
Dingin yang menyejukan Bunga berjalan ditengah hutan yang penuh dengan pohon menuju padang rumput. Padang rumput yang penuh dengan bau wangin bunga kristal dibawah rembulan. Membuat hati Bunga tenang saat memandang ke langit malam, tanpa ada beban yang membuat dia sedih.
Alunan musik ia mainkan untuk mengungkapkan perasaan hatinya yang tenang seperti embun malam yang membasahi dedaunan. Aku bermain dengan indah dibawah rembuan dipadang rumput.
Reona yang tahu keberadaan Bunga mencari ia ke padang rumput. Dari kejauhan ia melihat Bunga yang bermain musik di bawah bulan. Reona hanya memandang dari kejauhan sampai ia menyelesaikan musik yang ia mainkan.
Sambil menuggu dia beristirahat diatas pohon besar sambil mengamati Bunga. Alunan musik yang dimainkan Bunga membuat semua yang ada disekitarnya nyaman termasuk Reona. Musik yang dimainkan Bunga adalah kecapi china dengan lagu yang ia buat sendiri.
Bunga yang sudah menyelesaikan permainan musiknya sudah menyadari kalau Reona sudah menjemputnya. “Pasti itu Reona,”ucap Bunga yang berjalan menuju ke pohin besar dimana Reona berada.
Langkah Bunga yang pelan menuju pohon tidak disadari oleh Reona yang sedang istirahat. “Reona bangun,”kata Bunga sambil berbisik ditelinganya.
Reona terbangun karena bisikan Bunga,”Apa kamu sudah selesai.”
Bunga hanya tersenyum sambil menganggukan kepala dan duduk disampingnya diatas pohon. “Jika sudah pulang ayo kita kembali, ada yang mencariku,”kata Reona.
“Apa itu kedua kakakku,”kata Bunga yang sudah menyadari keberadaan kedua kakaknya.
“Itu benar,”ucap Reona.
Bunga turun dari atas pohon dan berjalan menuju lep. “Apa kalian menceritakan semuanya tentangku kepada kakakku,”kata Bunga.
“Karena mereka ingin tahu kami memberitahunya. Apa kamu marah kepada kami?,”kata Reona yang berjalan disampingnya.
“Aku tidak marah. Aku tahu kalau hari ini akan tiba dimana kedua kakakku akan tahu,”ucap Bunga.
“Jadi kamu sudah tahu semuanya kalau akan kejadian seperti ini,”kata Reona.
Bunga hanya tersenyum sambil melihat Reona yang ada disampingnya. “Jika kamu tahu kenapa kamu tidak menyapanya,”kata Reona.
“Aku memang tidak tahu kalau aku tadi bangun kakakku sudah ada. Karena tiak tahu aku perhi keluar,”ucap Bunga dengan santai.
“Kamu keluar diam-diam tanpa mengabari orang lain. Kamu ingin membuat orang lain khawatir,”kata Reona.
“Maaf tidak akan ulangi lagi,”kata Bunga.
“Tidak kamu ulangi lagi,”kata Reona yang menyidir.
Bunga hanya tersenyum sampai di depan taman. Bunga melihat Kak Ilham dan kak John dari jauh sedang mengobrol dengan Izam dan Tero. Bunga berjalan perlahan menuju arah mereka.
“Halo kak, bagaimana kabar kakak berdua,”kata Bunga dari belang.
__ADS_1
Ilham dan John menoleh kearah suara yang tidak asing bagi mereka. Bersama mereka menoleh dan melihat adiknya ada dibelakang mereka dengan senyum polosnya yang sudah lama ia tidak melihatnya. Ilham serta John berjalan dengan cepat menuju adiknya dan memeluknya untuk melepaskan rasa rindunya yang dibalas oleh Bunga.
“Bagaimana kondisi kamu apa baik-baik saja, kenapa kamu tidak mengabari kami kalau kamu sakit parah kenapa kamu tidak memberi tahu semuanya,”ucap Ilham yang bertubi-tubi.
“Kak kamu terlalu banyak bertanya,”ucap Bunga sambil melepaskan pelukan kakaknya.
Setelah melepaskan pelukan Bunga duduk disamping Izam. “Bagaimana kakak tahu kalau akau ada di pulai ini?,”kata Bunga.
“Bunga kamu,”uacap Izam disampingnya dengan menatap tajam.
“Ayolah aku hanya bercanda,”kata Bunga.
“Kabar kami baik ayah dan ibu juga sehat. Kapan kamu bisa kembali,”kata John.
“Aku akan kembali jika kondisiku sudah mulai membaik,”kata Bunga.
“Bukannya kondisi kamu sudah pulih,”kata Ilham.
Bunga tersenyum dan menatap kedua kakaknya yang berwajah dengan penuh pertanyaan. “Kak,”kata Bunga.
“Ada apa,”kata Ilham.
“Apa ada yang ingin kakak katahui tentang adikmu ini, dari wajah yang kakak perlihatkan kakak sudha mencari Bunga sampai lupa istirahat,”kata Bunga.
“Tidak ada kabar,”kata Bunga yang menatap binggung.
“Apa kalian tidak memberitahu keluargaku,”ucap Bunga kepada Reoan dan yang lain.
“Kami sudah memberi kabar, hanya saja kami tidak memberitahu lokasi kamu dirawat,”kata Izam.
“Pantas saja mereka kelihatan kelelahan. Tapi kenapa?,”kata Bunga.
“Bagaimana aku memberitahu keluarga kamu, jika orang itu tidak bisa menyelesaikan masalahnya,”ucap Reona.
“Itu benar,”kata Tero.
“Maksud kalian Petra,”kata Bunga dengan santai.
“Iyalah. Siapa lagi yang membuat kamu tertidur lama,”kata Tero.
“Apa maksudnya tertidur lama,”kata Ilham yang binggung.
__ADS_1
“Begini kakak, aku baru saja sadar belum lama ini. itu yang mereka khawatirkan,”ucap Bunga.
“Benar apa yang dia katakan. Ditambah lagi bangun dan langsung pergi tanpa kabar,”kata Reona melihat Bunga.
“Bangun dan menghilang,”kata John melihat Bunga.
“Aku hanya jalan-jalan karena...Aku ingin menggerakkan tubuhku makanya aku jalan keluar,”kata Bunga yang merasa menyesal.
“Jalan keluar tanpa ada jejak dan buat orang lain khawatir mencari dua hari baru ketemu. Apa itu yang namanya jalan-jalan,”kata Izam yang tersenyum licik.
“Ayolah kalian jangan menindasku seperti itu. Akukan baru saja bangun dan tidak tahu apa-apa,”kata Bunga yang memelas.
“Aku tidak percaya,”ucap serentak teman Bunga.
Mereka bercanda tawa bersama melepaskan lelah. Hingga waktu terlupakan oleh mereka. “Dik, kamu meliliki teman yang baik dan bisa menjaga kamu,”ucap Ilham dengan wajah tersenyum.
Bunga membalas dengan senyuman,”Tapi kak, bagaimana kakak tahu akau ada disini?,”kata Bunga yang berpura-pura bertanya.
“Bukannya kamu sudah tahu kenapa kamu tanya lagi. Seharusnya kakak yang bertanya kepada kamu. Bagaimana kamu bisa mendapatkan semua ini,”kata Kak Ilham.
“Jadi kakak ingin tahu,”ucap Bunga.
“Bukannya kakak sudah bertanya kepada mereka bertiga soal aku,”ucap Bunga.
“Apa yang kamu katakan benar, tapi kakak ingin tahu dari mulut kamu sendiri,”kata Ilham.
“Semua yang dikatakan oleh mereka adalah benar semua. Aku tidak perluh menjelaskan semuanya kepada kakak,”kata Bunga.
“Kak jiga tidak pernah mengatakan kalau kakak adalah bos dari suatu organisasi dan seorang pencari harta kuno,”ucap Bunga.
Ilham dan John menghela nafas dan tidak bertanya kembali. “Ayo aku antar kak Ilham dan Kak John untuk beristirahat. Kalau untuk berkeliling besok saja ya,”kata Bunga.
Bunga melihat teman kakaknya yang merasa tidak asing baginya seperti pernah bertemu tapi dimana. Setelah berpikir lama baru ia sadar. “Kak, apa kamu yang sudah mengerjain teman kuliahku,”ucap Bunga.
“Apa maksud kamu, kakak tidak mengerti,”kata Ilham yang berpura-pura tidak tahu.
“Kalian berdua tidak perluh berpura-pura. Bunga sudah tahu dengan melihat teman kalian,”kata Izam yang menyeduh tehnya.
Ilham hanya tersenyum tanpa menjawab perkataan Bunga. “Baiklah aku tidak akan bertanya lagi. Aku tahu maksud kakak melakukan itu semua karena kakak khawatie dengan Bungakan,”kata Bunga yang mengalihkan suasana.
“Maaf tidak memberitahukan apa yang terjadi. Kakak melakukan itu karena kesal dengan mereka yang tidak memiliki hati melakukan kamu seperti itu,”kata Ilham.
__ADS_1
“Apa yang dikatakan oleh kak Ilham itu benar,”kata John yang membela Ilham.
Setelah mendengarkan penjelasan kedua kakaknya Bunga memaafkan mereka dan mengantarkan mereka menuju kamar yang sudah disiapkan. Pertemuan yang tidak bisa diduga kalau Bunga akan ketahuan oleh kakaknya sendiri. Semua rahasia kini sudah terbongkar dan tidak ada yang disembunyikan. Sampai mereka kembali ke rumah bertemu dengan orang tua mereka.