Hatimu Dan Hatiku

Hatimu Dan Hatiku
Malam Berdarah


__ADS_3

Malam dimana Bunag terbanngun karena lapar. “Ini dimana?,”kata Bunga yang melihat disekelilingnya.


“Tunggu dulu aku ingat-ingat dulu. Tadi dibandara aku senang yang berlebihan lalu kepalaku berkunang-kunang...,”ucap Bunga yang belu selesai.


“Lalu kamu pindan,”kata John.


Bunga melihat ke arah suara,”kak John, kak Ilham  dan Le.”


“Kamu sudah bangun Bunga, sini ayo kita makan. Pasti kamu lapar,”kata Le.


“Maaf ya semuanya aku buat kalian khawatir lagi,”ucap Bunga yang merasa bersalah sambil menundukan kepala.


Kak Ilham menghampiri Bunga yang masih diatas kasur,”Kamu tidak mengerepotin kami semua, kamukan adik kecil kami.”


Bunga tersenyum dan berjalan dengan kak Ilham bersama menuju tempat duduk untuk makan bersama. “Pasti kamu lapar,iyakan Bunga,”kata Le.


“Iya aku lapar,”kata Bunga sambil mengambil beberapa cemilan di atas meja.


Bunga yang merasakan hawa dingin yang tidak biasa membuat ia takut pada malam itu. ia melihat layar ponsel dan menujukan waktu jam sembilan malam di negara bunga sakura. Tapi tidak tahu perasaan apa yang iaya rasakan,


kalau malam ini akan menjadi malam yang dingin dan menyakitkan untuk hainya. Karena tidak bisa merasa tidak nyaman bunga buka mulut,”Kak aku merasa tidak nyaman dengan suasana malam ini,kayak akan terjadi sesuatu.”


Kak ilham dan kak John menatap satu sama lain dengan tatapan yang tidak biasa. “Mungkin itu karena berbedaan cuaca Bunga,”kaya Le yang mengalihkan perhatian.


“Apakah iya,”kata bunga yang berjalan menuju jendela ruangan hotel.


Dikejauhan Bunga seperi melihat secarik cahaya yang tidak biasa. Ia berjalan mundur dan menudukan kepalanya dengan tenang. Hingga suara tembakan berbunyi menuju ke ruangan Bunga dengan kakak serta temannya.


Semua yang mendengar meras terkejut termasuk Le yang segera menuduk ditemani kak Johan yang melindungi. Sedangkan kak Ilham menuju tempat Bunga berada. Bunga yang mencoba tenang dan melihat ke arah jendela melihat cahaya yang aneh dan membuat Bunga menhindar lagi dari tembakan. “Kenapa dengan malam ini,”kata Bunga yang tiba-tiba kaget oleh pelukan dari kak Ilham dari belakang untuk melindungi.


Bunga menoleh,”kak ilham.”


“Tidak apa-apa kamu sudah aman bersama kakak sekarang, kurasa malam ini kamu tidak boleh tidur,”ucap Kak Ilham.


Bunga tersenyum,”Kurasa begitu. Tapi untungnya tadi siang aku sudah tidur pulas.”

__ADS_1


“Apa kalian baik-baik saja Bunga  kak Ilham,”kata John.


“Iya kami baik-baik saja,”kata Bunga.


“Itu suara Bunga,”ucap Le.


Mereka berempat mencari tempat persembunyian, untuk menghindari peluru. Tapi tidak tahu kenapa pintu ruangan dan jendela didobrak oleh orang berbaju hitam. Yang membuat suasana malam itu menjekam dan penuh


darah.


“Bagaimana apa kalian baik-baik saja,”kata kak Ilham yang sudah berkumpul disatu tempat.


“Kami baik saja,”kata John.


“Tapi mereka itu siapa kak,”kata Le yang mencoba untuk tenang dengan tangan yang masih bergetar.


Bunga yang melihat memegang tangan Le yang ketakutan,”Kamu tidak perluh takut. Kedua kakakku jago bertarung jadi kita aman.”


Le yang melihat Bunga tetap tenang dalam keadaan berbahaya, dia masih sempat untuk menenagkan diriku yang seorang laki-laki ini.”Aku merasa malu dengan diriku,”kata hati Le yang berbicara.


“Aku tidak apa-apa kak. Yang penting bagaimana kita bisa selamat dari orang hitam yang ada di depan kita,”kata Bunga.


“Bunga, tadi bagaimana kamu bisa menghindar dari peluru,”kata Kak Ilham yang penasaran.


“Apa menghindar dari peluru,”ucap kak John dan Le yang serentak.


“Kenapa kalian terkejut. Nanti saja ceritanya sekarang yang didepan dulu,”kata Bunga yang mengalihkan pembicaraan.


“Itu benar kita selesaikan yang didepan itu dulu. Karena penembak jitu sudah dikalahkan, tinggal yang depan,”kata John.


“Le, jaga adik aku kamukan laki. Jangan sembunyi dari tubuh wanita,memalukan,”kata kak Ilham.


“Siapa juga yang meminta perlindungan dari wanita,”kata Le yang maju kedepan melindungi Bunga.


“Semangat untuk kalian bertiga, cayo,”ucap Bunga yang mendukung ketiga pahlawan malam.

__ADS_1


Mereka bertiga menoleh ke arah belang dengan menatap,”Bunga.”


“Didepan awas kak,”ucap Bunga sambil berteriak.


Pertikaian anatara orang hitam dan kedua kakak berjalan mulus dengan perkelahian yang sangat sengit dan penuh darah. Tapi kakaku yang  merupakan seorang jagi bela diri bisa menahan smeua serangan peluru. Hingga ada salah satu dari mereka mengeluarkan senjata yang membuat kakakku harus menjaga jarak untuk bertahan.


Sedangkan Bunga dan Le yang dihadang dua orang baju hitam bisa di tahan oleh Le. Walaupun dia mendapatkan berbagai serangan yang tajam dan menusuk. Sampai akhir Le bisa bertahan untuk menjaga Bunga. Hinnga Bunga


melihat ada satu orang dari mereka mengeluarkan senjata tajam untuk menusuk Le,”Le gerakkan kaki bawah berputar 50 derajat ke arah berlawanan.”


Tanpa berpikir Le mengikuti omongan Bunga dan melihat kearah tujaun seranagnya dan ternyata ada salah atu dari mereka menggunakan senjata yang membuat Le bisa selamat karena ucapan yang di teriakkan. “Le ambil barang


ini, untuk bertahan,”ucap Bunga sambil melempar sebuah senjata yang ia simpan selama ini untuk hobi. Le yang menerima barang dari Bunga merasa terkejut, tanpa berpikr panjang ia melawan dua orang tersebut dengan senjata yang diberikan oleh Bunga.


Tidak lupa Bunga juga memberikan satu persatu kepada kedua kakaknya yang juga masih bertahan,”Kak John kak Ilham ambil barang ini.”


Kedua kakaknya mengambil barang yang di lepar adikya, dan tersenyum sambil berkata dalam hati mereka,”Dari mana senjata ini. Adikku tercinta kamu menyembunyikan apa dari kak.”


Karena harus menyelesaikan urusan yang ada di depannya dulu, kedua kakak Bunga segera menyelesaikan urusannya agar bisa bertanya dengan adiknya dari mana senjata yang dia berikan kepada kami.


Malam yang panjang dan melelahkan bagi kedua kakakku yang menhadang musuh bersama Le yang berjuang mengalahkan musuh dan melindungi Bunga. Hingga bala bantuan datang dan menolong dua kakak Bunga dan teman Bunga. Setelah keadaan sudah membaik kakak Bunga dan teman Bunga di bawa ke rumah sakit untuk dirawat karena mereka mendapatkan luka dari pertarungan malam itu.


Dingin dan gelap waktu itu, sampai aku tidak bisa memejamkan mata untuk sebentar karena waktu malam itu semua orang mencoba bertahan dan menyerang dengan berbagai strategi. Hingga tidak tahu siapa Preman yang datang menolong mereka bertiga dan membawa mereka bertiga ke rumah sakit. “Maaf sebelumnya, kalian ini siapa?. Dan terima kasih telah menolong kakak saya dan teman saya,”ucap Bunga kepada salah satu preman yang telah menolong kami.


Preman itu menoleh ke arah Bunga yang begitu tenang dihadapkan beberapa preamn yang berjaga diluar ruang pasien.”Kamu tidak takut dengan kami,”ucap salah satu pemimpin preman.


“Takut iya, tapi tidak bisa menyelesaikan masalah,”kata Bunga dengan tenang dan beralih melihat ke arah ruangan kakak dan Le yang sedang di periksa.


“Apa aku boleh duduk disini,”ucap Bunga yang merasakan tidak enak badan karena harus minum obat.


“Silakan,”kata salah satu preman.


Bunga menuggu sambil duduk dan tidak lupa ia meminum obat yang sudah ia persiapkan yang ia selalu bawa dimanapun dan sebotol air yang sudah dibeli.


“Apa anda baik-baik saja,”kata pemimpin Preman yang merasa khawatir terhadap Bunga.

__ADS_1


Apa yang terjadi dengan kakak Bunga dan temannya dan siapa Preman yang telah menolong mereka berempat.


__ADS_2