum untuk dia yang tidak terlihat.

__ADS_1


Selamat tinggal masa lalu yang sudah aku jalani, aku akan melangkah menuju cahaya kecil itu untu membuat hatiku tersenyum. Aku akan datang menghampiri kamu yang tidak terlihat. Kamu juga harus menuggu kehadiran diriku.


__ADS_2