
Semua yang ingin John dan Ilham ketahui tentang adiknya akankah bisa terpecahkan saat dia tahu kalau adiknya dalam kondisi yang baik. Dapatkan mereka menjelaskan semuanya atau menuggu Bunga terbangun dari tidurnya.
Apa yang akan terjadi pada John dan Ilham jika sudah mengatahui semua rahasia adiknya, akankah mereka mendukung atau menjauhnya.
“Kalian ingin tahu semua itu,”kata Reona.
“Iya kami ingin tahu semuanya termasuk kondisi adik kami,”kata Ilham.
“Baiklah aku akan menjelaskan dari mana ini. Tempat ini atau Kondisi Bunga,”kata Reona.
“Untuk memermudah saja. Bagaimana kondisi adik kami sekarang,”kata John.
“Kondisi adik kamu sekarang sudah mulai stabil tapi seperti yang kalian lihat. Karena racun yang ada dalam tubuh Bunga kondisi penyakit kamgker Hatinya juga terpengaruh. Tapi dengan penaganan kami disini itu semua bisa dijegah dengan obat penawar racun yang sudah aku berikan...,”ucap Reona yang terputus.
“Jika memang begitu kenapa bisa adikku penampilannya berubah,”kata John.
“Itu karena efek obatnya yang membuat rambut adik kalian menjadi putih dan penambilannya lebih cantik,”kata Tero.
“Efek dari obatnya. Bukanya kalian mengatakan tidak ada obat penawarnya saat dirumah sakit. Karena racun yang diderita adikku angat langkah,”kata Ilham.
“Apa yang kamu kata memang benar, racun itu sangat langkah,”kata Reona.
“Dari mana obat itu,”kata Ilham.
“Itu dari aku,”ucap Izam dari belakang. Reona dan Tero berdiri dan menyapa Ketua Tertua,”Selamat datang Ketua.”
“Kalian duduklah. Dimana anak itu sekarang,”kata Izam.
“Dia ada diruang di Putih,”ucap Reona.
“Aku akan melihatnya, kalian lanjut saja berbincangnya,”kata Izam.
“Baik ketua,”kata mereka berdua Reona dan Tero.
Izam berjalan kearah ruangan si putih untuk melihat Bunga sedangkan John dan Ilham yang melihat. “Siapa orang itu,”kata Ilham.
“Dia adalah Ketua Tertua yang meracik obat penawar adik kalian, dan juga orang yang menjaga kesehatan tubuh adik ada,”ucap Tero.
“Jadi dia adalah orang yang menyembuhkan adik kami,”kata John.
“Siapa namanya, jika bertemu kembali aku ingin berterima kasih dengan dia,”ucap Ilham.
“Dia izam,”ucap Tero.
“Kalian tidak usah khawatir dengan keadaan Bunga karena dia lebih biak disini untuk memulihkan kesehatannya apa lagi semua temannya dan rekannya yang ada disini selalu menjaga anak itu,”kata Reona.
__ADS_1
“Bagaimana adikku bisa menenal kalian semua,”ucap Ilham.
“Maksud kamu si kecil,”kata Tero.
“Jelas anak itu mengenal kmai semua, jika bukan adik kalian mungkin saja kami sudah menjadi gelandangan sekarang dan tidak bisa menjadi sukses,”kara Reona.
“Apa maksud kalian,”kata John.
“Dia adalah wakil ketua kami yang membangun lep rahasia ini. Dia juga memiliki pengatahuan dan ketrampilan bela diri yang melebihi standar orang normal,”kata Jeri.
Ilham dan John menoleh kearag suara tersebut. “Dimana Izam,”kata Jeri.
“Di kamar si Putih,”kata Tero. Jeri pergi menuju kamar si putih. “Siapa yang kalian maksud si Putih,”kata Ilham.
“Apa itu harimau putih yang bersama dengan adikku itu,”ucap John.
“Itu benar si putih adalah Harimau Putih yang sudah langkah,”kata Reona.
“Apa tidak akan terjadi sesuatu kepada adikku, jika ditempatkan di ruangan yang sama?,”kata Ilham yang khawatir.
“Jangan khawatir, si putih tidak akan melukai tuannya sendiri. Adik kalian sendiri yang mau tidur disitu,”ucap Reona.
“Tadi kalian sudah ditolong oleh adik saya bukan. Tapi bagaimana adik saya membeli pulau ini,”ucap Ilham yang masih tidak percaya.
“Itu karena keberuntungan adik anda. Yang mendapatkan undangan datang kepelelangan yang melegenda dengan berbagai barang langka,”kata Tero.
“Seberapa tahu kalian rahasia adik kami,”kata John.
“Semuanya,”kata Reona.
“Krena kami disini adalah teman sekaligus rekan adik kalian, tidak hanya tempat ini saha masih ada satu pulau dimana tempat semua orang belajar,”kata Tero.
“Tempat belajar, apa maksudnya,”ucap Ilham.
“Pusat militer pribadi,”ucap Tero.
“Apa pusat militer pribadi. Apa itu adiku?,”kata John yang terkejut.
“Siapa lagi kalau bukan adik tercinta kalian. Bukannya kalian juga sudah tahu saat penyerangan waku di Jepang. Bagaimana adik kalian bisa menghindar dan memiliki senjata yang begitu aneh tapi mudah digunakan,”kata Tero.
Tunggu dulu,”kata Ilham yang mencoba berpikir tentang adiknya.
“Kalian tidak usah khawatir, dia tidak ingin memberontak negaranya sendiri,”ucap Izam dari belakang yang disusul oleh Jeri.
Ilham dan John berdiri. “Apa benar anda yang telah merawat dan membuat obat penawar adik kami,”ucap Ilham.
__ADS_1
Izam hanya tersenyum dan duduk disamping Reona sambil mengatungkan tangannya kepadaya. Yang menandakan dia juga mau teh. “Tunggu sebentar akan aku buatkan untuk kamu,”ucap Reona.
“Sekalian tidak Jeri,”ucap Reona. Jeri menggelengkan kepalanya dan pergi meninggalkan mereka.
“Kalian duduklah dulu, santai saja disini jangan terlalu tegang. Karena ini juga rumah adik kalian,”kata Izam.
John dan Ilham duduk menikmati teh yang sudah disiapkan. “Apa yang ingin kalian ketahu tentang diriku,”ucap Izam.
John memandang Ilham tidak lama diantara mereka berkata,”Kami mengucapkan terima kasih telah menjaga adik kami dan membuatkan obat penawar racun adik kecil kami.”
“Kalian tidak usah berterima kasih itu tidak seberapa. Karena kami disini jga keluarga Bunga. Yang selalu menjaga dia dari jauh dan mengamati kesehatan dia,”kata Izam.
“Tadi saya dengar dari Tero kalau adik saya memiliki militer pribadi apa itu benar,”kata Ilham.
“Itu benar, dia membangun pertahanan militr pribadi yang akan ditugaskan untuk mencari tanaman barang kuno yang tidak ada dalam peta. Seperti kamu John,”kata Izam.
“Seberapa jauh kalian mengenal kami berdua dan termasuk adik kami,”kata Ilham.
“Semuanya kami sudah tahu dari anda Ilham Bosorganisasi mafia yang baru saja terbentuk dan kamu John seorang penjelajah tempat kuno,”kata Izam.
Ilham dan John menghela nafas,”Apa adik kami juga sudah tahu pekerjaan kami?.”
“Tentu saja adik kalian tahu setelah penyerangan itu. Tahu sendiri karena kalian tidak ingin buka mulut,”kata Reona.
“Tenang saja adik kalian tidak akan marah dengan kalian,”ucap Izam.
“Tadi kamu melihat kondisi adik kami, bagaimana keadaannya?,”kata Ilham.
“Dia baik-baik saja hanya saja, saat aku datang ke kamar si putih adik kalian tidak ada ditempat,”kata Izam.
“Apa tidak ada dikamar,”kata Ilham yang terkejut bersama dengan John.
“Dimana sekarang adik kami, diakan belum pulih,”ucap John.
“Kalian tenang saja, mungkin saja di keluyuran di dalam hutan lagi,”ucap Izam.
Reona berdiri dan langsung pergi meninggalkan mereka untuk mencari Bunga.”Awas aja kalau dia ketemu,”kata Reona yang marah.
“Aku harus mencari adikku sekarang,”kata Ilham dan John yang ingin berjalan tapi dihadang oleh Tero.
“Kalian tetap disini saja. karena adik kalian sudah ada yang akan menjemputnya,”kata Tero.
“Itu benar kalian semua disini saja untuk beristirahat,”kata Izam.
“Bagaimana kami bisa tenang,”ucap John yang mencoba untuk menengkan diri bersama Ilham.
__ADS_1
Izam dan Tero mencoba untuk menenagkan kedua kakak Bunga agar tidak khawatir. Hingga sudah tenang barulah mereka berbincang-bincang sampai Reona membawa Bunga.