
Setelah kepergian Bunga untuk perawatan di pulau. Petra yang masih tidak bisa melewati harinya dengan
tenang selalu membuat orang menderita. Sampai akhirnya semua musuh yang ingin membunuhnya dihancurkan dalam satu serangan
Sampai waktu berlalu satu tahun Petra masih mencari keberadaan Bunga dirawat. Dari semua rumah sakit internasional sampai dipelosok ia mencari keberadaan Bunga. Tanpai tidak menemukan hasil yang memuaskan. Semua pencariannya yang membuat banyak wanita terus mencari kesempaan untuk meluluhkan hati Petra tapi tidak ada yang bisa membuat hati Petra senang dari berbagai wnaita di dunia ini kecuali Bunga.
Samapai pertunangannya dengan Kari sudah dibatalkan. Tapi dengan membatalkan pertunangannya muncul lagi wanita lain yang ingin menghangatkan kasur Petra. Tapi wanita itu hanya bisa mendapatkan rasa sakit dan siksaan dari Petra. Yang bagaikan es yang membeku dan tidak bisa digoyakan dengan berbagai godaan.
Di tempat lain, John dan Ilham yang sudah mencai tahu dimana adiknya menemukan hasil kalau adiknya dirawat di sebuah pulau yang tdak berhuni. Untuk mencari kebenarannya ia pergi dengan beberapa orang untuk menyelusuri pulau tersebut.
“Aku sudah mendapatkan lokasinya,”ucap John.
“Jika itu tempatnya ayo kita pergi sekarang, untuk memastikan apa benar itu lokasinya,”kata Ilham.
Sebelum keberangkatan John da Ilham berpamitan dengan kedua orang tuanya ingin menjalankan tugas yang mendesak. Karena orang tua Ilham dan John tahu pekerjaannya mengijinkan mereka pergi untuk tugasnya. “Kalian berdua harus hati-hati,”kata Ibu.
“Iya bu,”ucap John memeluk ibunya.
“Kami berangkat sekarang,”kata Ilham.
“Jika ada apa-apa. Hubungi saja no ini, nanti teman John akan membantu,”ucap John.
“Baiklah. Jaga diri kalian dengan baik, pulang dengan hasil yang memuaskan agar adik kalian bangga dengan kedua kakaknya,”kata ayahnya.
Ilham dan John tersenyum meninggalkan kedua orang tuanya. Dengan berbagai persiapan mereka pergi dengan meninggalkan beberapa orang untuk menjaga orang tua mereka agar mereka bisa fokus mencari adik mereka. Tanpa sepengetahuan kedua orang tua mereka agar tidak khawatir.
Perjalan ini akan menjadi perjalanan terakhir mereka untuk bertemu dengan adik mereka. Karena sudah satu tahun mereka tidak bertemu adiknya.
“Berapa lama lagi kita akan sampai di pulau,”kata Ilham.
“Jika cuaca mendukung kita akan sampai dalam tiga hari,”kata Reno.
“John,”kata Ilham.
“Ada apa,”ucap John.
“Apa kamu sudah menyelidiki identitas Reona sebelum kamu mencari dia untuk mengobati adik kecil,”kata Ilham.
“Sudah,”kata John yang memberikan dokumen Reona.
Ilham membaca dokumen dengan seksama. “Tapi bagaimana adik kita bisa mengenal Reona,”ucap Ilham.
__ADS_1
“Kalau itu aku tidak, tahu sama sekali. Banyak hal yang disembunyikan oleh adik kita ini,”kata John.
“Aku juga tidak tahu keberadaan dia ada dimana,”ucap John.
“Bagaimana keadaan mereka sekarang,”kata Ilham.
Dipulau yang tidak berhuni, Bunga yang sudah sadar dua hari sebelumnya dengan kondisi yang kurang stabil.
“Reona, mana bukuku,”ucap Bunga yang mencari.
“Kamu bisa tidak istirahat, kondisi kamu itu belum pulih total,”kata Reona yang khawatir.
“Aku sudah baik-baik saja,”kata Bunga.
“Baik dari mana,”ucap Reona yang menatap Bunga.
“Iyalah aku akan istirahat di kamar si putih bolehkan,”kata Bunga.
Reona menghela nafas dan menghampiri Bunga dengan memengan kedua bahu Bunga. “Kamu tahu tidak berapa lama kamu tidur anak nakal,”ucap Reona dengan tegas.
“Aku tahu. Satu tahun kan,”kata Bunga dengan santai.
“Iya aku tahu. Tapi kamu tidak usah khawatir. Aku tahu kenapa aku tidur begitu lama,”ucap Bunga yang melepaskan pegangan Reona dan berjalan menuju kamar si Putih.
“Jika kamu tahu akan kondisi kamu tapi kenapa kamu masih keras kepala,”kata Reona.
Bunga tidak menjawab ucapan Reona dan langsung pergi kemar si putih yang di maksud di putih adalah harimau Putih yang sudah langkah.
“Halo si puti bagaimana kabar kamu,”ucap Bunga yang berjalan menuju si putih dan berbaring di tas tubuhnya yang lembut untuk istirahat. Sedangkan Reona yang melihat hanya terdiam sampai ada info ada penyusup masuk pulau.
Reona keluar ruangan dan mencari Tero. Tapi tidak ditemukan hanya bertemu Teri. “Dimana Taro,”kata Reona.
“Taro keluar untuk mencari info soal penyusup pulau ber sama Mark,”ucap Teri.
“Bagaimana anak itu,”kata Jeri dari belakang.
Reona dan Teri mennoleh kearah sumber suara,”Dia baik-baik saja baru saja tidur bersama si putih.”
“Melihat hasil lep kalau anak itu akan kembali pulih seperti sedia kala. Tapi kenapa dia masih murung saja. Apa dia rindu dengan keluarganya,”kata Teri.
“Dia murung karena laki-laki itu yang membuat dia harus tidur lama. Kamu tahu tidak, kalau dia tidak ingin membuka matanya selamanya. Jika Reona tidak mengatakan Keluarga kamu akan khawatir,”kata Jeri.
__ADS_1
“Aku merasa dia kasihan, belum lama ini dia juga suka dengan orang lain tapi selalu disakiti hatinya ditambah lagi dia hanya menganggap Bunga teman saja karena kekuarangan dia,”ucap Teri.
“Tidak hanya itu orang yang dia percayai saja juga membuat dia merasa kalau dia tidak ada rtinya karena banyak wanita disekitarnya,”kata Jeri.
“Sudahlah kalian menggosipnya. Mulai kerjanya,”kata Reona.
“Ayolah istirahat sebentar sebelum barangnya datang kenapa?,”kata Jeri.
“Itu benar, jarang-jarang kita bisa istirahat karena kondisi Bunga yang memburuk waktu itu,”ucap Teri.
“Terserah kalian sajalah. Aku capek,”kata Reona yang berjalan meninggalkan mereka berdua. Tetapi mereka berdua masih mengikuti Reona. “Kamu marah ya Reona,”kata Teri.
“Siapa yang marah,”ucap Tero yang membawa beberapa orang yang tidak asing bagi mereka.
“Kenapa mereka bisa ada disini,”kata Reona.
“Dimana adik kami,”ucap Ilham.
“Kami ingin bertemu dengan adikku sekarang, jangan menyembunyika sesuatu lagi,”kata John yang mendekat.
“Ikut denganku,”kata Reona yang menujukkan keberadaan Bunga.
“Tapi kalian jangan membangunkan dia. Jika ingin bertanya sudah ada diluar,”kata Reona yang membuka pintu kamar.
Mereka masuk kedalam ruangan dan melihat Bunga yang berpenampilan berbeda dengan harimau Putih bersamanya. John dan Ilham melihat kearah Reona karena terkejut dengan penampilan Bunga dan ditambah harimau putih yang bersamanya.
Reona tdak berkata dan berjalan menuju pintu keluar. John dan Ilham hanya mengikuti Reona dibelakang. Sampai di luar ruangan barulah Reona menjelaskan kondisi Bunga dengan rinci termasuk harimau putih yang bersama dengan Bunga.
“Aku tahu kalian akan penasaran dengan apa yang kalian lihat,”kata Reona.
“Aku akan menjelaskan kepada kalian tapi tidak disini. Ayo ikut aku ke taman biar nyaman kita mengobrolnya,”ucap Reona yang berjalan meuju taman bersama Tero.
“Kami akan pergi ke posko jika tidak ada lagi,”kata Mark.
Tero hanya mengangkat tangannya dan berjalan mengikuti Reona bersama dengan Ilham dan John menuju taman untuk mengobrol.
Sampai ditaman barulah mereka duduk dan mengobrol apa yang terjadi dengan Bunga selama setahun ini dan siapa Reona dan orang yang disekitar Bunga. Ilham dan John ingin mengetahui semuanya hari ini.
“Baik dari mana kalian ingin bertanya. Sepertinya kalian ingin tahu semua, Apa itu benar,”kat Reona yang menyiapkan teh.
“Benar aku ingin tahu siapa kalian dan bagaimana Bunga bisa mengenal kalian. Apa yang terjadi dengan Bunga selama setahun ini. Kami butuh penjelasan,”kata Ilham panjang lebar.
__ADS_1