Hatimu Dan Hatiku

Hatimu Dan Hatiku
Hari Yang ditunggu


__ADS_3

Dimana Bunga bertemu dengan keluarganya kembali. Sampai di depan rumah dia sudah disambut oleh Ayah dan Ibunya yang sudah menuggu datangnya putri tercintanya. Ibu yang berjalan menghampiri putrinya dan Bunga


yang juga berjalan menuju kearah Ibunya. Sampai ditengah mereka saling berhadapan melepaskan kerinduan dengan satu pelukan hangant. Mereka berdua saling berpelukan dengan berlinang air mata kebahagiaan karena bisa bertemu sama lain.


“Putriku..,”ucap Ibunya sambil memegang wajah Bunga. “Ibu aku rindu ibu,”ucap Bunga sambil menangis.


“Ibu juga merindukanmu nak,”ucap Ibunya yang kembali memeluk Bunga.


“Sudah...sudah ayo kita masuk,”ucap ayah.


“Ayah maaf baru pulang sekarang,”kata Bunga  dipelukan ibunya dan melihat ayahnya yang didepannya.


“Ayah tahu, jangan minta maag. Ayo kita masuk kedalam sekarang,”ucap Ayah.


Mereka semua masuk ke dalam rumah. Di tengah jalan ingin masuk Petra mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam rumah karena sekertarisnya  datang memberitahukan kalau ada pertemuan yang harus dihadiri.


“Maaf... aku sampai disini saja. Aku akan kembali lagi lain waktu,”ucap kepada Ilham yang disampingnya dan pergi masuk kedalam mobil.


Sedangkan Bunga dan kedua orang tuanya yang sudah masuk tidak tahu kalau Petra sudah pergi. “Apa adu urusan itu petra,”kata John. “Mungkin saja,”ucap Ilham. “Ayo masuk kedalam,”kata Ilham lagi.


Setelah ke pulangan Petra Ilham dan John masuk kedalam, Bunga yang melihat dibelakang kakaknya tidak ada Petra dia menayakan keberadaaannya. “Dimana Petra,”ucap Bunga.


“Dia balik karena ada urusan yang harus ditangani,”kata John. “Ada apa kamu mencari Petra,”ucap Ilham.


“Tidak hanya ingin menjawab apa besok bisa apa tidak,”kata Bunga.


“Soal kamu bisa pergi dengan dia apa tidak,”kata Ilham.“Iya,”ucap Bunga.


“Kamu bisa,”kata Ilham. Bunga menggelengkan kepalanya.


“Bilang saja lewat chat kalau kamu tidak bisa,”kata John.


“Benar juga ya,”kata Bunga yang mengambil ponselnya dan mulai mengetik kalua dia tidak bisa bertemu besok karena masih ingin di rumah.

__ADS_1


Satu bulan Bunga bersama kedua orang tuanya sambil menyelesaikan kuliah. Hati Bunga yang sudah kembali pulih dari kegundaan mulai mengambil langka untuk memulai kehidupan setelah apa yang dia alami. Petra yang selalu berkunjung ke rumah sudah mengatakan cinta kepada Bunga. Mereka sekarang mulai menjalani hidup sebagai tunangan setelah apa yang sudah terjadi. Tapi akankah cinta mereka akan berjalan mulus setelah mereka bertunangan setelah Petra membatalkan pertunangannya dengan Mawar.


Di tempat lain Mawar yang merasakan sedih karena orang yang di cintainya membatalkan pertunangannya merasa frustasi. Membuat dia mencari tahu siapa orang yang membuat Petra berani membatalkan pertunangannya. Sampai dia mendapatkan info kalau Petra suka dengan Bunga orang yang satu tahun menghilang karena perawatan. Selama Bunga menghilang Petra mencari tahu dan membuat pertahan perusahaan dan dirinya bangkit dari kegelapan setelah kepergian Bunga. Setelah dia bersama Petra mengejar kembali wanita yang dia sukai. Mawar yang melihat fotonya saja sudah membuat dia kesal sampai dia berfikir untuk mencoba memusnakan Bunga dengan berbagai cara.


“Kali ini aku tidak akan membuat kamu bahagia Petra,”ucap Mawar. “Kamu hanya boleh bahagia disampingku tidak boleh disamping wanita lain,”katanya lagi.


“Berikan semua informasi tentang Bunga,”kata Mawar kepada sekertaris Mawar. Setelah mendapatkan tugas sekertarisnya mencari infomasi tentang Bunga. Tapi apa yang didapatkan tidak sesuai dengan harapan Mawar


setelah dia membaca infromasinya. “Hanya wanita biasa, kenapa Petra menyukainya,”ucap Mawar.


Karena tidak bisa menerima Mawar menyuruh orang untuk membunuh Bunga. “cari orang untuk membunuh wanita itu. Berapapun biayanya aku terima aslkan wanita ini mati. Apa kamu mengerti,”kata Mawar kepada sekertarisnya.


“Saya mengerti nona. Saya akan membuat pengumuman kepada beberapa orang untuk membunuh wnaita ini,”kata sekertarisnya.


Setelah menyuruh bawahannya Mawar mencari Petra untuk bertemu. Tapi hasilnya orang yang dicari bersama dengan Bunga. Mawar yang melihat mereka bersama merasa kesal dan marah, tapi ia tahan dan menyapa wanita


itu. “Hai Petra,”ucap Mawar.


“Kenapa kamu begitu aku hanya ingin bertemu dengan wanita yang kamu sukai. Siapa sih wanita yang beruntung bisa meluluhkan hati kamu,”kata Mawar.


“Apa dia wanita yang kamu sukai sampai kamu membatalkan pertunangan kamu denganku,”ucap Mawar.


“Itu bukan urusan kamu,”ucap Petra yang membawa Bunga meninggalkan Mawar. Di tengah perjalan Bunga bertanya,”Siapa wnita tadi petra,”kata Bunga.


“Dia bukan siapa-siapa,”kata Petra. “Apa kamu mau menyembunyikan wanita lain ya,”kata Bunga dengan santai.


“Siapa sih yang mencari wanita lain. Hatiku hanya untuk kamu seorang,”ucap Petra merayu.


“Aku tidak percaya dengan omongan kamu,”kata Bunga yang malu. “Baiklah aku akan memberi tahu kamu, asalkan kamu tidak marah,”ucap Petra.


“Kenapa aku harus marah,”kata Bunga yang tidak tahu. “Wanita tadi adalah mantan tunanganku,”kata Petra. “Mantan! Kenapa dia ada disini,”ucap Bunga.


“Apa dia masih mengharapkan kamu,”ucap Bunga sambil berpikir.

__ADS_1


“Tidak mungkin,”kata Petra. “Apa kamu cemburu,”ucap Petra lagi.


“Cemburu kenapa,”kata Bunga yang masih biasa. “Karena aku bersama dengan wanita lain,”kata Petra. “Jika kamu ingin bersama dengan wanita tadi silakan aku tidak akan marah. Asalkan kamu menjauh dari kehidupanku selamanya,”kata Bunga yang berjalan mendului Petra.


“Tunggu dulu dik. Apa kamu marah,”kata Petra yang menahan Bunga.


“Marah kenapa,”ucap Bunga dengan memalingkan wajahnya. “Maaf aku tidak akan berkata lagi tentang wnaita tadi,”ucap Petra mengajak baikan.


“Jadi tidak kita pergi, jika tidak aku pergi sendiri ke toko buku ni,”ucap Bunga.


“Jadilah aku mengantar kamu,”kata Petra yang membukakan pintu mobil.


Bersama mereka menuju toko buku mencari buku yang dicari oleh Bunga. “Sebentar lagi kamu ulta ya,”kata Petra.


“Iya kenapa?,”kata Bunga melihat ke arah Petra.


“Apa kamu menginginkan sesuatu nanti akan aku belikan,”ucap Petra yang memandang Bunga.


Bunga berpikir untuk sesaat apa yang aku inginkan dari Petra tapi jawabannya tidak sesuai dengan hatapan Petra karena Bunga hanya ingin doa dari Petra saja saat ulang tahun Bunga.


“Aku hanya ingin doa dari kamu saja tidak lebih dan kurang,”ucap Bunga tersenyum.


“Apa hanya doa saja, tidak mau yang lain lagi,”kata Petra membujuk. Bunga hanya menggelengkan kepalanya saja. “Itu saja sudah cukup bagiku dan kesehatan kamu haru dijaga jangan terlalu kecapean dalam kerja,”kata Bunga.


Petra yang mendengarnya hanya bisa tersenyum dan membalas dengan kecupan dikening Bunga. Hingga mereka sampai di toko buku. “Kita sudah sampai,ayo turun,”kata Petra yang keluar dari mobil dan disusul oleh Bunga.


“Apa yang ingin kamu cari di sini?,”kata Petra.


“Aku mencari buku referensi untuk judul Novel keduaku,”kata Bunga. “Jadi kamu masih menulis Novel,”kata Petra.


“Iya. Kenapa?,”kata Bunga yang berjalan masuk kedalam toko buku. Saat dia masuk kedalam tidak tahu kenapa Bunga seperti mendengar suara yang tidak asing. Karena penasaran dia mencari asal suara itu di kerumunan


banyak orang, hingga dia melihat kesalah satu tempat.

__ADS_1


__ADS_2