Hatimu Dan Hatiku

Hatimu Dan Hatiku
Berita Baru


__ADS_3

Setelah hari itu Temi bersama Demon memulai hidup baru dengan bekerja sama dengan organisasi peneliti yang dibawah pengawasan Surya rekan sahabat Bunga. Karena tidak ada pilihan karena Temi tidak ingin kehilangan Demon yang merupakan orang yang berharga baginya setelah pertemuan dia menyelamatkannya dari kecelakaan.


Apa yang dirasakan oleh Temi juga dirasakan oleh Demon dengan diam-diam menyembunyikan perasaannya dengan mengorbankan semua yang dia miliki. Temi yang tahu dia salah telah melibatkan Demon dan rekannya dalam masalah Mawar membuat dia sadar kalau lawan yang dihadapi oleh Mawar bukannya wanita biasa melainkan seorang pemimpin wanita yang tangguh dengan kekayaan yang berlimpah. Tapi dalam hati Temi selalu bertanya,”Kenpa dia menyembunyikan identitasnya?.”


“Apa yang kamu pikirkan Temi”kata Rembon. Temi terkejut saat Rembon memanggil.”Kenapa kamu?,”kata Demon yang datang menghampirinya.


“Tidak ada hanya saja...”kata Temi yang terputus. “Kenapa denganmu. Apa kamu menyesal dengan keputusan yang kamu buat beberapa bulan yang lalu”ucap Rembon.


“Menyesal kenapa?”kata Temi yang membuka layar ponselnya melihat adakan berita yang baru saat ini. Demon yang tahu apa yang dikhawatirkan mengambil ponsel Temi. “Kamu tidak usah melihat ponsel dulu”ucap Demon sambil melihat kearah Temi.


“Kenapa tidak boleh?,”ucap Temi yang sedih. “Karena nanti kamu akan melihat sesuatu yang tidak harus kamu lihat di ponsel. Aku tidak ingin kamu bersedih lagi karena apa yang kamu pilih,”kata Demon yang berjalan menuju kearah Rembon.


“Sebenarnya kalian menyembunyikan apa dariku hingga seperti ini. Aku tidak mengerti?,”kata Temi yang tidak paham.


“Apa benar kamu tidak mengerti,”ucap Rembon yang kemudian melihat kearah Demon. “Kenapa kalian saling menatap pasti ada sesuatu yang kalian sembunyikan,”kata Temi yang masuk ditengah mereka berdua yang sedang duduk di sofa.


“Apa yang kalian sembunyikan. Aku juga ingin tahu,”kata Temi dengan tegas.


“Apa kamu serius ingin tahu,”kata Demon yang melihat kearah Temi yang berada disampingnya. “Tentu saja,”ucap Temi.


“Bagaimana Rembon”kata Demon. “Baik kamu akan memeberitahu kamu tapi kamu harus mengendalikan perasaan kamu. Apa kamu bisa?,”kata Rembon.


Dalam pikiran Temi yan tidak tahu apa yang disembunyikan mereka berdua mencoba menyaringsetaip kata yang mereka katakan dari saat aku melamun tentang Bunga hingga mereka berpikir kalau aku menyesali dengan keputusanku dengan sampai  mereka menyembunyikan suatu berita. Hingga Temi tersadar dengan mengingat kembali saat dia di rumah sakit. “Apa ada kabar tentang Mawar,”kata Temi dengan melihat kearah Demon.


“Apa yang ingin kamu ketahu kabar baik atau buruk?,”ucap Rembon. “Keduanya”kata Temi. “Tapi sayang sekali hanya ada kabar buruk yang kamu akan dapatkan dari sahabat kamu itu karena dia telah melawan orang yang salah,”kata Rembon.

__ADS_1


“Apa maksdu kamu?,”ucap Temi yang kemudian menjadi khawatir dan gelisa dengan kabat buruk tentang sahabatnya Mawar.


“Sahabat kam sudah tewas dan perusahaan yang dia dirikan berserta keluaganya yang masih ada sudah tiada termasuk karyawan yang berada di perusahaan Mawar,”kata Demon.


“Apa?,”ucap Temi yang terkejut hingga dia berpikir pasti itu hanya bercandaan untuknya. “Pasti kamu hanya bercanda. Jangan kamu berbohong kepadaku,”kata Temi.


Suasana hening, hingga pintu ruangan dimana mereka berada dibuka oleh seorang yang membuat ketiganya terkejut. “Apa yang mereka katakan itu benar,”ucap Surya dari balik pintu.


Mereka bertiga melihat kearah pintu dengan suasana tegang. Hingga Surya membuka pintu dan mleihat mereka yang begitu tegang. “Kenapa kalian melihat aku seperti melihat setan. Apa kamu sebegitu menakutkan?”ucap Surya.


Mereka bertiga hanya terdiam hingga dibalik tubuh Surya ada tiga orang yang membuat penasaran. “Siapa yang kamu bawa?,”kata Demon. Surya menoleh ke belakang,”Mereka bertiga adalah rekan dan sahabatku. Tero, Izam dan Reona.”


“Untuk apa kalian datang ke sini?,”ucap Temi. “Tenang saja kami disini hanya ingin membahas bisnis saja tidak ada yang lain,”kata Izam. “Bukannya kalian sudah bekerja sama dengan organisasi peneliti,”kata Tero.


“Itu benar,”kata Temi yang mencoba untuk tenang. “Tapi aku rasa suasana tidak bagus untuk membahas bisnis sekarang,”ucap Reona.


“Kami ingin memberitahunya tapi kalian datang,”kata Rembon dengan santai.


Demon melihat kearah Temi dan memeluknya,”Jangan bersedih masih ada aku disini yang akan menjaga kamu.”


Temi yang tahu kalau Mawar sahabatnya sudah tewas tapi hatinya yang masih belum bisa menerima. Setelah dia mendengar kata dari Demon membuat dia sadar kalau apa yang mereka katakan barusan itu benar kalau sahabatnya sudah tiada. Yang membuat dia menangis dipelukan Demon. Sedangkan mereka yang melihat merasa dunia mereka milik mereka berdua denagn berat hai mereka keluar termasuk Rembon.


“Tidak aku sangka ingin memulai bisnis, harus melihat kemerraan mereka berdua. Apa mereka tidak tahu kalau aku masih menjomblo”kata Surya.


“Sudahlah inilah nasih orang jomblo,”kata Rembon yang diikuti mereka semua.

__ADS_1


Di tempat lain Bunga dan kedua kakaknya yang sedang bersantai mendapatkan berita kalau Mawar sudah tiada dengan isi berita yang mengatakan kalau perusahaan mereka di serang oleh beberapa organisasi mafia yang membuat mereka semua tewas dengan mengenaskan. “Apa semua ini ulah kamu Petra,”kata Bunga melihat kearahnya. “Bukan tapi sekertaris Jim untuk menyembunyikan kebenaran yang ada,”kata Petra.


“Itu bagus juga, itu bisa menjadi peringatan mereka yang ingin membuat kamu terluka,”kata Ilham kepada Petra.


“Jika urusan disini telah selesai kapan kalian melanjutkan ke jenjang serius,”kata John.


“Apa sih kak. Aku masih ingin bebas dan menyantai,”kata Bunga. “Kalian tidak usah khawatir aku sudah menyiapkan hadiah di hari yang bahagia nanti,”kata Petra menatap Bunga dengan penuh kasih sayang.


Bunga yang malu memalingkan mukanya dan melihat kearah John. “Kapan kakak akan berangkat,”kata Bunga mengalihkan suasana.


“Setelah ulang tahun kamu,”ucap John. “Kenapa setelah ulang tahunku?,”ucap Bunga.


“Bukannya lebih cepat lebih baik,”kata Bunga lagi. “Memang bagus apa yang kamu katakan. Tapi aku ingin merayakan ulang tahun kamu sebelum aku pergi bertugas”ucap John.


Bunga hanya tersenyum melihat suasana ini kembali tenang dengan semua kejadian yang telah berlalu. “Tapi akan sampai kapan ketenangan ini,”ucap hati Bunga.


“Apa yang membuat kamu khawatir, dek,”kata Petra. “Aku hanya memikirkan apa kedua orang tua kamu akan setuju nanti dengan hubungan kita,”kata Bunga.


“Kenapa kamu berpikir begitu,”kata Ilham. “Bukannya orang yang berkuasa seperti itu jalan cinta mereka,”kata Bunga dengan santai.


“Tapi bukannya kamu juga berkuasa jika mereka tahu mereka akan setuju dengan hubungan kita,”kata Petra.


“Tidak. Aku tidak ingin mereka tahu apa yang aku miliki. Itu tetap akan menjadi rahasia selamanya karena aku ingin ketenangan,”kata Bunga yang memalingkan mukanya kearah lain.


“Baiklah aku akan menuruti apa yang kamu inginkan. Aku tidak akan memberitahu mereka,”ucap Petra kepada Bunga.

__ADS_1


“Untuk itu kita bahas nanti saja sekarang kita bahas yang ada saja dengan tenang,”kata Petra.


Bunga hanya menganggukan kepalanya dan kembali berbicara dengan santai. “Sebentar lagi ya,”kata hati Bunga yang tidak sabar menuggu datangnya hari itu.


__ADS_2