
Bunga yang kebetulan sedang berjalan-jalan tidak mengetahu kalau Petra berkunjung ke toko perlengkapan. Sampai dia bertemu dengan kakaknya kembali dengan membawa makanan. “Sedang apa kamu disitu. Aku kita kamu di toko,”kata John.
“Halo kak, tidak aku keluar untuk jalan-jalan. Kenapa?,”kata Bunga.
“Syukurlah jika kamu tidak ada di toko. Karena tadi Petra berkunjung ke toko perlengkapan,”kata John.
“Petra, untuk apa?,”kata Bunga yang terkejut.
“Mencari dirimu. Cepat atau lambat kamu akan bertemu dengan Petra,”kata Ilham.
“Apa kamu tidak apa-apa?,”kata Ilham. “Jangan khawatir aku baik-baik saja. Bagaimana dapat tiketnya atau tidak?,”kata Bunga yang mengambil makan didalam plastik.
“Tidak habis terjual,”ucap John.
“Sudah aku duga akan habis terjual. Ini,”ucap Bunga sambil memberikan selembaan tiket pelelangan.
Ilham dan John terkejut dengan apa yang Bunga berikan kepada mereka. “Dari mana kamu mendapatkanya?,”kata John.
“Hadia ulang tahun dari kelinci,”ucap Bunga.
“Apa kamu memberikannya untuk kami berdua,”kata Ilham.
“Tentu saja masak aku harus pergi sendirian kesana,”kata Bunga.
“Terima kasih adik kecilku,”ucap Ilham sambil mengusap kepala adiknya yang sedang duduk.
Sore menjelang malam Bunga dan kakaknya kembali ke toko dan beristirahat. Malam ini akan menjadi malam yang penuh rasa sakit untuk besok akankah mereka berdua akan bertemu. “Apa yang kamu pikirkan?,”kata Riri.
“Tidak ada,”ucap Bunga membaca buku. “Sudahlah jangan pura-pura aku tahu sifat kamu. Cepat katakan apa yang kamu pikirkan,”kata Riri.
“Baiklah aku akan mengatakannya. Aku takut bertemu dengan Petra besok di pelelangan,”ucap Bunga memelas.
“Apa yang kamu takutkan. Kedua kakak kamu juga akan bersama kamu besok di pelelangan,”kata Riri.
“Aku takut jika aku melihat dia bersama tunangannya, jika itu terjadi akan menjadi masalah buat orang terdekatku,”kata Bunga khawatir.
“Jadi itu yang kamu takutkan, Tidak usah khawatir karena orang terdekat kamu bisa menjaga mereka masing-masing,”kata Riri.
“Aku rasa aku terlalu khawatir,”ucap Bunga yang tersenyum.
“Ini yang aku sukai. Tersenyumlah saat kamu menderita dan jangan pernah patang menyerah,”kata Riri.
__ADS_1
Mereka saling tertawa satu sama lain hingga malam tiba. Semua istirahat karena kelalahan sedangkan Bunga yang belum mengatuk, membuka leptopnya dan bersiap menulis satu novel. Sampai dia lupa kalau pagi akan datang mengisi harinya. “Apa sudah pagi, tidak aku sangka aku menulis sampai pagi,”ucap Bunga.
Kedua kakaknya datang,”Kamu tidak tidur tadi malam dik.”
Bunga hanya tersenyum dan memegang kepalanya. “Kamu itu jangan sampai lupa istirahat,”ucap John.
“Maaf aku keasikan menulis sampai lupa waktu. Aku mandi dulu ya kak,”kata Bunga meninggalkan keduanya.
“Sedang apa kalian disitu?,”ucap Mita.
“Tidak ada,”kata John yang berjalan melewati Mita.
Pagi dengan hembusan angin yang sejuk membangunkan Petra dari mimpi indahnya. Petra yang terbangun dari mimpi indah melihat kejendela. “Apa aku bisa bertemu dengan dia?,”ucap hati Petra.
“Hari ini aku akan kembali ke negara M mengikuti pelelangan,”Ucap Petra.
Petra keluar dari kamar hotel karena bisnisnya di negara K sudah selesai dia akan kembali ke negara M mengikuti pelelangan yang akan diadakan nanti malam. Saat hendak keluar dari hotel di bertemu dengan ayah Mawar. “Kenapa buru-buru,”ucap Hartama.
“Aku ada urusan di negara M. Jadi aku tidak bisa mengikuti pertemuan keluarga nanti malam,”kata Petra.
“Sepenting apakah, sampai tidak bisa menghadiri acara keluarga,”kata Hartama yang sedikit kesal.
“Sepenting nyawa anda,”ucap Petra yang berjalan keluar hotel dan masuk kedalam mobil yang sudah menuggu di depan pintu masuk hotel.
Sementara Mawar dan ayahnya yang merasa kesal dengan sika Petra. “Anak yang tidak tahu untuk,”kata Hartama yang marah.
“Ayah jangan seperti itu. Ayah tahukan kedudukan Petra di mata dunia itu yang paling utama,”ucap Mawar.
“Jika memang begitu kenapa kamu tidak bisa mengendalikan hatinya,”kata Hartama yang marah kepada anaknya.
“Aku tahu, aku akan membuat dia jatuh ke pelukanku. Jadi ayah harus bisa bersabar,”ucap Mawar dengan senyum percaya diri. Sampai dia mendapatkan info yang di cari tentang orang yang ditemuai Petra beberapa hari lalu.
Setelah membaca semua dokumennya Mawar sangat marah dan melemparkan kertas ke lantai. “Sial, tidak aku sangaka jika Petra menyukai gadis kampungan itu. Aku tidak rela gadis itu mendapatkannya. Aku harus membunuhnya sebelum dia bertemu dengan Petra kembali,”kata Mawar yang marah.
“Ada apa nona marah?,”kata sekertaris Lita.
“Cari tahu tentang Bunga. Jika sudah mendapatkan hasil bunuh dia segera,”ucap Mawar.
Bunga yang merasakan firast yang buruk mendapatkan pesan darai tentara bayangan kalau ada seorang yang mencari identitas dirinya. Dengan santai dia berkata,”Pasti tunangan Petra yang ingin membunuhku.”
“Kenapa kamu,”kata Ilham. Bunga menoleh ke arah kakaknya,”Tidak ada, hanya berita yang mengatakan ada orang yang mencari identitasku. Itu saja,”ucap Bunga dengan santai.
__ADS_1
“Dari ekspresi wajah kamu, tidak terlalu terkejut dengan apa yang kamu katakan. Apa kamu sudha tahu siapa dalang yang mencari identitas kamu?,”kata Ilham.
Bunga menganggukan kepalanya dan mengalihkan pembicaraan,”Kak, malam ini aku ingin pakia topeng untuk menghindari Petra bisa.”
“Menggunakan topeng,”ucap John.
“Kenapa kak. Apa tidak bisa?,”kata Bunga. “Bukannya tidak bisa, hanya saja percuma saja kamu menggunakan topeng jika kamu bersama kami. Dia akan tahu kalau itu adalah kamu,”kata John menjelaskan.
“Jika seperti itu nanti saat masuk kedalam kita berpisah saja agar tidak ketahuan oleh Petra,”kata Bunga.
“Dari pada seperti itu, kamu tidak usah ikut saja bagaimana,”kata Ilham.
“Kenapa malah tidak boleh ikut,”ucap Bunga yang cemberut.
“Kalau ketemu yang sudah kenapa?,”kata Riri.
“Iya memang tidak apa-apa. Tapi aku binggung mau bilang apa nanti,”kata Bunga.
“Kenapa binggung. Bilang saja seperti biasanya saja, mungkin dia akan meneriama,”kata Ilham.
“Aku akan pikirkan dulu,”kata Bunga.
Petra yang sudah sampai di negara M dengan selamat kembali ke hotel karena tidak ada pertemuan hari ini hanya ada pelelangan. “Tuan saya mendapatkan kabar. Jika nona Bunga ada di taman Bunga melati sekarang,”ucap
sekertaris Jim.
“Pergi kesana sekarang,”kata Petra. Mobil mengubah haluan menuju taman bunga melati menemuai Bunga.
“Kak lihat ini, bunganya cantik-cantik semua,”ucap Bunga.
“Iya,”kaya John. “Kak apa kamu sudah mengabari ayah dan Ibu,”kata John kepada kak Ilham.
“Belum,”ucap Ilham. “Dik sini sebentar,”kata Ilham memanggil Bunga.
“Ada apa kak,”kata Bunga yang berjalan menuju kak Ilham.
“Kamu belum memberitahu ayah dan ibu bukan,”kata Ilham.
“Belum. Kenapa?,”ucap Bunga dengan polos.
“Bagaimana jika kita memberitahu kabar baik kepada ayah dan ibu jika kamu sudah puluh. Pasti mereka akan senang mendapatkan kabar baik ini dari kamu langsung,”kata Ilham.
__ADS_1
Bunga hanya menganggukan kepalanya sedangkan kak John yang sudah membuat panggilan keluar untuk ayahnya di Negara I.