
Setelah Bunga membaca pesannya ia mengganti pakaiannya dan keluar untuk bertemu dengan kedua kakaknya yang ada di luar kapal. Bunga berjalan dengan santai dan memanggi kakaknya saati dia di dekat pintu masuk.
“Kak,”kata Bunga. Keduanya menoleh, Bunga berjalan menuju ke
arah kakaknya.
“Kak lanjut yang tadi,”ucap Bunga.
“Lanjut yang mana,”kata Ilham.
“Kak jangan mainlah,”kata Bunga.
“Baiklah aku mengerti dia datang kesini mencari kamu. Dia tadi sempat masuk ke dalam laut untuk mencari kamu tapi tidak menemukan kamu. Lalu dia dipanggil sekertarisnya katanya ada rapat,”kata Ilham menjelaskan.
“Tapi bagaimana dia tahu kalau kita ada disini,”kata Bunga yang tidak percaya.
“Dia memiliki beberapa akses, setelah kepergian kamu beberapa tahun yang lalu,”kata John.
“Perubahan yang tidak diduga,”kata Bunga.
“Itu benar,”kata John.
“Apa selama ini dia juga mencariku,”kata Bunga.
“Iya. Dia selalu mencari keberadaan kamu dan selalu menghubungi kami berdua untuk menayakan bagaimana kondisi kamu saat itu,”kata Ilham.
“Apa tadi kakak juga memberitahukan Petra kalau aku ada di dasar laut,”kata Bunga.
“Tidak. Aku tidak memberitahunya, dia berinisiatif sendiri masuk kedalam laut mencari kamu,”kata Ilham.
“Tapi bukannya dia sudah bertunangan ya, kabarnya,”kata Bunga.
“Bagaimana kamu tahu kalau dia bertunangan,”ucap John yang gelisa takut kalau adiknya sakit hati lagi.
“Dari pulau,”ucap Bunga. “Tapi tidak usah khawatir karena aku baik-baik saja,”kata Bunga lagi.
Kak Ilham dan Kak John tersenyum. “Apa ada lagi yang ingin kamu katakan,”kata Ilham.
“Tidak ada,”ucap Bunga sambil memberikan sebuat foto penyelam yang Bunga ambil di dasar laut.
“Apa ini,”kata Ilham.
“Aku minta tolong untuk mencari tahu siapa orang ini,”kata
Bunga.
“Berikan padaku, biar kakak yang mencari tahu. Jika sudah mendapatkan kabar aku akan memeberi tahu kamu,”kata John.
“Baik kak, terima kasih kak,”ucap Bunga.
John tersenyum melihat adiknya dan kak Ilham mengelus adiknya dan berkata,”Jika kamu perluh apa-apa bilang saja kepada kami berdua. Kami akan membantu kamu sebisa kami.”
Bunga tersenyum dan menganggukan kepalanya. Di perjalan ini mereka saling membantu sama lain. Hingga akhirnya tempat terakhir mereka akan berakhir di negera tentangga.”Sebentar lagi kita akan sampai di negara M?,”kata Reza.
“Apa itu benar kak,”ucap Bunga.
“Iya. Kita akan sampai beberapa jam lagi di negara M. Apa kamu senang setelah kita sampai disana kita akan naik pesawat menuju negara kita,”kata Ilham.
__ADS_1
“Tentu. Tapi aku masih penasaran. Bagaimana kakak bisa tahu lokasi aku berada dan bagaimana kakak
bisa minta ijin ayah sama Ibu,”kata Bunga.
“Untuk lokasi itu mudah tapi sususah untuk melacak pulau kamu berada karena sering berubah-ucah karena cuaca,”kata John.
“Jadi itu kakak yang mencari lokasiku berada. Soal Ijin bagaimana?,”kata Bunga.
“Kalau yang itu kami ijin dengan alasan ada tugas dari perusahaan,”ucap Ilham sambil melihat layar ponsel.
“Setelah kita sampai negara M. Langsung pulang apa mau keliling dulu,”kata Ilham.
“Keliling dulu,”ucap Bunga.
“Baiklah. Tapi kenapa tidak harus pulang,”kata Ilham.
“Pasti ayah dan ibu sangat merindukan kamu dik,”kata John.
“Karena aku ingin pergi ke satu toko perlengkapan barang
milik kawanku,”ucap Bunga.
“Perlengkapan apa biar kakak nanti yang cari,”kata John.
“Tidak kak aku juga sekalian mau lihat toko juga,”ucap
Bunga.
“Kamu menyembunyikan sesuatu lagi ya dari kami berdua,”kata Ilham yang menatap Bunga.
“Baik, asalkan kami berdua ikut denganmu,”kata John.
“Siap bos,”ucap Bunga.
Langit pagi hari yang indah dengan angin yang berhembus dengan gelombang laut yang ringan membuat suasana perjalan tenang tanpa hambatan. Sampai mereka sampai disatu pelabuhan kapal. Kami semua membawa semua
barang yang berharga dan menitipkan kapalnya kepada salah satu penjaga pelabuhan.
“Kemana sekarang kita akan pergi,”kata Reno.
“Kita pergi ke toko. Ayo,”ucap Bunga yang berjalan memimpin.
Teman Ilham hanya menatap saja dan mengikuti mereka bertiga. “Dimana tokonya dik,”kata John.
“Nanti ada yang akan menjemput kita di pelabuhan, tunggu saja dulu,”kata Bunga.
Mereka semua menuggu hingga beberapa mobil hitam dan mobil jeep datang menghampiri mereka. “Ayo masuk,”kata Bunga yang membuka pintu mobil.
“Sebagain di mobil yang belang ya,”katanya lagi.
“Apa kamu menuggu lama dik,”kata Riri.
“Tidak aku juga baru saja turun dari kapal. Bagaimana tokonya apa lancar,”kata Bunga.
“Seperti biasa banyak pelangan yang berdatangan. Pasti kamu juga sudah tahu, jadi tidak perluh aku jelaskan bukanm,”kata Riri.
Bunga hanya tersenyum dan menoleh kebelakang karena dari ekspresi kedua kakaknya yang masih binggung. “Dia adalah Riri temanku dan pengelolah perlengkapan barang persenjeta,”kata Bunga menjelaskan.
__ADS_1
“Yang kamu maksud perlengkapan senjata Toko Rinta Hitam,”kata Ilham.
“Iya, kakak tahu toko Rinta Hitam,”kata Bunga.
“Semua orang dikalangan tentara penjahat ******* dan dunia gelap tahu toko Rinta Hitam. Tapi kakak tidak tahu kalau itu milik kamu,”kata Ilham yang tidak percaya.
“Itu hanya sebagain saja masih ada banyak lagi yang aku sembunyikan tapi aku akan memberitahu satu persatu dan perlahan saja. Tidak apa-apakan,”kata Bunga.
“Jika itu maumu kami tidak akan terkejut lagi,”ucap John.
Waktu berjalan sampai mereka di Toko Rinta Hitam. “Kita sudah sampai,”kata Riri.
Mereka semua keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam toko.”Sudah lama aku tidak kesini,”ucap Bunga.
“Kalau begitu ayo ikut aku ke bawah,”kata Riri yang mengarahkan menuju ke lantai bawah.
“Kita mau kemana?,”kata Reza.
“Kita akan istirahat dilantai bawah sambil makan,”ucap Bunga yang bejalan menuruni anak tangga.
“Bukannya ini hanya lantai satu saja kenapa bisa ada lantai dibawah tanah,”kata Reza.
“Apa mungkin ruang rahasia toko ini,”ucap Reno.
“Itu benar,”kata Riri.
Pintu terbuka yang sudah disambut oleh wakil toko Rinta Hitam. “Anda sudah datang bos,”ucap Mita.
“Lama tidak bertemu mit,”kata Bunga yang masuk kedalam.
“Tidak ada perubahan ya, sama seperti dulu,”kata Bunga yang melihat sekelilingnya.
“Tentu saja tidak berubah,”kata Lita.
“Bagaimana kondisi tubuh kamu,”ucap Lita lagi.
“Sudah baikkan,”kata Bunga.
“Apa ada makan dan minuman aku lapar,”kata Bunga yang duduk di sofa.
“Kami akan menyiapkannya, seperti biasakan,”kata Mita.
Bunga hanya tersenyum dan melihat teman kak Ilham dan kedua kakaknya yang masih terkejut. “Kenapa kak, ayo duduk. Jangan khawatir mereka adalah temanku semua. Disini adalah tempat perkumpulan semua anggota bayaran yang menerima misi atau tugas yang diberikan,”kata Bunga.
“Ada berapa pusat kendali yang kamu miliki dik,”kata Ilham.
“Aku tidak mengingatnya. Karena malas, jadi jika aku pergi kemana-mana pasti aku bawa catatan ini,”kata Bunga yang memperlihatkan buku catatannya.
“Apa kakak boleh lihat,”ucap Ilham.
“Tentu,”kata Bunga sambil memberikan buku catatan yang dia pegang.
“Jika kakak ada masalah atau kurang informasi. Kakak bisa pergi kesalah satu tempat yang ada dicatatan tersebut,”kata Bunga.
“Apa boleh,”kata John.
“Tentu saja kalian boleh karena kalian adalah kakak dari adik kecil nakal kami,”kata Riri.
__ADS_1