
Dalam ruangan yang sunyi hanya ada Reona, dokter Erik dan Bunga. Dalam keadaan bunga sudah tidak bisa bertahan lagi dengan kondisi yang ia rasakan. Bunga muali batuk berdarah tapi warnanya agak kehitaman. Karena sudah tercampur denagn racun kuno yang ia derita selama ini.
“Sebaiknya kamu berbaring saja, aku akan memerikasa denyut nadi kamu. Akankah bisa menghentiakn racun dalam dirimu,”kata Reona.
“Sebanarnya siapa kamu, bagaimana kamu bisa mengetahu racun dalam tubuh Bunga,”kata dokter Erik.
“Aku dokter pribadinya, sekaligus temannya,”ucap Reona.
“Bagaimana?,”kata Bunga yang sudah tidak berdaya menahan rasa sakit.
Reona hanya tersenyum sambil menatap Bunga,”Kamu tidurlah untuk beberapa hari.”
“Tapi sebelum itu, makan ini dulu sebelum kamu tidur,”ucap Reona.
Bunga hanya menuruti perkataan Reona memakan sebuah butiran makanan yang seperti coklat. Setelah memaknnya Bunga tertidur terlelap.
Dokter Erik memengang tangan Bunga yang terkejut,”kenapa ini, tubuh Bunga dingin. Apa yang kamu lakukan pada Bunga.”
“Kamu diam saja, nanti juga akan tahu,”ucap Reona.
“Beritahu keluarganya untuk tiga atau empat hari jangan ada yang boleh masuk ke ruangan Bunga. Kecuali aku dan kamu sebagai dokternya,”kata Reona.
“Jawab dulu apa yang terjadi dengan Bunga?,”kata Dokter Erik yang sudah kesal.
“Kamu ingin tahu. Aku berikan ini, untuk kamu baca. Nanti kamu akan tahu apa yang terjadi pada kondisi Bunga,”kata Reona.
Dokter Erik meneriman beberapa dokumen dan satu buku. Yang menjelaskan tentang penyakit Bunga. Ia membaca dengan perlahan sampai dia terkejut kalau penyakit yang didapatkan oleh Bunga adalah karena racun hitam naga. “Bukannya ini hanya legenda,”kata Dokter Erik.
“Itu tidak mungkin ada tanaman ini, pasti ini salah,”ucap Dokter Erik yang tidak percaya.
“Kamu baca saja sampai akhir dulu. Biarkan aku tenang untuk melihat kondisi Bunga,”kata Reona.
Dokter Erik melanjutkan membaca datanya, hingga akhir baru lah dia tahu apa yang terjadi. “Ternyata dunia itu luas, tanpa kita tahu dimana saja tempat yang harus dijelajahi,”ucap Dokter Erik.
“Sekarang kamu sudah tahukan akan kondisi Bunga. Jika kamu sudah tahu bilang ke keluarganya untuk tidak masuk ke ruangan ini sampai kondisi benar sembuh,”kata Reona yang mencoba menghangatkan tubuh Bunga dengan selimut.
Dokter Erik keluar, yang kebetulan di luar sudah ada ilham dan John yang sudah berjaga.
“Dimana kedua orang tua kalian,”ucap dokter Erik.
“Mereka sudah pulang ke rumah. Apa terjadi sesuatu dengan kondisi adik saya, dok,”kata Ilham.
“Untuk semntara saya hanya akan menyampaikan, kondisi Bunga tidak baik. untuk beberapa hari keluarga di larang untuk masuk kedalam ruangan sampai kondisi Bunga membaik,”kata Dokter Erik.
“Apa maksud anda dok,”ucap John.
“Keadaannya tidak stabil, itu yang bisa saya sampaikan,”ucap Dokter Erik.
“Kenapa kami tidak boleh menjaga di dalam ruangan. Sementara temannya itu boleh,”kata Ilham.
__ADS_1
“Karena dia adalah dokter pribadi Bunga,”kata dokter Erik.
“Dokter pribadi. Apa lagi ini. Aku tidak tahu kalau adik saya memiliki dokter pribadi,”kata Ilham.
“Untuk soal itu tanyakan kepada Bunga, adik anda sendiri. Tapi tidak sekarang, karena Bunga dalam keadaan pemulihan diri dan sedang beristirahat,”kata Dokter Erik.
Dokter Erik masuk ke dalam dan dihadapang oleh John. “Tunggu dulu dokter,”kata John.
“Ada apa?,”ucap Dokter Erik.
“Sebenarnya adik saya sakit apa,”ucap John.
“Sudah saya sampaikan kalau Bunga dalam keadaan yang tidak pasti sekarang, hanya itu yang bisa saya
sampaikan. Jika anda ingin tahu tanyakan langsung kepada adik anda jika tidak tanyakan kepada dokter pribadinya,”kata Dokter Erik yang masuk kedalam.
“Kak,”kata John.
“Aku tahu. Pasti terjadi sesuatu yang tidak enak jika kita memberi tahu kepada ayah dan Ibu kondisi adik,”kata Ilham.
“Jadi bagaimana sekarang,”kata John.
“Mau bagaimana kita harus menuggu, hingga temannya Bunga keluar. Baru kita menayakan kondisi Bunga,”kata Ilham.
“Apa kakak tahu jika adik mengalami penyakit yang kita tidak ketahui,”kata John.
Mereka berhenti berdebat dan menuggu hingga teman Bunga keluar untuk di tanyakan. Tapi sudah sehari mereka menuggu tidak kunjung keluar. “Sebenarnya adik kita sakit apa?,”kata John yang mulai khawatir.
Hingga Rena dan Jihan datang ke rumah sakit memberi tahukan kalau dokter Reona sudha ada di negera ini. “Sedang apa kalian di luar bukannya masuk ke dalam,”kata Jihan.
“Lihat itu,”ucap John sambil menuju papan yang tertulis dilarang masuk.
“Apa yang terjadi kepada Bunga,”kata Rena.
“Kenapa kalian disini,”ucap John.
“Kami hanya memberi tahukan dokter yang kamu cari sudah ada di negara ini,”kata Rena.
John menoleh ke arah Rena,”Apa itu benar.”
“iya. Tapi untuk sekarang kami belum menemukan keberadaannya. Orang itu sangat berhati-hati dan menyembunyikan identitasnya dengan baik sampai sekarang kami sudah mencarinya tidak menemukannya,”kata
Jihan.
“Apa maksud kalian belum menemukanya, cepat cari orang itu sekarang,”kata John yang marah sampai dia berdiri dari tempat tidur.
Hingga pintu ruangan Bunga terbuka keluarlah temannya. “Apa yang kalian ributkan,adik kalian butuh istirahat,”kata Reona yang berjalan ke arah John dan Ilham.
“Kenapa kalian mencariku. Mengganggu saja,”kata Reona.
__ADS_1
“Apa maksud kamu, kami mencari anda,”kata Rena.
“Bukanya kalian menyuruh orang untuk mencari keberadaan diriku bukan,”kata Reona sambil memberikan selembaran foto.
“Bukannya itu orang kalian,”kata Reona.
“Apa kamu Reona dokter yang melegenda itu yang bisa menyembunyikan berbagai penyakit,”kata John yang datang sambil memegang kedua bahu Reona.
“Iya. Kenapa?,”ucap Reona sambil melepaskan tangan John.
“Tunggu dulu John,”kata Ilham.
“Ada apa kak,”kata John sambil menoleh kearahnya.
“Kamu tadi Reona dokter hebat internasioan dan satu peneliti terbaik di duni. Bukanya dia itu teman adik kita,”kata Ilham sambil menuju orangnya.
John melihat ke arah Reona dan baru sadar kalau dia adalah teman adiknya. “OOOH.. Ya kamu temannya adikku,”ucap John.
“Otak kamu di mana,”ucap Reona.
“Apa maksud kamu aku tidak memiliki otak begitu,”kata John yang tersinggung dengan kata Reona.
“Kamu baru sadar ya,”kata Reona.
“Abaikan dulu. Bagimana kondisi adikku sekarang,”kata Ilham yang mengalihkan pembicaraan.
“Kondisi Bunga dalam pemulihan untuk beberapa hari,”kata Reona yang berjalan masuk ke dalam ruang.
“Tunggu dulu, Bagaimana adikku bisa mengenal kamu,”hadang Ilham.
“Aku dan adik kamu sudah lama berteman dan bersahabatan. Apa ada yang salah?,”kata Reona.
“Tidak mungkin, kenapa aku tidak tahu kalau adikku punya teman seperti kamu,”ucap Ilham.
“Kamu tidak percaya dengan apa yang aku katakan,”kata Reona yang mencoba masuk tapi tetap tidak bisa karena tangannya Ilham.
“Jelaskan dulu siapa kamu dan apa mau kamu,”kata Ilham yang masih tidak percaya.
“Bukannya sudah aku bilanh aku sahabat dekat adik kamu. Yang datang kesini membawakan barang untuk adik kamu,”ucap Reona.
“Sekarang bisa minggir dari hadapanku sekarang. Aku ingin melihat kondisi temanku yang sudah mencapai batasannya,”kata Reona dengan tajam.
Ilham memberikan jalan kepada Reona untuk masuk ke dalam setelah mendengar kata yang ia ucapkan untuknya. “Apa kamu bisa menyembuhkan adikku,”kata Ilham.
Reona tidak menjawab dan langsung masuk kedalam tanpa memberikan sedikitpun kata kepada Ilham. “Kak,”kata John.
“Kita hanya bisa percaya dengan orang itu,”ucap Ilham yang berjalan menuju kursi tunggu.
Bagaimana Bunga bisa memiliki teman seorang wanita hebat. Apa yang disembunyikan adik John dan Ilham. Yang membuat kedua kakak ini tidak bisa berkata apa-apa.
__ADS_1