Hatimu Dan Hatiku

Hatimu Dan Hatiku
Derita


__ADS_3

Derita yang menyiksa teman Bunga belum berakhir sampai


disitu saja, masih ada derita yang akan membuat teman Bunga merasakan rasa


sakit akan perilaku yang mereka buat.


“Re, apa yang kamu maksud tadi,”kata Wakil.


“Aku mengatakan kalau tadi saat saya menyelam di dalam air


melihat ada ular dan buaya, makanya Je digigit oleh ular. Kita harus membawanya


ke rumah sakit kerena kita tidak tahu ular itu beracun apa tidak,”kata Re.


“Jika benar kita harus lapor kepegawai taman wisata ini,


agar tidak ada korban lagi,”kata Le.


“Baiklah, jika begitu kamu Re, Le, Mei lapor kepegawai


wisata dan sebagian mengantar Je ke rumah sakit. Bagaimana?,”ucap wakil.


Semuanya menganggukan kepala, Re, Le dan Mei pergi ke lokasi


pengawas wisata untuk mengabarkan kalau ada ular dan buaya di dalam sungai


bersama Reno dan Reza. Tanpa mereka ketahu rencana pertama sudah mereka


jalankan dan dilanjutkan rencana kedua untuk mengambil dan membersihkan semua


barang bukti yang ada disungai.


“Maaf pak saya ingin melapor bahwa teman saya di gigit ular


di sungai yang ada dibawah,”kata Le.


“Apa itu benar. Taman ini selalu bersih dari hewan yang


berbahaya, kami selalu bertugas untuk menjaga pengunjung wisata ini. Tidak


mungkin ada Ular dan Buaya di sungai tersebut karena sudah dicek sebelum teman


ini dibuka,”kata penjagan wisata.


“Tapi saya melihatnya pak di dalam air ada ular dan buaya


yang banyak. Sampai teman saya di gigit oleh ular di bawa ke rumah sakit


sekarang,”kata Re.


“Sebaiknya kita periksa dulu. Terima kasih atas kabar yang


diberikan. Kami akan mengecek sungai tersebut, jika terjadi apa-apa kami akan


tutup dulu tempatnya,”kata pegawai wisata.


Mereka semua pergi ke arah sungai dan menyuruh para


wisatawan untuk naik dari atsa air karena untuk keamanan para wisata. “Ada apa


pak ini, kenapa kita harus naik ke daratan?,”kata salah pengunjung.


“Kami mendapatkan laporan bahwa di dalam sungai ada ular dan


buaya,”kata pegawai wisata.


“Tidak mungkin pak, kami tadi berenang disungai tidak


terjadi apa-apa. Dan akmi tidak melihat ada ular dan buaya,”kata pengunjung.


“Kami belum tahu yang pasti, laporan yang diberikan itu ada


apa tidak. Oleh karena itu, kami ingin mengeceknya,”kata pegawai wisata.


Setelah menjelaskan para pegawai dikerahkan untuk

__ADS_1


menyelusuri seluk beluk sungai tempat wisata. Apa benar ada ular atau tidak.


Saat semua dikerahkan Bunga dan kakaknya melihat ada yang aneh dengan para


petugas yang kebetulan berjalan tidak jauh dari sungai.


“Kak itu ada apa. Kenapa para pegawai menyelusuri


sungai?,”kata Bunga.


“Kak juga tidak tahu, bagaimana jika bertanya kepada salah


satu pegawai wisata,”ucap John.


Sedangkan kak ilham masih melihat dengan tatapan senyum


liciknya, hingga John menepuk bahu Ilham.”Ada apa?,”kata Ilham.


“Ayo kita kesana dan bertanya apa yang terjadi,”kata John.


Mereka bertiga berjalan dipinggiran sungai hingga mereka


bertiga bertemu dengan pegawai wisata.”Maaf pak,”ada apa ya ini?,”kata Bunga.


“Kami mendapat laporan dari pengunjung lain, bahwa ada ular


dan buaya di sungai,”ucap Pegawai yang masih menyelusuri sungai.


“Ular dan buaya. Kenapa ada di sunga, itu tidak mungkin


terjadi. Pasti itu pengunjung iseng aja,”kata Ilham.


Setelah penyelusuran selesai hingga sampai ke semak-semak


dan benatuan yang ada dalam wilayah sungai mereka tidak menemukan adanya ular


dan buaya. Sungai tersebut dinyatakan bersih dari hewan berbahaya.


“Maaf pak, kami sudah menyelesuri tempat iini. Kita tidak


melihat ada ular dan buaya,”kata pegawai yang menyelusuri sungai.


“Itu benar pak. Teman ini bersih dari hewan yang berbahaya,


kamiti dak melihat tanda ada ular dan buaya dimanapun,”kata pegawai kebersihan.


“Apa anda sudah mendengarnya, tidak ada ular dan buaya di


tempat ini. Mungkin anda salah lihat,”ucap pegawai wisata.


“Tidak mungkin pak jika saya salah lihat, jika saya lihata


bagaimana dengan teman saya yang digigit oleh ular,”kata Re yang tidka percaya.


“Kami sudah menyelusuru tempat ini. tidak ada tanda ular dan


buaya yang anda sebutkan tadi,”kata Pegawai kebersihan.


“Bagaimana pak. Ada apa tidak?,”kata pengunjung yang lain.


“Maaf, ternyata kami mendapatkan laporan yang tidak benar.


Di sungai ini tidak ada ular dan buaya. Silakan para pengunjung menikmati


laporannya,”kata pegawai wisata.


Semua pengunjung kembali menikmati liburan mereka sedangkan


teman bunga dan teman Reza masih bertanya-tanya apa benar tidak ada ular dan


buaya, terus bagaimana dengan Je.


“Aku sudah mendapt kabar dari wakil. Katanya Je tidak


digigit oleh ular melainkan digigit serangga air,”kata Le.

__ADS_1


Apa kamu banar melihat ular dan buaya,”kata Reza.


“Benar kak saya melihat ular dan buaya di dalam air tadi.


Tapi kenapa para pegawai tidak menemukan satupun ular dan buaya,”kata Re yang


masih binggung.


“Tidak mungkin aku salah lihat. Aku melihat dengan jelas


kalau ada ular dan buaya tadi di dalam air,”kata Re.


“Tadi aku juga melihat penampakan buaya juga kon,”kata Mei.


“Apa benar kalian lihat ada ular dan buaya. Sedangkan mereka


para petugas kebrsihan tempat ini tidak melihat ular dan buaya. Dan kita


malahan sudah mencemari nama baik wisata ini,”kata Le.


“Aku juga tidak tahu. Ya udahlah jika memang akalu salah


lihat. Kita jengug Je aja gimana,”kara Re yang sudah putus asa.


Bunga dan kakaknya yang berjalan ditepat pinggiran sungai


tadi melihat Re, Le dan Mai.” Kalian sedang apa?,”kata Bunga yang menyapa temannya.


“Tidak ada,”kata Mei.


“Aku pergi dulu ya, sampai jumpa,”kata bunga kepada temanya.


“Iya , hati-hati ya,”ucap Le.


Di tengah perjalan saat mereka melewati teman Bunga, Ilham


berbisik dengan suara pelan kepada teman bunga,”Itu derita kalian menikmati hal


yang bukan milik kalian.”


Teman bunga menoleh kearah kakak Bunga dan berpikir apa


maksud dari perkatan itu. Apa semua itu adalah rencana kakak Bunga pikir


mereka. Tapi itu tidak mungkin, apa semua ini sudha direncanakan.


Mereka masih menerka-nerka apa yang terjadi barusan.


“Bagaimana semua ini bisa direncakan jika ini semua adalah ulah Bunga,”kata


Mei.


“Itu tidak mungkin,”kata Le.


“Coba kalian pikirkan jika itu adalah rencana teman kalian


Bunga. Bagaimana anak itu menjelankan rencananya semntara anak itu bersama


kedua kakaknya,”kata Reza.


“Bisa jadi mereka bersekongkol merencanakannya,”kata Re.


“Tambah tidak mungkin itu,”kata Le yang tidak percaya.


“Aku tahu kalian tidak suka dengan anak itu. Tapi jangan


mengambil keputusan yang tidak pasti,”kata Reno.


Tanpa mereka sadari pelaku dari semua kejadian yang menimpak


teman Bunga adalah ulah teman ilham yang sudha berbaur dengan teman bunga.


Semua rencana dilaksanakn dengan hati dari ular dan buaya yang mereka lihat,


sampai di rumah sakit semuanya dalah alur rencana untuk membuat mereka

__ADS_1


menderita. Apa yang akan terjadi setelah rencana wisata ini selesai, apa ada


lagi yang akan terjadi pada teman Bunga.


__ADS_2