Hatimu Dan Hatiku

Hatimu Dan Hatiku
Kembali Diserang


__ADS_3

Suasana yang sudah pernah dirasakan oleh Bunga terdiam di kasur rumah sakit karena kondisi penyakitku yang kembali tidak stabil. Tapi hari itu tidak biasa aku yang sedang berbaring merasakan tidak nyaman di dalam ruanagn. Seperti ada sesuatu yang akan terjadi pada Bunga. Tidak disnagka ada pembunuh yang mencoba menyakiti Bunga saat dia sedang berbaring. Tapi untungnya karena Bunga memiliki kewaspadaan yang tinggi setelah kejadian yang pernah ia alami dari penembakan, penculikan sampai sabotase pesawat yang ia tumpangi selalu terjadi masalah.


Sama halnya di rumah sakit ada suster yang menyamar untuk melakukan aksinya untuk membunuhku. Tapi aksi itu gagal karena bunga menciuam hawa dingin yang membuat Bunga bisa menghindar dari maha bahaya.


Karena waktu itu Bunga dalam keadaan tidak stabil mengalami menurunan kondisi yang berakibat Bunga pinsan dan penyakitnya kambuh. Dokter Erik yang memeriksa kondisi Bunga dan seksama, untungnya Bunga tidak mendapatkan luka fatal.


Di luar ruangan yang sudah berjaga Petra menuggu akan kondidi Bunga. Saat Dokter Erik membuka pintu kamar. Ia sudah disambut oleh petra. “Bagaimana kondisi Bunga,”ucap petra yang khawatir jika terjadi apa-apa pada Bunga.


“Dia sekarang sedang tidur. Kondisi Bunga untuk sekarang mengalami penurunan dan penyakitnya mulai kambuh lagi dan mengharuskan ia harus istirahat untuk beberapa minggu di rumah sakit,”kata Dokter Erik.


“Tapi bagaimana ada pembunuh di rumah sakit,”kata Dokter Erik.


“Dia suruhan Erika dari perusahan desain internasional,”kata Petra.


“Erika. Bukannya dia sudah dinyatakan tewas dalam kecelakaan. Bagaimana bisa dia,mungkin kamu salaha orang,”kata Erik yang tidak percaya.


“Pembunuh itu sudah membuka mulut siapa dalang dari pembunugan itu termasuk dalam sabotases pesawat,”kata Petra.


John dan Ilham yang berjalan kearah mereka. “Jadi itu mantan atau tunangan kamu petra,”kata Ilham.


Petra melihat ke arah suara dan melihat john dan ilham berjalan kearah mereka berdua. “Dia adalah mantan pacar aku yang sudah tewas. Tapi baru ini aku mendapatkan kalau dia masih hidup,”kata Petra.


“Banyak sekali cewek kamu,”ucap John.


“Mereka sumua sudah aku anggap sampah untuk apa aku perdulikan mereka. Yang aku berdulikan da aku cintai adalah di depan mataku sekarang,”kata Petra kalau dirinya bersalah telah melukai Bunga.


“Aku peringatkan kamu, selesaikan urusanmu. Jangan terlibatkan adikku. Apa kamu mengerti,”kata ilham yang marah.


John menepuk bahu kak ilham,”sudahlah kak. Sudah terlanjur mereka mengetahu kalau petra menyukai Bunga. Yang penting sekarang bagaimana mereka tidak bisa menyentuh adik kita.”


“Tapi sebelum itu apa kamu sudha yakin akan mengenalkan diri kamu di hadapan Bunga,”kata Dokter Erik.


Petra hanya terdiam. “Jika belum yakin jangan muncul dulu. Kamu tahu tidak ini yang empat kalinya adik kami dalam bahaya,”kata John.

__ADS_1


“Apa maksud kamu empat kali, bukannya dua kali,”kata petra yang tidak percaya.


“Dua kali dari mana, kamu itu bodoh apa,”kata kak Ilhma.


“Sebenarnya saat perjalan tour wisata dunia kami dikejar oleh beberapa mobil tapi untungnya kita bisa menghendar. Tapi malamnya dihotel Bunga hampir saja tertembak oleh seniper tapi gagal karena Bunga bisa menghindar ditambah beberapa orang yang masuk untuk melakukan perlawanan. Dan saat kami di rumah sakit adik kami diculik, tapu untungnya ada orang yang menyelamatkan adik kami sampai kami bertemu di rumah sakit. Perjalan pulang ke negara pesawat yang kami tumpangi disabotase, jika bukan Bunga yang was-was melihat sekitar ada yang aneh mungkin aku tidak tahu kalau pilot yang mengemudikannya pinsan dan yang terakhir hari ini pembunuh bayaran. Bagaimana kamu akan menjelaskannya?,”kata John menjelaskan panjang lebar.


“Aku tahu karena kesalahanku yang tidak bisa menjaga Bunga. Karena itu berikan aku satu kesempatan Untuk bisa disampingnya menjaganya. Aku tidak akan membuat Bunga terluka,”kata Petra.


John dan Ilham hanya terdiam hingga Le muncul. “Sedang apa kalian diluar,”kata Le yang berjalan ke arah mereka.


“Kamu lagi, bukannya aku meminta kamu untuk menjaga Bunga. Kenapa kamu baru datang,”kata Ilham.


“Aku tadi makan sama temanku dulu kak. Tapi kebetulan bertemu dengan Petar, ya sudah aku titipkan saja pada dia. Emang terjadi sesuatu,”kata Le.


“Melihat kalian yang terdiam. Apa benar terjadi sesuatu. Bagaimana keadaan Bunga,”kata Le yang mulai khawatir.


Dokter Erik menghampiri Le,”Dia sedang instirahat sekarang karena banyak pikiran. Tapi sebelumnya tadi dia di kampuskan dan kata kamu tadi kamu makan bersama teman kamu. Apa benar?,”kata Dokter Erik.


“Iya. Tapi kenapa, dokter menayakan itu?,”kata Le.


Dan semua orang yang mendengarkan kembali menatap Le. “Kenapa kalian menatap aku seperti itu. Memang tadi aku dan Bunga bertemu teman satu unit. Mereka juga mengatakan suatu yang tidak enak. Tapi aku membela Bunga,”ucap Le.


“Bagus jika kamu membela adikku,”kata John.


“Awas aja jika kamu tidak menjaga Bunga, aku membuat perhitungan dengan kamu,”kata Kak Ilham.


Suasana kembali tenang setelah semua sudah diselesaikan dengan baik. Bunga yang masih tertidur karena obat bius. Sementara kedua kakak Bunga yang masih berbicara dengan Petra berbagai hal. Le yang mendengarkan


bertanya kepada mereka berempat,”Apa yang kalian diskusikan?,”kata Le yang penasaran.


“Itu bukan suatu hal yang baik untuk kamu. Sebaiknya kamu masuk kedalam saja menjaga Bunga, jika terjadi sesuatu kamu bilang kepadaku,”kata Dokter Erik.


“Baik dok, aku akan masuk kedalam. Tapi benar aku tidak boleh tahu apa yang terjadi,?,”kata Le.

__ADS_1


Mereka dengan tatapan tajam mengatakan,”Tidak untuk kondisi kamu yang belum labil.”


Le masuk dengan wajah cemberut,”Ya sudah aku masuk.”


“Kenapa kalian tidak mengatakan kepada anak itu, mungkin saja bisa membantu. Ayah dan kakaknya bukannya anggota tentara,”kata John.


“Emang benar. Tapi masalah yang kita hadapi sekarang bukan masalah yang bisa diatasi oleh tentara negara,”kata Petra.


“Apa maksud kamu?,”kata Ilham.


“Orang yang sudah merencanakan ini adalah anggota klan Fusi yang berkuasa dalam bidang fasion, desain, properti, keuangan dan militer. Menurut kalian bagaimana,”kata Petra dengan dingin.


“Musuh kamu hebat juga ya,”kata ilham.


Petra terdiam,”Jadi bagaimana apa rencana kalian untuk menjega musibah datang lagi.”


“Jika seperti ini kamu harus bilang langsung kepada Bunga, saat dia terbangun,”kata Ilham.


“Itu mustahil, aku mengatakannya,”ucap petra.


“Kenapa tidak mungkin. Bunga berhak tahu siapa dalang dari semua itu,”kata Dokter Erik.


“Bagaimana jika Bunga tidak menerikaku lagi karena aku yang membuat dia dalam bahaya,”ucap Petra yang tidak percaya diri.


“Kamu itu serius atau tidak dengan Bunga,”kata Ilham.


“Itu benar,”kata John.


“Kalian enak hanya bicara saja aku yang merasakan. Aku takut kehilangan Bunga aku tidak ingin itu terjadi. Aku ingin bersama dia selamanya,”kata Petra.


“Bunga akan menerima kamu dengan apa yang terjadi,”kata Ilham.


“Apa kamu yakin, dia akan menerima semua yang akan terjadi kedepannya,”ucap Petra.

__ADS_1


“Tanyakan saja dulu, jika ingin tahu,”kata John.


__ADS_2